Share

Bab 24

Author: Rexa Pariaman
Pukul 7 malam, Ewan baru pulang kerja. Dia berdiri di gerbang rumah sakit dan menghela napas panjang. Merawat Lisa seharian benar-benar menyiksa. Wanita cantik dan memesona itu suka sekali menggodanya.

Ulah wanita itu berulang kali membuat wajah Ewan merona dan jantungnya berdegup liar. Namun, dia tidak berani melakukan sesuatu yang tidak pantas.

Bagaimanapun, Ewan hanya seorang perawat. Jika dia membuat Lisa tidak senang, dia harus siap-siap kehilangan pekerjaan.

"Dasar wanita penggoda. Entah s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
A Liu
parah, bab makin pendek, tapi koin tetap, lama kelamaan kabur semua
goodnovel comment avatar
yana gemoy
makin pendek aja tiap bab
goodnovel comment avatar
Gepeng Setiyoko
seru dan menarik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2659

    Sebenarnya Ewan tidak ingin mengangkat telepon. Namun, setelah mengambil ponselnya, dia melihat yang menelepon adalah Millie. Dia langsung merasa pusing."Kak Millie, Kak Millie ... kenapa harus telepon di saat seperti ini sih? Jangan-jangan kamu betulan punya kemampuan meramal dan tahu apa yang sedang kulakukan?""Kurasa nggak ada urusan penting. Nanti saja aku telepon balik setelah urusan yang ini selesai." Ewan langsung menekan tombol menolak panggilan.Tak disangka, ponselnya kembali berdering. Masih Millie yang menelepon.Setelah ragu sejenak, Ewan akhirnya memilih mengangkat telepon. Dia mengenal Millie dengan sangat baik. Millie selalu pengertian. Kalau bukan karena benar-benar terjadi sesuatu, dia tidak mungkin menelepon lagi setelah panggilannya ditolak."Halo, Kak Millie ...."Baru saja telepon tersambung, dia mendengar suara Millie yang panik. "Ewan! Ada masalah!"Hati Ewan langsung menegang. "Ada apa?" tanyanya buru-buru.Millie berkata, "Kami kena masalah di ibu kota. Seka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2658

    Dalam hati, Ewan merasa sangat bersemangat. Dia tidak menyangka Candy hari ini akan bersikap seaktif itu, bahkan terang-terangan bertanya dirinya ingin "menyantap" apa.Benar juga ... wanita mana yang tidak memberikan segalanya saat dimabuk asmara? Pepatah orang zaman dahulu memang tidak pernah salah.Ewan tersenyum. "Aku tentu memilih yang kedua."Tok! Candy tiba-tiba melepaskan pelukannya, lalu menjitak kepala Ewan dengan buku jarinya. Dia berkata dengan manja, "Sudah kuduga. Kamu memang nggak punya niat baik. Aku ajak kamu ke sini sebenarnya biar kamu bisa mencoba menu sarapan di hotel ini. Menu di sini enak sekali."Ewan tersenyum nakal. "Kalau begitu, sarapan dulu ... baru santap yang lain."Anak kecil hanya memilih salah satu. Kalau orang dewasa ... tentu mau dua-duanya."Huh! Sebaiknya singkirkan dulu pikiran mesummu. Kalau nggak, aku benar-benar nggak mau bicara sama kamu lagi." Candy mendengus dengan angkuh. Dia pun membuka pintu mobil dan mengajak Ewan masuk ke hotel untuk sa

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2657

    "Kenapa? Kamu nggak suka sama Candy?" Wajah Travis langsung menjadi muram."Candy berpendidikan, sopan, dan juga cantik. Tentu saja aku menyukainya." Ewan menjelaskan, "Hanya saja, ayahku menghilang di dunia kultivasi dan hingga sekarang belum diketahui apakah beliau masih hidup atau sudah meninggal.""Aku pernah bersumpah, sebelum menemukan ayahku, aku nggak akan menikah."Ewan menjadikan Ega sebagai tameng. Cara itu sangat cerdas hingga membuat Travis tidak bisa berkata apa-apa.Namun, Travis yang sudah kaya akan pengalaman segera mendapatkan ide lain. "Urusan pernikahan nggak akan kupaksakan. Tapi ...."Nada bicaranya berubah. "Kamu sudah memberikan jasa sebesar ini. Hadiah tetap harus diberikan. Aku sudah memutuskan, aku akan menyerahkan Candy padamu.""Ewan, dengarkan baik-baik. Aku cuma punya satu cucu perempuan. Kamu harus menjaganya dengan baik. Jangan sampai dia terluka sedikit pun.""Kalau sampai aku tahu dia menderita atau diperlakukan nggak baik saat bersamamu, aku nggak ak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2656

    Ewan diam-diam merasa geli. Dia membatin, 'Padahal tadi sudah aku ingatkan. Kamu sendiri yang bilang nggak masalah. Sekarang, lihat akibatnya ....'Siapa sangka, gerakan Ewan terlambat sepersekian detik. Travis sudah keburu pingsan."Pak Travis!" Dewa Perang berseru kaget.Ewan segera memegang pergelangan tangan Travis untuk memeriksa nadinya."Pak Travis kenapa?" tanya Dewa Perang."Tekanan darahnya terlalu tinggi, makanya dia pingsan," jawab Ewan.Dewa Perang terdiam.Ewan mengalirkan seutas energi murni ke dalam tubuh Travis. Tak lama kemudian, Travis pun membuka matanya."Pak Travis, kamu nggak apa-apa?" tanya Ewan dengan penuh perhatian."Huh, semua ini gara-gara kamu. Ini bukan cuma kejutan. Ini bikin kaget setengah mati namanya." Travis memelotot ke arah Ewan.Sebagai pemimpin tertinggi, dia malah pingsan di depan orang lain. Benar-benar memalukan!Ewan membantu Travis berdiri sambil tersenyum. "Jadi, Pak Travis suka kejutan ini?"'Suka, sangat suka!' Travis menarik napas dalam-

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2655

    Ewan tersenyum. "Pak Travis, gimana? Kaget, 'kan?""Tentu saja! Ini benar-benar kejutan besar!" seru Travis. "Semua benda ini kamu dapatkan dari Keluarga Rodel?""Bukan kudapatkan." Ewan mengoreksi, "Aku memungutnya.""Memungut?""Ya. Semua orang di sana sudah mati. Benda-benda ini jadi nggak bertuan. Jadi ya kupungut saja."Travis terdiam."Hebat. Kali ini kamu benar-benar melakukan pekerjaan yang luar biasa," puji Dewa Perang.Para pakar tua itu seolah pria lajang yang telah puluhan tahun hidup sendiri, lalu tiba-tiba melihat seorang wanita cantik tanpa sehelai benang pun. Mata mereka menatap benda-benda budaya itu dengan penuh hasrat.Dengan kompak, mereka langsung berlarian ke segala arah. Tak lama kemudian, terdengar seruan demi seruan."Cepat tebak apa yang kutemukan! Aku menemukan kitab suci Buddha yang hilang!""Di sini ada stupa Buddha perunggu berlapis emas!""Aku menemukan kumpulan lukisan! Jumlahnya 13 lembar, semuanya luar biasa indah!""Ya ampun! Mutiara ini besar sekali!

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2654

    "Kejutan?" Travis tertegun sejenak, lalu bertanya, "Kejutan apa?""Nanti juga tahu sendiri. Sekarang, tolong carikan aku tempat yang luas. Kalau bisa ruangan yang tertutup rapat," kata Ewan.Travis berkata, "Di lantai bawah gedung ini ada arena atletik indoor. Luasnya sekitar puluhan ribu meter persegi. Ruangan itu tertutup sepenuhnya. Gimana?""Bagus. Ayo kita ke lantai bawah."Tak lama kemudian, mereka bertiga tiba di arena atletik.Ewan memperhatikan bahwa arena itu bukan hanya berada di dalam ruangan, tetapi juga memiliki suhu yang selalu terjaga."Ewan, kejutan apa yang mau kamu tunjukkan ke kami?" tanya Dewa Perang dengan penasaran.Ewan hanya tersenyum tipis, lalu mengeluarkan belasan benda antik dari Kantong Kosmik. Dia khawatir kalau mengeluarkan semuanya sekaligus, tekanan darah Travis akan naik lagi.Karena itu, dia sengaja hanya mengeluarkan belasan benda terlebih dahulu agar Travis tidak terlalu terkejut.Belasan lemari pajangan kaca tiba-tiba muncul. Travis sampai terngan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status