共有

Bab 2332

作者: Rexa Pariaman
'Apa? Willy sendiri yang merencanakan semua itu? Bagaimana mungkin?' Ewan sulit memercayainya.

Willy tersenyum, lalu bertanya, "Ewan, kamu pasti kaget ya? Sebenarnya nggak ada yang aneh. Demi membunuhmu, aku benar-benar sudah bersusah payah."

"Aku mencari banyak ahli untuk bekerja sama denganku, tapi nggak kusangka pada akhirnya semua ahli itu justru mati di tanganmu. Aku bahkan nggak tahu harus bilang kamu beruntung atau hebat. Setiap kali, kamu selalu bisa selamat tanpa terluka parah."

"Awalny
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2334

    Ewan menunjukkan tatapan terkejut. Setelah dua prajurit super ditekan oleh Kaldron Kosmik, mereka ternyata tidak mati dan juga tidak terluka.Bagaimana bisa? Ewan langsung menyadari bahwa ada masalah pada helm dan zirah yang dikenakan kedua orang itu.Benar saja, Willy berkata, "Ewan, zirah dan helm yang mereka kenakan semuanya kubuat dari bahan khusus. Tahan senjata tajam maupun peluru, tahan api, dan sangat keras.""Kaldron milikmu memang luar biasa, tapi kalau ingin membunuh mereka, kurasa nggak semudah itu. Kalau nggak percaya, coba saja!"Ewan mendengus dingin. "Kalau satu kaldron nggak cukup, kita tambah satu lagi."Ewan mengendalikan Kaldron Kosmik kedua. Dalam sekejap, Kaldron Kosmik itu membesar di udara seperti gunung, lalu menghantam tepat di atas Kaldron Kosmik pertama.Bum! Namun, tetap saja tidak mampu menghancurkan zirah dan helm kedua prajurit super itu.Meskipun begitu, kedua prajurit super itu terguncang hingga muntah darah.Zirah mereka memang keras, tetapi tubuh mer

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2333

    "Sejak saat itu, aku sudah ingin membunuhmu.""Sedangkan hal yang kedua adalah krisis hidup dan mati yang dialami Satria di Kota Yesalu. Aku yang diam-diam menyusun rencana agar para ahli dari Sekte Hyang pergi membunuh Satria.""Bahkan Master Taichi, Danu, juga kuundang sendiri. Awalnya aku ingin langsung memusnahkan Satria dan membasmi Organisasi Draken sampai ke akar-akarnya, tapi lagi-lagi kamu menghancurkan rencanaku.""Tentu saja, kalau bukan karena kemunculan Barry, Satria pasti sudah mati waktu itu.""Tapi kalau bukan karena dirimu, Satria juga nggak mungkin bisa bertahan selama itu sampai Barry datang.""Dari dua kejadian itu, aku sudah memasukkan namamu ke dalam daftar orang yang wajib dibunuh."Willy meneruskan, "Sedangkan kejadian setelahnya, seperti saat kamu menggagalkan pertunangan Neva di Keluarga Polin hingga membuatku malu, lalu kamu menyelamatkan si tua bangka itu yang menyebabkan aku diusir dari keluarga, semua itu hanya menambah kebencianku kepadamu.""Karena itu,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2332

    'Apa? Willy sendiri yang merencanakan semua itu? Bagaimana mungkin?' Ewan sulit memercayainya.Willy tersenyum, lalu bertanya, "Ewan, kamu pasti kaget ya? Sebenarnya nggak ada yang aneh. Demi membunuhmu, aku benar-benar sudah bersusah payah.""Aku mencari banyak ahli untuk bekerja sama denganku, tapi nggak kusangka pada akhirnya semua ahli itu justru mati di tanganmu. Aku bahkan nggak tahu harus bilang kamu beruntung atau hebat. Setiap kali, kamu selalu bisa selamat tanpa terluka parah.""Awalnya aku berharap setelah Manggala dan yang lainnya keluar dari pengasingan, mereka bisa membunuhmu. Tapi aku nggak nyangka, ayahmu malah menghancurkan Kota Terlarang."Willy menghela napas, lalu berkata lagi, "Aku juga nggak punya pilihan lain, jadi aku memikirkan rencana perburuan seperti ini.""Kamu nggak tahu, demi mengumpulkan begitu banyak ahli Negara Jaban, aku bahkan meminta Kaisar Negara Jaban turun tangan dan harus membayar harga yang sangat mahal.""Aku berjanji kepada kaisar mereka, sel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2331

    "Diam!"Ewan kembali menggunakan mantra pembekuan tubuh, berniat memperlambat kecepatan jari pria tua itu walau hanya setengah detik. Dengan begitu, dia masih punya kesempatan untuk menghindar.Namun, mantra pembekuan tubuh itu gagal. Ewan langsung menyadari bahwa kultivasi pria tua ini bahkan lebih tinggi daripada pria tua yang sebelumnya mati dihantam petaka langit.Dalam situasi putus asa, Ewan teringat pada Pedang Pembantai Dewa."Aku akan mempertaruhkan semuanya!" Ewan bersiap menggunakan Pedang Pembantai Dewa. Walaupun sekarang bukan kesempatan terbaik dan dia juga tidak yakin bisa membunuh pria tua itu, jika dia tidak memakai kartu truf terakhirnya sekarang, dia akan segera mati.Di saat kritis, Ewan sudah tidak sempat memikirkan banyak hal lagi. Tepat ketika hendak bergerak, tiba-tiba terdengar teriakan keras."Berhenti!"Mendengar suara itu, pria tua itu tidak menghentikan serangannya. Hanya saja jari yang awalnya menekan ke arah Ewan sedikit terangkat, lalu menyapu ke samping

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2330

    Wajah Ewan muram. Dia tidak menyangka, baru saja menjadi kultivator abadi, dia kembali bertemu ahli tingkat maharaja. Kali ini, bahkan langsung datang dua orang sekaligus."Sialan, kenapa Negara Jaban punya begitu banyak kultivator abadi?"Ewan bangkit dari tanah.Dua ahli tingkat maharaja itu sama-sama pria tua. Yang di sebelah kiri memegang pedang, sedangkan yang di sebelah kanan membawa pedang di punggungnya. Keduanya berjalan berdampingan dengan aura yang dalam dan kuat.Setiap langkah yang mereka pijak meninggalkan retakan besar di tanah, terlihat sangat mengerikan."Awalnya kami cuma ingin menangkapmu, lalu memaksa Ega datang menyelamatkanmu agar bisa memanfaatkan kesempatan untuk membunuhnya.""Nggak disangka, begitu banyak orang justru mati di tanganmu. Harus kuakui, kamu memang hebat. Karena itu, kami terpaksa turun tangan sendiri."Setelah pria tua di sebelah kiri selesai berbicara, pedangnya langsung terhunus. Dalam sekejap, aura pembunuh memenuhi udara.Syut! Pria tua itu m

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2329

    Dalam sekejap, sangkar petir itu langsung mengepung pria tua itu. Sesaat kemudian, ratusan sambaran petaka langit meluncur turun dari langit.Setiap sambaran petir itu hitam pekat bagai tinta, memancarkan aura penghancur langit dan bumi, serempak menghantam pria tua itu.Ewan tersenyum. Rencananya berhasil. Dia bukan hanya menyeret pria tua itu ke dalam petaka langit, tetapi juga memaksa pria tua itu menghadapi tribulasi.Dengan kata lain, sekarang sekalipun pria tua itu tidak mau, dia tetap harus menghadapi petaka langit."Sialan, kalian muncul satu demi satu untuk membunuhku, aku juga bisa berkali-kali memancing petaka langit. Tua bangka, aku yakin kamu bakal mati kali ini!"Jeleger! Ratusan petaka langit membentuk badai petir yang mengerikan, membentang luas seperti gelombang samudra yang mengamuk.Suara petir yang dahsyat itu bagaikan ledakan bom nuklir. Bahkan bumi pun seolah-olah ketakutan oleh petaka langit hingga terus bergetar.'Entah berapa lama tua bangka itu bisa bertahan m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status