Share

CHAPTER 18 : TEKAD SEORANG IBU

Suara derit pintu tertutup cukup keras. Bahkan karena terlalu keras seorang bocah lelaki terbangun dari tidur sorenya yang cukup singkat. Ia berjalan terhuyung-huyung. Iris safirnya kemudian mendapati sosok wanita bersurai mahoni tampak cukup berantakan sedang bersandar di pintu.

“Ibu … ?” Panggilan pelan si bocah lelaki membuat Maggie tersadar dari lamunannya untuk sesaat. Rautnya yang semula memerah akibat menahan tangis tiba-tiba saja lenyap ketika menemukan sosok salah satu malaikat kecilnya.

“Rezef, kenapa kau di sini? Ibu dengar dari Jessie kau sudah tidur,” kata Maggie sembari meraih tubuh mungil balita berusia 3 tahun itu dan menggendongnya. Bukannya menjawab sang buah hati justru tertawa senang dan mengecup pipi Margaret. 

Langkahnya yang hampir mencapai ruang keluarga ti

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status