“Mas, aku izin pergi ke acara workshop di Bandung. Aku nginep satu atau dua malam di sana,” ujar Alda.“Kenapa mendadak? Besok aku ada meeting dengan klien penting satu hari penuh, Al. Aku gak bisa menemani kamu ke sana.”“Kamu gak perlu khawatir, Mas. Aku sudah panggil supir kantor. Kamu fokus sama pekerjaan dan juga Rima. Aku baik-baik saja,” Alda mengusap lembut tangan suaminya.Dengan berat hati, Fandi melepas Alda pergi sendirian dalam kondisi lumpuh. “Kamu wajib kabari aku terus ya, sayang,” Fandi mengecup lembut tangan istrinya.Fandi mengantar Alda ke mobil.“Kak Alda mau kemana?” tanya Rima.“Aku ada workshop mendadak ke Bandung,” jawab Alda.“Aku ikut ya, Kak,” pinta Rima.“Ikut? Kamu harus bedrest, Rima. Kamu tenang saja, aku pergi ke sana bareng supir kantor. Di sana juga akan ada temanku,” ujar Alda lalu masuk ke dalam mobil.“Pak, saya istri saya, ya. Hati-hati di jalan,” ucap Fandi pada supir kantor.Rima melihatnya sekilas. “Kak, supir kantornya baru?”“Enggak, Ri. Ya s
Read more