Share

BAB 24

Untuk beberapa alasan, alih-alih mengirim Adib, mereka mengirim seorang Sopir untuk mengemudikan mobil yang menjemputku. Aku pikir itu dilakukan Aqmal untuk membuat ibuku terkesan—apakah itu berhasil? Supir itu berdiri di depan pagar. Wajahnya berusaha dia tekan agar memunculkan kesan ramah padahal tetap saja garang—aku yakin dia salah satu anak buah Aqmal—bahkan hampir mengeluarkan air liur saat aku naik ke kursi belakang dengan gaun baru yang cantik.

Aku merasa sangat bersemangat dalam perjalanan, dan pada saat sampai di sana, aku merasa seperti Cinderella. Sopir bahkan membukakan pintu untukku.

Andika yang menunggu di depan pintu masuk rumah, membuka pintu. Adel berdiri di belakangnya. 

“Aku datang!’ kataku bersemangat—sebenarnya aku bicara pada Adel, tetapi Andika yang tersenyum.

Adel menghampiriku dan, sambil tersenyum penuh kasih sayang, dia berkata, "Kamu sangat ... " Dia menghentikan ucapannya lalu pend

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status