Share

Bab 732

Author: Rexa Pariaman
Di Rumah Sakit Papandaya, Departemen Pengobatan Tradisional, kantor kepala.

Begitu Ewan menutup telepon, Betandi, Eko, dan Mini langsung bergegas masuk.

"Ada apa? Kok tergesa-gesa begitu?" tanya Ewan sambil menatap mereka.

Dengan wajah penuh semangat, Betandi menjawab, "Pak Ewan, Teja menerima tantangan!"

"Cuma itu?" Tatapan Ewan tampak agak aneh.

"Ya! Bukankah itu kabar bagus?" tanya Betandi sambil tersenyum.

Ewan mengangguk. "Memang kabar bagus, tapi aku sudah tahu sejak satu jam yang lalu."

"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rutewi
2 bab yg bagus, patut diapresiasi, kasih gem
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1849

    "Kok Master tahu?" tanya penjaga gunung."Aku tentu pernah melihat ...." Nada bicara Nazar tiba-tiba berubah. "Kenapa kamu menanyakan itu? Minta dipukul?"Penjaga gunung segera menutup dahinya dengan tangan.Ewan diam-diam menghitung. Di tempat ini ada 99 peti mati merah tua. Kemudian, dia berjalan lebih ke dalam.Tak lama kemudian, mereka tiba di ruang makam lain. Di dalam ruang makam itu berantakan sekali. Ada sepuluh peti mati di dalamnya.Semua peti mati telah dibuka. Bukan hanya tutup petinya yang dibuang sembarangan di lantai, bahkan ada beberapa kerangka yang juga dilempar ke tanah. Di dalam peti mati juga tidak ada barang pemakaman apa pun.Ewan memperhatikan bahwa sesekali di dasar peti mati terlihat pecahan porselen dan potongan tembaga."Sepertinya orang tua itu benar, makam besar ini sudah pernah didatangi pencuri makam," kata Ewan.Tandi bertanya, "Tapi dari mana pencuri makam itu masuk?"Ewan berkata, "Kalau kita terus masuk, seharusnya kita akan menemukan jawabannya."Me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1848

    "Ewan, cepat lihat ke dalam!" teriak Tandi dengan penuh ketakutan.Sebenarnya tanpa perlu diingatkan, saat pintu perunggu itu dihancurkan oleh pukulan, pandangan Ewan sudah langsung tertuju ke dalam.Saat ini, di dalam pandangan Ewan, muncul banyak peti mati merah tua.Jumlah peti mati itu sedikitnya ada 70 sampai 80 buah. Setiap peti berwarna merah tua, tergeletak berantakan ke segala arah. Di bawah sorotan senter, semuanya memancarkan aura yang suram dan aneh.Penjaga gunung berseru kaget, "Ya Tuhan, banyak sekali peti mati."Plak! Nazar memukul kepala penjaga gunung dan memarahi, "Nggak berwawasan."Penjaga gunung memegang kepalanya. Wajahnya penuh keluhan.Ewan mengangkat kakinya, bersiap melangkah masuk, tetapi suara Nazar kembali terdengar. "Nggak beres! Benar-benar nggak beres!"Ewan pun menurunkan kembali langkahnya dan bertanya, "Apanya yang nggak beres?"Nazar menjelaskan, "Di dalam makam seperti ini, dalam keadaan normal, peti-peti mati seharusnya disusun dengan rapi dan ter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1847

    Tangga itu dibangun dari batu biru, panjang 1 meter dan lebar 33 sentimeter. Pada setiap anak tangga terukir pola naga yang indah."Ternyata tangga bermotif naga." Ekspresi Nazar sedikit berubah."Apa ada maknanya?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Di zaman dahulu, naga melambangkan kaisar. Kaisar juga menyebut dirinya sebagai putra naga. Baik makam pejabat maupun makam rakyat biasa nggak boleh menggunakan tangga bermotif naga. Tapi di sini justru digunakan tangga naga. Dari sini dapat disimpulkan kalau makam kuno ini sangat mungkin merupakan makam kaisar."Makam kaisar! Tandi dan penjaga gunung langsung terkejut.Penjaga gunung bertanya, "Master, kalau benar ini makam kaisar, apa di dalamnya ada banyak harta?"Plak! Nazar memukul dahi penjaga gunung itu dan memarahi, "Dasar nggak punya masa depan! Aku peringatkan, meskipun di dalamnya ada harta, kamu nggak boleh ambil secara pribadi. Kalau nggak, itu namanya kejahatan."Tandi juga menambahkan, "Master benar. Barang-barang di makam kuno ada

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1846

    Setelah Gerbang Abadi Perunggu dihancurkan oleh satu pukulan Ewan, muncullah sebuah lubang gelap pekat.Ewan berjalan ke depan lubang itu, menjulurkan kepala dan melihat ke bawah. Dia melihat sebuah tangga yang langsung menuju ke bawah tanah, tak terlihat ujungnya."Bersiaplah, sebentar lagi kita masuk ke makam," kata Ewan.Tandi segera berkata, "Aku akan bawa beberapa prajurit masuk bersamamu."Nazar berkata, "Tandi, sebaiknya kamu nggak perlu masuk. Makam ini penuh keanehan, pasti masih ada bahaya di bawah."Tandi berkata, "Justru karena ada bahaya, aku memutuskan untuk masuk. Semakin banyak orang, semakin bisa saling menjaga."Nazar mencibir. "Bahaya biasa saja sudah bisa diselesaikan oleh aku dan bocah ini. Kalau bahkan kami nggak bisa mengatasinya, kalian masuk juga hanya akan menambah masalah."Tandi langsung terdiam, tidak bisa membalas.Ewan berpikir sejenak, lalu berkata, "Tandi, kamu ikut masuk saja, tapi nggak perlu bawa orang lain.""Baik." Tandi mengangguk setuju.Saat itu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1845

    'Sok hebat!' umpat Ewan dalam hati.Sepuluh detik kemudian, Nazar mengibaskan kocokan ekor kudanya dan berteriak keras, "Petir datang!"Boom! Sebuah kilat setebal gelas air muncul begitu saja di udara dan menghantam Gerbang Abadi Perunggu.Adegan ini benar-benar membuat para prajurit yang hadir tercengang."Hebat sekali!""Dia hanya berkata 'petir datang', terus petir benar-benar muncul. Apa ini yang disebut sihir tertinggi Tao, ucapan menjadi kenyataan?""Memang pantas menjadi pemimpin Akademi Nagendra, benar-benar seperti dewa!"Para prajurit menatap Nazar, satu per satu menunjukkan ekspresi kagum. Felix juga memandang Nazar dengan penuh hormat. Sedangkan penjaga gunung itu, selain terkejut, juga merasa ngeri di dalam hati."Metode pendeta tua ini benar-benar mengerikan. Untung tadi aku nggak menyinggungnya. Kalau nggak, sekali dia manggil petir, aku bisa langsung berubah jadi abu."Namun, saat semua orang masih berada dalam keterkejutan, wajah Nazar malah menjadi masam, sama sekali

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1844

    "Gerbang Abadi Perunggu, siapa pun yang masuk tanpa izin akan mati!"Begitu kalimat Nazar dilontarkan, para prajurit yang sedang menggali langsung memperlihatkan ekspresi ketakutan, refleks mundur beberapa langkah. Semuanya takut terlibat masalah.Bahkan wajah Felix pun menjadi serius."Hmph! Siapa pun yang masuk akan mati? Besar sekali mulutnya!" Ewan mendengus dingin, lalu berkata lagi, "Jangan-jangan orang ini ingin menjadi makhluk abadi setelah mati?"Nazar berkata dengan serius, "Kemungkinan itu memang nggak bisa dikesampingkan.""Pada zaman dahulu, ada beberapa kaisar yang saat hidup nggak bisa mencapai keabadian, lalu berkhayal bisa menjadi makhluk abadi setelah mati.""Yang paling terkenal adalah Kaisar Soraja. Saat masih hidup dia mengutus bawahannya membawa 3.000 pemuda dan gadis berlayar ke timur untuk mencari obat keabadian, tapi bawahannya nggak pernah kembali.""Lalu Kaisar Soraja memerintahkan pembangunan besar-besaran di Gunung Ligan untuk membangun makam raksasa. Konon

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 470

    Perubahan yang mendadak itu membuat semua orang terpana.Ewan mendongak. Dia hanya melihat seorang pria berjubah militer yang menggenggam sebilah pedang perang dan menebas langsung ke pentagram di udara.Pria itu berusia sekitar 30 lebih, wajahnya begitu tampan dan fitur wajahnya tampak tegas. Tatap

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 500

    Hiram melirik sekilas token emas murni itu, lalu berkata dengan nada meremehkan, "Itu token Organisasi Draken, 'kan? Bukan cuma kamu yang punya, aku juga punya."Selesai berbicara, dia pun merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah token emas murni. "Aku juga punya. Bahkan apa yang kamu nggak punya, ak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 491

    "Dulu ibuku begitu baik sama kamu, kamu lupa? Dia lagi cedera, kamu malah memukulnya. Apa hatimu sudah dimakan anjing?"Plak! Ewan maju lagi, kembali menampar wajah Mona."Ewan, dasar bajingan! Kamu berani tampar aku? Kali ini riwayatmu pasti tamat!" Mona benar-benar murka. Bukan hanya karena Ewan y

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 507

    "Kamar Dagang Quora sebesar itu, nggak mungkin nggak ada masalah. Dengan begitu, nanti aku bisa punya alasan yang sah untuk menyingkirkan Hiram.""Ewan, kalau Hiram sudah disingkirkan, siapa yang akan jadi ketua?" tanya Abyaz.Orang pertama yang terlintas di kepala Ewan adalah Lisa. Pertama, Lisa pu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status