LOGINNazar berpikir sejenak, lalu berkata, "Biar aku meramalnya!"Ewan tidak menghentikannya. Saat ini memang tidak ada cara lain yang lebih baik.Nazar mengeluarkan empat keping uang tembaga dari lengan jubahnya dan meletakkannya di telapak tangan, lalu mulai merapalkan mantra.Beberapa saat kemudian, keempat keping uang tembaga itu melayang ke udara."Para dewa penjuru, dengarkan perintahku! Temukan gerbang kehidupan, laksanakan segera sesuai titah!" teriak Nazar. Empat keping uang tembaga yang melayang di udara seketika terbang menuju empat arah, timur, selatan, barat, dan utara.Duar!Keping uang tembaga yang terbang ke arah timur tiba-tiba meledak. Sesaat kemudian, keping yang terbang ke arah selatan juga meledak.Tidak sampai tiga detik, keping yang terbang ke arah barat ikut meledak. Hanya keping yang terbang ke arah utara yang tetap melayang di depan Formasi Mahasuci sambil terus berputar."Bocah tengik, arah timur, selatan, dan barat dipenuhi bahaya besar. Kita hanya bisa menuju ke
Formasi yang dibuat oleh seorang mahasuci?Ewan terkejut dan segera bertanya kepada Dewi Kembang, "Kamu tahu seberapa besar formasi ini?""Nggak tahu." Dewi Kembang berkata, "Kemampuan seorang mahasuci sangat misterius dan sulit dipahami. Formasi yang mereka buat bisa besar ataupun kecil. Formasi kecil bahkan bisa tersembunyi di dalam sebutir debu, sedangkan formasi besar bisa mencakup wilayah seluas jutaan kilometer."Apa?Ewan dan Nazar sama-sama terkejut.Dewi Kembang memandang penghalang cahaya putih dan berkata, "Jelas sekali formasi ini sangat besar. Tapi seberapa besar spesifiknya, aku juga nggak tahu."Nazar mengamati formasi itu sejenak, lalu tiba-tiba menepuk dahinya dan berseru, "Aku mengerti!""Kamu ngerti apaan?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Waktu kita melakukan teleportasi tadi, kita pasti menabrak formasi besar ini. Itu sebabnya teleportasi kita gagal."Dewi Kembang berkata, "Perkataan Master Nazar masuk akal. Meskipun Rune Formasi Mahasuci sangat kuat, kalau bertemu deng
Mendengar perkataan itu, hati Ewan terasa seperti disayat pisau."Tuan Ewan, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. Di sini terlalu dingin," kata Midori.Ewan melirik Midori. Melihat gadis kecil itu menggigil hebat karena kedinginan, dia segera mengambil keputusan."Tua bangka, kamu berjalan di depan.""Nggak peduli seberapa luas dataran es ini, kita harus keluar dari sini."Ewan kemudian berkata kepada Dewi Kembang, "Kamu juga harus bertahan. Percayalah padaku, aku pasti bisa menyembuhkanmu."Ewan sudah mengambil keputusan. Sebelum mencapai saat terakhir, dia tidak akan menyerah. Sesulit apa pun keadaannya, dia akan mencari segala cara untuk menyembuhkan Dewi Kembang."Ayo!"Setelah berkata demikian, Nazar langsung memelesat terlebih dahulu.Tak disangka, baru saja Nazar berjalan tak jauh, tubuhnya tiba-tiba terpental dan terjatuh."Aduh, sakit sekali."Sebuah benjolan besar muncul di dahi Nazar.Perubahan mendadak itu membuat Ewan tertegun."Tua bangka, apa yang terjadi?" tan
Selama proses teleportasi, Nazar terus berdoa dalam hati, 'Kali ini nggak mungkin salah lagi. Kami pasti bisa tiba di Sekte Pedang Cakrawala ....'Bruk!Tiba-tiba, formasi teleportasi bergetar hebat seolah-olah menabrak sebuah gunung. Sesaat kemudian, Ewan dan yang lainnya terjatuh ke tanah.Dalam sekejap, hawa dingin menyelimuti mereka.Ewan memandang ke sekeliling. Di hadapannya masih terbentang hamparan es dan salju yang tidak berujung. Jelas sekali, mereka masih berada di dataran es."Tua bangka, apa yang terjadi?"Saat berbicara, Ewan sudah mengeluarkan Cambuk Pemukul Dewa.Nazar ketakutan dan buru-buru berteriak, "Bocah tengik, dengarkan dulu penjelasanku ...."Plak!Ewan mencambuk Nazar hingga terpental dan memakinya, "Kamu ini nggak bisa diandalkan sekali saja, ya?"Setelah berkata demikian, dia kembali mengangkat Cambuk Pemukul Dewa dan bersiap mencambuk Nazar. Ewan benar-benar marah.Dewi Kembang terkena racun api dan nyawanya berada di ujung tanduk. Hanya dengan segera tiba
Puspita memerintahkan Rafli dan Cadit, "Kalian berdua ikut denganku ke dataran es untuk menangkap bocah itu.""Baik!"Tak lama kemudian, Perahu Angin menghilang dari tempat itu.....Waktu kembali ke saat Ewan dan yang lainnya memasuki Rune Formasi Mahasuci.Setelah Rune Formasi Mahasuci diaktifkan, Ewan merasa sedikit bersemangat."Sebentar lagi kami akan tiba di Sekte Pedang Cakrawala. Apa pun yang terjadi, aku harus mendapatkan pengakuan Mata Air Takdir dan menyembuhkan Dewi Kembang."Waktu berlalu sedikit demi sedikit.Entah berapa lama kemudian, akhirnya rombongan mereka mendarat.Namun, yang menyambut mereka bukan energi spiritual yang melimpah, melainkan hawa dingin yang menusuk tulang. Angin dan salju menghantam wajah mereka dengan keras.Ewan menggigil kedinginan. Begitu mendongak, dia langsung tercengang. Dia tidak melihat pegunungan abadi yang menjulang di sekeliling mereka, tidak ada pula kicauan burung dan semerbak bunga. Bahkan, tidak terlihat seorang pun selain mereka.D
Setelah menghantam Rafli hingga terpental, Puspita berteriak dengan murka, "Dasar bodoh! Kamu benar-benar mau bikin aku mati karena marah!""Bocah itu adalah pembunuh adik dan keponakanmu. Kamu bukan cuma mengajaknya minum, tapi juga memberinya 200 ribu batu spiritual.""Apa menurutmu adik dan keponakanmu masih belum cukup mengenaskan matinya?"Rafli bangkit dan kembali menghadap Puspita, lalu berkata dengan hormat, "Nenek, ada yang tidak kamu ketahui. Bocah itu membawa token milikmu untuk meminta batu spiritual. Dia juga bilang batu spiritual itu untukmu. Mana berani aku nggak memberikannya!"Plak!Puspita menampar wajah Rafli dan membentak, "Dasar otak udang! Kenapa kamu nggak mikir dulu? Mana mungkin aku meminta batu spiritual darimu?""Kakak seperguruanku itu tetua Aliran Hitam Putih. Kalau aku memang mau minta, apa mungkin dia nggak ngasih aku beberapa juta atau puluhan juta batu spiritual?""Cuma 200 ribu, memangnya bisa kupakai untuk apa?""Jelas-jelas bocah itu menipumu, tapi k







