共有

Bab 93 Brian kecil

作者: Dhisa Efendi
last update 公開日: 2026-01-14 20:22:35

Adamis tercengang. Bukan hanya Adamis, semua yang berada di meja itu juga membuka mulutnya sehingga membentuk bulatan.

Sunny tidak peduli. Keinginannya untuk ikut bersama Adamis sangat kuat. Ia ingin melihat seperti apa Ariana sekarang. Tentu ia masih secantik dulu. Usia tidak akan menelan kecantikannya.

Adamis sedikit bingung. Ia tidak mengetahui kisah antara mereka bertiga. Ia hanya tahu Sunny melepas perusahaan yang ia bangun bersama Bramanatyo karena ingin membuka perusahaan sendiri.

"Te
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 219 Artika pingsan!

    Andara langsung menerima panggilan istrinya. "Kalian dimana? Kenapa Kalian nggak segera pulang?!" Seru Artika tanpa berpikir lagi. "Ada apa, Sayang?" Tanya Andara yang semakin gelisah mendengar suara Artika yang terdengar menahan tangis. "Andara, Kami membutuhkanmu, sekarang!" Racau Artika yang mulai tidak dapat menahan tangisnya. "Tenang, Sayang. Apa yang terjadi? Kamu nggak papa, kan?" Cecar Andara ikut panik. Artika sampai menyebutnya dengan namanya, bukan Papa atau Sayang seperti biasanya. Tidak terdengar suara lagi dari atas. Suasana hening ini terasa mencekam dan menyiksa perasaan Artika. Andara masih setia menempelkan telinganya pada ponselnya, menunggu jawaban Artika. "Kenapa nggak ada yang turun dan memberitahuku?" Keluh Artika panik dan kesal sekaligus. "Beritahu apa? Sayang? Apa.."Tut.. Tut.. Tut.. Telepon terputus. "Cepat sedikit, Al!" Titah Andara pada Alvian. Alvian mengangguk dan menambah kecepatan pada laju kendaraannya. Axel terduduk di tempat tidurnya d

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 218 Axel?!

    "Axel?!" Jerit Artika kaget. Axel menatap mamanya. Ia tidak ingin karmanya yang buruk melibatkan sang mama bila ia terus memaksa membawa mobil ini dengan pikiran kalutnya. "Tolong gantikan Aku, Ma. Aku.. Aku pusing." Katanya beralasan. Axel langsung turun dari mobilnya. Ia tidak langsung masuk setelah memutari mobil. Ia justru bersandar di pintu mobil untuk mengatur nafasnya yang terengah seperti telah berlari sangat jauh.Artika sudah menggeser tubuhnya. Ia sudah berada di belakang kemudi sekarang dan menunggu Axel untuk masuk. 'Biarlah. Pasti ia lagi menenangkan dirinya. Sebenarnya apa yang sudah ia lakukan?' gumam hatinya. Ia tidak memaksa Axel untuk segera masuk. Artika memilih menunggu dan mengingat cerita Alvian tentang mimpi buruk Axel saat ia baru pulang dari Aussie. "Ia ketakutan, Ma. Tapi ia nggak mau menjawab pertanyaanku." Cerita Alvian waktu itu tapi dianggap tidak terlalu penting oleh Artika. Ia melihat keseharian Axel yang tetap ceria dan sering menjahili adiknya

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 217 Karma

    Siska termenung untuk sesaat. Ia melihat Athena tersenyum bangga mendengar perkataan Artika. "Aku bilang juga apa." Katanya. "Aku.. Aku takut itu.. Terlalu mahal.." Bisiknya nyaris tak terdengar. Artika tersenyum bijak. "Nggak ada yang terlalu mahal untuk orang tercinta." Katanya menenangkan. Athena tersenyum lebih lebar. "Aku bilang juga apa." Katanya mengulang. Artika ingin melepaskan kalungnya. Ia meminta tolong pada Axel. "Ax? Tolong Mama." Katanya sambil mengangkat rambutnya. Tidak ada yang melepas kalungnya bahkan tidak ada suara yang merespon permintaannya. Artika menoleh ke tempat ia berdiri tadi bersama Axel. "Axel?" Tanyanya sambil celingukan. Axel tidak ada di tempatnya berdiri tadi. 'Lho? Kemana dia?' tanya Artika dalam hati. Ia langsung celingukan mencari keberadaan Axel tapi putra keduanya itu seperti hilang ditelan bumi. 'Dasar anak nakal!' gerutu hati Artika. Ia hampir menurunkan rambutnya lagi saat suara Siska terdengar halus, "Biar Aku saja, Tante."A

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 216 Tiffany mendapatkan hukumannya

    Tiffany digendong oleh salah satu polisi ke dalam mobil. Perawat itu ikut masuk dan duduk di sebelah Tiffany. "Aku menemaninya sampai orangtuanya datang." Tegasnya sebelum ditanya. Salah satu polisi memasukkan kursi roda ke dalam bagasi. Saat itulah mobil Sandro mendekat dan berhenti di samping mobil dinas Lukman Hakim. Kirana turun padahal mesin mobil belum dimatikan oleh Sandro. "Tiff! Tiffany!" Jeritnya sambil berlari ke mobil Lukman Hakim. "Mama!" Sahut Tiffany lirih. Ia nyaris tidak bertenaga bahkan untuk berteriak. Tubuh lemasnya disangga oleh perawat di sampingnya. "Pagi, Bu Kirana." Sapa Lukman Hakim yang sudah duduk di samping kursi pengemudi. "Kenapa Bapak nggak menungguku?!" Alih - alih menjawab teguran Lukman Hakim, Kirana berteriak dengan marah. Lukman Hakim tersenyum. Ia tidak marah sama sekali. "Sebaiknya mobil Ibu mengikuti mobil Kami." Katanya tenang. Ia memberi perintah dengan isyarat agar temannya yang memegang kemudi menjalankan mobilnya. "Tiffany!" Jer

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 215 Penangkapan Tiffany

    "Kalau sekiranya semua bangunan itu sudah nggak layak, bongkar saja. Ganti dengan yang baru." Titah Adamis lagi disertai senyum manis Evara. Evara mulai bekerja hari ini jadi ia tidak dapat menemani Safira. Athena berjanji akan meninjau perkembangan nya setiap hari sabtu dan minggu. "Aku juga akan mengajak Siska." Katanya. "Huh! Belum apa - apa udah diajak aja!" Dengus Safira. "Harus dong, Bu. Siska kan calon istriku. Ia juga akan tinggal di rumah itu." Sanggah Athena. "Tapi...""Nggak ada tapi. Atau Aku nggak akan pernah menikah lagi seumur hidupku!" Ancam Athena. Safira cemberut. Ia masih merasa tak rela melepaskan Athena pada Siska. Tapi ia takut Athena akan menepati ancamannya bila ia dilarang menikah dengan Siska. "Ibu, Ibu nggak akan menyesal. Ibu akan belajar menyayangi Siska seperti Ibu menyayangiku." "Tapi itu nggak sama. Siska bukan..""Aku juga bukan anak Ibu." Potong Evara berbisik. Safira terdiam. Kenyataan yang menampar dirinya yang terpaksa menjadi seorang ibu

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 214 Tiffany siap di hukum

    "Tiff, Kamu tahu konsekwensinya karena Kamu udah memeras orang?"Tiffany seperti termenung untuk sesaat sebelum menjawab, "Aku tahu, Kak." Katanya seraya menghela nafasnya. "Kamu harus kuat, ya? Aku percaya Kamu akan kuat."Kembali Siska memberikan kata - kata motivasinya. Mata Tiffany terlihat berlinang. "Kalau saja Aku punya kakak sepertimu, Kak." Katanya. Siska tersenyum. "Aku mau jadi Kakakmu. Kamu itu adik yang manis." Kata Siska sambil mengusap pipi Tiffany. "Kakak pulang dulu, ya?""Ya." Sahut Tiffany sambil melambaikan tangannya sampai Siska benar - benar keluar dari kamarnya. Tiffany mengerjapkan matanya hingga airmata langsung turun membasahi pipinya. Anehnya, ia merasa lebih tenang dari sebelumnya. Ia sadar, perbuatannya sama sekali tidak dapat dibenarkan dan ia harus siap menanggung akibatnya. Tiffany melambaikan tangannya pada perawat yang sudah lebih dari sebulan ini menjaganya. "Tolong lihat keluar. Apa Mama dan Papa sudah kembali?" Pintanya saat perawat itu m

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 106 "Terimakasih, Eva."

    Safira membentangkan tangannya untuk meminta Sunny melangkah ke tempat yang ia inginkan. Rambutnya yang berdiri sebagian membuatnya seperti singa yang tercebur ke sungai karena sebagian lepek karena keringat. Sunny langsung merasa gerah. Keringat mulai muncul di dahinya. "Aku kepanasan. Aku kemba

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 96 Perawat untuk Brian

    Alea melihat semua kehebohan itu dengan senyum kecil. 'Ternyata mudah sekali membuatmu drop, Eva!' kata hatinya puas. Ia berjalan dengan langkah tenang di bawah tatapan para pelayan yang baru melepas kepergian Evara dan Safira ke rumah sakit. "Itu penjahatnya!" Teriak Sisil gemas. Penjahat? "

    last update最終更新日 : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 94 Kedatangan Alea

    "Bubur kacang hijau? Itu bagus." Jawab Ariana atas saran Mariska. Makanan tambahan untuk Evara. "Tapi Aku sudah makan, Ma." Protes Evara. "Kamu tadi hanya sarapan roti, Eva. Nggak cukup untukmu dan Brian." Evara memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas susu. Evara dan Athena saling berp

    last update最終更新日 : 2026-03-28
  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 89 Proyek rahasia

    Athena pulang dan langsung menemui Safira. Tapi sebelum ia mengatakan sesuatu Ibunya itu sudah mengatakan, "Aku sedang nggak ingin berdebat denganmu, Atha. Aku lelah."Athena menelan semua kalimat yang ingin keluar dari mulutnya. Ia mendengus pelan sebelum membalikkan langkahnya dan keluar dari ka

    last update最終更新日 : 2026-03-27
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status