KESEMPATAN KEDUA

Rencananya besok perusahaan akan kedatangan investor yang ingin bergabung dengan perusahaanku. Jadi aku dan Chaterin lembur untuk mempersiapkan dokumen-dokumen dan MOU. Serta memeriksa kembali kondisi keuangan mereka yang telah lulus dalam pengauditan.

Di ruang Presdir di lantai dua puluh satu. Ruang itu memang khusus untukku dan Rania. Serta beberapa staf saja yang menjadi kepercayaanku termasuk Chaterin, menempati ruang di lantai itu. Kini tinggal aku dan perempuan itu saja yang berada di sana. Karena staf yang lain sudah pulang sejak sore tadi.

Setelah semua selesai, aku masih menikmati kesendirianku di ruang itu. Duduk bersandar di kursi kebesaranku sambil memejamkan mata untuk melepas kepenatan.

Tiba-tiba Chaterin masuk, dengan membawa secangkir kopi yang tidak kupesan. Ia membuatkan minuman itu berdasarkan inisiatifnya.

“Hai, Chat. Bawa apa itu? Kamu belum pulang?” tanyaku seraya menurunkan kaki dari meja.

Chaterin melangkah dan m

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status