Share

Bab 1032

Author: Rexa Pariaman
Memanggil orang? Petrus mengira dirinya salah dengar. Dia menatap Ewan dengan wajah heran.

"Kamu nggak dengar perkataanku? Cepat panggil orang ke sini. Ingat, kamu harus panggil orang yang paling kuat di keluargamu."

Ewan berkata sambil mengangkat pergelangan tangan. Dia melirik jam, lalu melanjutkan, "Aku cuma kasih kamu 15 menit. Kalau 15 menit nggak ada yang menyelamatkanmu, kamu siap-siap ketemu Raja Neraka!"

Mata Petrus memunculkan amarah yang pekat. Dia mengeluarkan ponsel dan menelepon se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2215

    Sambil berjalan, Nazar berkata, "Aku nggak pernah membunuh orang tanpa nama. Sebutkan namamu, aku akan buat kamu mati dengan cepat dan tanpa penderitaan."Pemuda itu menjawab dengan angkuh, "Aku berasal dari Klan Takada di Negara Jaban. Namaku Takada Sempa."'Hah? Tak ada sempak? Nama apaan itu ....'Nazar sempat tertegun, lalu berkata, "Klan Takada apaan itu? Nggak pernah dengar."Pemuda itu berkata dengan sombong, "Klan Takada sudah ada sejak seribu tahun lalu. Ratusan tahun yang lalu kami sudah mengasingkan diri dari dunia. Kami adalah sekte tersembunyi terkuat di Negara Jaban. Orang biasa sepertimu nggak pantas mengetahuinya."Mendengar ucapannya, Nazar langsung murka."Sialan, orang Negara Jaban berani bersikap sombong di depanku. Sepertinya kamu sudah bosan hidup. Aku akan langsung menghabisimu."Begitu selesai bicara, Nazar langsung menyerang, telapak tangannya menghantam ke arah pemuda itu dengan kekuatan luar biasa.Boom!Pemuda itu juga bergerak. Seperti gunung berapi meletus

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2214

    Ewan mengangkat kepala dan melihat ke arah pintu gua. Dia bisa merasakan, aura kuat yang tiba-tiba muncul ini tidak sederhana."Hahaha, setelah puluhan tahun, akhirnya aku menemukan tempat ini. Sepertinya Teratai Emas Sembilan Daun sudah hampir matang. Selama aku mendapatkannya dan membawanya kembali untuk dipersembahkan kepada adik seperguruanku, dia pasti akan jatuh hati padaku."Orangnya belum terlihat, tapi suaranya sudah lebih dulu terdengar.Nazar awalnya terkejut, dia mengira makhluk itu yang datang. Tak disangka, ternyata ada orang lain yang menemukan tempat ini. Kemudian, kilatan niat membunuh muncul di matanya."Sialan, berani merebut Teratai Emas Sembilan Daun dariku, kamu pasti mati."Tak lama kemudian, sebuah sosok yang tinggi dan besar muncul di pintu gua.Tingginya sekitar 180 cm, mengenakan kimono hitam longgar, memakai sandal kayu, dan di pinggangnya tergantung sebuah katana. Penampilannya jelas seperti seorang samurai Negara Jaban."Orang Negara Jaban?"Nazar dan Ewan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2213

    "Kalau begitu, bagaimana mereka bisa tahu di sini ada Teratai Emas Sembilan Daun?""Nggak usah dipikirkan." Nazar mendengus dingin, "Harta negeri kita, mana mungkin rakyat dari negara kecil itu pantas mengincarnya. Memang pantas mereka mati."Setelah itu, Nazar berkata lagi pada Ewan, "Bocah, kalau kamu ada urusan lain, silakan pergi dulu. Aku akan berjaga di sini menunggu teratai ini matang."Setelah berkata demikian, dia menghadap kolam dan duduk bersila.Ewan juga ikut duduk."Kamu mau apa?" Nazar langsung tegang melihat Ewan, "Jangan bilang kamu mau merebut Teratai Emas Sembilan Daun dariku?"Ewan tersenyum, "Kamu terlalu banyak berpikir. Aku hanya khawatir kamu akan menghadapi bahaya.""Jangan bercanda. Bahaya apa yang bisa menimpaku?""Tua bangka, jangan lupa. Harta langka seperti Teratai Emas Sembilan Daun biasanya dijaga oleh makhluk buas.""Maksudmu makhluk itu?" Nazar mencibir, "Kalau dia berani muncul, aku habisi dia.""Jangankan seekor binatang, bahkan kalau ada ahli yang s

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2212

    Kabut putih itu terbentang luas dan sangat tebal. Pada saat yang sama, dari dalam kabut itu tercium aroma harum yang menyegarkan. Aromanya lembut, seperti bunga anggrek.Ewan langsung menyadari, sebelumnya saat dia berada di luar gua, kabut inilah yang menghalangi pandangannya. Dia pun kembali membuka mata batinnya. Dalam sekejap, pandangannya menembus kabut itu.Di bawah kabut ternyata ada sebuah kolam alami yang sangat besar. Airnya hitam pekat dan tak terlihat dasarnya. Di tengah kolam itu, tumbuh sebuah teratai yang aneh. Disebut aneh karena teratai ini sangat berbeda dari teratai biasa. Ia memiliki sembilan helai daun.Setiap daun panjangnya lebih dari satu meter, bening seperti kristal, bahkan urat-uratnya terlihat jelas. Di tengah sembilan daun itu, ada sebuah kuncup bunga sebesar telapak tangan.Kuncup itu bukan berwarna putih, bukan juga merah muda, melainkan emas, seperti emas murni yang memancarkan cahaya keemasan."Teratai ini pasti benda luar biasa."Hati Ewan sedikit berg

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2211

    "Aku menemukan sesuatu yang bagus," kata Ewan.Nazar menjulurkan leher, matanya terus menyapu ke sekeliling sambil berkata, "Di mana?"Tubuh Ewan melayang, lalu dia mengulurkan tangan dan memetik sebuah tanaman dari dinding batu gua. Tanaman itu hampir persis seperti daun bawang, hanya saja ukurannya jauh lebih panjang dan tebal.Panjangnya sekitar 50 sentimeter, setebal gelas, warnanya hijau segar, dan memancarkan aura kehidupan yang kuat. Zayn melihatnya lalu tertawa, "Bos, apanya yang bagus? Jelas-jelas cuma daun bawang."Sebelum Ewan sempat bicara, Nazar sudah lebih dulu memaki, "Kamu tahu apa! Ini bukan daun bawang, ini bawang batu."Bawang batu?Apaan itu?Zayn tampak bingung."Bawang batu adalah tanaman obat yang sangat langka. Hanya bisa tumbuh di dalam gua batu, sangat jarang ditemukan dan sangat mahal," jelas Nazar sambil menatap tanaman di tangan Ewan dengan iri.Zayn tidak terlalu peduli, "Cuma bawang saja, seberapa mahal sih? Memangnya bisa lebih mahal dari ginseng?"Nazar

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2210

    Ewan tetap tenang.Sebenarnya, sebelum Zayn berseru, dia sudah melihat situasi di dalam gua itu."Nak, jangan-jangan kamu menemukan harta?" Nazar segera melangkah maju.Detik berikutnya, wajahnya berubah. Di dalam gua itu, ada belasan mayat. Walaupun tubuh-tubuh itu sudah membusuk, pakaian yang mereka kenakan masih sangat utuh, semuanya seragam militer Negara Jaban, di sampingnya juga ada senjata dan ransel militer.Jelas, para korban ini adalah tentara Negara Jaban."Kalau aku nggak salah lihat, seragam yang mereka kenakan itu seharusnya seragam pasukan zaman dulu," kata Nazar."Pasukan zaman dulu?" Zayn tertegun, "Berarti orang-orang ini sudah mati hampir seratus tahun?"Nazar berkata, "Itu kamu tanya saja ke bocah itu, dia dokter."Ewan berjalan masuk ke dalam gua, lalu berjongkok di depan salah satu mayat. Dia mengulurkan tangan untuk merobek seragamnya dan ingin memeriksa tulangnya.Namun, begitu jari Ewan menyentuh seragam itu, seragam tersebut langsung hancur menjadi debu.Kemud

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status