Share

Bab 594

Penulis: Rexa Pariaman
Tok, tok! Millie menarik napas dalam-dalam, lalu mengetuk pintu rumah.

"Siapa itu?" Dari dalam terdengar suara tua.

Beberapa saat kemudian, pintu perlahan terbuka. Seorang pria tua beruban, memakai kaus singlet, keluar dari dalam.

"Millie?" Ketika melihat Millie, pria tua itu pun tertegun di tempat. Jelas sekali, dia sama sekali tidak menyangka bahwa yang datang adalah putrinya.

"Ayah!" panggil Millie sambil tersenyum.

Sang ayah bertanya dengan gembira, "Kok kamu pulang?"

"Aku pulang untuk menje
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2159

    "Aku sudah lama berkecimpung di dunia ini, jadi aku sangat paham. Wanita di dunia hiburan kadang bahkan nggak punya harga diri.""Kamu nggak tahu, kadang demi mendapatkan peran kecil atau kesempatan tampil, mereka harus menemani sutradara dan produser minum, sampai muntah darah.""Kalau bertemu sutradara atau investor yang nggak benar, itu bukan sekadar minum saja, mereka juga harus mengorbankan tubuh, menghadapi berbagai aturan tak tertulis.""Jadi, kalau bisa memaafkan, maafkan saja."Ewan menghela napas. "Kamu benar-benar baik hati."Candy menggeleng. "Ini bukan soal baik hati, tapi aku tahu dunia hiburan itu seperti tempat penuh campuran. Nggak ada yang benar-benar mudah."Ewan berkata, "Memang benar, dunia hiburan itu rumit dan kamu masih bisa sesuci itu di tengah-tengah kekacauan.""Kalau itu memang benar." Candy berkata dengan sedikit bangga, "Siapa suruh aku punya kakek yang hebat."Ewan tiba-tiba teringat sesuatu, lalu bertanya, "Candy, kamu anggota Aula Raja Maut, juga cucu T

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2158

    Di dalam ruang privat.Candy berkata, "Ewan, aku antar kamu ke rumah sakit."Ewan menjawab, "Nggak perlu, aku benaran nggak apa-apa.""Minyak panas sebanyak itu kena tubuhmu, mana mungkin nggak apa-apa? Dengarkan aku, cepat ikut aku ke rumah sakit." Candy panik sampai kembali menangis."Aku sendiri dokter. Perlu ke rumah sakit atau nggak, aku bisa menilainya sendiri. Kamu nggak perlu khawatir, aku benaran nggak apa-apa."Setelah berkata demikian, Ewan mengambil tisu, lalu menghapus air mata Candy dengan lembut sambil berkata, "Jangan menangis lagi, nanti jadi jelek."Candy masih belum tenang. "Benaran nggak apa-apa?""Benaran nggak apa-apa.""Kalau begitu, tunjukkan padaku."Tak punya pilihan, Ewan berbalik membelakangi Candy dan mengangkat bajunya. Seketika, Candy melihat di punggung Ewan ada sedikit kemerahan dan bengkak. Selain itu, tidak ada hal lain."Eh, benaran nggak apa-apa?" Candy agak terkejut.Ewan tersenyum, "Kulitku tebal."Pfft ....Candy tertawa, lalu matanya kembali mem

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2157

    "Apa?"Candy tadi mengira seluruh panci minyak panas itu tumpah ke lantai. Sekarang setelah mendengar kata-kata Vista, wajahnya langsung berubah drastis. Dia segera melihat ke punggung Ewan. Saat melihat pakaian di punggung Ewan sudah basah oleh minyak panas, air matanya langsung mengalir."Ewan, kamu gimana? Sakit nggak?" tanya Candy sambil menangis."Nggak sakit," jawab Ewan jujur.Candy sama sekali tidak percaya, tangisnya semakin menjadi. Dengan panik dia menarik tangan Ewan dan berkata, "Aku bawa kamu ke rumah sakit."Ewan tersenyum, "Aku nggak apa-apa, nggak perlu ke rumah sakit."Candy berkata, "Itu sepanci penuh minyak panas, mana mungkin nggak apa-apa? Cepat, ikut aku ke rumah sakit!"Vista tertawa, "Ckckck, masih bilang kalian bukan pasangan. Kalau bukan, kenapa kamu sekhawatir itu sama dia?""Candy, wanita sepertimu sudah sering aku lihat. Di luar terlihat polos dan tak bersalah, padahal sebenarnya kotor dan penuh tipu daya. Kamu berani bilang kamu mendapatkan peran itu buka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2156

    Candy sama sekali tidak berjaga-jaga. Ditambah lagi dia sedang minum, tiba-tiba melihat wanita itu menyendok minyak panas dan menyiramkannya ke wajahnya, Candy langsung menjerit ketakutan."Ah ...."Reaksi Ewan sangat cepat. Dia menarik tangan Candy secepat kilat dan memeluknya. Seketika, minyak panas itu tersiram ke dinding. Tatapan wanita itu dipenuhi kebencian, lalu dengan cepat dia membalikkan panci hotpot.Dalam sekejap, minyak panas yang mendidih kembali menyiram ke arah Candy.Bisa dibayangkan betapa fatalnya akibatnya kalau sepanci penuh minyak panas itu mengenai Candy. Wajahnya akan rusak dan tubuhnya akan mengalami luka bakar parah. Bagi seorang wanita, yang paling penting adalah wajahnya, apalagi Candy adalah seorang bintang.Kalau sampai terkena, hidup Candy benar-benar akan hancur.Tentu saja Ewan tidak akan membiarkan Candy terluka. Dalam situasi genting, tubuhnya berputar cepat melindungi Candy.Plak!Pakaian di punggung Ewan langsung basah oleh minyak panas. Namun, Ewan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2155

    "Ewan, aku kenalkan ya. Kak Vista sama sepertiku, dia juga penyanyi.""Tapi Kak Vista debut lebih dulu dariku. Sebelum aku debut, dia sudah jadi penyanyi level diva, punya banyak lagu hits yang terkenal. Belum lama ini dia juga diundang ke Haldaria untuk menghadiri acara peringatan 25 tahun kembalinya Haldaria.""Bukan cuma itu. Dalam beberapa tahun terakhir Kak Vista juga terjun ke dunia akting, membintangi banyak film dan drama, bahkan beberapa kali memenangkan penghargaan aktris terbaik.""Pokoknya, Kak Vista adalah superstar yang punya kecantikan dan kemampuan sekaligus, dia juga idolaku."Ewan bisa menangkap bahwa kata-kata Candy sedikit dilebihkan. Dia tersenyum tipis pada wanita itu dan berkata, "Aku Ewan, senang bertemu denganmu.""Halo, aku Vista."Sikap wanita itu terhadap Ewan sangat dingin. Setelah memperkenalkan diri, dia tidak lagi memperhatikannya."Kak Vista, ayo makan hotpot?" kata Candy."Kalau begitu aku nggak sungkan lagi." Wanita itu mengambil sendok dan mulai maka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2154

    Pintu ruang privat tiba-tiba didorong terbuka. Candy bereaksi cepat, langsung menundukkan kepala agar tidak dikenali orang. Ewan merasa sedikit kesal. Siapa yang tidak tahu diri, berani mengganggu dia makan bersama Candy?Dia pun menoleh.Ewan sempat tertegun. Di luar pintu berdiri seorang wanita.Lebih tepatnya, seorang wanita yang sangat cantik.Usianya belum sampai 30 tahun, wajahnya menarik, dengan riasan tebal. Rambut panjangnya dibuat bergelombang besar dan dia mengenakan topi ala wanita kaya. Dia memakai mantel bulu hitam, di lehernya tergantung liontin giok zamrud, di telinganya bergantung anting Cartier yang mencolok, dan di tangannya ada tas Hermes edisi terbatas. Aura kemewahan terpancar jelas.Di kakinya, dia memakai sepatu bot hak tinggi, membuat tubuhnya yang sudah tinggi terlihat semakin jenjang, seperti seorang supermodel.Sebelum Ewan sempat bertanya siapa wanita itu, wanita tersebut sudah masuk ke dalam ruangan, lalu berseru dengan wajah penuh antusias, "Oh my God, be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status