Share

9 - Reuni Kecil

Penulis: Cleo Voltra
last update Tanggal publikasi: 2026-09-13 22:41:21

Mata mereka bertemu.

Keheningan terjadi selama beberapa saat. Hingga akhirnya, sosok tersebut menyapanya, "Hai, Aluna. Long time no see."

"Kamu ..."

Belum sempat Aluna melanjutkan ucapannya, adiknya tiba-tiba berlari menghampiri dan memeluknya.

"Kak!" seru Gio.

Aluna sontak mengalihkan pandangannya pada sang adik.

"Kak, aku gak sengaja ketemu Kak Adnan di jalan saat mau ke rumah sakit," jelas Gio.

Aluna kembali menatap lelaki di hadapannya. Mendengar nama tersebut, mata Aluna langsung membelala
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Adik Cantik Kesayangan Tuan Muda   28 - Bertemu Nenek dan Gio

    "Ada urusan lain yang perlu kuselesaikan di luar kota. Sekalian aku akan mengajak Acit menemaniku, siapa tahu ingatannya akan pulih meski sedikit," jawab Tuan Henry.Aluna yang sedang meraih gelas hampir saja tersedak mendengar jawaban itu. Dia buru-buru menunduk, menyembunyikan ekspresi terkejutnya."Wah, Papa pintar juga mencari alasan," batinnya."Oh, begitu." Nyonya Livia mengangguk kecil, lalu menoleh kepada Aluna. "Kalau begitu, jangan lupa makan dengan teratur ya, Sayang. Kalau sudah selesai, kalian langsung pulang. Mama tidak mau kamu kelelahan.""Iya, Ma. Tenang saja." Aluna menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Jangan lupa kabari Mama kalau ada apa-apa," pinta wanita itu.Aluna mengangguk patuh. "Iya, Ma!"Percakapan itu berlanjut dengan obrolan ringan hingga mereka selesai sarapan. Setelah berpamitan kepada Nyonya Livia, Aluna mengikuti Tuan Henry menuju mobil sambil membawa tas kecil yang sudah disiapkannya sejak pagi.Begitu pintu mobil tertutup, gadis itu langsung me

  • Adik Cantik Kesayangan Tuan Muda   27 - Izin Pulang

    Tuan Henry mengangkat alis. "Apa itu?""Aku ingin Papa janji untuk tetap tenang dan mendengarkan ceritaku sampai selesai, oke?"Tuan Henry memperhatikan wajah Aluna selama beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk. "Aku janji. Ceritakan saja."Aluna mengusap telapak tangannya yang mulai berkeringat ke pakaian yang dikenakannya."Setelah Papa pergi ke kantor, Kak Galandra membawa dua temannya. Namanya Sagara dan Abimanyu." Aluna mulai bercerita.Ekspresi Tuan Henry perlahan berubah serius, tetapi dia tidak menyela. Pria itu mendengarkan tanpa memotong satu kata pun.Kemudian Aluna menceritakan tentang sebuah paper bag yang diberikan kepada dirinya."Aku gak tahu apa isinya, tapi setelah dipaksa untuk membuka, ternyata ada sebuah kotak berisi beberapa foto." Aluna menatap kedua tangannya. "Ternyata itu foto rumahku, nenek, dan adikku.""Apa?" Tuan Henry seketika menegakkan tubuh, tangannya terkepal di atas lutut. "Bocah itu benar-benar keterlaluan!""Pa, tolong jangan marahi Kak Galand

  • Adik Cantik Kesayangan Tuan Muda   26 - Di Balik Pintu Ruang Kerja

    Setelah makan malam selesai, Tuan Henry segera bangkit dari kursinya."Ayo, ikut Papa," katanya sambil berjalan meninggalkan ruang makan.Aluna dan Galandra menyusul di belakangnya. Gadis itu terus memikirkan alasan mengapa Tuan Henry memanggil mereka, sedangkan Galandra berjalan dengan wajah datar.Baru beberapa langkah meninggalkan ruang makan, Galandra tiba-tiba mencengkeram lengan Aluna.Aluna tersentak dan menoleh. Galandra tidak berkata apa pun. Lelaki itu hanya menatapnya tajam, seolah hendak menyampaikan sesuatu tanpa perlu mengeluarkan sepatah kata pun.Aluna tentu memahami maksud tatapan tersebut. Dia segera menepis tangan Galandra dari lengannya.Galandra mengerutkan kening, jelas tidak senang Aluna melawannya. Akan tetapi, lelaki itu tidak melakukan apa pun lagi.Sesampainya di ruang kerja, Tuan Henry berjalan menuju meja kerjanya, sedangkan Aluna dan Galandra berdiri di hadapannya.Tuan Henry membuka sebuah map yang tergeletak di atas meja, lalu mengangkat wajah untuk me

  • Adik Cantik Kesayangan Tuan Muda   25 - Panggilan ke Ruang Kerja

    Aluna segera mengambil ponselnya, lalu mencari nama Adnan di daftar kontak. Tanpa berpikir panjang, dia menekan tombol panggilan. Tut ... tut ... tut ... Tidak lama kemudian, panggilan tersebut tersambung. ["Hai, Lun. Kebetulan banget, baru aja aku mau telepon kamu."] "Oh, ya? Ada apa, Adnan?" Aluna langsung menaikkan volume ponselnya agar suara Adnan terdengar lebih jelas. ["Aku mau ngabarin soal Nenek."] "Nenek kenapa? Nenek gapapa, kan?" tanya Aluna cemas. ["Hei, tenang, Lun. Nenek gapapa kok. Aku mau ngabarin kalo Nenek udah boleh pulang. Dokter bilang kondisinya cukup stabil, jadi gak perlu dirawat di rumah sakit lagi."] "Serius?" Mata Aluna langsung berbinar. ["Iya. Nenek juga kelihatannya udah lebih seger."] "Syukurlah." Senyum kecil muncul di wajah Aluna. "Aku kira ada apa." ["Tapi Nenek belum pulang hari ini. Katanya besok baru boleh pulang. Aku sama Gio sekarang lagi beres-beres rumah dulu. Biar nanti pas Nenek pulang, rumahnya udah rapi dan bersih."] "Oh, begitu

  • Adik Cantik Kesayangan Tuan Muda   24 - Batas Kesabaran

    Aluna menggeleng pelan."Gak tahu," jawabnya jujur.Sagara masih menatapnya tajam. Lelaki itu kemudian menyandarkan tubuhnya ke sofa."Kami cuma ingin lihat seberapa lama kamu bisa bertahan," katanya tenang."Bertahan dari apa?" Aluna mengerutkan dahinya.Abimanyu yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari meja tersenyum tipis dan menjawab singkat, "Dari semuanya.""Aku gak paham." Aluna semakin tidak mengerti.Galandra yang sejak tadi hanya memperhatikan akhirnya bicara."Kamu tinggal di rumahku," katanya. "Memakai kamar Acitra. Memakai pakaian Acitra. Bahkan Mama memanggilmu dengan nama Acitra."Aluna terdiam sejenak. Dia tidak tahu harus menjawab apa."Aku ... aku cuma menjalankan apa yang diminta Tuan Henry," jawab Aluna akhirnya."Tapi kamu tetap menikmatinya, kan?" sahut Galandra.Aluna terdiam. Kalimat itu terasa menusuk."Sebenarnya Kakak mau apa dariku?" Aluna memberanikan diri untuk bertanya.Ruangan itu mendadak hening. Tidak ada yang langsung menjawab. Aluna akhirnya bangkit

  • Adik Cantik Kesayangan Tuan Muda   23 - Dua Tamu Tak Terduga

    Ada dua laki-laki asing yang sedang duduk di sofa.Keduanya langsung menoleh begitu mendengar langkah kaki Aluna dan Nyonya Livia.Aluna membeku. Dia sama sekali tidak mengenal kedua laki-laki itu.Salah satu dari mereka bahkan langsung berdiri dan tersenyum ke arahnya."Hai, Acit. Long time no see," sapa lelaki berkaos cokelat.Aluna hanya mengangguk kecil. Tatapannya masih dipenuhi kebingungan.Gadis itu kemudian mendekat ke Nyonya Livia dan berbisik pelan di telinga wanita itu."Ma, mereka siapa?" bisiknya."Mereka teman Kakakmu. Dulu kalian juga sangat dekat," jawab Nyonya Livia sambil mengusap pucuk kepalanya.Aluna menelan ludah.Teman Galandra?Pandangan Aluna perlahan beralih pada lelaki yang duduk santai di sofa.Lelaki itu hanya memperhatikannya dengan tenang. Sudut bibirnya bahkan terangkat membentuk senyum tipis.Aluna langsung curiga."Apa ini rencana Kak Galandra?" pikirnya.Aluna kembali menatap kedua lelaki asing itu."H-halo juga, Kak," sapanya akhirnya.Lelaki yang m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status