Share

Bab 610

Author: Rexa Pariaman
Ewan berkerut, wajahnya penuh kecemasan. Situasi di Desa Jager memang aneh. Tidak ada satu pun petunjuk yang bisa dipakai, membuatnya seakan tidak tahu harus mulai dari mana.

Setelah berpikir sejenak, Ewan berkata, "Paman Gatra, kudengar orang pertama yang mati itu seorang anak kecil?"

"Betul," jawab Gatra. "Itu anaknya keluarga Lambo, mati di dalam sumur."

"Anak itu sebenarnya pintar, prestasinya di sekolah juga bagus. Sayang sekali, harus mati muda."

"Orang tuanya setiap hari hanya bisa menang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1821

    Ewan berkata, "Lebih baik kita sepakati sekarang saja, supaya nanti kamu nggak menyesal.""Apakah di antara manusia sudah nggak ada lagi kepercayaan sedikit pun?" kata Nazar dengan kesal. "Apakah di matamu aku ini orang licik yang nggak menepati janji?"Ewan mengangguk. "Ya!"Dasar kamu!Nazar berkata, "Jangan banyak omong. Cepat datang dan bawa aku keluar. Jimat pedang satu lembar 200 miliar. Aku bawa 10 lembar."Ewan berkata, "Belakangan ini aku sedang kekurangan uang. Aku takut nggak bisa mengeluarkan sebanyak itu."Nazar berkata, "Kamu ini ketua Organisasi Draken, bisa menggerakkan dana ratusan triliun. Masa nggak punya satu triliun? Ditambah lagi Lisa adalah presdir grup. Masa nggak punya uang segitu?"Ewan berkata dengan tenang, "Nggak bisa.""Menurutku, kamu jelas-jelas ingin memanfaatkan situasi!" kata Nazar dengan marah."Kenapa kamu memandangku seperti itu? Aku bukan orang seperti itu. Hanya saja akhir-akhir ini aku memang kekurangan uang," kata Ewan tanpa rasa malu.Nazar be

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1820

    'Terjadi masalah sama temanku?'Hati Ewan langsung terkejut. Dia segera bertanya, "Boleh saya tahu teman saya yang mana yang mengalami masalah?"Polisi itu menjawab, "Saya tidak tahu namanya. Bagaimana pun kami bertanya, dia tidak mau bicara.""Hm?" Ewan semakin bingung lalu bertanya lagi, "Seperti apa penampilannya?"Polisi menjawab, "Seorang pendeta tua."Si tua bangka itu? Sudah sampai Papandaya secepat ini?Wajah Ewan langsung tampak canggung. Dia berkata, "Maaf, saya nggak kenal pendeta apa pun dan juga tidak punya teman pendeta. Anda pasti salah sambung."Setelah berkata demikian, Ewan langsung menutup telepon. Dia menebak bahwa si tua bangka itu pasti lagi-lagi tertangkap di tempat hiburan malam. Sial sekali!Ewan keluar dari kamar. Neva sudah mengajak Mini dan Tiara duduk di ruang tamu, tepat di meja makan. Aruna keluar dari dapur sambil membawa hidangan dan berkata dengan senyum, "Ewan, cepat duduk, ayo makan."Ewan memang sudah lapar. Dia duduk, lalu mereka semua mulai makan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1819

    "Sida sudah meninggal," kata Ewan sambil meletakkan Pedang Cahaya Senja. "Aku baru kembali dari Wilayah Miro hari ini.""Organisasi Draken menyerang Sekte Hyang, dan Sida gugur dalam pertempuran. Mariadi, Magana, dan Maprana dari Kota Terlarang juga kubunuh di Wilayah Miro." Wajah Neva penuh keterkejutan. Dia terdiam sejenak, lalu mendekati Ewan dan meraba tubuhnya dari atas sampai bawah."Kak Neva, kamu sedang apa?" tanya Ewan dengan bingung."Aku ingin melihat apakah kamu terluka," kata Neva dengan wajah penuh perhatian."Tenang saja, aku nggak terluka," kata Ewan. "Aku juga ingin memberitahumu satu hal lagi, tapi kamu harus merahasiakannya.""Mini adalah putri kandung Sida.""Apa?"Neva tercengang.Ewan berkata, "Dulu Sida jatuh cinta dengan sang Santa dari Sekte Hyang, Ranti. Mereka kemudian memiliki seorang anak, yaitu Mini. Sebelum meninggal, Sida memintaku untuk menjaga Mini. Karena itu aku membawanya kembali ke sini.""Sedangkan Tiara adalah tabib nomor satu di Wilayah Miro. Ke

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1818

    Pukul satu siang. Pesawat mendarat di Papandaya."Mini, sekarang kamu tinggal di mana?" tanya Ewan. Dia berencana menempatkan Tiara tinggal bersama Mini."Aku tinggal di asrama staf rumah sakit," jawab Mini."Apakah masih ada kamar kosong di asrama?" tanya Ewan lagi.Mini menggeleng. "Sudah nggak ada." Sepertinya dia harus mencarikan tempat tinggal lain untuk Tiara.Pada saat itu, ponsel Ewan tiba-tiba berdering. Yang menelepon adalah Aruna. Ewan segera mengangkatnya dan berkata, "Bu!""Ewan, kamu di mana?" tanya Aruna."Aku baru turun dari pesawat, sedang dalam perjalanan pulang," jawab Ewan."Kalau begitu cepat pulang untuk makan," kata Aruna.Ewan bertanya, "Bu, kapan Ibu kembali dari Soharia?"Aruna berkata, "Aku kembali pagi-pagi tadi. Kamu cepat pulang, aku menunggumu makan di rumah."Ewan melirik Mini dan Tiara, lalu berkata, "Bu, aku bawa dua teman pulang untuk makan. Nggak masalah, 'kan?""Nggak masalah, nggak masalah. Cepat pulang!"Setelah berkata demikian, Aruna langsung me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1817

    "Kalau kamu berhasil memusnahkan Kota Terlarang, semua krisis akan terselesaikan. Kalau kamu nggak bisa memusnahkannya, kamu yang akan mati.""Setelah kamu mati, aku akan menggunakan identitasku sebagai istri ketua untuk diam-diam menarik satu pasukan elite Organisasi Draken dan bersembunyi. Kami akan menahan diri, memperkuat kekuatan, lalu menunggu kesempatan untuk bangkit kembali."Ewan sedikit kesal. "Kamu benar-benar berharap aku mati?""Hehehe ...." Cantika tertawa manja lalu berkata, "Tentu saja aku nggak ingin kamu mati. Bagaimanapun juga, aku masih belum cukup menikmati dirimu.""Kalau kamu suka, coba saja lagi."Efek racun sudah hilang dan kekuatan Ewan kembali pulih. Kali ini dia ingin menebus rasa malu sebelumnya. Dia langsung mengambil inisiatif.Beberapa saat kemudian, Cantika mulai memohon, "Ewan, tolong lepaskan aku ... sakit ...."....Keesokan harinya.Para petinggi Organisasi Draken berkumpul di depan patung perunggu Sida.Pandangan Ewan menyapu wajah semua orang satu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1816

    Ewan langsung membelalakkan matanya dan menatap Cantika, lalu menelan ludah.Tubuh seperti apa ini? Kulitnya putih mulus, pesonanya memikat. Benar-benar wanita yang dilahirkan dengan kecantikan luar biasa!"Kalau aku nggak bisa jadi ketua, jadi istri ketua juga nggak buruk." Cantika tersenyum nakal, lalu langsung menerjang ke arah Ewan."Cantika, apa yang kamu lakukan?" bentak Ewan. "Jangan sembarangan."Namun, Cantika sama sekali tidak mendengarkan kata-kata Ewan. Dalam beberapa gerakan saja dia sudah menanggalkan pakaian Ewan."Tak kusangka, kamu kelihatan cukup kurus waktu berpakaian, tapi setelah dilepas ototmu ternyata kekar juga. Aku suka." Cantika menjilat sudut bibirnya, matanya dipenuhi senyum menggoda."Cantika, jangan sembarangan." Ewan buru-buru berkata, "Kamu ini adik Sida. Sida adalah senior bagiku, kamu nggak boleh melakukan hal seperti ini.""Aku bukan adik kandung Sida, jadi apa yang perlu ditakutkan?" kata Cantika, lalu langsung mencium Ewan."Pergi!"Ewan ingin mendo

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 292

    Bam! Tubuh Atta terpental ke samping, lalu menghantam tanah dengan keras. Dari mulutnya menyembur darah segar."Berengsek! Ternyata kamu menyembunyikan kekuatanmu!" Mata Atta membara, penuh dengan amarah. Dia ingin sekali merobek Raja Naga menjadi serpihan.Dia semula mengira Raja Naga sudah kehilan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 301

    Lisa selesai bicara lalu berjongkok. Rasa kantuk Ewan langsung lenyap tanpa jejak. Dia menginjak pedal gas dalam-dalam dan mobil melesat seperti anak panah.Lima belas menit kemudian."Oh ...."Diiringi seruan Ewan, Lisa mengangkat kepala dan bertanya, "Sekarang masih ngantuk?""Nggak."Ewan berguma

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 345

    "Kumohon, lepaskan Ewan," pinta Lisa sambil menatap Hanjaya.Melihat pemandangan itu, hati Ewan terasa seperti ditusuk jarum. Dia sangat mengenal Lisa. Lisa bukan tipe orang yang mudah tunduk pada siapa pun. Namun, hari ini Lisa sampai berlutut di hadapan sang kakek demi memohon untuknya.Hal itu me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 366

    Dua jam kemudian, pesawat mendarat di Bandara Papandaya.Sebuah mobil sedan Mercedes sudah menunggu di luar bandara sejak lama.Dinda mengenakan jaket kulit hitam yang ketat, menonjolkan lekuk tubuhnya. Sepasang sepatu bot hak tinggi melengkapi penampilannya yang dingin dan menarik banyak pasang mat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status