공유

Bab 254

작가: Rexa Pariaman
"Kamu impoten."

Begitu Ewan mengucapkan kata itu, mata pria paruh baya itu langsung tampak terkejut. Namun, reaksi selanjutnya adalah kemarahan yang meledak-ledak. "Ngaco kamu!"

"Apa aku ngaco atau nggak, kamu sendiri pasti tahu jawabannya," balas Ewan dengan nada agak kesal.

Dalam hati dia mengeluh, 'Aku sudah bilang tadi, demi menjaga privasi pasien lebih baik nggak dibahas. Tapi kamu malah maksa aku untuk mengatakannya. Sekarang sudah aku bilang, kamu malah marah. Maunya apa, sih?'

"Bagas! In
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1800

    Semalam berlalu.Keesokan harinya, langit tampak mendung.Sesuai waktu yang dipilih Nazar, pukul 3 sore tepat diadakan upacara perpisahan untuk Satria.Pukul 2.30 sore, lebih dari 40 ribu murid Organisasi Draken serta lebih dari 300 tamu telah berkumpul di alun-alun.Saat Ewan bertarung melawan Dewa Hyang hari itu, alun-alun hancur parah. Kirin memimpin orang-orang untuk membangunnya kembali.Di bawah tebing, didirikan sebuah aula duka. Di tengah aula duka, terletak sebuah peti mati kayu paulownia berwarna hitam pekat. Satria mengenakan pakaian hijau, wajahnya tenang, berbaring di dalam peti mati, dikelilingi bunga-bunga dan cemara hijau.Mini dan Cantika mengenakan pakaian berkabung berwarna polos, dengan ikat kepala duka, berlutut di depan peti mati sambil membakar uang kertas persembahan.Ewan, Naga Hijau, Kirin, Abyaz, Ricky, serta para pemimpin Organisasi Draken dari berbagai daerah, semuanya mengenakan pakaian putih dan berdiri di kedua sisi peti mati.Pukul 2.40 sore."Amitabha!

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1799

    Nazar melirik Ewan dan berkata, "Nggak banyak lagi, cuma belasan lembar."'Sial, masih sebanyak itu?' Ewan langsung berkata, "Begini saja, satu Jimat Pedang 400 miliar. Kamu jual semuanya kepadaku."Nazar tidak puas. "Bocah, tadi kau bilang satu triliun."Ewan berkata, "Lagi pula, Jimat Pedang sebanyak itu kamu pegang juga nggak ada gunanya. Lebih baik kamu jual padaku. Coba pikir, sepuluh Jimat Pedang kamu bisa dapat 4 triliun. Dengan uang sebanyak itu, kamu bisa makan enak, minum enak, bahkan menggoda bule."Bule? Mata Nazar langsung berbinar.Ewan melanjutkan, "Bayangkan saja, kamu berbaring di atas kapal pesiar sambil berjemur, di sekelilingmu ada sekelompok bule melayanimu.""Mereka semua berkulit putih dan cantik, bertubuh indah, mengenakan bikini dan bersandar di sisimu. Ada yang menyuapimu buah, ada yang menyuguhkan minuman, ada yang memijatmu, bahkan ada yang melemparkan tatapan manja kepadamu ...."Nazar menutup mata. Dalam benaknya sudah terbayang adegan itu. Air liurnya ham

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1798

    Nazar berhenti melangkah. Setelah semua orang pergi, barulah dia bertanya kepada Ewan, "Ada urusan apa, Bocah?"Ewan bertanya, "Kenapa kali ini cuma kamu yang datang? Di mana Samudra?""Samudra lagi berkultivasi, mengasingkan diri." Nazar terkekeh, lalu berkata, "Samudra memang pantas disebut orang suci sejak lahir. Kemajuannya sangat besar. Saat bertemu lagi nanti, dia pasti akan membuatmu terkejut.""Benarkah?" Ewan agak tidak percaya.Nazar mendengus. "Jangan nggak percaya. Setelah Samudra keluar dari pengasingan, aku bakal suruh dia memukulmu.""Asal dia bisa mengalahkanku, kapan saja aku siap," kata Ewan. Setelah itu, dia mengeluarkan sebuah kartu bank dari sakunya dan menyerahkannya kepada Nazar.Hati Nazar langsung waspada. Dia bertanya, "Tanpa alasan memberi perhatian, pasti ada maksud tersembunyi. Apa yang ingin kamu dapatkan dariku?"Ewan berkata, "Terima kasih karena beberapa hari ini kamu membantu menata aula duka untuk Sida. Uang ini adalah upah atas kerja kerasmu."Barula

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1797

    Mariadi berkata dengan nada hati-hati, "Kak, saudara-saudara lain mengalami sedikit masalah ....""Biar aku saja yang mengatakan," ujar Magana. "Kak, Makuta, Marwanto, dan Marsudi sudah mati.""Apa yang kamu katakan? Ulangi sekali lagi!" Mata Maprana membelalak. Dari tubuhnya memancar tekanan aura yang besar.Magana ketakutan hingga tak berani mengangkat kepala, tetapi dia tetap memaksakan diri berkata, "Mereka semua sudah mati.""Bajingan!" Maprana mengentakkan kaki kanannya.Bam! Lantai langsung retak.Maprana murka. "Sebenarnya apa yang terjadi? Siapa yang membunuh Makuta dan yang lainnya? Apa mungkin Ega?"Mariadi segera berkata, "Bukan Ega, tapi Ewan."Ewan? Maprana memikirkannya sejenak dan memastikan bahwa dia tidak mengenal nama itu. Dia bertanya, "Siapa dia?"Mariadi lalu menjelaskan secara singkat asal-usul serta perbuatan Ewan. Setelah mendengarnya, Maprana menjadi sangat marah."Tak kusangka, setelah bertahun-tahun aku mengasingkan diri untuk berkultivasi, begitu keluar, be

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1796

    Ratusan kilometer jauhnya, di ibu kota.Setelah diguyur hujan musim gugur, langit tampak biru jernih, membuat hati terasa lapang.Di Kota Terlarang, di depan gerbang sebuah aula besar.Mariadi dan Magana tampak cemas. Mereka berjalan mondar-mandir, sesekali melirik ke arah pintu aula yang tertutup rapat."Kak, kita sudah di sini tiga hari. Kenapa Kak Maprana belum keluar juga?" tanya Magana pelan. "Jangan-jangan latihannya bermasalah, jadi ...."Kalimat selanjutnya tidak dia teruskan, tetapi dia yakin Mariadi mengerti maksudnya.Mariadi melotot pada Magana dan membentak, "Nggak bisa kamu bicara yang baik-baik? Sekarang ini masa penuh gejolak. Kota Terlarang nggak boleh mengalami kecelakaan apa pun lagi. Kalau aku dengar kamu bicara seperti itu lagi, nanti kupukul kamu."Magana bergumam, "Kalau semuanya lancar, kenapa Kak Maprana belum juga keluar dari pengasingan?"Mariadi menatap Magana tajam, ingin membantah, tetapi tidak tahu harus berkata apa. Mereka sudah menunggu tiga hari, tetap

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1795

    "Ada pepatah lama bilang, kesempatan nggak datang dua kali. Aku sarankan kamu manfaatkan kesempatan ini. Ayo, cepat pukul aku!" Setelah berkata demikian, Ewan menggerakkan jarinya ke arah Nazar, penuh provokasi."Kamu ini benar-benar keras kepala ya. Sudah tahu bukan lawanku, masih juga minta dipukul. Sebenarnya kamu mau apa?"Nazar memasang ekspresi tak berdaya, lalu meneruskan, "Karena kamu sudah bicara sampai sejauh ini, kalau aku nggak memukulmu, bukankah itu namanya nggak menghargaimu?""Baiklah, akan kupukul kamu. Tapi kuberi tahu dulu, nanti saat aku memukulmu, kamu boleh melawan kok.""Walaupun kamu melawan juga nggak ada gunanya, setidaknya kamu bisa merasakan betapa hebatnya aku. Bagaimanapun, aku adalah orang yang telah melatih dua aliran energi murni."Setelah berkata demikian, Nazar langsung menyerbu ke arah Ewan. Ewan berdiri di tempat, tersenyum menyaksikan Nazar mendekat.Begitu Nazar tiba di depan Ewan dan hendak menyerang, tiba-tiba dia melihat senyuman Ewan yang begi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 59

    Tripta tertawa lalu berkata, "Ewan, kalau kamu memang punya kemampuan membangkitkan orang dari kematian, menyembuhkan pasien koma seperti Pak Hamdan seharusnya bukan perkara sulit, 'kan?""Pak Tripta, saya ini cuma orang biasa, mana mungkin punya kemampuan seperti itu? Jangan percaya omongan orang.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 60

    Begitu Tripta menanyakan soal Dylan, Ewan langsung paham bahwa Tripta sedang mengujinya. Karena hilangnya Dylan, Tripta mulai curiga padanya.Meski dalam hati Ewan langsung meningkatkan kewaspadaan, wajahnya tetap tenang tanpa menunjukkan ekspresi mencurigakan. Dia menjawab dengan tenang dan serius,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 61

    "Pak Bagas, Anda mungkin belum tahu, Kepala Bagian Bedah, Bu Neva, justru mendukung Ewan untuk menangani Pak Hamdan. Saya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa," kata Tripta dengan suara pura-pura tak berdaya."Aku nggak peduli bagaimana caranya, kamu harus hentikan mereka sekarang juga! Aku sedang

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 78

    Neva tinggal di sebuah apartemen studio. Saat Ewan sampai, Neva masih memakai masker wajah. Ketika melihat penampilan Ewan, Neva sempat tertegun.Malam ini, Ewan mengenakan jas biru tua yang dipadukan dengan kemeja putih dan dasi burgundi. Penampilannya tampak modis dan gagah, senyumannya memberi ke

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status