Share

Bab 2693

Author: Rexa Pariaman
"Licik sekali kamu." Dewi Kembang menatap Nazar dengan penuh penghinaan.

Nazar tertawa. "Kalau soal licik, aku masih kalah jauh dari si Hidung Sapi. Dia yang benar-benar licik."

Alis Sunnata terangkat. "Tua bangka, kamu memaki siapa?"

"Bocah, kamu nggak tahu. Waktu Hidung Sapi bertanding denganku tempo hari, karena dia nggak bisa mengalahkanku, dia malah meraih burungku ...."

Baru sampai di situ, Nazar sadar ada wanita di tempat itu. Dia pun segera mengubah ucapannya, "Pokoknya dia pakai cara ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2695

    "Tapi, gimana caranya memecahkan penghalang cahaya putih itu?""Guru!" Tiba-tiba, Koji memecah keheningan dan berkata, "Gimana kalau aku yang mencobanya?""Jangan gegabah," kata Ewan dengan ekspresi serius. "Cahaya putih itu sangat aneh. Sekalipun kekuatanmu tinggi, belum tentu kamu bisa menahannya.""Guru ...."Koji masih ingin berbicara, tetapi tatapan tajam Ewan langsung membuatnya terdiam.Mata Nazar berputar sejenak, lalu dia berkata, "Bocah, kita juga nggak bisa terus-terusan berdiri di sini. Menurutku, biarkan Koji mencobanya.""Tua bangka, apa maksudmu?" Ewan menatap Nazar dengan wajah tak bersahabat. "Kamu mau menyuruh Koji pergi mati?""Jangan salah paham. Koji itu orang kita sendiri, mana mungkin aku menyuruhnya pergi mati?" sahut Nazar. "Kultivasi Koji lebih tinggi daripada kita semua, lagi pula dia memang berbeda dari orang biasa .... Ehem, kamu paham maksudku, 'kan?"Sambil berkata demikian, Nazar mengedip-ngedipkan matanya.Ewan langsung mengerti bahwa yang dimaksud Naza

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2694

    "Terlalu aneh!"Melihat pemandangan itu, semua orang merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh mereka.Harus diketahui, kekuatan serigala putih itu tidak kalah dari seorang ahli tingkat maharaja. Tak disangka, di dalam cahaya putih itu, dia sama sekali tidak mampu melawan dan langsung hancur menjadi debu.Butuh beberapa saat sebelum semua orang akhirnya tersadar."Sebenarnya apa cahaya putih itu?""Gimana bisa dalam sekejap mengubah serigala putih itu menjadi debu?""Jelas-jelas cahaya putih itu memiliki daya hancur yang mengerikan, tapi kenapa kita sama sekali nggak merasakan niat membunuh darinya?"Saat semua orang masih dipenuhi tanda tanya ....Roooar! Suara auman naga mengguncang langit dan bumi.Nadi naga tetap melingkar di depan puncak gunung dengan kepala terangkat tinggi. Sepasang matanya yang besar menatap rombongan Ewan dengan penuh penghinaan, seolah berkata, "Kalau memang mampu, maju dan tangkap aku. Dasar kumpulan pecundang!"Nazar langsung murka. "Sialan! Beraninya

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2693

    "Licik sekali kamu." Dewi Kembang menatap Nazar dengan penuh penghinaan.Nazar tertawa. "Kalau soal licik, aku masih kalah jauh dari si Hidung Sapi. Dia yang benar-benar licik."Alis Sunnata terangkat. "Tua bangka, kamu memaki siapa?""Bocah, kamu nggak tahu. Waktu Hidung Sapi bertanding denganku tempo hari, karena dia nggak bisa mengalahkanku, dia malah meraih burungku ...."Baru sampai di situ, Nazar sadar ada wanita di tempat itu. Dia pun segera mengubah ucapannya, "Pokoknya dia pakai cara yang sangat curang. Kamu pasti paham maksudku.""Masih berani bilang aku? Kamu juga sama. Kalau saja kamu nggak menarik rambutku, mana mungkin aku ...."Ucapan Sunnata baru sampai di situ, tiba-tiba di depan nadi naga, mendadak muncul seberkas cahaya putih yang menyilaukan.Cahaya putih itu memanjang ke depan. Alih-alih menyerang serigala putih, cahaya putih itu malah menyelimuti sepuluh meter terakhir dari jembatan batu.Dalam sekejap, cahaya putih itu berubah seperti dinding pelindung yang menja

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2692

    Dugaan Ewan memang benar.Tak lama kemudian, dia berlari keluar dari gua dan melihat Nazar, Dewi Kembang, serta nadi naga.Di hadapan mereka terbentang sebuah jembatan batu. Lebarnya sekitar 10 meter, panjangnya sekitar 100 meter. Jembatan itu terbuat dari batu hijau, membentang di atas jurang sedalam puluhan ribu meter.Serigala putih berdiri di atas jembatan itu bersama beberapa ekor serigala abu-abu.Di ujung lain jembatan terdapat sebuah puncak gunung. Nadi naga melingkar di depan puncak itu dengan kepala terangkat tinggi.Auuuu! Serigala putih mengeluarkan lolongan yang mengguncang langit. Sepasang matanya yang merah darah menatap nadi naga tanpa sedikit pun menyembunyikan keserakahannya.Roooar! Nadi naga membalas dengan auman naga yang menggelegar. Di balik auman itu tersirat ejekan yang begitu jelas, seolah berkata kepada serigala putih, "Seekor binatang sepertimu juga ingin memiliki diriku? Jangan mimpi!"Serigala putih tampaknya marah. Dia kembali melangkah maju.Beberapa ser

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2691

    Setelah terpikir akan hal itu, Nazar memutar bola matanya, lalu berkata, "Hidung Sapi, bukannya kamu ingin membuktikan kamu bukan pengecut? Baiklah, kuberi kesempatan. Masuk duluan dan lihat apa yang ada di dalam."Sunnata benar-benar kesal. Dia memaki, "Kamu kira aku tolol ya? Sudah tahu di dalam ada bahaya, masih juga menyuruhku maju paling depan. Apa kamu baru senang kalau aku mati?"Nazar tertawa. "Tentu saja aku senang kalau kamu mati. Dengan begitu, aku yang akan menjadi pemimpin tertinggi seluruh perguruan Tao di dunia."Sret! Saat keduanya masih saling adu mulut, Dewi Kembang sudah melangkah masuk ke gerbang perunggu."Gawat, dia mau merebut nadi naga!" Nazar langsung menyadari niat Dewi Kembang. Dia melotot ke arah Sunnata, lalu berkata, "Nyali perempuan saja lebih besar daripadamu. Dasar cupu!"Usai berkata begitu, tubuh Nazar melesat dan ikut menerobos masuk ke gerbang perunggu."Ayo, kita juga masuk." Setelah berkata demikian, Ewan membawa yang lain memasuki gerbang perungg

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2690

    "Istana Dewa Gunung Mahameru?"Semua orang terkejut.Mereka bukan orang biasa. Hanya dari empat huruf itu dan gerbang perunggu raksasa di hadapan mereka, mereka sudah bisa merasakan bahwa mereka telah tiba di sebuah tempat yang luar biasa."Nggak kusangka, legenda itu ternyata benar. Hahaha ...." Nazar mendongak sambil tertawa penuh semangat."Legenda apa?" tanya Ewan.Nazar menghentikan tawanya, lalu berkata, "Dalam kitab kuno Akademi Nagendra tercatat sebuah legenda. Konon, di kedalaman Gunung Mahameru terdapat sebuah istana suci yang menyimpan tak terhitung banyaknya pusaka. Siapa pun yang mendapatkannya akan mampu menguasai dunia.""Dahulu, para pendahulu Akademi Nagendra juga pernah datang ke Gunung Mahameru untuk mencari istana suci yang melegenda itu. Tapi nggak seorang pun berhasil menemukannya.""Selama ini kukira semua itu hanya dongeng. Nggak kusangka, hari ini justru aku menemukannya.""Hahaha .... Aku bakal jadi kaya! Aku bakal jadi kaya!" Nazar menari-nari kegirangan.Beb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status