Share

Bab 2613

Author: Rexa Pariaman
"Sangat puas, sangat puas."

Mayer melambaikan jarinya ke arah wanita itu. Wanita tersebut segera berjalan menghampirinya.

Mayer langsung merangkul wanita itu ke dalam pelukannya, lalu berkata, "Nicholas, ikut juga?"

Pria tua itu baru saja hendak mengangguk ketika wanita itu tiba-tiba melepaskan diri dari pelukan Mayer. Dia terus berbicara dalam bahasanya sendiri sambil menggeleng, tampak jelas bahwa dia tidak mau melayani mereka berdua sekaligus.

"Benar-benar nggak tahu diri."

Pria tua itu murka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2899

    Ewan menerima Pil Pemelihara Energi itu dan berkata, "Kamu terlalu baik padaku. Aku sampai nggak tahu bagaimana harus berterima kasih.""Tuan Willy, ini cuma sedikit tanda ketulusan saya. Nggak perlu berterima kasih," kata Cadit. "Kelak setelah Tuan menjadi murid Nenek Puspita, mohon banyak-banyak membantu saya."Ewan meyakinkannya, "Tenang saja. Aku pasti nggak akan melupakan kebaikanmu.""Kalau begitu, saya nggak akan mengganggu Tuan lagi. Saya pamit." Cadit menangkupkan tangan memberi hormat, lalu berbalik dan bersiap pergi."Tunggu." Ewan menghentikan Cadit dan berkata, "Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Bodhisattva Naga membunuh Penguasa Kota Purnama, Fathan. Aku ingin tahu, apa Fathan punya hubungan dengan Kak Rafli?"Cadit tersenyum. "Tentu saja ada. Tuan Fathan adalah adik kandung Tuan Rafli."'Sial ....' Hati Ewan berdegup kencang, tetapi wajahnya tetap tenang. Dia berkata, "Baik.""Saya pulang dulu." Cadit berpamitan dan pergi.Saat turun ke lantai bawah, Cadit bahka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2898

    Setelah pergi cukup jauh dari Kediaman Penguasa Kota, Nazar tak mampu lagi menahan kegembiraannya dan berkata, "Bocah, kali ini kita benar-benar untung besar. Dua ratus ribu batu spiritual sudah cukup untuk mengaktifkan Rune Formasi Mahasuci dua kali."Ewan berkata, "Kota Ampat adalah salah satu dari sepuluh kota yang berada di bawah kekuasaan Aliran Hitam Putih. Sebagai penguasa kota, Rafli bahkan harus meminta kepala pelayannya mengumpulkan 50 ribu batu spiritual. Benar-benar miskin."Nazar memutar bola matanya. "Kamu harus tahu bersyukur!""Dulu setelah membunuh Fathan, kamu cuma mendapatkan 30 ribu batu spiritual. Hari ini nggak cuma dapat 200 ribu batu spiritual, kamu juga mendapatkan Cincin Ruang. Hasilnya sungguh besar.""Oh ya, boleh nggak kalau Cincin Ruang itu ...."Sebelum Nazar selesai berbicara, Ewan langsung melemparkan cincin ruang itu kepadanya dan berkata, "Aku tahu kamu mengincar benda ini. Ambillah.""Kamu memang anak yang tahu balas budi." Nazar menangkap cincin itu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2897

    Ewan mengikuti arahan Rafli. Tak lama kemudian, dia merasakan bagian dalam cincin itu dipenuhi tumpukan batu spiritual. Setelah pikirannya bergerak, setumpuk batu spiritual langsung melayang ke luar.Barulah saat itu dia memahami bahwa yang disebut Cincin Ruang sebenarnya adalah sebuah artefak ruang.Meskipun tingkatannya jauh lebih rendah dibandingkan Kantong Kosmik, ruang di dalam cincin ini juga tidak bisa dibilang kecil. Bahkan bisa menampung sebuah gunung.Ewan berdiri, menangkupkan tangan memberi hormat kepada Rafli, lalu membungkuk dan berkata, "Kak, terima kasih.""Nggak perlu sungkan denganku," kata Rafli. "Cincin Ruang ini bisa menjadi milikmu hanya dengan meneteskan darahmu di atasnya. Bawa saja. Siapa tahu nanti berguna.""Terima kasih, Kak." Ewan kembali mengucapkan terima kasih."Bukannya tadi sudah kukatakan? Jangan sungkan padaku. Ayo, temani aku minum." Rafli benar-benar sangat murah hati.Ewan diam-diam merasa senang. Bukan hanya mendapatkan 200 ribu batu spiritual, d

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2896

    "Aku butuh satu juta batu spiritual!"Setelah Ewan mengucapkan itu, semua orang yang ada di sana sontak terkejut.Saat ini, Nazar baru menyadari bahwa Ewan datang ke kediaman ini untuk meminta batu spiritual. Dalam hati, dia mengumpat, 'Bocah sialan ini benar-benar nggak tahu malu.'Cadit menggerutu dalam hati, 'Kamu minta batu spiritual sebanyak itu? Besar sekali nyalimu.'Rafli menatap Ewan dengan getir. 'Aku memang bilang kamu harus berpikiran lebih luas, tapi bukan berarti seluas ini juga!'"Kenapa? Nggak bisa ya?" Ewan menatap Rafli dan bertanya, "Kakak adalah penguasa kota. Jumlah batu spiritual sebanyak ini seharusnya bukan masalah bagimu, 'kan?"'Kamu pikir jumlah yang kamu minta itu sedikit? Satu juta lho!' Rafli menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Willy, kamu mungkin nggak tahu. Meskipun Kota Ampat kaya, setiap tahun kami harus membayarkan satu juta batu spiritual ke Aliran Hitam Putih. Setelah membayar sebanyak itu, aku nggak punya banyak batu spiritual lagi.""Aku ben

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2895

    "Salam." Nazar memberi hormat dan berkata sambil tersenyum, "Namaku Sunnata. Aku adalah teman Willy."Ewan menjelaskan, "Kakak mungkin belum tahu. Sebelumnya di penginapan, Master Sunnata-lah yang menemukan Bodhisattva Naga."Rafli tertawa. "Ternyata kamu adalah orang yang berjasa menangkap Bodhisattva Naga. Nanti aku pasti akan bersulang denganmu."Cadit segera mengingatkan, "Tuan, jangan cuma berdiri di sini. Mari kita masuk.""Willy, aku sudah menyiapkan jamuan. Ayo, ikut aku." Rafli menarik Ewan untuk memasuki Kediaman Penguasa Kota.Ewan merasa sangat risi digandeng oleh seorang pria tua. Namun, dia juga tidak enak hati menolak Rafli, jadi terpaksa menahan diri.Setelah memasuki Kediaman Penguasa Kota, Ewan kembali dibuat terkejut. Inikah Kediaman Penguasa Kota? Jelas-jelas ini seperti istana kekaisaran di dunia fana!Kediaman Penguasa Kota ini sangat luas. Paviliun, teras, dan bangunan bertingkat semuanya tersedia. Bunga-bunga eksotis dan tanaman langka mengeluarkan aroma harum.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2894

    Meskipun penginapan itu cukup jauh dari Kediaman Penguasa Kota, bagi Ewan dan yang lainnya, jarak sejauh itu dapat ditempuh dalam sekejap.Sesampainya di depan Kediaman Penguasa Kota, Ewan mengamati tempat itu.Dia mendapati bahwa kediaman ini jauh lebih megah daripada kediaman Fathan di Kota Purnama. Di depan gerbang berdiri dua patung singa batu giok putih setinggi beberapa meter yang dibuat begitu mirip dengan aslinya hingga tampak seperti benar-benar hidup.Ditambah lagi, ada ratusan prajurit yang berjaga di kedua sisi gerbang. Mereka memegang senjata tajam. Dari tubuh mereka terpancar aura pembunuh yang membuat Kediaman Penguasa Kota ini terlihat berwibawa.Terlebih lagi, semua penjaga ini berada di tingkat maharaja tahap puncak.'Wah, pantas saja. Nggak heran ini merupakan salah satu dari sepuluh kota yang berada di bawah kekuasaan Aliran Hitam Putih. Bahkan para penjaganya saja sudah berada di tingkat maharaja tahap puncak. Luar biasa.'Ewan terkesima dalam hati, tetapi ekspresi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status