/ Romansa / AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT! / BAB 21 TEROR DARI MASA LALU

공유

BAB 21 TEROR DARI MASA LALU

작가: sugi ria
last update 게시일: 2026-06-16 16:07:50

"Kakek salah paham."

"Masalahnya salah paham itu menguntungkan Alfa. Kamu tahu, mereka sedang mencari hari baik untuk menikahkan kalian."

"Secepat itu?"

"Iya, dan Kakek Wibisana ingin secepatnya. Serius, Na. Kalian sungguh melakukannya. Akhirnya kamu jatuh dalam rayuannya."

Ada kecewa juga sedih tersirat dalam perkataan Rio. Pria itu sangat menyayangkan jika hal tersebut sampai terjadi.

"Aku tidak sebodoh itu," balas Luna geregetan.

"Lalu?" Rio terus mendesak sang adik.

Pria itu tengah berdiri
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 217 MANIPULATIF ULUNG

    "Alfa tenanglah. Dia mungkin hanya ingin bicara."Luna pilih keluar lagi begitu tahu jika yang datang adalah Adrian."Mbak, aku cuma mau minta maaf. Itu saja."Adrian buru-buru menimpali perkataan Luna."Minta maaf, untuk apa? Permintaan maafmu tidak akan membuat ibuku hidup kembali!"Adrian memejamkan mata. Tahu benar jika yang dikatakan Alfa adalah benar. Adalah kesalahannya dan ibunya hingga ibu Alfa meninggal."Setidaknya dengarkan aku.""Tidak!""Alfa."Alfa menggeram ketika Luna menyentuh lengannya lantas mengusapnya. Emosi itu perlahan mereda, walau tak sepenuhnya."Aku hanya ingin minta maaf.""Jangan bicara lagi, aku muak mendengarnya. Kamu tahu, aku tidak sudi melihatmu."Luna menarik Alfa mundur ketika Adrian menundukkan kepala."Adrian, tolong mengertilah. Dia sedang marah."Adrian tersenyum tipis, meski matanya berkaca-kaca. "Aku tahu, Mbak. Dia selalu marah padaku sejak aku lahir. Dulu aku sangat sangat senang saat papa memberitahuku kalau aku punya kakak yang tampan dan

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 216 MALU LUAR BIASA

    "Semua berjalan lancar, tanpa hambatan sejauh ini. Kamu tenang saja. Ada tim kita yang terus memantau.""Pantau terus, jangan sampai lengah."Perintah Alfa mengakhiri video call dengan Fandi. Lelaki itu menghela napas. Hidupnya di rumah baru sangat nyaman dan damai.Luna dengan segala tingkahnya yang kadang absurd adalah hiburan di dunia Alfa yang terlalu sibuk. Di lantai bawah ada sang istri yang sedang mengerjakan skripsi. Ditemani setoples camilan slondok pedas yang membuat perut Alfa melilit.Dia coba satu langsung dilepeh. Katanya itu bukan makanan tapi racun. Namun kata Luna itu adalah moodbooster-nya. Pengusir kantuk selain kopi.Satu yang pasti Luna tidak akan gemuk karenanya. Alah, memang sang istri tidak punya bakat gemuk. Makan banyak pun tubuh segitu-gitu saja.Hanya saja sejak menikah dada dan bokong Luna yang makin semok.Alfa tersenyum ketika mengingatnya. Hasil karyanya, katanya dalam hati. Dua spot itu memang favoritnya. Tentu saja selain menu utama yang membuatnya t

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 215 HIDUP LEBIH BAIK

    "Kamu baik-baik saja?"Pertanyaan itu menyambut kedatangan Alfa. Begitu pintu dibuka ada Luna yang langsung memeluknya.Pria itu terkejut sesaat, sebelum menggulung senyum. Tangannya balik memeluk Luna yang menenggelamkan diri di dada sang suami."Aku tidak apa-apa, Nyonya.""Lalu orang itu. Aku yakin Kaisar memberitahumu soal mereka.""Ya, aku tahu. Kami sudah menanganinya. Menghukum dalangnya.""Siapa?" Luna terkejut ketika Alfa mengetahui siapa pelaku penyerangan padanya. "Coba tebak," tantang Alfa."Kalau benar aku kasih hadiah," lanjut sang suami sambil tersenyum."Memangnya apa hadiahnya. Aku punya semuanya."Alfa tepuk jidat. Istri punya segalanya susah. Tidak punya apa-apa juga jadi runyam. Tidak bisa disogok."Jawab saja dulu."Kata Alfa seraya melepas kemeja yang tadi dia pakai. Dalam sekejap, tubuh atletis Alfa terpampang di depan Luna.Netra Luna melebar. Air liurnya nyaris menetes melihat betapa seksi dan menggodanya sang suami. "Malah melototin orang. Kenapa? Mau?" God

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 214 BODYGUARD MASA KINI

    "Nan!" Alfa berlari ke arah Nan yang berusaha duduk. Walau dia terluka. Alfa tahu, Nan menanggung lebih banyak cidera dibanding dirinya."Saya ndak apa-apa, Gusti.""Sebenarnya apa yang terjadi?" Alfa panik melihat keadaan Nan dan penjaga kakeknya."Saya tidak tahu bagaimana. Tapi Suhar berhasil mengumpulkan banyak jiwa. Di dalam sana bukan cuma Suhar. Tapi ada banyak. Tak terhitung. Kirno dalam bahaya. Tubuh manusianya tidak akan kuat menahan jiwa sebanyak itu.""Apalagi mereka kelaparan semua." Nan menambahi penjelasan penjaga Hadiwijaya."Mereka jadi beringas karena tahu Nan mendapat darah emas. Kami beruntung bisa lolos dari sana. Tapi Kirno, kita tidak tahu."Alfa menggeram marah. Dia berjalan menuju Kirno yang masih berkelahi dengan Biru."Suhar!"Biru terlempar. Dengan Kirno langsung menoleh pada Alfa. Seringai mengerikan muncul di wajah Kirno yang pucat.Alfa tahu Kirno tidak akan bertahan lama. Saat Alfa bersitatap dengan mata Kirno. Dia terkejut kala dia bisa mendengar suar

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 213 SAMA WINGITNYA

    Namun Alfa merasa ada yang tidak beres dengan perkataan kakeknya. "Nan, memangnya apa yang terjadi?"Alfa bertanya melalui pikirannya. "Kami masih menyelidikinya, Gusti," balas Nan tak lama kemudian.Alfa coba menenangkan diri. Di depan ada ada Kirno yang duduk bersila. Bola matanya memandang ke satu titik. Menatap ke arah Alfa.Insting Alfa mengatakan Kirno atau siapapun itu tengah membidiknya."Kung, dia menginginkanku," bisik Alfa."Tidak heran. Darahmu masih jadi incaran. Keturunan pertama, laki-laki. Lahir tepat di bulan purnama bula Suro. Weton Seloso Kliwon.""Angker, Mas," seloroh Kaisar."Dan kau, kau kira kau tidak angker. Lahir pas gerhana matahari."Alfa ingin meledakkan tawa. "Ngatain orang, padahal dia sendiri sama wingitnya."Kaisar mencibir. "Tapi, Kung. Penjagaku mana, Mas Alfa sama Kakung punya. Aku?""Adalah, asal kamu panggil. Pasti datang.""Ciyus? Beneran?"Tingkah Kaisar sungguh seperti bocah. Dibandingkan dengan usia dewasa yang disandangnya."Makanya cobain.

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 212 HABIS TAK BERSISA

    Siska terhuyung ke belakang. Nyaris ambruk jika tidak tertahan kursi. Fakta menyakitkan juga mengerikan menamparnya berulang kali.Kenyataan kalau Luna adalah istri Alfa membuat Siska kaget luar biasa. Pria di depannya tidak menyangkal ketika dia menyebut Luna istrinya. Artinya semua itu benar."Tidak! Itu tidak benar!""Perlu aku tunjukkan foto nikah mereka. Pingsan kau nanti!" Cibir Kaisar merasa iba sekaligus tidak habis pikir dengan kelakuan Siska.Ada wanita yang begitu terobsesi pada seorang pria. Tidak peduli jika statusnya adalah suami orang."Jadi mulai sekarang, jauhi Luna." Alfa memperingatkan."Dia tidak akan kapok, Mas. Matanya saja bilang, dia akan cari cara untuk melenyapkan Mbak Luna."Siska menggeram. Dia benci ketika Kaisar bisa membaca isi pikirannya."Ada saran?" Alfa bertanya tanpa mengalihkan fokusnya dari Siska."Tentu saja ada. Ingat kasus Rina. Kasih saja ke dia. Rina sudah pergi dan bertobat. Biarkan dia hidup tenang di kampung.""Tidak! Kau tidak bisa melak

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 2 DIJODOHKAN

    "Dijodohkan? Yang benar saja!" Gerutu Luna sambil mengelap piring yang baru saja dicuci. "Tidak! Itu tidak mungkin. Mana mungkin kami dijodohkan. Kak Rio sama si buaya itu pasti bohong." Luna pilih denial untuk membuat hatinya lebih tenang. Ingatannya kembali ke kejadian dua tahun lalu. Saat Al

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 1 SALAH HAJAR

    "Copet!" Teriakan itu sontak membuat semua kepala menoleh ke arah yang sama. Tak berapa lama sejumlah orang mulai mengejar sesosok pria yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans. Laki-laki yang diduga sebagai tersangka pencopet. "Kejar dia! Jangan sampai lolos! Enak saja mencopet di wilayah ki

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 7 PUASKAN AKU KALAU BEGITU

    Di tempat lain, seorang pria berperawakan tinggi besar, baru keluar dari air port. Seorang pria mengiringi langkahnya. Kaca mata hitam, sukses menyembunyikan tatapan elang sang pria. "Di mana dia?" "Jadi dosen di kota Yogyakarta." Tawa kecil menyambut jawaban sang asisten. "Main dosen-dosenan rup

  • AWAS PAK DOSEN, JANGAN DEKAT-DEKAT!   BAB 6 MANTAN BRENGSEK

    "Kita mulai materinya. Dengarkan dan simak baik-baik. Karena akan ada tugas setelah ini."Gumam keberatan, kecewa membahana di seluruh kelas. Bisa Luna lihat, Alfa sempat mengedipkan sebelah mata padanya. Gadis itu berdecak kesal. Dia ingat bagaimana semalam Alfa memasukkannya paksa ke mobil. Me

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status