แชร์

Bab 93 Brian kecil

ผู้เขียน: Dhisa Efendi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-14 20:22:35

Adamis tercengang. Bukan hanya Adamis, semua yang berada di meja itu juga membuka mulutnya sehingga membentuk bulatan.

Sunny tidak peduli. Keinginannya untuk ikut bersama Adamis sangat kuat. Ia ingin melihat seperti apa Ariana sekarang. Tentu ia masih secantik dulu. Usia tidak akan menelan kecantikannya.

Adamis sedikit bingung. Ia tidak mengetahui kisah antara mereka bertiga. Ia hanya tahu Sunny melepas perusahaan yang ia bangun bersama Bramanatyo karena ingin membuka perusahaan sendiri.

"Te
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 237 Ke rumah Siska

    Sabrina tidak dapat membantah lagi. Tentu saja tidak. Ia tidak ingin mencemarkan nama baik Alea. Dengan mematuhi keinginan Lukman Hakim untuk diam di rumah, semua akan di handel oleh Lukman Hakim dengan wewenangnya selaku polisi yang membekuk pelaku pelecehan itu. "Semua itu bisa kusamarkan tapi enggak kalau Kalian sekarang ingin muncul di permukaan." Ancam Lukman Hakim lagi. Sabrina menyerah meski ia juga harus menjaga jarak dengan sang kekasih karena ia harus menginap di rumah sang kakak untuk sementara waktu. Tentu saja Kakaknya yang ia nilai kejam itu akan melarang kehadiran Edo di rumahnya. "Kenapa Aku nggak boleh pulang ke rumah?" Tanya Sabrina. "Mama - papa lagi honey moon. Kamu nggak punya alasan untuk tinggal sendirian di sana." Kata Lukman Hakim tenang. Sabrina menjebik, "Honey moon apanya? Mereka cuma mudik, Kak!" Serang Sabrina kesal. "Mudik berdua ke kampung halaman yang masih fresh. Apa namanya kalau bukan honeymoon?" Tanya Lukman Hakim tidak mau kalah. "Dasar ba

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 236 Alea berubah?

    Rahang Lukman Hakim mengeras. Ia melihat penampilan Alea yang berantakan tadi. Alea tidak tampil maksimal seperti biasanya. "Edo berkelahi dengan mereka untuk membela kehormatan Alea. Ia memintaku membawa Alea pergi dan mencari bantuan! Apa itu belum cukup?" Teriak Sabrina membahana. Ia sangat marah! Lukman Hakim mengulurkan sebelah tangannya untuk menepuk kepala Sabrina. "Iya. Maaf." Katanya singkat. "Hanya itu??!" Teriak Sabrina seraya membelalakkan matanya. Lukman Hakim tersenyum tipis. "Aku akan minta maaf pada Edo. Puas?"Alea tiba di rumah sebelum tengah malam. Penampilan kacaunya tertutupi oleh cardigan panjangnya. Andara sedikit curiga melihat rambutnya yang kusut masai tapi Artika menahannya untuk tidak menegur Alea. "Nggak sekarang. Biarkan dia tidur. Jangan ganggu dia dengan kecurigaanmu."Andara menghela nafas, berusaha menghargai keinginan istrinya tapi Artika terkejut saat Alea tiba - tiba memeluknya. Ia merasakan tubuh putrinya yang gemetar. "Ada apa, Alea?" Ta

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 235 Kemarahan Lukman Hakim

    "Mungkin Alea sudah kembali ke mobil." Tebak Sabrina sambil menarik sang kekasih untuk meninggalkan tempat itu. Sang kekasih menahan tangan Sabrina. Ia menatap tajam dan menusuk pada pemuda yang duduk gemetar itu. "Katakan di mana temanku!!" Bentaknya tiba - tiba. Kedua pemuda yang berdiri di atas langsung turun dan mendampratnya, "Apa maksudmu? Apa Kamu pikir Kami ngumpetin temanmu itu?! Mana buktinya?!""Memang iya! Kalian yang harus bilang dia ada di mana!!" Tunjuk kekasih Sabrina tanpa rasa takut. Sabrina langsung memegang lengan sang kekasih. "Sayang, jangan asal nuduh. Ayo Kita pergi." Bisiknya takut. Ia melihat ada tiga orang di tempat itu sedang mereka hanya berdua. Ia juga hanya seorang perempuan yang tidak mengerti bela diri. Sang kekasih mendengus. Ia menatap ketiga orang itu bergantian. Yang terakhir menundukkan kepalanya. Sangat dalam. "Ayo Kita cari ke tempat lain dulu." Ajak Sabrina lagi. Sang kekasih merasa tidak mempunyai pilihan selain mengikuti ajakan Sabr

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 234 Bahaya buat Alea

    Sabrina diam dan menatap ke mata sang kekasih. Ada binar cinta yang dalam dan hangat. Dan itu ditujukan hanya untuknya. "Tapi Kamu tadi..""Brin," Potong sang kekasih cepat. "Maksudku bilang begitu itu biar si Alea itu merubah penampilannya. Seperti yang tadi itu lebih bagus, lebih polos dan terlihat baik - baik. Kak Lukman bisa aja jadi suka kalau dia seperti itu tadi." Jelasnya panjang lebar. Sabrina diam. Ia berusaha mencerna apa yang dikatakan sang kekasih. Sang kekasih seperti mendapat celah melihat kediaman Sabrina. "Dia emang cantik dan sexy tapi kelihatan murahan. Kalau tertutup begitu kan, enggak? Kamu suka sama dia, kan? Kamu mau dia jadian sama Kak Lukman, kan?" Kata sang kekasih lebih panjang dan lebar. Sabrina kembali diam. Ia mengakui kebenaran kata - kata kekasihnya itu. Lagipula memang tidak ada salahnya meminta Alea berubah. Memang sulit tapi bukan tidak mungkin, kan? Ia memang lebih menyukai Alea dibandingkan dengan Paramitha yang sering tidak peduli dengan k

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 233 Ke Puncak!

    Sang kekasih langsung memeluknya tanda setuju. Mereka seperti pasangan pengantin baru beda usia. "Setuju! Mau kan, Sayang?" Sahut Sabrina sekalian bertanya pada sang kekasih. "Apa sih yang enggak untukmu, Brin?" Sahut Sang kekasih dengan senyuman mesranya. Alea mendengus dalam hati, 'Sial! Tahu begini Aku mendingan nemenin Mama di rumah!'"Kita satu mobil aja." Usul Sabrina sambil bergayut pada lengan kekasihnya. "Boleh, Kami juga cuma pakai motor." Timpal Paramitha seraya mengerling manja pada sang kekasih. Alea menautkan alisnya. 'Mitha naik motor? Yang benar saja!'Paramitha melihat reaksi Alea dan langsung mengerti apa yang ada dalam benak Alea. "Pacarku masih kuliah. Sama Papanya belum boleh bawa mobil." Katanya menjelaskan. Sang kekasih mengangguk. Alea mendecih, "Apa emang nggak punya mobil?" Celanya langsung membuat wajah kekasih Paramitha memerah seketika. Entah karena malu atau marah. "Sembarangan! Jangan ngaco Kamu, Al!" Bela Paramitha sambil melotot. "Lagian,

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 232 Kecewa

    Teman - teman yang lain ikut memesan dan Mimin mencatatny di selembar kertas. "Benaran Kita mau makan sama Nyonya?" Tanya Buma tidak percaya. Mimin mengangguk. "Nyonya kesepian. Kasihan." Katanya prihatin. Yang lain mengangguk dengan perasaan senada. "Jangan lupa, Min. Ayam serundengnya ditambah pergedel. Sambalnya yang banyak!" Kata Teguh yang membuat mereka sebal."Nggak nyadar sikon!" Gerutu Mimin. "Dasar gembul!" Kecam Buma juga.Teguh tertawa. Ia tidak peduli. Yang penting makan enak! "Kapan belinya, apa Aku aja yang beli?" Ia justru menawarkan dirinya. "Nanti dong kalau mau jam makan siang!" Semprot Mimin. "Biar Aku aja yang beli. Kamu nanti korupsi!" Ketus Mimin lagi sambi mencari keberadaan Seno dan Damar. Lebih baik ia pergi dengan salah satu dari mereka. Itu yang ia pikirkan. Teguh mendecih. Perutnya yang bulat ia usap - usap karena sudah mengharapkan makanan itu ada di hadapannya sekarang. "Balik ke pos, sana!" Usir Mimin sebal. "Tapi Kamu belum bikinin kopi pe

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 96 Perawat untuk Brian

    Alea melihat semua kehebohan itu dengan senyum kecil. 'Ternyata mudah sekali membuatmu drop, Eva!' kata hatinya puas. Ia berjalan dengan langkah tenang di bawah tatapan para pelayan yang baru melepas kepergian Evara dan Safira ke rumah sakit. "Itu penjahatnya!" Teriak Sisil gemas. Penjahat? "

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 94 Kedatangan Alea

    "Bubur kacang hijau? Itu bagus." Jawab Ariana atas saran Mariska. Makanan tambahan untuk Evara. "Tapi Aku sudah makan, Ma." Protes Evara. "Kamu tadi hanya sarapan roti, Eva. Nggak cukup untukmu dan Brian." Evara memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas susu. Evara dan Athena saling berp

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 89 Proyek rahasia

    Athena pulang dan langsung menemui Safira. Tapi sebelum ia mengatakan sesuatu Ibunya itu sudah mengatakan, "Aku sedang nggak ingin berdebat denganmu, Atha. Aku lelah."Athena menelan semua kalimat yang ingin keluar dari mulutnya. Ia mendengus pelan sebelum membalikkan langkahnya dan keluar dari ka

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 88 Akal - akalan Anthony

    Athena menggeleng. Ia ingin cepat - cepat pulang dan berbicara serius dengan Safira. Ia berencana tidak akan lama berpacaran dengan Siska karena ia ingin segera menjadikannya sebagai istrinya. "Aku harus pulang." Katanya sambil mengusap rambut Siska yang turun ke dahinya. Siska mengangguk. Ia men

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status