Share

SEPUCUK SURAT

Author: suciradewi
last update publish date: 2026-05-18 20:19:30

“M-maaf, Al. Ini salah,” Hary menahan tangan Alda lalu mengancing kembali kemejanya. Ia pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri.

Alda berdecak kesal sambil mengacak rambutnya. Ia merasa dipermalukan.

“Suster Ulfa, jemput saya di Apartemen Lavender Gedung A lantai 17 kamar 09!”

“Baik, Bu. Saya akan segera kesana!”

Hary mencuci wajahnya lalu bercermin. “Kau sangat bodoh, Hary! Bisa-bisanya kau lupa apa tujuanmu! Kau harus ingat betapa jahat dan manipulatifnya dia. Di balik sikap manisnya, pas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   ORANG YANG SAMA

    Olin membereskan semua barang-barangnya. Ia Menyusun barang-barang pribadinya di rumah masa kecilnya.“Bertahun-tahun aku merantau ke ibu kota demi menyembuhkan trauma atas kematian Kak Cika. Kini, aku justru kembali ke rumah ini karena gagal dalam misi itu. Mirisnya, orang yang membuatku terluka adalah orang yang berjanji untuk membuatku sembuh dari trauma,” Olin mengusap air matanya.Olin memajang kembali foto-foto dirinya dengan sang kakak di tembok dan juga meja. Meski diiringi deraian air mata. Olin bertekad untuk kuat.“Kata orang jika kita ingin sembuh dari luka maka kita harus mampu menahan rasa perihnya ketika luka itu kita oleskan obat. Aku pasti bisa melalui semuanya. Membuka lembaran baru di rumah lama.”Hary terus menghubungi Olin namun nomor kontaknya kini sudah diblokir.“Sosial mediaku juga diblokir?” Hary tertunduk lemas sambil menatap layar ponselnya. Olin tertidur pulas setelah merapikan barang-barangnya. Tiba-tiba ia merasakan tetesan air di wajahnya.“Hujan? Ata

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   MENGHILANGNYA BARA

    Sejak Rima menolak cintanya, Bara terlihat murung. Bara juga terus menghindari Rima. Bahkan saat perjalanan study tour ke Bali, Bara menukar posisi duduknya di bus dengan Ivan.“Van, bisa tukar kursi gak?” pinta Bara.“Bara? Tumben banget ini orang mau bersuara,” gumam Ivan. “Van? Boleh ‘kan?” Bara menyelipkan uang pecahan serratus ribu sebanyak tiga lembar ke tangan Ivan.Ivan beranjak dari kursinya dan pindah ke kursi belakang.“Oke!” Ivan mengacungkan kedua jempolnya.“Hai, Rima!” sapa Ivan dengan senyum lebar.“Van, kayaknya lu salah kursi. Ini kursinya Bara,” Rima menunjuk nama yang tertempel pada kursi.Ivan menukar kertas tempelan berisi nama yang tertempel di kursi Bara dengan miliknya.“Nah, sekarang kursi ini jadi tempat gue ‘kan?” Ivan dengan santai menduduki kursinya.“Tapi, Bara,” kata Rima.“Bara yang minta kami tukar kursi. Mungkin dia malu karena lu tolak cintanya,” bisik Ivan sambil menahan tawa.Bara yang duduk di depan kursi Rima bisa mendengarnya namun memilih acu

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   FITNAH

    “Kak Alda!” panggil Rima yang masih mengenakan seragam SMA.“Rima, kamu dari mana? Kakak cari-cari kamu lho,” tanya Alda sambil mengatur napasnya.“Maaf, Kak. Aku lupa izin, hari ini ada kerja kelompok. Aku dan Bara cari bahan materinya di perpustakaan,” jawab Rima.“Lain kali izin dulu , Dek. Kalian satu kelas?” tanya Alda sambil memperhatikan Bara.“Ya, kami satu kelas, Kak. Bara perkenalkan ini Kak Alda kakakku,” ujar Rima.Bara tersenyum tipis. “Bara.”Alda membalas senyum tipis Bara dengan senyum ramah. “Alda.”**“Apa maksudmu berkhianat?” tanya Fandi dengan suara yang mulai tinggi.“Ini! Kamu dengarkan percakapan antara aku dan dokter yang menangani Rima di UGD,” Alda menyetel rekaman suara di ponselnya.Fandi mendengarkan dengan mata terbelalak. “Jadi, Rima mengalami pecah ketuban dini karena hubungan badan yang berlebihan? Tapi dengan siapa?” Fandi terduduk lemas hingga ponsel di tangannya hampir saja jatuh ke lantai. “Mas, kamu gak apa-apa?” Alda meraih tubuh Fandi.“Siapa

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   RUANG ISOLASI

    “Suster. Dokter, keluarkan saya dari sini! Saya tidak menyerang Alda. Dia melukai dirinya sendiri!” teriak Rima histeris.Fandi segera mendatangi Rima yang kini berada di ruang isolasi.“Jangan ikat tangan istri saya, suster!” larang Fandi.“Dokter, apakah harus sampai seperti ini? Biarkan saya menenangkan dia,” pinta Fandi yang tak tega melihat kondisi Rima.“Kami mohon maaf, Pak Fandi. Kondisi psikis pasien tidak stabil. Kami terpaksa mengikat tangannya untuk sementara waktu dan menyuntikkan obat penenang. Kami khawatir pasien juga akan menyakiti dirinya sendiri,” ungkap Dokter Salsa.Suara tangisan Rima perlahan lirih lalu menghilang. Rima tertidur akibat pengaruh obat penenang. Fandi hanya bisa menatap iba kondisi Rima dari atas kursi roda.“Mas,” panggil Alda.Fandi menoleh lalu menghampiri Alda.“Tanganmu bagaimana, Al?” tanya Fandi dengan perasaan bersalah.“Lukanya cukup dalam sehingga harus dijahit, Mas,” Alda menunjukkan lengan kirinya yang kini terbalut perban.“Alda, aku m

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   LUKISAN BARA

    Fandi tak henti-hentinya berdoa sambil menggenggam tangan Rima. Ia berharap, istrinya bisa segera pulih.“Aku mohon, Rima. Pulihlah demi aku,” Fandi mengusap air matanya.Tangan Rima bergerak, matanya mulai terbuka perlahan.“Anakku! Dimana anakku?” tanya Rima dengan wajah gelisah.“Sayang, tenanglah! Ada aku di sini,” Fandi memeluk Rima.“Mas, anak kita di mana?” tanya Rima.“Aku harus jawab apa? Rima belum bisa menerima kepergian anak kami.”“Anak kita masih di ruang perawatan intensive, sayang. Kondisinya belum stabil,” Fandi mengusap lembut pelupuk kepala Rima.“Anak kita masih hidup ‘kan, Mas? Aku bermimpi dia meninggal setelah dilahirkan,” ucap Rima mulai tenang.“Jadi, kondisi psikis Rima semakin buruk? Ia berhalusinasi soal anaknya?” Alda terpaku di depan pintu dengan senyum sinis.“Mas, sebaiknya kamu juga dirawat. Pak Jono bilang lukamu harus segera diberi pengobatan. Biar aku dan suster yang membantu Rima,” Alda menepuk lengan suaminya.“Mas, kamu sakit? Kaki kamu kenapa?”

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   KARMA PELAKOR

    Enam tahun yang lalu.“Alda! Apa yang kamu lakukan? Semua data untuk skripsi itu milikku, Al,” Cika terlihat sangat kecewa.“Milik kamu? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kita adalah sahabat sejati. Kamu juga bilang apapun yang kamu miliki aku juga dapat memilikinya. Jadi, tidak ada salahnya bukan untuk berbagi?” ujar Alda dengan tawa sinis.“Al, kita memang bersahabat. Tapi, perbuatanmu ini merupakan pelanggaran. Aku sudah membantumu sebisaku. Kembalikan flashdisk itu!” pinta Cika dengan wajah sedih.“Kamu picik, Cika. Kamu ingin mengalahkanku. Kamu ingin menjadi nomor satu. Skripsi milikmu lebih disukai. Jika kamu ingin flashdisk ini, ambilah!” Alda melempar flashdisk merah milik Cika ke tengah jalan.Flashdisk merah milik Cika terlindas mobil hingga hancur.“Kamu jahat, Al!” teriak Cika.“Oops, aku lupa memberi tahu kamu kalau semua data skripsi itu telah diubah menjadi namaku. Lebih baik kau buat lagi yang baru dengan otak cerdasmu itu, sahabatku!” ujar Alda lalu pergi menin

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   COKELAT PANAS

    “Sayang, aku ingin bertanya. Apakah boleh?” Fandi menatap lekat mata Rima yang sendu.“Tanya apa, Mas?” Rima tampak canggung.Fandi menyeka helaian rambut di pelipis istrinya dengan lembut. “Apakah kamu mencintaiku?”Rima terkesiap lalu mengalihkan pandangannya. “Kenapa kamu bertanya seperti ini, Ma

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   KESEPAKATAN

    POV. Fandi meminta penjelasan Rima tentang donor ginjal.“Sayang, aku minta maaf,” Fandi menciumi telapak tangan Rima dengan air mata yang mulai membasahi pipi.“Mas, jangan begini. Kamu kenapa? Minta maaf untuk apa?” tanya Rima dengan suara lirih.“Aku sudah tahu semuanya soal donor ginjal itu. Men

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   SATU GINJAL

    “Influencer berinisial “R” yang dijuluki si Malaikat mengalami kecelakaan tunggal dan menabrak sebuah warung. Menurut hasil penyelidikan sementara, kecelakaan terjadi diduga karena mabuk,” Alda tersenyum lebar membaca berita di sosial media.“Akhirnya, si malaikat itu tumbang juga? Ini balasannya un

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   ORANG DARI MASA LALU

    “Ri, bagaimana kabar kamu? Apa semuanya baik-baik saja?” tanya Riko dalam pesan singkat.“Sejauh ini semuanya baik. Kak Alda jauh lebih tenang dari yang ku kira. Aku semakin merasa bersalah, Rik,” balas Rima.“Maksudmu, Kak Alda bersedia menjalani pernikahan poligami ini?” tanya Riko.“Tidak, Riko.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status