LOGINShouhei sama sekali tidak membiarkan Risa meninggalkan kediamannya.Dia bahkan membatasi pergerakannya di dalam rumah besar itu.Sejak di hari dia membawanya ke sana, sekarang sudah sekitar 3 Hari berlalu.“Keluargaku pasti sudah mencariku sekarang! Apa kamu akan terus menahaku di sini?” Serunya dengan mata melotot hebat.Di kediaman rahasia itu, Shouhei memperlakukannya layaknya seorang Ratu. Pakaian dan perhiasan mahal tersaji di kamar layaknya sebuah etalase toko mewah. Setiap jengkal di rumah itu memiliki nilai yang sangat fantastis.Ketika Risa menyadarinya pada hari dia hendak melarikan diri, Risa seperti orang bodoh yang memasuki sebuah meseum seni kelas dunia.Dengan jumlah uang yang sangat banyak di rekeningnya, bukan tidak mungkin dia bisa memiliki sebuah tempat seperti ini. Namun, yang tidak diduga adalah Shouhei malah mengurungnya seperti tahanan. Bukannya diperlukannya secara baik-baik seperti saat mereka datang ke pulau dulu.Mereka sekarang berada di meja makan panjang.
"Risa, aku tidak pernah bermaksud untuk mempermainkanmu," kata Shouhei dengan nada lembut, tetapi matanya berkilat tajam.Risa sama sekali tidak mempercayainya. Dia menggelengkan kepala dengan ekspresi yang tampak sedikit terluka."Shouhei, kamu sudah banyak berbohong kepadaku selama ini. Kamu pikir aku akan percaya?"Shouhei tampak gelisah. "Percayalah, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku bisa menjelaskan semuanya."Risa tertawa pahit, menatapnya aneh, seolah-olah dia adalah orang yang tidak pernah dikenalnya selama ini."Katakan. Jadi apa maksud dari semua perlakuanmu selama ini kepadaku?"Shouhei mencoba meraihnya, tetapi Risa mundur."Jangan sentuh aku! Kamu tahu kamu selalu bersikap seperti ini setiap kali kamu melukaiku. Apa pun pasti ada masanya untuk membujukku. Kamu pikir aku ini apa? Setiap kali kamu melukaiku, kamu pasti mencoba memberikan hadiah. Aku bukan anak kecil lagi!"Pria itu menatapnya dengan mata yang sedikit berkilat."Risa, dengarkan aku dulu. Aku punya al
Mobil melaju di sepanjang jalan dengan keheningan dari sang wanita. Tentu saja setelah mendapat omelan dari pria dingin tersebut.Risa tidak tahu dia akan dibawa ke mana, hatinya kesal sekaligus jengkel luar biasa. Kedua tangan terlipat di dadanya.Mungkin karena perjalanan terlalu lama, akhirnya dia jatuh ke alam mimpi.Ketika mereka sampai di tempat tujuan, Shouhei membuka pintu mobil dan berniat untuk menggendongnya ala pengantinMenyadari apa yang akan dilakukan oleh pria itu, dia segera terbangun dan menahannya dengan kedua tangannya.“Kamu mau apa?” ucapnya galak“Kita sudah sampai dan kamu terlihat sangat mengantuk sekali. Aku hanya ingin menggendongmu masuk.”Mata Risa mengamati lingkungan sekitarnya. Seketika keningnya berkerut dalam.“Kita ada di mana?”“Ini adalah kediaman rahasiaku. Nanti aku akan menjelaskannya satu persatu. Sekarang, ayo turun dulu,” jelasnya dengan wajah serius yang dingin. Tidak menunjukkan emosi apapun.Risa tercengang mendengar pengakuannya.Tempat t
Ketegangan yang terjadi di ruangan gelap itu membuat jantung Risa berdebar kencang. Dia mencoba sekali lagi untuk melihat ekspresi pria di depannya, tetapi kegelapan dan cahaya samar dari jendela besar membuat semuanya semakin misterius.Sekali lagi, langkah pria itu mencoba untuk meraihnya. Risa terkejut, lalu berkata sambil mendesis, "Sudah kubilang jangan mendekat. Apa kamu tuli?!"Tangan pria itu menggantung di udara, berhenti. Punggungnya tegak seperti bangunan tinggi yang menyeramkan, mengintimidasi, dan membuat bulu kuduk berdiri."Aku tahu beberapa hari terakhir ini aku tidak menemuimu. Kamu pasti berpikir aku tidak peduli kepadamu, bukan? Aku bisa menjelaskannya, jika kamu ikut denganku."Risa kembali terkejut. Alisnya terangkat cepat, wajahnya memucat. "Ikut denganmu ke mana? Apa yang ingin kamu lakukan kepadaku? Bagaimana dengan Ayana? Kamu benar-benar sangat rakus, ya? Tidak hanya menginginkan satu wanita, tapi dua sekaligus. Apa kamu tahu kalau sifat seperti itu hanya a
Acara lelang berlangsung sangat meriah sampai menuju puncak acara. Bahkan, sebagian orang terkaget-kaget dengan kelakuan Shouhei. Dia memanjakan Ayana dengan memenangkan banyak sekali benda-benda berharga. Nilainya tidak main-main.Risa yang duduk bersama Adnan hanya bisa bermuram durja dengan ekspresi tidak menyenangkan. Dia masih ingat isi rekening bos dinginnya ketika dia diculik ke pulau yang jauh."Apakah sekarang dia sedang pamer? Sebenarnya siapa dia itu? Kenapa bisa memiliki banyak sekali uang yang tidak masuk akal?" batin Risa dengan perasaan jengkel.Dia masih tidak bisa habis pikir apakah bosnya sudah berbohong selama ini kepadanya, ataukah masih menyembunyikan sesuatu darinya.Bagi pria yang mempermainkan wanita dan bertindak sesuka hati, memiliki rahasia lain jelas adalah hal yang mencurigakan.“Apa kamu sudah bosan?” tanya Adnan tiba-tiba, berbisik di dekatnya, menyadari suasana hati Risa yang tidak nyaman.“Tidak. Bukankah kamu sangat ingin menghadiri acara ini? Aku h
Hari-hari berlalu dengan sangat tenang antara Risa dan Adnan. meskipun gosip di sekitarnya masih terus berputar, dia tetap fokus menjaga hubungannya dengan keluarga Budiraharja. Bagaimanapun, cepat atau lambat, dia akan menjadi menantu keluarga itu.Baginya, ketidakhadiran Shouhei adalah sebuah berkah yang jarang terjadi. Dalam hatinya, Risa merasakan perasaan yang sangat kompleks, tapi dia terus mencoba menekan perasaan aneh itu.Mungkin dulu dia pernah sangat menyukai Shouhei, bahkan tergila-gila kepadanya. Tetapi, semakin sering dia dipermainkan, semakin dingin hatinya dari rasa hangat. Risa tidak lagi bisa mempertahankan perasaan aslinya terhadap pria itu.Dia mencoba untuk lebih terbuka kepada Adnan. Baginya, hal itu bukan sesuatu yang sulit. Di masa lalu, Risa sudah menjalin banyak hubungan romantis dengan berbagai pria. Memulai hubungan baru bukanlah hal yang menakutkan, meskipun sedikit menantang, apalagi ketika hidupnya kini dikendalikan dan diancam oleh bosnya sendiri.Disaa
“Bisakah kamu memberi ponselku sekarang?” kata Risa tidak sabaran saat mereka berdua sedang berjalan ke sebuah helipad yang ada di sekitar mansion super besar itu. Tatapan Risa tampak sangat kesal ke arah punggung pria dingin di depannya. Shouhei tidak menanggapinya serius. “Jangan khawatir. Aku sud
Meskipun Risa tidak begitu senang dengan apa yang telah disiapkan oleh Shouhei, tapi dia akhirnya bisa menikmatinya juga di bawah taburan bintang-bintang yang sangat banyak.Kembang api dinyalakan dalam berbagai macam jenis, membuat suasana di tepi pantai itu terlihat sangat meriah meski hanya ada me
Perjalanan menggunakan helikopter itu sangat menyenangkan di luar dugaaan Risa. Walaupun pada mulanya dia sangat marah kepada pilot dadakan yang ada di dekatnya, ternyata pemandangan di sekitar pulau pribadi begitu menakjubkan!Sudut bibir Shouhei tertarik melirik Risa yang terkesima melihat hamparan
Risa masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui tentang bos tiraninya itu.Bagaimana bisa hanya dalam semalam dia langsung kaya mendadak?Tidak! Tidak!Dia sudah memberikan sinyal itu sejak beberapa kali mereka berdebat. Tapi, Risa tidak percaya dengan ucapannya sama sekali.Bagaimana bis







