Compartir

Bab 391

Autor: Rexa Pariaman
"Ewan, kalau memang seperti yang kamu bilang, bayinya masih hidup, apa kamu punya cara untuk memastikan ibu dan bayinya sama-sama selamat?" tanya Neva lagi.

Ewan mengangguk. "Aku punya cara."

"Kalau begitu, lakukanlah," kata Neva dengan tegas, langsung mengambil keputusan.

Cakra buru-buru berkata, "Bu Neva, pikirkan baik-baik. Kalau terjadi sesuatu ...."

"Kalau terjadi sesuatu, aku yang tanggung jawab," sela Neva.

"Bu Neva, aku bukan khawatir soal siapa yang menanggung akibatnya. Aku khawatir pa
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1807

    Tinju dan mata pisau berbenturan tiga kali. Pada benturan terakhir, parang itu langsung patah oleh tinju Ewan."Hmph!"Maprana mendengus dingin. Dia menyadari bahwa kekuatan Ewan luar biasa besar, bahkan sedikit melampaui dirinya. Dia pun langsung mundur dengan cepat. Jarak antara keduanya langsung melebar hingga sepuluh meter.Mereka saling berhadapan dari kejauhan."Bukannya kamu mau bunuh aku? Kenapa berhenti? Aku nggak punya waktu untuk berbasa-basi denganmu," kata Ewan.Wajah Maprana tanpa ekspresi. Dia berkata, "Mengingat kamu baru saja menjadi ketua Organisasi Draken, aku nggak tega melihatmu mati tragis di sini. Lebih baik kamu bunuh diri saja.""Hahaha ...."Ewan tertawa keras, seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia. Lalu dia menunjuk Maprana dan berkata, "Memangnya kamu siapa berani nyuruh aku bunuh diri?"Ekspresi Maprana menjadi muram. Ketegasan Ewan benar-benar di luar dugaannya.Ewan melanjutkan, "Hari ini adalah hari pemakaman Sida. Kamu berani membuat k

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1806

    Urat di dahi Maprana menonjol. Matanya memerah dan wajahnya dipenuhi niat membunuh yang dingin. Ewan telah membunuh Mariadi dan Magana berturut-turut, membuatnya benar-benar murka."Bukan manusia namanya kalau aku nggak bunuh kamu hari ini!"Terpancar tekanan yang besar dari tubuh Maprana, seolah-olah dia menyatu dengan langit dan bumi, tanpa celah sedikit pun.Seorang ahli tertinggi!Mata Ewan sedikit menyipit. Dia menyadari bahwa kemampuan Maprana jauh lebih kuat dibandingkan Mariadi dan Magana."Bunuh!" teriak Maprana dengan keras. Dia melangkah maju dan tiba di depan Ewan seketika, lalu melayangkan pukulan.Bruk!Ewan juga melayangkan pukulan. Tinju mereka bertabrakan dengan keras. Dalam sekejap, terdengar suara seperti benturan logam, bahkan percikan api muncul dari kedua tinju mereka.Semua orang yang hadir terkejut."Luar biasa!""Mereka seperti para ahli yang keluar langsung dari novel silat.""Pantas saja Sida menyerahkan posisi ketua kepada Ewan. Walaupun masih muda, kemampua

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1805

    Maprana mengangguk. Dia juga mengira bahwa Magana terbunuh oleh Ewan karena meremehkan lawan. Bagaimanapun juga, Ewan masih terlalu muda."Anak muda, ajalmu sudah tiba."Mariadi mengentakkan kaki kanannya ke tanah. Tubuhnya langsung melesat seperti peluru meriam dan seketika sudah tiba di depan Ewan.Plak!Mariadi melayangkan satu telapak tangan ke arah dada Ewan.Ewan tetap berdiri di tempat tanpa bergerak. Ketika telapak tangan Mariadi tinggal sekitar 20 sentimeter darinya, Ewan melayangkan satu pukulan.Bum!Tinju mereka bertabrakan, menimbulkan suara benturan yang berat.Namun, tinju dan telapak tangan itu dilapisi oleh energi dalam. Keduanya tetap mempertahankan posisi serangan dan berdiri di tempat tanpa bergerak. Ekspresi Mariadi seketika berubah drastis. Dia merasakan ada kekuatan dahsyat dari tinju Ewan yang menyerbu ke dalam meridiannya dan menghancurkan meridiannya satu demi satu."Kamu ... kamu ...."Mariadi menatap Ewan dengan mata penuh ketakutan.Dia tidak mengerti, baga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1804

    Magana dibunuh oleh Ewan di tempat. Seluruh lokasi langsung gempar.Semua orang memandang Ewan dengan tatapan yang berbeda.Mereka tidak menyangka bahwa ketua muda Organisasi Draken ini bertindak begitu tegas. Tanpa sepatah kata pun, dia langsung membunuh Magana.Dewa Perang menatap Ewan dan di matanya muncul rasa kagum. Seorang pria memang tidak boleh ragu sedikit pun saat bertindak kejam. Itulah lelaki sejati!Maprana dan Mariadi juga sempat terpaku.Jelas, ketegasan Ewan benar-benar di luar dugaan mereka. Kalau tidak, apa pun yang terjadi, mereka tidak akan membiarkan Magana dibunuh di depan mereka."Adik ...."Mata Maprana memerah.Mariadi yang pertama tersadar kembali. Dia menunjuk Ewan dan berteriak dengan marah, "Mau dewa yang turun dari langit sekalipun, nggak ada yang bisa nolong kamu hari ini!"Ewan menunduk dan melirik jam tangannya. "Masih ada delapan menit."Apa maksudnya?Semua orang bingung.Ewan memandang Mariadi dan Maprana lalu berkata, "Upacara perpisahan Sida akan r

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1803

    "Sombongnya, nggak takut mati konyol apa?"Dewa Perang menatap Mariadi dengan wajah yang sangat muram. Dia juga tidak menyangka bahwa pada pertemuan kali ini, sikap Mariadi berubah total dan menjadi sangat arogan.Jelas sekali, kepercayaan diri Mariadi berasal dari Maprana.Maprana telah mengasingkan diri untuk berkultivasi selama bertahun-tahun. Sekarang setelah dia keluar, kekuatannya pasti telah meningkat pesat.'Entah sudah sampai tingkat apa kultivasinya sekarang?' Tatapan Dewa Perang beralih ke Maprana.Maprana memperhatikan tatapan itu lalu berkata dengan dingin, "Hari ini adalah urusan antara kami dan Ewan. Kusarankan sebaiknya kalian semua yang ada di sini jangan ikut campur. Kalau nggak, jangan salahkan aku kalau aku bertindak tanpa ampun."Swish!Begitu kata-katanya selesai, tubuh Maprana berubah menjadi bayangan. Semua orang hanya merasa pandangan mereka berkelebat, dan saat melihat dengan jelas kembali, Maprana sudah berada tepat di depan Dewa Perang.Apa yang ingin dilaku

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1802

    "Di mana Ewan? Keluar dan terima kematianmu!"Suara itu menggema di setiap sudut alun-alun, membuat gendang telinga para tamu dan murid Organisasi Draken yang hadir hampir pecah.Ada yang buat keributan?Tanpa dikomando, semua orang menoleh ke arah timur laut.Terlihat tiga sosok yang berjalan mendekat. Mereka mengenakan jubah naga berwarna ungu, dengan mahkota emas yang mengikat rambut mereka dan memancarkan aura luar biasa.Setiap langkah mereka berderap keras. Lalu di tanah langsung muncul jejak kaki sedalam lima sentimeter."Siapa mereka?""Aura mereka sangat kuat!""Sepertinya mereka datang dengan niat buruk!"Dewa Perang menoleh sekilas. Matanya tampak sedikit menyipit. Dia sudah mengenali tiga tamu tak diundang itu.Maprana, Mariadi, dan Magana dari Kota Terlarang!Tandi tiba-tiba berdiri dan berteriak, "Pengawal, hentikan mereka!"Swish swish swish!Belasan prajurit yang memegang senapan segera maju dan berdiri di depan Maprana dan dua orang lainnya."Enyahlah!" Magana mengibas

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 60

    Begitu Tripta menanyakan soal Dylan, Ewan langsung paham bahwa Tripta sedang mengujinya. Karena hilangnya Dylan, Tripta mulai curiga padanya.Meski dalam hati Ewan langsung meningkatkan kewaspadaan, wajahnya tetap tenang tanpa menunjukkan ekspresi mencurigakan. Dia menjawab dengan tenang dan serius,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 64

    Seluruh ruangan terdiam karena terkejut. Tak ada satu pun yang menyangka bahwa Ewan akan menampar Hamdan dalam situasi seperti ini.Habis sudah. Ini gawat!Wajah Neva langsung pucat.Tripta pun terkejut sesaat, tetapi kemudian senyumnya semakin lebar di balik wajahnya yang berpura-pura terkejut. Dal

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 61

    "Pak Bagas, Anda mungkin belum tahu, Kepala Bagian Bedah, Bu Neva, justru mendukung Ewan untuk menangani Pak Hamdan. Saya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa," kata Tripta dengan suara pura-pura tak berdaya."Aku nggak peduli bagaimana caranya, kamu harus hentikan mereka sekarang juga! Aku sedang

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 78

    Neva tinggal di sebuah apartemen studio. Saat Ewan sampai, Neva masih memakai masker wajah. Ketika melihat penampilan Ewan, Neva sempat tertegun.Malam ini, Ewan mengenakan jas biru tua yang dipadukan dengan kemeja putih dan dasi burgundi. Penampilannya tampak modis dan gagah, senyumannya memberi ke

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status