Share

Part 92

Sani menatap Vian dan Bella sinis ketika keduanya asyik mengobrol, sesekali tertawa.

"Kenapa San?" Beno bertanya.

Beno dan Regan mengambil duduk di depan Sani. Sehingga menutupi Vian dan Bella dari pandangannya.

Sani menggeleng sembari meminum es tehnya.

"Lo cemburu liat Vian sama Bella?"

"Enggak. Ngapain juga gue cemburu?" Sani mengelak.

"Kita sebagai teman lo yang udah kenal lo lama tahu banget lo gimana. Jadi mau lo bohong pun kita bakal tahu." Regan menyahut.

Beno mengangguk menyetujui ucapan Regan.

"Jadi maksud lo gue bohong gitu? Selama kalian temenan sama gue kalian selalu ngira gue bohong?"

"Gak gitu maksudnya, San. Kita cuma pengin lo jujur aja kok. Kalau lo simpan semuanya sendirian yang ada lo yang sakit."

"Mau gue sakit atau gimana pun gak ada urusannya sama lo berdua, kan? Gak akan ngerugiin lo berdua juga, kan?"

Regan dan Beno makin bingung bagaimana harus menjelaskan agar Sani tidak salah paham dengan maksud dari ucapan mereka.

"Bukan gitu, San. Kita cuma ...."

"Udahla
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status