Share

chapter 10

Author: Scorpio_Girl
last update publish date: 2026-07-18 19:03:40
​"Ehem... Pak Ronald," sela Nicholas tiba-tiba, memotong gerakan tangan guru killer itu yang tinggal beberapa senti lagi menyentuh ponselku di lantai.

​Aku melirik ke belakang lewat sudut mataku. Nicholas sedang melemparkan senyum sok cool andalannya ke arahku, seolah ingin memamerkan bahwa dialah juru penyelamatku hari ini.

​"Sebenarnya, saya mempunyai pendapat lain tentang pertanyaan Bapak tadi," lanjut Nicholas tenang, sengaja mengalihkan perhatian Pak Ronald yang semula ingin menguliti k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ANNOYING NEIGHBOR    Chapter 17

    ​"Jadilah pacar gue!" ​Hah? Ekspresi kesal yang tadi menguasai wajahku seketika berubah menjadi keterkejutan yang luar biasa. Aku yakin raut mukaku saat ini terlihat sangat bodoh di depannya. Apalagi siasat cowok berengsek ini? batinku berteriak frustrasi. ​"Jangan bercanda!" sahutku tajam. Aku sama sekali tidak menganggap serius ucapan gilanya itu. ​Aku menatap manik mata Nicholas dengan tatapan tidak percaya. Tanpa berpikir panjang, aku segera mendorong dada bidang cowok itu sekuat tenaga agar dia bergerak menjauh dariku. ​Namun, baru saja aku beranjak beberapa langkah untuk kabur, Nicholas dengan cepat kembali menarik tanganku. Dia memutar tubuhku dan menekan pinggangku rapat-rapat ke dinding yang dingin, mengunci seluruh pergerakanku hingga aku tidak bisa berkutik. ​"Minggir nggak, lo!" kesalku setengah berteriak, kembali berusaha mendorong dadanya agar menjauh. Jujur saja, aku juga cemas jika Olivia melihat kebersamaanku dengan Nicholas dan membuatnya salah paham. ​Ni

  • ANNOYING NEIGHBOR    Chapter 16

    ​Begitu aku melangkah mendekati gerbang rumah, suara siulan yang sangat kukenal mengalihkan perhatianku. Aku menoleh dan menemukan Nicholas sedang berdiri diambang gerbang rumahku, dengan gaya bad boynya. ​"Dia lagi..." gumamku jengah, memutar bola mata saat melihat Nicholas yang berjalan santai menghampiriku. "Ngapain lo ke sini?" ​"Gue mau bicara sama lo!" ucap Nicholas. ​Namun, sebelum aku sempat membalas atau mengusirnya, pintu rumahku mendadak terbuka dari dalam. Mama keluar dengan raut wajah tegang. Tanpa basa-basi, Mama langsung menarik lenganku dengan kasar, memaksaku menjauh dari Nicholas, cowok yang di matanya tak lebih dari seorang berandal yang harus dihindari. Lagipula, gaya dan penampilan Nicholas memang jauh dari kesan murid baik-baik. ​"Putriku tidak perlu berbicara denganmu. Dan tidak ada hal apa pun yang perlu dibicarakan, Anak Muda!" tegas Mama dengan suara menekan sebelum membanting pintu rumah rapat-rapat. ​BRAK! ​Di luar sana, Nicholas hanya membalasn

  • ANNOYING NEIGHBOR    Chapter 15

    "Gue... gue nggak percaya!" seruku, masih saja berusaha menyangkal kenyataan pahit ini. ​Gumpalan air mata membuat pandanganku kabur. Aku hampir saja lupa seperti apa sosok Nicholas yang sebenarnya. Bisa saja ini semua hanyalah salah satu rencana liciknya untuk mempermainkan dan menghancurkan mentalku di sekolah! ​"Lo masih butuh bukti?" tanya Nicholas dingin. Sepertinya dia sadar kalau sekadar memperlihatkan ruang obrolan di layar ponsel tidak cukup untuk membongkar benteng pertahananku. ​Nicholas menarik bagian bawah kaos tim yang dikenakannya ke atas, memperlihatkan kulit perutnya yang kencang hingga ke bagian pinggang sebelah kiri. Di sana, terukir sebuah tato berukuran sedang yang sangat khas. Tato yang selalu muncul setiap kali akun itu mengirimkan photo/pap bagian tubuhnya padaku di malam hari. ​Deg. ​Mataku terbelalak lebar. Tanganku gemetar hebat. Aku teringat jelas pada foto sexting yang dikirimkan akun itu beberapa hari lalu. Gambar tato, bentuk, dan letak tato di ping

  • ANNOYING NEIGHBOR    Chapter 14

    ​Beberapa minggu berlalu dengan cepat, hingga hari yang paling kutunggu-tunggu akhirnya tiba. Aku duduk di bangku tribun penonton dengan perasaan luar biasa antusias, menyaksikan pertandingan basket yang berlangsung sangat sengit antara tim sekolah Gabriel melawan tim sekolah Nicholas. ​Atmosfer di dalam gedung olahraga terasa sedikit panas. Setiap kali tim lawan membawa bola, aku tidak bisa menahan diri. ​"Gabriel, semangat! Kamu pasti bisa!!" teriakku lantang, mengabaikan tatapan sinis dari orang-orang di sekitarku. ​Teriakanku yang terus bergema ternyata berdampak buruk di lapangan. Nicholas berkali-kali melirik tajam ke arah tribun penonton. Fokusnya pecah, wajahnya mengeras menahan amarah, dan dia bahkan hampir kalah karena sempat mengalami cedera ringan akibat permainannya yang mendadak kacau. ​Begitu peluit tanda sesi istirahat berbunyi, Nicholas langsung berjalan cepat meninggalkan lapangannya. Alih-alih menuju bangku timnya, cowok tampan dengan rambut sedikit berantak

  • ANNOYING NEIGHBOR    Chapter 13

    Malam semakin larut, namun mataku sama sekali tidak mau terpejam. Rasa gugup tentang rencana pertemuanku dengan Gabriel minggu depan membuat pikiranku carut-marut. Untuk mencari udara segar dan menenangkan debaran jantungku, aku memutuskan untuk melangkah keluar menuju balkon kamar. ​Kriettt. ​Suara derit pintu kaca balkonku yang terbuka memecah keheningan malam. Begitu aku melangkah keluar, hembusan angin malam langsung menerpa kulitku. Namun, sedetik kemudian langkahku membeku.'malam-malam begini, dengan penampilan seperti itu ...' batin ku dengan kening berkerut. ​Tepat di balkon rumah sebelah yang hanya berjarak beberapa meter, Nicholas sedang berdiri bersandar. Cowok itu bertelanjang dada, hanya mengenakan celana santai selutut, membiarkan otot dada dan perutnya yang atletis terekspos bebas di bawah sinar rembulan. Jari-jarinya yang kokoh, terlihat tengah menjepit sebatang rokok yang menyala. ​Glek. ​'Nicholas sialan,' Aku menelan ludah dengan susah payah. Mataku seolah ter

  • ANNOYING NEIGHBOR    Chapter 12

    "Oh, shit..." ​Nicholas mendesis lirih di sudut tribun lapangan basket. Sepasang matanya masih terpaku lekat pada layar ponsel, memandangi foto sensual dari teman sexting online-nya yang baru saja ia kunci di folder pribadi. Nicholas memperbesar gambar di bagian dada, mengamati lekat-lekat tato berbentuk bintang berukuran kecil di sana. Tato khusus yang telah menyalakan gairahnya sejak pertama kali foto itu terkirim. ​"Gue nggak pernah ngebayangin kalau cewek liar semalam itu ternyata..." Nicholas bergumam pelan pada dirinya sendiri. Fokusnya terlalu tersedot ke dalam layar hingga ia sama sekali tidak menyadari bahwa Gabriel dan Chalvin sudah melangkah mendekat dan berdiri di sampingnya sejak tadi. ​"Woah... apa itu, Nic?" seru Gabriel tiba-tiba, langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Nicholas dan mencondongkan kepala, berusaha mengintip apa yang sedang dilihat sahabatnya hingga seserius itu. ​"Pantesan belakangan ini lo selalu pulang sore pas latihan. Ada mainan baru rupany

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status