Share

6 Pemeriksaan Ulang

Penulis: Less22
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-29 11:52:01

"Kalau begitu, mari Tuan Adnan, kami akan mengecek tubuh Anda secara menyeluruh dan memastikan kondisi Anda dalam keadaan yang stabil," ujar Dokter Rani dengan tatapan penuh perhatian. Suaranya lembut namun tegas, mencerminkan profesionalisme yang telah dia bangun selama puluhan tahun berpraktik di Rumah Sakit Umum Harapan Kota Pekanbaru.

Adnan mengangguk perlahan, matanya sedikit berbinar dengan rasa penasaran yang tak bisa disembunyikan.

Ia mengikuti langkah Dokter Rani dan rekan sejawatnya, Dokter Adi yang telah menangani kasus kanker otaknya.

Di benaknya ada pertanyaan. "Hm... Bagaimana dengan tumor yang telah menyebar di otakku? Dan apakah diabetes tipe 2 yang telah menggangguku selama tiga tahun bisa benar-benar hilang setelah meminum potion misterius yang diberikan sistem itu?" tanyanya dalam hati dan ia penasaran apa sudah mulai sembuh.

Sesampainya di ruangan pemeriksaan lantai tiga, yang dilengkapi dengan mesin MRI terbaru dan alat pemantau fungsi tubuh canggih, mereka memasuki ruangan yang dingin dan bersih terpola.

Cahaya lampu neon menerangi setiap sudut, membuat permukaan peralatan medis mengkilap.

"Pak Adnan, silakan baring di atas brankar ini. Kami akan melakukan pemindaian ulang otak dan pemeriksaan kadar gula darah serta fungsi organ penting lainnya untuk memastikan perkembangan kondisi Anda," jelas Dokter Adi sambil menyiapkan lembaran pemeriksaan dan menyesuaikan posisi mesin pemantau.

Pada saat itu, ingatan tentang Salah satu hadiah utamanya adalah Potion Pemulihan Total 30% yang diklaim dapat menyembuhkan kanker otak dan diabetesnya secara bertahap, ia ingat belum mengambilnya dan menggunakannya.

"Dokter Adi, saya minta izin sebentar menggunakan kamar mandi yang ada di dalam ruangan ini," ujar Adnan dengan nada sopan, merasa perlu untuk mengkonsumsi potion itu secara tersembunyi agar tidak menimbulkan kecurigaan.

"Tentu saja, Pak Adnan. Silakan saja. Kami akan menyiapkan alat pemeriksaan sementara Anda keluar," jawab Dokter Adi dengan senyum ramah.

Adnan segera masuk ke kamar mandi kecil yang terletak di pojok ruangan pemeriksaan.

Tak lama setelah pintu ditutup rapat, sistem itu muncul kembali di depannya, dengan tulisan berwarna biru muda yang memancarkan cahaya di depan wajahnya.

PILIH ITEM UNTUK DIGUNAKAN.

Ia dengan cepat menyentuh opsi Potion Pemulihan 30%, dan seketika sebuah botol kaca kecil berwarna hijau muda muncul di tangannya, dengan label yang hanya bertuliskan "PEMULIHAN KANKER OTAK" dan satunya lagi. "PEMULIHAN DIABETES".

Tanpa ragu lagi, Adnan membuka tutup botol dan meneguk isi potionnya dengan cepat.

Gluk! Gluk! Gluk

Setelah itu, ia dengan hati-hati membuang botol kosong ke dalam tong sampah yang terletak di samping wastafel.

Tiba-tiba, sebuah sensasi hangat mulai menyebar dari bagian tenggorokannya ke seluruh tubuhnya.

Di kepalanya, rasa berat dan nyeri yang selama ini selalu menyertaiinya perlahan menghilang, digantikan dengan kesegaran yang tak pernah ia rasakan selama bertahun-tahun.

Ia melihat cermin di depan dirinya dan terkejut, kulit wajahnya yang sebelumnya sedikit menghitam dan kusam akibat efek diabetes mulai berubah warna, menjadi lebih cerah dan tampak segar. Ia mengangkat kedua tangannya, bekas luka kecil akibat luka diabetes di bagian ujung jari mulai menyatu dan menghilang perlahan.

"Wah, potion dengan efektivitas 30% saja sudah bekerja sangat cepat di dalam tubuhku," gumam Adnan dengan suara penuh kagum, sambil terus mengamati perubahan yang terjadi pada dirinya. Ia tak sabar untuk mengetahui hasil pemeriksaannya.

Setelah merasa cukup yakin bahwa efek potion sudah mulai bekerja dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di tubuhnya, Adnan mengusap tangan dan wajahnya dengan handuk kecil yang ada di kamar mandi, lalu membuka pintu keluar. Wajahnya kini tampak lebih rileks, bahkan sedikit bersinar meskipun ia mencoba menyembunyikannya.

"Sudah selesai, Pak Adnan?" tanya Dokter Adi yang tengah menyetel parameter mesin MRI dengan fokus, kemudian menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh perhatian.

"Sudah, terima kasih," jawab Adnan sambil mengangguk, langkahnya kini terasa lebih ringan dibandingkan saat memasuki ruangan tadi. Ia merasa tubuhnya lebih bugar, seolah beban berat yang selama ini menindasnya tiba-tiba menghilang sebagian.

"Silakan naik ke atas brangkar saja. Kami akan mulai dengan pemindaian MRI otak terlebih dahulu, kemudian melakukan tes darah untuk memeriksa kadar gula dan fungsi organ lainnya," ujar Dokter Adi lagi sambil membantu menyesuaikan bantal di bagian kepala brangkar agar Adnan bisa berbaring dengan nyaman.

Adnan pun berbaring di atas permukaan brangkar yang dingin namun empuk. Dokter Rani segera menutup tubuhnya dengan selimut tipis agar ia tidak merasa kedinginan, kemudian menempatkan beberapa elektroda kecil di pelipis dan dahinya untuk memantau aktivitas otak.

Mesin MRI mulai beroperasi dengan suara gemuruh yang khas, sementara kedua dokter mengawasi layar monitor yang menampilkan gambar pemindaian otak secara real-time.

Setelah sekitar dua puluh menit, pemindaian selesai, dan Dokter Adi langsung mengambil hasil cetakan gambar serta data dari mesin.

Bersama Dokter Rani, mereka mulai menganalisis setiap detail dengan mata teliti. Awalnya wajah mereka menunjukkan ekspresi biasa, namun perlahan-lahan, alis mereka mulai terangkat, dan mata mereka membelalak dengan tak percaya.

Data tes darah yang baru keluar dari mesin pemeriksa juga menunjukkan angka yang jauh berbeda dari pemeriksaan sebelumnya.

"Tidak mungkin... ini benar-benar ajaib!" ujar Dokter Rani dengan suara penuh terkejut dan tercengang, matanya tak bisa lepas dari layar monitor.

Gambar MRI menunjukkan bahwa tumor di lobus frontal otak Adnan yang tadinya berukuran sekitar 4 sentimeter telah menyusut menjadi hanya 1 sentimeter, dengan batas yang jelas dan tidak ada tanda penyebaran sel kanker.

Sementara itu, kadar gula darahnya yang biasanya berada di angka 320 mg/dL kini turun ke angka normal yaitu 95 mg/dL, dan indikator fungsi ginjal serta hati juga menunjukkan kondisi yang sangat baik.

Dokter Adi menggigit bibir bawahnya, tangan yang memegang lembar hasil pemeriksaan sedikit gemetar.

"Pak Adnan... apa yang Anda lakukan selama di ruangan kamar mayat tadi? Apakah Anda mengkonsumsi obat aneh?" tanyanya dengan nada penuh kebingungan dan rasa ingin tahu yang besar.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   7

    "Tidak, aku tidak mengkonsumsi obat apa pun," kata Adnan dengan nada yang coba terdengar tenang. Ia terpaksa berbohong, bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada tubuhnya berasal dari sebuah potion yang dihasilkan oleh sistem misterius yang muncul di benaknya. Dokter Adi menatap wajahnya dengan seksama. Matanya yang tajam bergerak dari wajah Adnan ke tangannya yang terentang di atas tempat tidur. "Eh, apa aku tidak salah lihat? Bukannya tadi saat kamu masuk ruang operasi, kulit kamu agak menghitam dan kusam akibat komplikasi diabetes yang parah? Tapi sekarang ini... kulit kamu terlihat cerah dan segar seperti orang yang tidak pernah sakit," ujar Dokter Adi sambil meraih tangan Adnan dengan hati-hati, memutarnya ke sana kemari untuk memeriksa setiap detail.Adnan merasa wajahnya mulai memanas. Ia menggaruk pipinya yang sebenarnya tidak gatal, lalu memalingkan wajah ke arah jendela kamar ruangan tersebut yang menghadap taman rumah sakit. "Eh, Anda salah lihat

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   6 Pemeriksaan Ulang

    "Kalau begitu, mari Tuan Adnan, kami akan mengecek tubuh Anda secara menyeluruh dan memastikan kondisi Anda dalam keadaan yang stabil," ujar Dokter Rani dengan tatapan penuh perhatian. Suaranya lembut namun tegas, mencerminkan profesionalisme yang telah dia bangun selama puluhan tahun berpraktik di Rumah Sakit Umum Harapan Kota Pekanbaru. Adnan mengangguk perlahan, matanya sedikit berbinar dengan rasa penasaran yang tak bisa disembunyikan. Ia mengikuti langkah Dokter Rani dan rekan sejawatnya, Dokter Adi yang telah menangani kasus kanker otaknya. Di benaknya ada pertanyaan. "Hm... Bagaimana dengan tumor yang telah menyebar di otakku? Dan apakah diabetes tipe 2 yang telah menggangguku selama tiga tahun bisa benar-benar hilang setelah meminum potion misterius yang diberikan sistem itu?" tanyanya dalam hati dan ia penasaran apa sudah mulai sembuh. Sesampainya di ruangan pemeriksaan lantai tiga, yang dilengkapi dengan mesin MRI terbaru dan alat pemantau fungsi tubuh canggih,

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   5 Misi Selesai

    Suara mekanis terdengar. [Selamat, Host berhasil menyelesaikan misi!] Ting! Panel muncul di antar muka. Adnan menatap panel dengan seksama. [REWARD SISTEM OBAT: - Poin bertambah: 1000 Poin. - Obat penyembuh kanker otak 30%. - Obat penyembuh diabetes 30% - Hadiah Utama: Uang Rp 1.000.000.] Adnan, menelan ludah kosong, dengan mata terbelalak. Sekaligus dapat uang sekaligus obat baru. [Host, telah naik ke level 2.] [Saldo 1.000.000] [Keahlian akupuntur: 2%] [Keahlian Pijatan: 2%] [Insting penyembuhan: 2%] [Pendeteksi penyakit: 2%] [Kecerdasan: 2%] [Keberanian: 2%] [Keterampilan Tindakan: 2%] [Pengendali Energi: 2%] [Pengetahuan ramuan/obat-obatan: 2%] [Ketahan Mental: 2%] [Energi tubuh: 0%] [Poin: 2000] Mata Adnan membulat tak percaya dengan hadiah sistem yang ia dapatkan dan sangat banyak. "Wah, aku mendapatkan obat penyembuhan lagi, untung saja misi berhasil," kata Adnan melihat sistem dengan bahagia. "Cepat! Cepat! Bawa pasien segera," kata Do

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   4 Misi

    "Siapa kamu? Darimana kamu datang? Jangan kamu berani mengganggu keluarga dalam kesusahan!” teriak Kepala Perawat Yanti dengan wajah memerah kesal, saat dua perawat muda mendekat untuk menarik Adnan keluar dari ruangan. Sang istri, yang mendengar peryataan tersebut, langsung berhenti menangis, ia mendekat ke arah Adnan. "Apa kmu bilang? Su-suamiku masih hidup?" Ting! Ting! Ting! Cahaya hologram berwarna biru menyala terang di depan matanya, membuatnya terpaksa menutup mata sebentar. [MISI TAMBAHAN] [Buktikan bahwa Budi Santoso masih hidup dan rawat kondisinya hingga stabil] [Status: Misi Aktif Segera] [Hadiah: Poin pengalaman x2, akses ke Kemampuan Penyembuhan Darurat] [Konsekuensi Gagal: Semua poin hilang, sistem tidur 7 hari, dan Anda akan mengalami kelelahan ekstrem selama 3 hari] [PETUNJUK SEGERA: Sentuh bagian dada pasien dan aktifkan Diagnosis Mendalam untuk menampilkan bukti kepada semua orang] Tanpa berpikir panjang, Adnan menarik tangan dari genggaman pe

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   3. Misi Perdana

    Ting!Suara nada dering khas yang hanya bisa didengar oleh Adnan. Cahaya hologram tipis berwarna biru muda muncul di depan matanya, menampilkan baris teks yang membuat matanya melejit lebar.[MISI UTAMA][Sembuhkan 1 orang pasien][Status: Misi Sedang Berlangsung][Catatan Sistem: Waktu pengerjaan tidak terbatas, namun tidak ada tambahan poin jika melebihi 72 jam sejak penerimaan misi]"Apakah aku sudah memulai misi baru?" tanya Adnan dengan nada terkejut Ia baru saja menyelesaikan proses orientasi sistem yang muncul secara misterius di benaknya saat ia baru sadar.[Benar, Tuan Adnan. Selesaikan misi ini, dan Anda akan mendapatkan hadiah menarik lainnya berupa poin pengalaman serta akses ke kemampuan dasar diagnosis]Adnan mengangguk perlahan, mencoba menyerap setiap informasi yang diberikan sistem. Ia mengeluarkan napas panjang, menepuk-nepuk dadanya pelan agar tidak terlalu kaku, lalu beranjak dari kursi di sudut kamar mayat.Pintu besi berat kamar tersebut berderak saat dibukanya,

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   2. Mendapatkan Sistem

    [Ting tong]Loading...Menemukan Tuan...Memindai...Pengenalan Tuan...Memproses....Selesai...Mengscan tubuh Tuan...Selesai.Nama: Adnan Dewastara.Umur: 28 tahun.Pekerjaan: -Jenis kelamin: Pria.Status: DudaMenyadarkan Tuan dari kematian...Memproses...Selesai.Ting!Tiba-tiba saja kepala Adnan berdenyut kuat, ia merasakan sakit kepala yang tidak pernah ia rasakan sebelum."Akhhhhhhh! Sakit sekali!" teriak Adnan memegang kepalanya hingga tubuhnya meringkuk.Ting!Suara itu muncul lagi, tapi kali ini membuat sakit kepalanya perlahan menghilang."Eh, suara apa itu?" tanya Adnan melihat kedua tangannya, lalu ia melihat sekeliling tempat ia berada sekarang."Tempat apa ini?" tanyanya kebingungan, ia. melihat para orang-orang di dekatnya di tutup dengan kasih putih, sama dengannya saat ini."Ini jangan-jangan... "WELLCOME[Selamat datang di system teknologi canggih, System Medis super. Anda akan menjadi Tuan dari system ini, Anda mendapatkan keahlian pengobatan. System akan memba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status