Bab 10

"Mami." Seru Reyhan kaget.

Reyhan dan Aisya langsung melepaskan pelukan mereka. Aisya juga lupa kalau ada Bu Rasti masih berada di sana. Ia jadi kikuk dan menundukan wajahnya. Agak sedikit malu-malu meong.

"Kok mami bisa di sini?" Ujar Reyhan yang membuat mata Bu Rasti melotot kearahnya.

"Kenapa, Mami gak boleh gitu datang kesini!?" 

"Bukan begitu, Mi. Maksud Reyhan.." 

"Apa!?" Kata Bu Rasti memotong ucapan anaknya.

"Cepat, jelaskan pada Mami. Apa kalian tinggal bareng berdua disini?" 

"Iya." Reyhan dan Aisya menjawab berbarengan sambil menganggukan kepala mereka.

"Apa!?. Astagfirullah, Reyhan apa yang sudah kamu lakukan. Ya Allah Reyhan." Ujarnya pada Reyhan.

"Sabar, mi. Ini semua gak seperti apa yang Mami pikirkan."

"Gak seperti pikiran mami gimana? Laki-laki dan perempuan tinggal satu atap bersama tanpa adanya ikatan, orang-orang pasti akan berpikiran yang tidak-tidak, apalagi mami melihatnya dengan kepala

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status