Se connecter"Salam." Nazar memberi hormat dan berkata sambil tersenyum, "Namaku Sunnata. Aku adalah teman Willy."Ewan menjelaskan, "Kakak mungkin belum tahu. Sebelumnya di penginapan, Master Sunnata-lah yang menemukan Bodhisattva Naga."Rafli tertawa. "Ternyata kamu adalah orang yang berjasa menangkap Bodhisattva Naga. Nanti aku pasti akan bersulang denganmu."Cadit segera mengingatkan, "Tuan, jangan cuma berdiri di sini. Mari kita masuk.""Willy, aku sudah menyiapkan jamuan. Ayo, ikut aku." Rafli menarik Ewan untuk memasuki Kediaman Penguasa Kota.Ewan merasa sangat risi digandeng oleh seorang pria tua. Namun, dia juga tidak enak hati menolak Rafli, jadi terpaksa menahan diri.Setelah memasuki Kediaman Penguasa Kota, Ewan kembali dibuat terkejut. Inikah Kediaman Penguasa Kota? Jelas-jelas ini seperti istana kekaisaran di dunia fana!Kediaman Penguasa Kota ini sangat luas. Paviliun, teras, dan bangunan bertingkat semuanya tersedia. Bunga-bunga eksotis dan tanaman langka mengeluarkan aroma harum.
Meskipun penginapan itu cukup jauh dari Kediaman Penguasa Kota, bagi Ewan dan yang lainnya, jarak sejauh itu dapat ditempuh dalam sekejap.Sesampainya di depan Kediaman Penguasa Kota, Ewan mengamati tempat itu.Dia mendapati bahwa kediaman ini jauh lebih megah daripada kediaman Fathan di Kota Purnama. Di depan gerbang berdiri dua patung singa batu giok putih setinggi beberapa meter yang dibuat begitu mirip dengan aslinya hingga tampak seperti benar-benar hidup.Ditambah lagi, ada ratusan prajurit yang berjaga di kedua sisi gerbang. Mereka memegang senjata tajam. Dari tubuh mereka terpancar aura pembunuh yang membuat Kediaman Penguasa Kota ini terlihat berwibawa.Terlebih lagi, semua penjaga ini berada di tingkat maharaja tahap puncak.'Wah, pantas saja. Nggak heran ini merupakan salah satu dari sepuluh kota yang berada di bawah kekuasaan Aliran Hitam Putih. Bahkan para penjaganya saja sudah berada di tingkat maharaja tahap puncak. Luar biasa.'Ewan terkesima dalam hati, tetapi ekspresi
Nazar meraih Rune Formasi Mahasuci, lalu mencoba untuk mematahkannya. Hanya saja, meskipun sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya, dia tetap tidak mampu memisahkannya."Gawat, sekarang kita bahkan nggak bisa menggunakan separuh rune formasi saja. Gimana ini?" Nazar hampir menangis karena frustrasi.Ewan berpikir sejenak, lalu berkata, "Aku punya lencana pribadi Nenek Puspita. Kalau kita tunjukkan lencana ini untuk menggunakan Formasi Teleportasi milik Aliran Hitam Putih, seharusnya kita nggak akan dihalangi. Kita berangkat sekarang."Mata Nazar langsung berbinar. "Ide bagus. Ayo."Saat mereka bersiap meninggalkan tempat itu, tiba-tiba terdengar ketukan dari luar pintu.Ewan memberi isyarat kepada Nazar dan yang lainnya agar tidak bersuara, lalu bertanya, "Siapa?""Tuan Willy, ini saya!" Suara pemilik penginapan terdengar dari luar."Ada urusan apa?" tanya Ewan.Pemilik penginapan menjawab, "Penguasa Kota mengutus seseorang untuk mengundang Anda minum di kediamannya."Ewan
Setelah orang-orang dari Aliran Hitam Putih pergi, Nazar langsung menyeringai dan berkata, "Bocah, nggak kusangka kali ini kita datang ke Kota Ampat, malah mendapatkan begitu banyak keuntungan.""Nggak cuma mendapatkan Rune Formasi Mahasuci yang utuh, kamu juga mendapatkan lencana ini. Mulai sekarang, kita bisa bepergian dengan bebas. Hahaha ....""Jangan senang dulu," kata Ewan. "Bodhisattva Naga masih belum mati. Gimana kalau dia nggak mengakui perbuatannya? Kalau sampai Aliran Hitam Putih benar-benar menyelidiki dan mencari kita, kita bisa kena masalah.""Kita nggak boleh berlama-lama di sini.""Sekarang kita sudah punya Rune Formasi Mahasuci yang utuh, jadi kita harus segera pergi ke Sekte Pedang Cakrawala untuk menolong Dewi Kembang."Setelah Ewan selesai berbicara, dia hendak mencari Midori. Tiba-tiba, terdengar ketukan di pintu."Tuan Ewan!" Suara Midori terdengar dari luar.Ewan membuka pintu dan melihat Midori berdiri di luar dengan wajah tegang."Tuan Ewan, kalian nggak apa-a
Ewan berdiri di dekat jendela, berkata sambil tersenyum, "Bodhisattva Naga, kami nggak berani menyinggung Aliran Hitam Putih. Kamu pikirkan saja nasibmu sendiri!"Nazar ikut berkata, "Kamu sudah melakukan begitu banyak perbuatan keji yang merugikan dunia. Semua orang berhak membunuhmu."Tubuh Bodhisattva Naga bergetar karena marah. "Bajingan, kalian mencelakaiku ...."Puh! Sebelum Bodhisattva Naga selesai berbicara, dia memuntahkan banyak darah dan langsung pingsan karena amarahnya.Nenek tua itu segera bertindak. Dia memasang beberapa segel pada tubuh Bodhisattva Naga, lalu melemparkan Bodhisattva Naga yang pingsan ke atas perahu kayu.Setelah itu, pandangannya beralih kepada Ewan dan Nazar. "Kalian berhasil menemukan Bodhisattva Naga. Katakan, hadiah apa yang kalian inginkan."Ewan menyahut, "Senior terlalu baik! Bodhisattva Naga berhasil ditangkap adalah berkat bantuan para senior. Aku nggak berani mengaku berjasa, jadi nggak perlu hadiah."Nenek tua itu terkekeh. "Bocah, mulutmu cu
Kebetulan sekali?Nazar sangat gembira. Dia tidak menyangka kedua bagian Rune Formasi Mahasuci itu benar-benar bisa bertemu.Bodhisattva Naga juga sangat senang dan berkata, "Kalian berdua bukan hanya berasal dari tempat yang sama denganku, tapi juga pembawa keberuntunganku. Dengan Rune Formasi Mahasuci yang utuh ini, jangan harap Aliran Hitam Putih bisa menangkapku.""Huh, Aliran Hitam Putih, tunggu saja. Kelak setelah aku menjadi ahli yang tak tertandingi, aku pasti akan membuat kalian membayar semuanya.""Kalian juga nggak aman kalau tetap di sini. Ikutlah denganku!"Setelah berkata demikian, Bodhisattva Naga hendak mengaktifkan Rune Formasi Mahasuci."Senior, biar aku saja yang mengurus hal sepele seperti ini!" kata Nazar sambil tersenyum."Kamu?" Bodhisattva Naga menatapnya dengan ragu, seolah bertanya apakah dia mampu melakukannya.Ewan buru-buru menjelaskan, "Senior mungkin belum tahu. Master mendapatkan sebuah kitab ajaib di dunia kultivasi. Di dalamnya tercatat semua koordinat







