Share

Bab 4

Felicia terbangun saat bunyi alarm kamarnya berbunyi secara terus menerus dengan begitu keras, dengan nyawa belum terkumpul seutuhnya dia mematikan alarmnya. Dia bergegas mencari seragamnya serta meletakkan buku yang tadi malam tergeletak dimeja lalu memasukkannya ke dalam tas. Setelah selesai dia segera memasuki kamar mandi dan mengambil handuk miliknya. Dia keluar dengan handuk yang melilit erat di pinggangnya. Selesai dengan berganti baju seragam dia turun kebawah dan ternyata harapan dia pupus begitu melihat meja makan kosong tanpa mamanya yang menemaninya. Dia memutuskan hanya mengambil sehelai roti dan meminum seteguk air botol dalam kulkas lalu berjalan menuju pintu rumahnya lalu berangkat sekolah menggunakan bus.

Setelah 20 menit dia menunggu bus yang menuju kearah sekolahnya. Bus pun datang dia menduduki tempat yang selalu menjadi tempat favoritnya yaitu pojok jendela dan paling belakang.

Selama 15 menit perjalanan menggunakan bus, dia pun sampai dan langsung menyebrang menuju gerbang sekolahnya. Dia tidak sadar bahwa ada seorang lelaki yang dia tabrak kemarin mengikuti terus. Sesampainya di sepanjang lorong menuju ruangan ujian akhir semester banyak mata yang selalu dan selalu meliriknya dia memilih tak menghiraukan dan menuju ke ruangan tes. Ditengah perjalanan dia bertemu dengan ketiga sahabatnya. 

"Morning Fel, Feeling good like a sure." ucap Ashima dengan gaya cengengesan yang hanya dibalas senyuman dan anggukan kepala oleh Felicia.

"Gue keruangan duluan nanti aja waktu istirahat atau pulang." ucap Felicia sambil berniat melanjutkan jalannya. 

"Feli, ajarin bahasa Inggris ya nanti waktu istirahat." teriak mereka bertiga yang dibalas anggukkan dari Felicia. 

Felicia kembali berjalan menuju ruangannya. Dia meletakkan tas ke meja lalu mengambil id card yang berisi kartu tanda pengenal selama ujian semester berlangsung. Dia mengambil buku matematika sambil menunggu bel pertanda pengawas masuk untuk membagikan. 

Kring... Kring... Kring... 

Bel pertanda bahwa pengawas harus mulai menuju ke ruangan berbunyi. Guru-guru pengawas mulai memasuki ruangan dan membagikan kertas kepada setiap siswa-siswi. Kondisi ruangan mata pelajaran saat ini hanya sunyi senyap karena selain banyak murid yang tidak paham soal serta pengawas yang galak dan selalu memberi tatapan tajam kesemua siswa-siswi hanya Felicia satu-satunya murid yang diam. Dia mengerjakan dengan tenang tanpa gangguan dari temannya jadilah waktu masih tersisa 30 menit dia telah berada di luar ruangan. Dia memilih duduk didepan ruangan sambil kembali mengulang materi yang dia pelajari tadi malam sambil menunggu trio kwek kwek. 

Kring...Kring...Kring

Pertanda istirahat berbunyi 3 orang yang dia tunggu pun terlihat mulai menuruni tangga seberang ruangannya dan bersiap menuju keruang Felicia. Sesampainya teman-temannya itu seketika heboh. 

"Feli, ayo samping laboratorium ajarin kita bertiga yes yes yes?" ucap ketiganya sambil memberi tatapan sok imut yang dibales anggukan kepala oleh Felicia. Dia terlalu fokus mengajari terus hingga geng Arkan lewat. 

"Feli tadi kayanya ada yang lirik loe deh," ucap Ashima yakin. 

"Feeling loe wrong kali." ucap Angel yang tidak sadar bahwa geng Arkan lewat. 

"Kayaknya bener deh soalnya tadi ada semejanya Feli." ucap Ashima yang masih mengingat betul wajah teman semeja Felicia. 

"Abaikan paling cuma haters lagi." ucap Felicia masih fokus pada buku dihadapannya. 

"Banyakan haters loe, Fel." nyinyir Dina karena gemas dengan teman satunya ini yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Felicia. 

Kring...Kring...Kring...

Bel pertanda 30 menit kurang Felicia pamit masuk ruangan terlebih dahulu namun teman-temannya mencegah. 

"Elah Fel, masih 30 menit sini bentar ngapel buku mulu perasaan." ucap Ashima yang memang benar kenyataan bahwa teman satunya ini paling suka membaca buku,mendengarkan musik, dan melihat langit. 

"Yoi Fel 15 menit aja." sahut Dina ikut mencegah. 

"Ok. Gue kasih pertanyaan terakhir kalau kalian nggak bisa gue langsung masuk ruangan." ucap Felicia sambil menatap temannya satu persatu. 

"OK!" teriak mereka bersemangat.

"Bahasa Inggris kakak laki laki apa?" tanya Felicia. 

"Brother?" ucap Ashima cepat. 

"Ok good lalu bahasa Indonesia brother apa?" tanya Felicia memberi pertanyaan kembali. 

"Kakak?" ucap Angel. 

"Wrong," ucap Felicia. 

"Mas?" ucap Ashima. 

"Kang?" tanya dina tidak kalah semangat. 

" Big wrong," ucap Felicia. 

"AH BANG?!" pekik mereka seperti burung. 

"Betul betul betul, ok next ya bahasa Inggris kucing?" tanya Felicia kesekian kalinya.

"Cat lah Fel," ucap Ashima gemas. 

"Ok satuin kalau gitu." ucap Felicia yang memang berniat mengusili ketiga temannya karena selalu membahas cowok. 

"Brother cat?" tanya Dina yakin sambil berharap bahwa jawabannya benar. 

"Wrong, Hayo apa?" ucap Felicia mengoreksi

"Apa fel?" tanya Angel penasaran. 

"Ada yang mau jawab kagak atau nyerah?" tanya Felicia menawarkan.

"NYERAH!" teriak Ashima dan Dina. 

"Jawabannya adalah BANGCAT ,ok dikarenakan gue menang dan waktu kurang 25 menit bel gue mau masuk." ucap Felicia sambil mengenakan kembali tas-nya.

"FELICIA ANANTA LAKNAT!" teriak mereka bertiga emosi. Felicia hanya membalas menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk ok.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status