Share

Bab 1548

Author: Rexa Pariaman
"Dokter Danta, kamu masih nggak terima?" Suara Ewan meledak di atas panggung, bagaikan guntur.

Wajah Danta pucat pasi, rambutnya acak-acakan, kedua matanya dipenuhi amarah dan ketidakrelaan. Dia mengepalkan tangan dan berteriak keras, "Aku nggak terima!"

Ewan membentak, "Nggak terima ya? Kalau begitu, lanjutkan!"

"Oke, siapa takut? Aduh!" Danta tiba-tiba berteriak kesakitan, lalu terduduk di tanah. Dia terengah-engah menarik napas.

Dia telah bertanding melawan Ewan selama 20 ronde berturut-turut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2201

    "Untuk para murid Organisasi Draken yang tenggelam bersama kapal itu, jasad mereka pasti harus diangkat. Mereka adalah orang-orang kita dari Organisasi Draken, nggak boleh dibiarkan berada di dasar sungai selamanya.""Tapi sebelum pengangkatan, masih ada satu hal yang harus dilakukan, yaitu menyingkirkan makhluk itu."Ewan berkata, "Tubuh makhluk itu sangat keras. Bahkan ketika cakarnya berbenturan langsung dengan Pedang Cahaya Senja, dia tetap nggak terluka sama sekali. Kalau nggak disingkirkan, waktu kita mengangkat jasad nanti, bisa jadi dia akan muncul dan membuat kekacauan."Nazar mengangguk, "Aku setuju dengan pendapat bocah ini."Zayn berkata, "Tapi makhluk itu sudah bersembunyi di dalam sungai, gimana cara menyingkirkannya?""Kamu nggak usah khawatir soal itu, aku yang akan mengatasinya." Ewan mengulurkan tangan ke depan Nazar dan berkata, "Berikan aku dua Jimat Penolak Air.""Nggak ada ...." Nazar baru saja membuka mulut, tapi melihat Ewan mengepalkan tangan, dia segera mengub

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2200

    Begitu mendengar suara Zayn, Ewan langsung menoleh dengan cepat. Dia melihat di pergelangan kaki para mayat itu tiba-tiba muncul sebuah jejak tangan berwarna hitam."Hm?" Tatapan Ewan menjadi serius. Dia segera melangkah mendekat, berjongkok, dan mengamati dengan teliti. Dia menemukan bahwa jejak tangan hitam itu sangat kecil, hanya sebesar telapak tangan bayi.Zayn bertanya, "Bos, apa mungkin para korban ini ditarik ke dalam air oleh seseorang, lalu dibunuh?"Ewan menyahut dengan serius, "Jangan berspekulasi tanpa bukti."Zayn menunjuk jejak tangan hitam itu. "Itu bukan bukti?"Ewan menggeleng. "Belum bisa disebut bukti. Lihat ukurannya, cuma sebesar tangan bayi. Coba pikir, mana mungkin bayi punya kekuatan untuk menarik 20 pria dewasa yang kuat ke dalam air?""Eee ...." Zayn langsung terdiam.Ewan diam-diam mengaktifkan mata batin. Seketika, dia melihat dari jejak tangan hitam itu keluar kabut hitam tipis, penuh aura dingin dan jahat.Zayn kembali berkata, "Bos, aku tiba-tiba kepikir

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2199

    Kurang ajar! Nazar melotot tajam ke arah Ewan, lalu mengangkat kepala melihat makhluk itu. Detik berikutnya, dia menarik napas dalam-dalam.Makhluk itu bertubuh sangat besar, panjangnya lebih dari 20 meter. Bentuknya hampir sama dengan ular, hanya saja tidak memiliki mata dan hidung, dan di bagian perutnya tumbuh empat cakar.Nazar termasuk orang yang berwawasan luas, tetapi makhluk seperti ini baru pertama kali dia lihat."Bocah, ini makhluk apa?" tanya Nazar."Ular," jawab Ewan.Nazar tertegun. "Ular? Kamu yakin?"Ewan berkata, "Nggak yakin, cuma bentuknya mirip ular."Nazar tak tahan memaki, "Sial!"Ewan melanjutkan, "Tua bangka, nggak peduli makhluk ini apa, kelihatannya bukan sesuatu yang baik. Sana, kamu bunuh saja dia."Nazar tidak senang. "Kenapa kamu sendiri nggak turun tangan?""Dia nggak menakut-nakutiku," jawab Ewan. "Bukannya kamu bilang, selama bukan kultivator abadi, nggak ada yang bisa menandingimu? Masa cuma binatang saja sudah bikin kamu takut?""Ngaco!" Nazar berkata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2198

    Nazar sama sekali tidak percaya pada kata-kata Ewan. Dia memanyunkan bibir dan berkata, "Bocah, jangan coba-coba mengalihkan topik. Sekarang yang kubahas itu masalahmu.""Kamu sudah menghajarku sampai begini, mau gimana kamu mempertanggungjawabkannya? Aku bilang ya ...."Belum sempat Nazar menyelesaikan ucapannya, Ewan kembali berkata pelan, "Tua bangka, di belakangmu benar-benar ada sesuatu."Nazar tetap tidak percaya. "Bocah, kamu kira aku bisa dibohongi? Aku memang sudah tua, tapi otakku belum pikun.""Lagi pula aku sudah mengolah sembilan aliran energi murni. Kalau ada yang mendekat, masa aku nggak bisa merasakannya?"Ewan tampak tak berdaya. "Aku sudah bilang yang sebenarnya, kenapa kamu nggak percaya sih?""Kamu serius?" Nazar masih ragu, lalu bertanya kepada Zayn, "Yang dia katakan benar?"Zayn tidak menjawab."Woi, aku tanya kamu! Yang dikatakan bocah ini benar atau nggak?"Baru saja Nazar selesai berbicara, dia melihat Zayn mengangkat tangan kanan dan mengarahkan pistol ke ara

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2197

    Mendengar Ewan ingin turun ke air, Zayn segera berkata, "Bos, di kapal ada perlengkapan selam, aku ambilkan.""Nggak usah, benda itu malah bikin susah gerak," kata Ewan. Setelah itu, dia mengulurkan tangan ke depan Nazar dan berkata, "Sini.""Apanya?" Nazar pura-pura tidak tahu, mendongak melihat langit.Ewan mulai tidak sabar. "Jangan banyak omong, cepat kasih aku dua lembar Jimat Penolak Air."Nazar langsung menolak. "Nggak ada.""Ada atau nggak?" Ekspresi Ewan berubah dingin. "Jangan paksa aku memukulmu."Mendengar itu, Nazar langsung menyingsingkan lengan baju. "Mau mukul aku? Bagus! Aku juga sudah lama ingin menghajarmu.""Ayo, kita coba saja. Jangan bilang aku nindas yang muda, siapa suruh kamu nggak menghormati orang tua."Sambil berkata begitu, Nazar melepaskan sembilan aliran energi murni. Sembilan energi itu berputar di belakangnya, membuatnya tampak seperti seorang pertapa sakti. Auranya luar biasa bak dewa.Dengan bangga, dia tertawa. "Bocah, jujur saja, aku sudah lama ingi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2196

    Zayn dan Nazar langsung menoleh ke arah Ewan."Bos, mereka mati karena apa?" tanya Zayn.Ewan menjawab, "Mereka mati karena ketakutan.""Apa?!" Zayn dan Nazar sama-sama terpana."Bocah, kamu yakin?" Nazar tampak tidak percaya. "Dari ekspresi mereka, aku nggak lihat tanda-tanda ketakutan."Ewan menjelaskan, "Lebih tepatnya, mereka tenggelam karena mengalami ketakutan yang sangat besar.""Tadi aku sudah mengamati semua mayat di sini. Aku menemukan satu kesamaan, yaitu bola mata mereka menonjol sangat jelas.""Setelah diperiksa lebih teliti, di bagian terdalam pupil mereka masih tersisa jejak ketakutan, meskipun sangat samar.""Detail seperti ini mudah sekali terlewat. Rasanya seperti sebelum mati, mereka melihat sesuatu seperti hantu."Begitu Ewan selesai berbicara ....Huuuu .... Angin dingin tiba-tiba berembus. Zayn refleks mengangkat bahu, menatap sekeliling dengan gelisah sambil mengepalkan tangan.Melihat reaksinya, Nazar langsung mencibir. "Pengecut!"Kemudian, dia berkata, "Nggak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status