Home / Rumah Tangga / Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku / 59. Tempat Singgah Dharmatio

Share

59. Tempat Singgah Dharmatio

Author: Lapini
last update Last Updated: 2025-07-23 20:42:40

“Mas, diminum dulu.”

Cindya memberikan minuman coklat hangat kepada suaminya yang sangat lesu pada malam ini, ia memilih untuk duduk di kursi sebelah kanan Dharmatio yang meneguk sedikit demi sedikit coklat yang dibuatkan olehnya.

Saat Dharmatio datang beberapa menit yang lalu dengan wajah lesu, lelah dan letih, membuat Cindya mengambil inisiatif atas gerakan hatinya yang berkata ‘dia itu suamimu’. Cindya menyarankan suaminya untuk membersihkan diri, setelahnya baru di ajak ke ruang makan untuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku   91. Resmi Bercerai

    Beberapa minggu kemudian….Cindya keluar dari ruang persidangan, berdiri menunggu seseorang, melempar senyum kepada putranya dan putrinya yang sedang bersama kedua orangtuanya. Ia menarik nafas dalam-dalam, lantas mengembuskannya.“Mas Dharma ….” panggilnya saat seorang pria keluar dari ruang persidangan, ia memberikan isyarat kepada pria yang sudah resmi berpisah dengannya ini, untuk mengikutinya.Dharmatio mengikutinya tanpa banyak bicara, perasaannya kacau, berpisah dengan wanita yang ia cintai karena kecerobohannya dan keserakahannya. Ceroboh karena bermain dengan Harena yang merupakan adik angkat Cindya, dan serakah karena mencari pelampiasan di Harrena.Hari ini, beberapa menit yang lalu, hakim sudah mengetuk palu. Ia resmi berpisah dari Cindya, pernikahannya kandas, dan sesuai keinginan Cindya. Hak asuh kedua anaknya jatuh ke tangan Cindya, karena bukti kuat yang dipunya oleh Cindya membuat keputusan itu terjadi.“Harena bukan lagi keluarga aku,” ucap Cindya sesaat setelah kedu

  • Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku   90. Keputusan Cindya Sudah Bulat

    Cindya menarik nafasnya dalam-dalam, lantas mengembuskannya secara perlahan. Emosinya masih terbawa hingga di rumah kedua orang tuanya saat ini. Ia bukan takut dengan kedua orangtuanya, tetapi lebih tidak ingin kedua buah hatinya mengetahui apa yang terjadi hari ini.Hari berlalu cukup cepat, bahkan lebih cepat dibandingkan hari biasanya. Dua jam yang lalu, Cindya mendatangi apartement tempat Harena tinggal, sesaat setelah ia menyelesaikan semua pekerjaannya.Wanita itu menyandarkan kepalanya pada kursi pengemudi, memejamkan kedua matanya untuk membuat rileks tubuhnya. Sesungguhnya, ia sudah mencoba untuk berusaha tenang dan santai dengan mengunjungi mall untuk singgah ke Cafe, maupun shopping.“Sial! Harena sialann,” umpatnya penuh penekanan, walaupun sudah mengetahui sebelumnya, dan sudah santai dengan permainan suaminya, entah mengapa perasaan kesal itu sangat menggebu-gebu hingga saat ini.Kesal, kecewa, sedih, dan marah. Semua menyatu menjadi satu. Bingung, Cindya tidak bisa meng

  • Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku   89. Akankah berakhir Happy?

    Satu bulan kemudian ….Cindya mengetuk pintu dihadapannya saat ini, menunggu pemilik unit apartement muncul dihadapannya. Sesekali mengetukkan ujung sepatunya pada lantai lorong apartement, melihat ke kanan dan kiri.Clek!Cindya menoleh saat mendengar pintu terbuka, ia tersenyum lebar saat mendapati suaminya yang terkejut melihat kehadirannya.“Hai, Mas,” sapanya dengan tenang dan santai, mengangkat tangan kanannya ke udara. Ia memicingkan kepala, “Kamu nginep di apartement Harena ternyata. Aku kira kamu di kantor, soalnya semalem Arlan bilang kalau kamu ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Ini pekerjaan kamu? Nemenin Harena sama bayinya?” tuturnya sarkas.Dharmatio menipiskan bibir, ia berusaha untuk menahan istrinya supaya tidak menorobos masuk ke dalam unit apartement. Tetapi tenaganya kalah. Sang istri dengan menahan amarah kepadanya, jadi tenaganya lebih kuat dibandingkan dirinya.“HARENA!”“Cindya, jangan teriak-teriak. Kesya baru saja tidur,” ucap Dharmatio, ia menahan leng

  • Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku   88. Sebentar lagi selesai?

    Beberapa minggu kemudian ….Cindya menaikkan sebelah alisnya saat mendapatkan satu pesan dari ‘Harena’, kontak nama yang sebelumnya ia namakan ‘Adekkku’ kini berubah setelah perselingkuhan antara suaminya dan Harena diketahui olehnya.Ia bergerak dengan perlahan setelah melihat ke sisi kanannya, putrinya tertidur dengan pulas sambil memeluk boneka beruang. Sudah satu minggu tidak sekamar dengan suaminya-Dharmatio-. Satu minggu yang lalu, mereka berdebat cukup panjang, energi terkuras habis-habisan, dan berakhir menjauh satu sama lain.Cindya terkekeh setelah membaca dari Harena, isi pesan tersebut berisi ‘Mas Dharma ada di apartement aku. Mbak ada masalah apa sama Mas Tio?’“Munafik,” gumamnya, dan satu kata itulah yang secara spontan diketik olehnya, tetapi segera dihapus lalu diganti dengan ‘Tidak tahu. Aku baik-baik saja sama Mas Tio.’Cindya tidak puas dengan hal tersebut, ia memutuskan untuk turun dari ranjang dengan sangat hati-hati, tidak ingin membuat putrinya itu terganggu.

  • Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku   87. Dua Situasi Yang Berbeda

    Cindya melangkahkan kaki mendekati meja nomor 30 yang berada di dekat kaca sebuah restaurant yang cukup ramai, terlihat beberapa meja sudah terisi oleh pelanggan.“Hai.”Seorang laki-laki menoleh, tersenyum kepada Cindya, dan spontan berdiri. Zandi, sahabat Cindya itu kini berdiri dihadapan Cindya yang tertawa.Siapapun yang melihatnya, akan berprangsaka bahwa mereka merupakan sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Wajah Cindya maupun Zandi sangat cerah, benar-benar menandakan bahwa mereka bahagia ketika bertemu seperti saat ini.“Duduk ….” ucap Zandi setelah beberapa menit terdiam, mengulurkan tangannya mempersilahkan Cindya untuk duduk. Sahabatnya itu mengindahkan tanpa bersuara.“Sorry ya lama, tadi ada kerjaan yang harus aku selesaikan,” ujar Cindya, menyimpan slingbag-nya di atas meja, dan memfokuskan atensi hanya untuk Zandi yang melakukan hal yang sama.“It’s okey. Aku juga sampai,” ucap Zandi dengan suaranya yang lembut, membuat wanita yang duduk berhadapan dengannya ini te

  • Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku   86. Hari Pertama Cindya Bekerja

    Suara sepatu heels beradu dengan lantai keramik di lobby perkantoran, membuat beberapa karyawan yang baru tiba dan berada di depannya menoleh. Cindya, wanita itu mengenakan celana panjang berwarna abu-abu, blouse berwarna biru yang dilapisi oleh blazer abu-abu.Beberapa karyawan melebarkan kedua mata terkejut dengan kehadiran Cindya sepagi ini di kantor. Sedangkan Cindya melangkah melewatinya dengan menebar senyum ramahnya.“Cindya … aku tidak tahu kalau kamu akan datang lebih pagi hari ini.”Cndya mennghentikan langkahnya, menoleh dan senyumnya mereka melihat seorang wanita dengan rambut ponytail, kemeja coklat dan celana panjang berwarna coksu mendekat ke arahnya.“Jelas dong, ini kan hari pertama aku kerja setelah tertunda beberapa hari,” ujar Cindya, kembali melangkahkan kedua kakinya beriringan dengan Amel yang mengangguk-anggukkan kepala.“Aku kira, kamu tidak jadi bekerja di sini. Mungkin, di kantor your mother,” balas Amel, berdiri di sisi kanan Cindya yang bergumam pelan. Mer

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status