Share

Bab 2961

Author: Rexa Pariaman
Wanita bertopeng itu tetap tenang dan berkata, "Tunggu sebentar lagi."

"Putri Suci ...."

"Diam!" bentak wanita bertopeng itu. Suaranya mengandung wibawa yang tak terbantahkan. Murid yang tadi berbicara langsung menutup mulut dan tidak berani membujuknya lagi.

"Wah, ini Bella, 'kan? Kenapa kalian masih di sini?"

Tiba-tiba, terdengar suara tawa. Wanita bertopeng itu menoleh dan melihat Ananta berjalan ke arah mereka. Dia langsung mengernyit.

Ananta datang menghampiri. Bola matanya terus bergerak m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Soegi
MULAI NORAK NIH KEK AUTHOR YG LAIN YG CUMA BISA NULIS SATU ATAU DUA BAB SEHARI... AWALNYA DOANG NGEGAS UJUNG2NYA MELEMPEM...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2961

    Wanita bertopeng itu tetap tenang dan berkata, "Tunggu sebentar lagi.""Putri Suci ....""Diam!" bentak wanita bertopeng itu. Suaranya mengandung wibawa yang tak terbantahkan. Murid yang tadi berbicara langsung menutup mulut dan tidak berani membujuknya lagi."Wah, ini Bella, 'kan? Kenapa kalian masih di sini?"Tiba-tiba, terdengar suara tawa. Wanita bertopeng itu menoleh dan melihat Ananta berjalan ke arah mereka. Dia langsung mengernyit.Ananta datang menghampiri. Bola matanya terus bergerak menatap wanita bertopeng itu dari atas sampai bawah. Sambil memandang, dia berkata, "Sudah lama nggak ketemu. Kamu makin cantik dan memesona. Pantas saja kamu menempati peringkat ketiga dalam Daftar Dewi.""Bella, bagaimana kabarmu?""Sejak kita berpisah, Kakak sampai nggak selera makan dan nggak bisa tidur. Setiap malam, yang muncul dalam mimpi Kakak selalu sosokmu.""Kita juga sudah lama saling kenal. Kenapa kamu masih pakai topeng? Lepaskan saja, biar aku lihat wajahmu."Wanita bertopeng itu t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2960

    Ewan dan yang lainnya masih belum tahu bahwa formasi besar tingkat mahasuci di luar sudah retak. Saat ini, murid-murid dari beberapa sekte besar sudah memasuki makam.Mereka masih menunggu Dewi Kembang menyempurnakan Fisik Foniks.Di dalam kolam darah, darah terus memercik ke udara, sementara aroma harum yang pekat memenuhi seluruh bagian dalam Gunung Ungu.Ciet! Samar-samar, terdengar suara pekikan foniks yang nyaring.Seluruh daging dan kulit Dewi Kembang sudah mengalami kelahiran kembali sebanyak tiga kali. Meskipun menanggung rasa sakit yang luar biasa, dia tetap berendam di dalam kolam darah tanpa bergerak sedikit pun.Buzz! Tiba-tiba, energi darah yang dahsyat menyembur dari ubun-ubun Dewi Kembang. Energi itu bagaikan cahaya senja, membuatnya tampak seperti seorang dewi.Ewan membuka mata batinnya dan melihat seluruh pori-pori tubuh Dewi Kembang telah terbuka lebar, terus-menerus menyerap darah sejati foniks. Di atas tulang-tulangnya yang merah menyala, rune terus mengalir, meman

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2959

    Mata Santika dan tetua dari Tanah Suci Arkais langsung berbinar.Tetua dari Tanah Suci Purba berkata, "Ini terlalu berisiko. Bagaimana kalau para murid mengalami sesuatu di dalam? Mereka bisa saja mati."Tetua Keenam berkata, "Jalan kultivasi memang pada dasarnya menentang kehendak langit. Kalau mereka berhasil masuk, mereka berpeluang mendapatkan kesempatan besar yang ditinggalkan oleh ahli tingkat mahasuci. Kalau memang akhirnya mereka mati di dalam, itu juga sudah menjadi takdir mereka.""Benar juga." Santika menyatakan persetujuannya."Baiklah, kalau begitu kita lakukan saja." Tetua dari Tanah Suci Purba juga menyetujuinya.Dewa Pedang Mabuk berpikir sejenak, lalu mengangguk pelan.Tetua Keenam menyapu pandangan ke seluruh tempat dan berkata, "Para junior sekalian, formasi besar ini memiliki segel misterius. Untuk sementara, ahli tingkat kesatuan ilahi nggak bisa masuk. Karena itu, kami memutuskan untuk memberi kalian kesempatan.""Siapa yang bersedia pergi?"Tak seorang pun dari g

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2958

    Sebuah retakan muncul di atas formasi besar tingkat mahasuci. Dalam sekejap, kejadian itu mengejutkan semua orang.Para ahli sekte yang sedang bermeditasi pun berdiri dan menatap retakan itu. Retakan itu semakin lama semakin besar, hingga akhirnya menyerupai sebuah jurang."Formasi besarnya terbuka."Tanpa berkata apa-apa, Tetua Keenam langsung berubah menjadi bayangan dan memelesat menuju retakan.Duar! Tepat pada saat itu, seberkas cahaya pedang yang cemerlang turun dari langit dan mengadang di depan Tetua Keenam. Itu adalah Pedang Surya Tujuh Warna."Dewa Pedang Mabuk, apa maksudmu?" Tetua Keenam murka. Dia menatap Dewa Pedang Mabuk dengan ekspresi tidak senang.Dewa Pedang Mabuk tersenyum dan berkata, "Enam, aku saja belum masuk. Kenapa kamu buru-buru?"Tetua Keenam menyahut dengan marah, "Singkirkan pedangmu. Kalau nggak, jangan salahkan aku kalau bertindak tanpa ampun.""Enam, jangan sombong di depanku. Kalau tahu diri, cepat minggir. Hati-hati, jangan sampai aku bertindak kasar

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2957

    "Aku tahu sekarang. Darah itu sedang mengubah fisiknya."Hati Ewan terkejut. "Sebenarnya darah apa yang ada di dalam kolam ini? Kenapa begitu kuat?"Dia kembali melirik Dewi Kembang.Saat ini, wajah cantik Dewi Kembang sudah pucat pasi. Dia bahkan hampir pingsan karena rasa sakit, tetapi dia tetap bertahan dengan tekad yang kuat."Tuan Ewan, cepat cari cara untuk menolong Ketua!" pinta Midori sambil menangis."Jangan khawatir. Dia menderita karena darah di dalam kolam sedang mengubah fisiknya. Asalkan bisa bertahan, dia akan mendapat keuntungan besar," sahut Ewan.Nazar ikut berkata, "Bocah, apa Dewi Kembang bisa bertahan?""Dia pasti bisa." Suara Ewan terdengar tegas dan penuh keyakinan.Saat ini, Ewan kembali menyadari bahwa daging di kaki Dewi Kembang mulai tumbuh kembali. Dia pun menghela napas lega.Selanjutnya, empat jam berlalu. Akhirnya, seluruh daging Dewi Kembang yang sudah meleleh tumbuh kembali. Bahkan seluruh tulangnya berubah menjadi merah menyala.'Sepertinya sebentar la

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2956

    Ewan dan Dewi Kembang terkejut. Mereka buru-buru melihat ke depan dan melihat Midori terpental.Wuss! Ewan segera memelesat maju dan menangkap Midori sehingga tubuh gadis itu tidak sampai jatuh ke tanah.Midori berbaring dalam pelukan Ewan. Aroma maskulin yang kuat memenuhi hidungnya. Seketika, Midori mabuk kepayang dan sangat menikmati perasaan itu."Kamu nggak apa-apa?" Ewan menurunkan Midori dan membantunya berdiri dengan tegak."Nggak apa-apa." Midori sedikit kecewa. Padahal, dia masih ingin bersandar lebih lama ...."Sepertinya Nona Midori juga nggak berjodoh dengan warisan ini," kata Nazar.Ewan memandang Dewi Kembang dan berkata dengan lembut, "Vira, bagaimana kalau kamu coba?"Dewi Kembang menggeleng dan menyahut, "Kalian saja nggak bisa. Aku pasti juga nggak bisa.""Kalau belum dicoba, dari mana kamu tahu nggak bisa?""Coba saja dulu. Kalau nggak berhasil, kita pikirkan cara lain. Ayo Vira."Setelah mendengar perkataan itu, wajah cantik Dewi Kembang langsung memerah.Sementara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status