Share

Bab 2986

Author: Rexa Pariaman
Puh!

Jarum hitam itu ditancapkan oleh tetua dari Tanah Suci Purba ke ubun-ubun Tetua Keenam. Seketika, Tetua Keenam merasakan sakit yang luar biasa pada roh primordialnya, seolah roh primordialnya akan hancur kapan saja.

"Jarum Pemusnah Dewa!"

Tetua Keenam segera menyadari bahwa benda yang ditancapkan ke kepalanya adalah Jarum Pemusnah Dewa.

Jarum ini merupakan salah satu artefak suci milik Tanah Suci Purba dan sangat kejam. Bahkan ahli tingkat mahasuci yang terkena Jarum Pemusnah Dewa belum ten
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2989

    Setelah Dewa Pedang Mabuk membuang pedangnya, sebelum sempat melanjutkan pelarian, punggungnya dihantam telapak tangan Yanto."Ah!"Dewa Pedang Mabuk menjerit kesakitan. Tubuhnya menghantam Formasi Mahasuci, lalu jatuh ke tanah. Muncul sebuah retakan pada roh primordialnya. Cairan keemasan pun mengalir keluar. Dia mengalami luka berat."Sekarang kamu cuma roh primordial, untuk apa masih melawan? Bukannya itu sama saja dengan menyiksa diri sendiri?"Yanto, Santika, dan tetua dari Tanah Suci Arkais berdiri berdampingan di udara. Tubuh mereka memancarkan cahaya ilahi. Aura mereka sangat mengerikan."Bagaimana kalau salah satu dari kalian berdua yang mengantarnya ke alam baka?" tanya Yanto."Biar aku." Cahaya berkilat di tangan Santika, lalu muncul sebuah tombak perang.Santika memegang tombak perang dan menukik ke bawah. Dia menusukkannya langsung ke roh primordial Dewa Pedang Mabuk.Serangan ini sangat kuat. Tombak perang itu bagaikan kilat, membawa niat membunuh yang pekat dan ketajaman

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2988

    Dewa Pedang Mabuk sangat marah sekaligus terkejut. Dia tidak menyangka Santika dan tetua dari Tanah Suci Arkais akan menyerangnya."Kalian mau apa?!"Sambil berteriak, Dewa Pedang Mabuk memanggil kembali Pedang Surya Tujuh Warna.Pedang Surya Tujuh Warna memelesat dari udara dan menahan serangan tetua dari Tanah Suci Arkais, tetapi tidak berhasil menahan serangan Santika.Santika memukul roh primordial Dewa Pedang Mabuk dengan telapak tangannya. Seketika, Dewa Pedang Mabuk merasakan sakit yang luar biasa pada roh primordialnya dan terlempar mundur.Wuss! Yanto melemparkan Pagoda Hitam Putih yang berada di tangannya.Melihat hal itu, roh primordial Dewa Pedang Mabuk sontak menghindar. Pagoda Hitam Putih memelesat pergi dan menghancurkan lebih dari sepuluh gletser.Setelah itu, para ahli dari tiga tanah suci serentak mendekati Dewa Pedang Mabuk. Aura membunuh yang dingin menyelimuti langit."Dewa Pedang Mabuk, bahkan saat berada di kondisi puncak, kamu pun nggak mungkin mampu menghadapi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2987

    Byur! Darah berhamburan.Adapun roh primordial Tetua Keenam, saat Jarum Pemusnah Dewa meninggalkan kepalanya, roh itu sudah hancur sepenuhnya.Sret! Yanto mengulurkan tangannya dan menangkap Pagoda Hitam Putih.Di sisi lain, Dewa Pedang Mabuk sudah kehilangan tubuh fisiknya setelah dihantam Pagoda Hitam Putih, kini hanya tersisa roh primordialnya. Ketika melihat Tetua Keenam dibunuh oleh Yanto, wajahnya dipenuhi keterkejutan."Yanto, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu membunuh Enam?" Roh primordial Dewa Pedang Mabuk meraung dengan marah.Saat ini, Santika dan tetua dari Tanah Suci Arkais datang ke hadapan Dewa Pedang Mabuk."Dewa Pedang Mabuk, Yanto sedang membantumu," kata tetua dari Tanah Suci Arkais.Santika ikut berkata, "Ya. Tetua Keenam bersikeras ingin membunuhmu. Kalau dia masih hidup, dia pasti akan terus bermusuhan denganmu."Dewa Pedang Mabuk sangat marah. "Omong kosong! Yanto bukan sedang membantuku. Jelas-jelas dia juga ingin mencelakaiku."Yanto membawa Pagoda Hitam Putih

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2986

    Puh!Jarum hitam itu ditancapkan oleh tetua dari Tanah Suci Purba ke ubun-ubun Tetua Keenam. Seketika, Tetua Keenam merasakan sakit yang luar biasa pada roh primordialnya, seolah roh primordialnya akan hancur kapan saja."Jarum Pemusnah Dewa!"Tetua Keenam segera menyadari bahwa benda yang ditancapkan ke kepalanya adalah Jarum Pemusnah Dewa.Jarum ini merupakan salah satu artefak suci milik Tanah Suci Purba dan sangat kejam. Bahkan ahli tingkat mahasuci yang terkena Jarum Pemusnah Dewa belum tentu mampu bertahan hidup, apalagi dia yang hanya berada di tingkat kesatuan ilahi tahap puncak."Yanto, kenapa kamu mencelakaiku?" Tetua Keenam dengan susah payah menoleh dan memandang tetua dari Tanah Suci Purba itu.Orang ini bernama Yanto. Kedudukannya di Tanah Suci Purba kurang lebih sama dengan kedudukan Tetua Keenam di Aliran Hitam Putih.Tetua Keenam tidak mengerti. Aliran Hitam Putih dan Tanah Suci Purba selama ini tidak pernah saling mengganggu. Lalu, kenapa Yanto ingin mencelakainya?Ya

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2985

    Dewa Pedang Mabuk marah. "Enam, jangan sombong. Dengan kemampuanmu yang segitu, kamu masih belum mampu membunuhku.""Oh ya?" Tetua Keenam meraung. "Matilah kamu!"Pagoda Hitam Putih yang melayang tinggi di atas kepalanya tiba-tiba menghantam ke arah Dewa Pedang Mabuk.Dewa Pedang Mabuk tak mau kalah. Dia mengayunkan lengannya. Pedang Surya Tujuh Warna membelah langit, lalu menghantam Pagoda Hitam Putih dengan keras."Cepat mundur." Ketiga ahli lainnya segera mundur setelah melihat hal itu.Bum! Pagoda Hitam Putih dan Pedang Surya Tujuh Warna beradu di kehampaan. Dalam sekejap, gelombang suara mengerikan membentuk lingkaran-lingkaran riak yang menyebar dengan cepat ke segala arah.Apa pun yang dilewatinya berubah menjadi abu.Tetua Keenam dan Dewa Pedang Mabuk sama-sama mundur sejauh lima kilometer, lalu saling menatap. Niat membunuh mereka sangat kuat.Dewa Pedang Mabuk mengulurkan tangannya. Pedang Surya Tujuh Warna mengecil dan jatuh ke telapak tangannya, memancarkan ketajaman yang t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2984

    Aliran Hitam Putih memiliki sebuah Balai Penjaga Jiwa. Di sana, setiap orang penting di dalam sekte memiliki sebuah lampu nyawa yang diawasi oleh para ahli.Kalau lampu nyawa tetap menyala, itu berarti pemiliknya masih hidup. Jika lampu nyawa padam, itu berarti pemiliknya sudah mati.Sekte-sekte lain di Hutan Belantara Timur juga memiliki tempat seperti Balai Penjaga Jiwa itu.Setelah Tetua Keenam melihat pesan di Giok Komunikasi, tubuhnya seolah disambar petir."Apa?! Ananta mati?"Tetua Keenam sulit memercayainya. Dia sangat memahami kultivasi Ananta. Secara nalar, dengan kekuatan Ananta, sekalipun dia tidak mendapatkan warisan mahasuci, dia seharusnya tidak akan mati.Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam makam?Setelah kebingungan, Tetua Keenam langsung diliputi amarah yang menggelegar. Ananta bukan hanya murid pribadinya, tetapi juga pengusung seluruh harapannya."Ananta mati. Sebenarnya siapa yang membunuh Ananta?"Setelah berpikir sejenak, tatapan Tetua Keenam tertuju pada Dewa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status