Compartir

Pesta Tanpa Izin

Autor: SweetWater
last update Fecha de publicación: 2026-10-21 12:00:00

Hari demi hari Aluna lewati berdua dengan Sebastian. Namun, hidupnya terasa membosankan. Terlebih, baik orang tuanya maupun orang tua Sebastian selalu saja melarang saat ia berniat untuk datang.

Alasan mereka sama. Berpikir bahwa Aluna lebih baik di rumah melayani Sebastian.

"Mama Sarah, aku beneran bosan di rumah. Aku ke sana sekarang, ya?” pinta Aluna melalui telepon, berharap kali ini mertuanya mengizinkan.

Sayangnya, harapannya kembali pupus.

"Tidak us
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Pesta Tanpa Izin

    Hari demi hari Aluna lewati berdua dengan Sebastian. Namun, hidupnya terasa membosankan. Terlebih, baik orang tuanya maupun orang tua Sebastian selalu saja melarang saat ia berniat untuk datang.Alasan mereka sama. Berpikir bahwa Aluna lebih baik di rumah melayani Sebastian."Mama Sarah, aku beneran bosan di rumah. Aku ke sana sekarang, ya?” pinta Aluna melalui telepon, berharap kali ini mertuanya mengizinkan.Sayangnya, harapannya kembali pupus. "Tidak usah, Aluna. Kamu dirumah saja. Tunggu sampai Sebastian pulang. Kalau Sebastian pulang, kamu harus sudah wangi dan siap menyambutnya. Siapa tahu Sebastian jadi tambah semangat buatin Mama cucu !" seru Sarah antusias.Aluna melongo. Alasan macam apalagi ini? "T-tapi... ya udah deh, Ma. Aku matiin dulu teleponnya. Aku mau makan,” ucap Aluna pasrah sebelum mengakhiri panggilan secara sepihak.Aluna meletakkan ponselnya sembarangan, lalu mengembuskan napas panjang.

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Mengingatkan Batas Aluna

    Aluna tertegun. Ia tidak menyangka Sebastian akan menanggapi ucapannya seserius itu. “Kenapa kamu malah marah?” protes Aluna. “Aku nggak peduli kamu mau nyimpen foto atau cincin itu. Aku cuma kasihan sama kamu.” “Kamu bilang apa?” Aluna sempat ragu, tetapi akhirnya melanjutkan, “Kamu terlalu cinta sama mantan istrimu sampai nggak sadar kalau kamu terus bikin Mama Sarah kecewa. Padahal, Mama Sarah cuma pengen kamu move on. Makanya, selama ini dia sering jodoh-jodohin kamu.” Aluna teringat obrolannya dengan Sarah beberapa waktu lalu. Awalnya, ia mengira Sebastian memang tidak tertarik menjalin hubungan atau punya standar tinggi dalam memilih pasangan. Namun, setelah menemukan foto dan cincin pernikahan itu, Aluna mulai berpikir bahwa Sebastian mungkin memang belum sepenuhnya melupakan masa lalunya. Sebastian melangkah mendekat. Ia menundukkan kepala hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. “Aku nggak butuh dikasihani, apalagi dinasihati,” ujar Sebastian dingin. Alu

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Sebastian Dan Masa Lalunya

    Tubuh Aluna tergeletak lemas di sofa ruang keluarga penthouse Sebastian. Siang tadi, setelah membahas rencana ulang tahun Reihan bersama Kevin dan Reihan, ia langsung mengajak keduanya memindahkan barang-barangnya dari kos ke penthouse. Ia bahkan sudah melunasi tunggakan sewa kos menggunakan uang pemberian Sebastian. Sekarang, resmilah Aluna tinggal satu atap dengan pria itu. Aluna melirik jam dinding. Pukul enam sore, tetapi Sebastian belum juga menunjukkan batang hidungnya. “Ah, pegel banget badanku!” keluhnya sambil meregangkan tubuh. Dengan malas, Aluna bangkit dari sofa. Masih ada beberapa barang yang belum dibereskan. Kalau terus bermalas-malasan, bisa-bisa Sebastian pulang saat kamarnya masih berantakan. “Nanti cowok nyebelin itu ngomel lagi,” gerutu Aluna sambil menyeret koper ke kamar. Sebastian tidak memberitahu Aluna di mana harus menyimpan barang-barangnya. Karena itu, Aluna berinis

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Teman Setan

    “Kamu mau berangkat kerja?” tanya Aluna saat Sebastian memasuki ruang makan.Pagi ini, Sebastian sudah berpakaian rapi dengan setelan jas kerjanya. Padahal, Aluna mengira pria itu masih akan libur setelah mereka menikah kemarin.“Hm. Ada banyak kerjaan yang harus aku selesaikan sebelum cuti buat bulan madu minggu depan.”Mata Aluna langsung membulat. Bulan madu? Kata-kata itu membuatnya berpikir beberapa saat.“Maksudmu … kita bakal bulan madu kayak pengantin sungguhan?” tanya Aluna, masih tak percaya. Sebastian hanya mengangguk singkat sebelum menarik kursi dan duduk.Aluna terdiam. Kenapa ia dan Sebastian perlu melakukan bulan madu? Jangan bilang alasan Sebastian mengajaknya bulan madu supaya bisa fokus mengajaknya untuk membuat anak. Ah, sial! Membayangkannya saja sudah membuat Aluna merinding.“Kamu yang masak ini?”Pertanyaan Sebastian sontak membuyarkan lamunannya. Aluna buru-buru mengangguk.

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Rockie?

    Hari semakin larut, tetapi Aluna masih terjaga di sofa kamar Sebastian. Pria itu sedang membersihkan diri di kamar mandi, sementara pikiran Aluna sibuk membayangkan apa yang akan terjadi setelah mereka berdua tidur nanti. Jangan-jangan, mereka benar-benar akan langsung membuat anak? “Nggak!” Aluna menunduk sambil menjambak rambutnya. “Aku belum siap, Tuhan ….” Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Aluna spontan menoleh dan langsung membeku saat melihat Sebastian keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya. Rambut pria itu masih basah, begitu pula tubuhnya. Aluna bahkan bisa melihat bulir-bulir air menetes di tubuh atletis itu. Aluna menelan ludah. Entah kenapa, kamar yang tadi terasa dingin mendadak membuatnya gerah. Sebastian berjalan menuju lemari. Mata Aluna tanpa sadar terus mengikutinya, sampai pria itu meraih ujung handuk di pinggangnya. “Tunggu!” Aluna buru-buru berdiri.

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Kontrak Baru

    Kontrak baru?!Aluna langsung melotot. “Apa? Nggak! Aku nggak mau!” tolaknya panik. Mengingat kontrak sebelumnya saja sudah membuat Aluna pusing. Sekarang, Sebastian malah ingin membuat kontrak baru?“Terus, kamu punya usul lain?” Sebastian menatap Aluna santai.Aluna terdiam sejenak. Ia menatap Sebastian dengan raut gelisah sebelum akhirnya menjawab, “Nggak punya. Kepalaku buntu. Lagian, gimana caranya kita bisa punya anak? Emangnya bisa aku sama kamu—”Kalimatnya terhenti.Bayangan tentang apa yang harus mereka lakukan untuk memiliki anak mendadak melintas di kepala Aluna. Ia buru-buru menggeleng, berusaha mengusir pikiran itu.Sebastian justru tersenyum miring. “Bisa.”Aluna menatapnya tak percaya. “Yang benar aja?! Bisa?”Sebastian mengangguk. “Kita cuma perlu—““Sebastian!” Aluna langsung berteriak geli.Pria itu terkekeh pelan, membuat Aluna semakin kesal.“Aku nggak ma

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status