Home / Urban / Memanjakan Para Adik Tiriku / 19. Main dengan Rara di Kamar Mandi

Share

19. Main dengan Rara di Kamar Mandi

last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-01 23:36:01

19

“Rara?”

Dani terbelalak. Air pancuran masih mengalir deras di atas kepalanya, tapi tubuhnya langsung kaku saat melihat siapa yang berdiri di belakangnya.

Di sana, Rara tampak tersenyum jahil. Rambut panjangnya sedikit basah terkena percikan air, dan gaun tipis yang ia kenakan mulai menempel di lekuk tubuhnya.

“Hai, Kak Dani. Mandinya kok nggak ngajak-ngajak Rara sih?” suaranya mendayu-dayu, sengaja dibuat sedikit mendesah untuk menggoda Dani.

“Astaga! Kamu ngapain di sini?” Dani buru-buru me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    19. Main dengan Rara di Kamar Mandi

    19“Rara?”Dani terbelalak. Air pancuran masih mengalir deras di atas kepalanya, tapi tubuhnya langsung kaku saat melihat siapa yang berdiri di belakangnya.Di sana, Rara tampak tersenyum jahil. Rambut panjangnya sedikit basah terkena percikan air, dan gaun tipis yang ia kenakan mulai menempel di lekuk tubuhnya.“Hai, Kak Dani. Mandinya kok nggak ngajak-ngajak Rara sih?” suaranya mendayu-dayu, sengaja dibuat sedikit mendesah untuk menggoda Dani.“Astaga! Kamu ngapain di sini?” Dani buru-buru menutupi tubuhnya dengan kedua tangan. “Bukannya tadi kamu sama Rosa sudah pulang?”“Aku balik lagi. Aku nggak bisa tidur di rumah, Kak.” Rara mendekat selangkah.“Aku kepikiran Kak Dani terus,” suaranya setengah berbisik. Jemarinya mulai berani mengusap dada telanjang Dani yang sudah basah.“Keluar, Ra! Ini kamar mandi rumah sakit. Kamu nggak boleh ikutan masuk ke sini!” usir Dani seraya menepis tangan Rara yang bermain membentuk lingkaran di dadanya.Bukannya menurut, Rara justru malah menempelk

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    18. Fantasi Panas di Kamar Mandi

    18“Tante Rina …?”Dani membeku di ambang pintu. Matanya langsung tertuju pada ranjang. Surya ternyata tidak lagi berbaring dengan tenang seperti beberapa menit sebelumnya. Tubuhnya sudah bergeser ke tepi ranjang, sementara Tante Rina berdiri di sampingnya dengan wajah panik.“Dani, tolong!" pekik wanita itu dengan panik.“Ayah!”Dani bergegas masuk dengan cemas. Baru beberapa langkah ia mendekat, tubuh Surya tiba-tiba kembali limbung. Tangannya yang masih terpasang infus bergerak lemah, seolah berusaha mencari pegangan.“Pegang tangan ayahmu, Dan!” seru Tante Rina."Ya ampun! Ayah kenapa?” Dani segera menghampiri sang ayah. Dia menangkap tubuh ayahnya sebelum benar-benar jatuh ke lantai. Tante Rina ikut menopang bahunya dari sisi lain.“Ayah! Ayah kenapa?”Surya tidak menjawab. Matanya hanya terbuka sedikit, napasnya terdengar berat. Dani semakin panik melihat wajah ayahnya yang pucat.“Tante, panggil perawat!”“Tidak perlu!” jawab Tante Rina cepat.Dani menoleh tajam. “Kenapa tidak

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    17. Tante Rina Bikin Gelisah

    17Dani langsung terkejut ketika pintu toilet terbuka dari luar. Dia buru-buru memperbaiki celananya sambil mundur beberapa langkah.“Siapa itu? Jangan masuk!”Namun terlambat, karena pintu sudah terbuka begitu saja. Begitu pintu terbuka lebih lebar, Dani justru semakin terkejut. Orang yang berdiri di hadapannya adalah Tante Rina, ibu tirinya sendiri.“Tante Rina?” Dani menatapnya tidak percaya. “Kenapa Tante masuk ke sini?”“Ya ampun!" Rina mengerutkan kening. “Dani, seharusnya Tante yang bertanya. Kenapa kamu ada di sini?”“Apa maksud Tante?” mata Dani memicing.“Ini kan toilet perempuan.”"Hah?” Dani tercengang, hingga bibirnya setengah terbuka.Dia buru-buru keluar dan menoleh ke arah pintu. Baru kali ini dia benar-benar memperhatikan papan kecil yang terpasang di atas pintu.TOILET WANITA.Wajah Dani pun seketika memerah. Ia seperti dicakar sampai ke dalam-dalamnya.“Ya ampun!” Ia tepuk jidatnya keras.Dia benar-benar salah masuk.“Maaf, Tante. Aku tadi nggak lihat tandanya,” uca

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    16. Siapa yang Masuk ke Toilet?

    Bab 16Dani masih berdiri mematung setelah mendengar kabar dari Rara.“A … apa? Ayah kolaps, Ra?” tanyanya sekali lagi untuk memastikan.“Iya, Kak. Tapi ayah sekarang sudah dibawa ke rumah sakit.”Dani mengusap wajahnya dengan gelisah. Pikirannya langsung kacau. Di satu sisi, dia tidak mungkin membiarkan ayahnya sendirian dalam kondisi seperti itu. Namun di sisi lain, neneknya baru saja sakit dan kondisinya belum sepenuhnya pulih.Kalau dia pergi sekarang, siapa yang akan menjaga nenek?Dani pun menoleh ke arah kamar.“Nek,” lirihnya, dan segera masuk ke kamar menghampiri neneknya.“Nenek masih bangun?” tanya Dani, sambil duduk di tepi tempat tidur di sebelah sang nenek.Nenek membuka mata perlahan. “Kenapa, Nak?”“Nek, Dani baru saja dapat telepon dari kota. Katanya ayah kolaps dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit.”Mendengar itu, nenek langsung terlihat cemas. Tampak dari gurat keriput di wajahnya yang semakin cekung.“Apa? Surya sakit?” ulangnya dengan suara bergetar.“Iya, Ne

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    15. Nurma, Punyamu Besar Sekali!

    Bab 15Dani dan Nurma masih terdiam dalam posisi yang sama. Jarak mereka begitu dekat, membuat keduanya bisa merasakan napas masing-masing yang tidak beraturan. Tatapan mereka bertemu, tetapi tak satu pun segera mengalihkan pandangan.Jari Dani terus merayap naik menyusuri punggung Nurma yang halus. Hingga akhirnya ia berhenti pada pengait bra yang menempel di tubuh sang gadis.“Dan … mmhh.” Suara Nurma bergetar, saat Dani dengan pelan melepaskan pengait bra miliknya.Entah karena suasana yang terlalu sepi atau karena perasaan yang sejak tadi mereka tahan, pertahanan keduanya pun perlahan runtuh.Dani tahu seharusnya dia mundur. Nurma juga tahu seharusnya dia segera berdiri. Namun, untuk beberapa saat, keduanya justru membiarkan perasaan menguasai akal sehat.“N … Nurma,” lirih Dani, suaranya bergetar, nafasnya memburu naik turun.“Oh, Dani!” Nurma menggigit bibirnya dan memejamkan mata rapat.Tidak ada lagi kata-kata yang mampu menjelaskan keadaan mereka.Keduanya sama-sama sadar bah

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    14. Membangkitkan si Gatot (Gagah dan Berotot)

    14“Da ... Dani?”Nurma berdiri kaku di ambang pintu kamar mandi. Rambutnya masih basah dan beberapa helainya menempel di sisi wajah. Handuk kecil dan pendek yang melilit tubuhnya, membuat tubuh wanita itu terlihat jelas.Dani tercengang, melihat bongkahan payudara Nurma yang ternyata begitu besar. Kakinya juga jenjang dan ramping, pahanya putih mulus. Tetapi yang membuat Dani berdesir hebat, karena melihat dua bukit kenyal yang nyaris tumpah dari balik handuk.“Dan, jangan lihat! Aku malu!" Nurma cepat-cepat berbalik badan dan menutupi belahan dadanya dengan lengan.Namun, Dani malah dibuat gelisah karena dihadapkan pada bok*ng besar Nurma yang saat ini membelakanginya.“Astaga!" Dani langsung membuang pandangan, begitu akal sehatnya bekerja.“Maaf, Nurma. Aku nggak sengaja masuk. Aku … aku cuma mau minta tolong. Nenekku kondisinya tiba-tiba memburuk,” ujar Dani terbata-bata.Mendengar itu, ekspresi Nurma seketika berubah serius.“Nenek?”“Iya. Tadi mendadak lemas lagi. Warga sudah m

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    4. Desahan Itu Lagi

    Bab 4“Rosa, hentikan!”Dani langsung menahan tangan adik tirinya itu sebelum handuk yang melilit tubuhnya benar-benar terlepas.Napasnya memburu, seirama dengan jantungnya yang berdetak kacau saat tubuh Rosa masih menempel erat di dadanya.“Kenapa sih, Kak? Kakak benci sama aku ya?” rengek Rosa ma

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    3. Godaan dari Adik Tiriku

    Bab 3Dani menelan ludah pelan sambil terus menatap ke arah lantai atas. Tangannya meletakkan gelas ke meja secara perlahan. Ia ragu jika tadi ia hanya salah dengar, tapi ternyata telinganya tetap menangkap suara aneh dari kamar Surya.Suara desahan itu masih terdengar samar di tengah sunyinya ruma

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    2. Suara Desahan Siapa?

    Bab 2Dani membelalak saat gadis di depannya benar-benar menarik tali lingerie itu perlahan. Kain tipis tersebut melorot sedikit demi sedikit dari bahunya, membuat Dani refleks memalingkan wajah.“Heh! Jangan aneh-aneh kalian ya!” bentak Dani gugup.Namun kedua gadis itu malah terkikik geli melihat

  • Memanjakan Para Adik Tiriku    1. Puasin Aku Dong

    Bab 1“Kak, puasin aku dong!”Seorang gadis bertubuh tinggi semampai berdiri dengan pose sensual di hadapan Dani. Jemari lentiknya perlahan melepaskan tali lingerie yang ia kenakan.Pakaian tidur tipis itu terbuka perlahan. Kainnya yang licin pun terlepas dari bahu, lalu jatuh begitu saja di lantai

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status