Share

Bab 1391

Author: Rexa Pariaman
"Aku membawamu ke Dadaru kali ini terutama agar kamu bisa berkenalan dengan Pak Reksa. Setelah kamu akrab dengannya, urusan pembelian batu giok perusahaan akan kuserahkan sepenuhnya kepadamu."

"Selain itu, nanti saat bertemu Pak Reksa, kamu harus bersikap lebih hormat kepadanya. Beliau adalah penguasa lokal di sini. Kekuasaannya besar. Seluruh bisnis giok di Dadaru dimonopoli olehnya. Menjalin hubungan baik dengannya hanya akan membawa keuntungan bagi kita, tanpa kerugian."

Lanjar mengangguk. "O
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1842

    Tandi berjalan ke samping Ewan dan bertanya, "Gimana caranya kita menangani darah manusia di dalam tujuh peti mati itu?"Darah manusia itu mengandung racun mayat. Jika tidak ditangani, akibatnya akan sangat berbahaya di kemudian hari."Tua Bangka, kamu bisa menanganinya, 'kan?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Jumlah darahnya terlalu banyak. Sangat sulit untuk sepenuhnya menghilangkan racun mayat di dalamnya."Hati Ewan langsung mencelos.Namun, Nazar tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Bagi orang lain mungkin sulit, tapi aku ini pemimpin Akademi Nagendra. Menangani racun mayat seperti ini cuma perkara sepele bagiku."'Sial, kalau nggak pamer bisa mati ya?' maki Ewan dalam hati."Racun mayatnya kuserahkan padamu." Ewan melotot ke arah Nazar, lalu berjalan ke arah utara."Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Nazar.Ewan tidak menjawab. Dia berjalan ke depan sejauh 60 langkah, lalu menunduk menatap tanah beberapa saat.Dua menit kemudian, Ewan menggunakan sebatang ranting untuk mengga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1841

    Felix agak ragu-ragu. "Apa boleh begitu?"Ewan berkata, "Kalau aku bilang boleh, berarti boleh."Melihat Ewan begitu terus terang, Felix tersenyum tipis, lalu bertanya, "Ewan, apa yang perlu kami lakukan? Kamu tinggal beri perintah saja, kami pasti akan menyelesaikannya dengan baik.""Terima kasih." Ewan mengucapkan terima kasih, lalu menginstruksi, "Kapten, tolong bagi kompi kalian menjadi tujuh regu.""Oke!" Felix mengikuti perintah Ewan dan membagi kompi itu menjadi tujuh regu.Ewan menunjuk tujuh pohon pinus, lalu berkata, "Atur tujuh regu itu untuk menggali mengikuti akar tujuh pohon pinus ini terus ke bawah. Ingat, jangan sampai merusak pohon pinus.""Siap!" Felix segera memimpin para prajurit Kompi Macan untuk mulai menggali.Alasan Ewan mengingatkan Felix agar tidak merusak pohon pinus adalah karena jika pohon pinus rusak, darah di dalamnya akan langsung mengalir keluar semuanya. Jika itu terjadi, proses penggalian akan sangat terpengaruh.Penjaga gunung mendekat ke depan Ewan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1840

    Setelah Ewan membuka mata batin, pandangannya tertuju ke bawah tanah sedalam 20 meter.Melihat ekspresi Ewan sangat serius, Nazar bertanya, "Ada apa?"Ewan berkata, "Kamu tunggu saja. Setelah makam ini digali, kamu pasti akan sangat terkejut."Setelah berkata demikian, Ewan berjalan ke depan Tandi dan memerintahkan, "Tandi, cari lebih banyak orang untuk membantu menggali makam.""Kalau ingin benar-benar mengatasi racun mayat, hanya ada satu cara, yaitu menggali makam ini.""Oh ya, suruh semua orang siapkan pakaian pelindung dan masker gas, supaya nggak kena racun mayat.""Baik." Tandi menjawab, lalu segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon.Telepon pun ditutup. Tandi berkata, "Aku sudah beri tahu pasukan yang ditempatkan di Gunung Chabari. Mereka akan mengirim satu kompi untuk membantu. Kira-kira butuh setengah jam untuk sampai di sini. Nggak masalah, 'kan?""Nggak masalah. Kita gali makamnya setelah mereka tiba," sahut Ewan.Saat menunggu, Tandi bertanya, "Ewan, apa yang kalian tem

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1839

    "Kamu paham apa?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Seperti yang kukatakan sebelumnya, di sini ada sebuah makam besar.""Biasanya, tempat yang ada makam besar adalah lokasi fengsui yang berharga. Sebelumnya aku mengamati, bentuk pegunungan di sini sesuai dengan karakteristik fengsui yang bagus, hanya saja aku nggak melihat sumber air.""Seperti kata orang, harus menyimpan angin dan menampung air. Sebelumnya aku masih bertanya-tanya, kenapa di sini nggak ada sumber air, sekarang aku sepenuhnya mengerti.""Pemilik makam ini memanfaatkan darah manusia sebagai sumber air. Kalau tebakanku nggak salah, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia."Ewan terkejut, segera menggunakan mata batinnya untuk melihat enam pohon pinus lainnya. Ternyata, enam pohon pinus lainnya juga penuh darah manusia. Tampaknya, tidak lama lagi darah segar akan mengalir keluar dari pohon-pohon itu.Tujuh pohon pinus berusia ratusan tahun, semuanya dipenuhi darah di dalamnya. Berapa banyak orang yang harus mati untuk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1838

    Penjaga gunung melihat Ewan melangkah menuju pohon pinus yang mengeluarkan darah. Wajahnya berubah pucat ketakutan.Dia takut Ewan seperti keponakannya, begitu sampai di depan pohon, langsung roboh dan mati. Dengan cepat, dia memperingatkan, "Jangan pergi ke sana, pohon pinus itu sangat aneh."Namun, Ewan sama sekali tidak mendengarkan, tetap melangkah ke pohon pinus itu.Penjaga gunung khawatir Ewan celaka dan nanti Tandi akan marah padanya, jadi berkata kepada Nazar, "Master, cepat nasihati dia. Pohon pinus itu benar-benar aneh."Nazar mencebik. "Cuma pohon, apa yang perlu ditakuti?""Kalau terjadi sesuatu, jangan salahkan aku nggak memperingatkan." Meskipun berkata begitu, penjaga gunung terus menatap Ewan. Saat Ewan melangkah mendekati pohon pinus berdarah, jantung penjaga gunung seakan-akan terangkat ke tenggorokannya.Tak lama kemudian, adegan mengejutkan muncul. Begitu Ewan sampai di depan pohon pinus, dia tidak roboh atau mati. Bahkan, dia mengulurkan jarinya dan menyentuh poho

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1837

    Nazar bertanya dengan ragu, "Keponakanmu sudah mati, kenapa kamu melapor? Kamu bisa saja buat alasan, mengadakan pemakaman untuk keponakanmu, menguburnya, jadi nggak ada yang tahu penyebab kematiannya."Penjaga gunung menggelengkan, berkata, "Di desa ada aturan. Siapa pun warga desa yang meninggal secara nggak wajar harus dilaporkan, lalu pihak berwenang akan mengirim dokter forensik untuk memeriksa jenazah.""Kalau aku bohong, begitu dokter forensik datang, pasti ketahuan aku bermasalah. Lagi pula, nggak ada yang tahu keponakanku mati karena ingin mencuri makam. Aku berkata jujur, nanti saat ditanya nggak akan ada celah.""Mengenai masuk wilayah terlarang tanpa izin, aku sudah menyiapkan alasan, yaitu menduga ada pemburu ilegal di dalamnya.""Dengan begitu, aku nggak perlu menutupi kebohongan, pihak atas nggak akan curiga. Paling banter, aku dipecat dari tim patroli. Ini masih lebih baik daripada masuk penjara!"Penjaga gunung menatap Ewan dan berkata, "Semuanya sudah kuceritakan, sek

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 444

    Naga Hijau berhenti di tanah lapang yang jaraknya dua puluh meter dari musuh, lalu berkata dengan angkuh, "Jadi, yang datang segini? Kalian mau cari mati ya?"Seketika, kata-katanya menyulut amarah musuh."Naga Hijau, nggak takut lidahmu keseleo?" Tetua Agung Sekte Hyang, Leram, menyeringai dingin.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 413

    "Kalau kamu ingin aku melayanimu, sebenarnya bukan nggak mungkin. Tapi kamu harus setuju dengan beberapa syaratku.""Apa syaratnya?""Pertama, lepaskan aku."Nenek Aneh menyipitkan matanya menatap Ewan dalam-dalam, lalu melepaskannya.Hal itu membuat Ewan agak terkejut."Kamu juga nggak akan bisa la

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 440

    Ewan membunuh Raja Ular. Hal ini membuat Nazar agak kesal karena dia yang menghajar Raja Ular sampai hancur, tetapi Raja Ular tidak mati di tangannya."Apa sebenarnya yang ingin kamu bicarakan?" tanya Nazar kepada Ewan.Ewan berkata, "Kamu sudah membantuku menyingkirkan Nenek Aneh, aku sudah membant

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 417

    Sialan!Nazar marah besar dan memaki, "Dasar bocah tengik! Kukasih tahu kamu, hari ini kalau aku nggak melindungimu, kamu pasti mati.""Belum tentu."Ewan mengumpat dalam hati, 'Dasar orang tua sialan! Kalau saja kamu nggak muncul, mungkin aku sudah menyingkirkan Nenek Aneh.'Nazar menunjuk Nenek An

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status