Share

3. Misi Perdana

Penulis: Less22
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-29 11:00:05

Ting!

Suara nada dering khas yang hanya bisa didengar oleh Adnan. Cahaya hologram tipis berwarna biru muda muncul di depan matanya, menampilkan baris teks yang membuat matanya melejit lebar.

[MISI UTAMA]

[Sembuhkan 1 orang pasien]

[Status: Misi Sedang Berlangsung]

[Catatan Sistem: Waktu pengerjaan tidak terbatas, namun tidak ada tambahan poin jika melebihi 72 jam sejak penerimaan misi]

"Apakah aku sudah memulai misi baru?" tanya Adnan dengan nada terkejut  Ia baru saja menyelesaikan proses orientasi sistem yang muncul secara misterius di benaknya saat ia baru sadar.

[Benar, Tuan Adnan. Selesaikan misi ini, dan Anda akan mendapatkan hadiah menarik lainnya berupa poin pengalaman serta akses ke kemampuan dasar diagnosis]

Adnan mengangguk perlahan, mencoba menyerap setiap informasi yang diberikan sistem. Ia mengeluarkan napas panjang, menepuk-nepuk dadanya pelan agar tidak terlalu kaku, lalu beranjak dari kursi di sudut kamar mayat.

Pintu besi berat kamar tersebut berderak saat dibukanya, menyisakan suara yang menusuk di koridor rumah sakit yang mulai sepi dengan aktivitas sore.

Ia berjalan dengan langkah hati-hati di koridor lantai satu, mata memandang sekeliling mencari tanda-tanda pasien yang mungkin menderita penyakit ringan.

 Koridor yang diberi warna biru muda itu penuh dengan aroma alkohol medis dan sedikit bau obat yang khas. Beberapa perawat berlari tergesa-gesa membawa troli obat, sementara keluarga pasien berkumpul di area tunggu dengan wajah penuh kekhawatiran.

Saat melintas di depan Ruang Rawat Inap. Adnan tiba-tiba terdengar suara tangisan yang menusuk hati dari dalam salah satu ruangan. Suara isak tangis wanita yang penuh kesedihan membuat langkah kakinya terhenti sejenak.

"Tidakkkkk! Suamiku! Jangan tinggalkan aku! Aku tidak bisa hidup tanpa mu!" teriak seorang wanita dengan rambut kusut dan wajah memerah karena menangis histeris. Ia memeluk erat tubuh pria yang terbaring tak bergerak di atas ranjang sakit, tangan kanannya terus mengelus pipi suaminya yang sudah mulai tampak kebiruan.

Di sekeliling mereka, beberapa anggota keluarga lain juga meratapi kehilangan. Seorang pria muda yang tampak seperti anak kandung mereka duduk di sudut ruangan, menyembunyikan wajah di antara kedua tangan dengan badan yang bergoyang pelan sambil menangis.

Seorang nenek berusia lanjut berdiri di samping sang istri, tangan keriputnya menyentuh pundak wanita itu sambil mengucapkan kata-kata penghiburan dengan suara yang juga bergetar.

Petugas perawat yang bertugas di ruangan itu berdiri di dekat pintu dengan wajah penuh rasa iba, sudah siap membantu proses pengambilan tubuh jika keluarga sudah siap.

Adnan menghela napas dalam-dalam, bagaimana mungkin ia bisa menyembuhkan orang yang sudah meninggal.

Ia tahu seharusnya melanjutkan langkahnya dan mencari pasien yang sesuai dengan misinya. Namun, sesuatu di dalam hatinya terasa tidak nyaman melihat kesedihan yang luar biasa dari keluarga tersebut.

Tanpa sadar, langkah kakinya mengarah ke arah pintu ruangan itu. Ia masuk perlahan, dan karena semua orang di dalam ruangan terlalu larut dalam kesedihan mereka, tak seorang pun yang menyadari kehadirannya.

Adnan berjalan perlahan ke arah ranjang sakit, mata memandang tubuh pria yang diduga sudah meninggal itu.

Dari jauh, ia bisa melihat bahwa dada pria tersebut tampak tidak bergerak sama sekali, dan monitor vital yang terpasang di sisi ranjang menunjukkan garis lurus yang menandakan tidak ada denyut jantung maupun detak napas.

Namun, rasa penasaran yang luar biasa muncul di benaknya. Mungkin sistem bisa memberikan informasi yang berbeda dengan hasil pemeriksaan medis rumah sakit.

Tanpa berpikir panjang lagi, Adnan mengulurkan tangan kanannya dan menyentuh lembut bagian pergelangan tangan pria tersebut. Pada saat yang sama, cahaya hologram sistem muncul kembali di depannya dengan informasi yang membuatnya terkejut hingga tidak bisa berkata-kata.

Ting!

STATUS PASIEN

Nama: Budi Santoso

Umur: 45 tahun

Status Kesehatan Umum: 70%

Status Kehidupan: 97%

Tahan Tubuh: 70%

Kondisi Fisik: 70%

Kesehatan Mental: 70%

Kesadaran: 39%

"Di masih hidup, apa yang membuat ia di nyatakan meninggal?" tanya Adnan dalam hati.

[Gunakan 1000 poin untuk mengidentifikasi penyakit]

[Perintah di terima]

[Poin di potong 100 poin]

[Sisa poin 0 poin]

Mengidentifikasi penyakit pasien...

Memuat...

Loading...

Mulai...

0%...

10%...

20%...

30%...

40%...

50%...

60%...

70%...

80%...

90%...

100%...

Selesai.

[CATATAN KHUSUS: Pasien mengalami kondisi suspended animation (animasi tersuspensi) akibat reaksi alergi parah terhadap obat yang diberikan. Kondisi ini sering salah didiagnosis sebagai kematian klinis]

Dengan suara yang sedikit bergetar namun jelas terdengar di seluruh ruangan, Adnan berkata: "Buk, suami ibu ini masih hidup!"

Kata-katanya seperti petir yang menyambar, membuat semua orang di dalam ruangan tiba-tiba terdiam dan mengalihkan pandangan mereka ke arah Adnan, pria asing yang entah dari mana muncul dan mengeluarkan pernyataan yang tampak tidak masuk akal.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   7

    "Tidak, aku tidak mengkonsumsi obat apa pun," kata Adnan dengan nada yang coba terdengar tenang. Ia terpaksa berbohong, bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada tubuhnya berasal dari sebuah potion yang dihasilkan oleh sistem misterius yang muncul di benaknya. Dokter Adi menatap wajahnya dengan seksama. Matanya yang tajam bergerak dari wajah Adnan ke tangannya yang terentang di atas tempat tidur. "Eh, apa aku tidak salah lihat? Bukannya tadi saat kamu masuk ruang operasi, kulit kamu agak menghitam dan kusam akibat komplikasi diabetes yang parah? Tapi sekarang ini... kulit kamu terlihat cerah dan segar seperti orang yang tidak pernah sakit," ujar Dokter Adi sambil meraih tangan Adnan dengan hati-hati, memutarnya ke sana kemari untuk memeriksa setiap detail.Adnan merasa wajahnya mulai memanas. Ia menggaruk pipinya yang sebenarnya tidak gatal, lalu memalingkan wajah ke arah jendela kamar ruangan tersebut yang menghadap taman rumah sakit. "Eh, Anda salah lihat

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   6 Pemeriksaan Ulang

    "Kalau begitu, mari Tuan Adnan, kami akan mengecek tubuh Anda secara menyeluruh dan memastikan kondisi Anda dalam keadaan yang stabil," ujar Dokter Rani dengan tatapan penuh perhatian. Suaranya lembut namun tegas, mencerminkan profesionalisme yang telah dia bangun selama puluhan tahun berpraktik di Rumah Sakit Umum Harapan Kota Pekanbaru. Adnan mengangguk perlahan, matanya sedikit berbinar dengan rasa penasaran yang tak bisa disembunyikan. Ia mengikuti langkah Dokter Rani dan rekan sejawatnya, Dokter Adi yang telah menangani kasus kanker otaknya. Di benaknya ada pertanyaan. "Hm... Bagaimana dengan tumor yang telah menyebar di otakku? Dan apakah diabetes tipe 2 yang telah menggangguku selama tiga tahun bisa benar-benar hilang setelah meminum potion misterius yang diberikan sistem itu?" tanyanya dalam hati dan ia penasaran apa sudah mulai sembuh. Sesampainya di ruangan pemeriksaan lantai tiga, yang dilengkapi dengan mesin MRI terbaru dan alat pemantau fungsi tubuh canggih,

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   5 Misi Selesai

    Suara mekanis terdengar. [Selamat, Host berhasil menyelesaikan misi!] Ting! Panel muncul di antar muka. Adnan menatap panel dengan seksama. [REWARD SISTEM OBAT: - Poin bertambah: 1000 Poin. - Obat penyembuh kanker otak 30%. - Obat penyembuh diabetes 30% - Hadiah Utama: Uang Rp 1.000.000.] Adnan, menelan ludah kosong, dengan mata terbelalak. Sekaligus dapat uang sekaligus obat baru. [Host, telah naik ke level 2.] [Saldo 1.000.000] [Keahlian akupuntur: 2%] [Keahlian Pijatan: 2%] [Insting penyembuhan: 2%] [Pendeteksi penyakit: 2%] [Kecerdasan: 2%] [Keberanian: 2%] [Keterampilan Tindakan: 2%] [Pengendali Energi: 2%] [Pengetahuan ramuan/obat-obatan: 2%] [Ketahan Mental: 2%] [Energi tubuh: 0%] [Poin: 2000] Mata Adnan membulat tak percaya dengan hadiah sistem yang ia dapatkan dan sangat banyak. "Wah, aku mendapatkan obat penyembuhan lagi, untung saja misi berhasil," kata Adnan melihat sistem dengan bahagia. "Cepat! Cepat! Bawa pasien segera," kata Do

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   4 Misi

    "Siapa kamu? Darimana kamu datang? Jangan kamu berani mengganggu keluarga dalam kesusahan!” teriak Kepala Perawat Yanti dengan wajah memerah kesal, saat dua perawat muda mendekat untuk menarik Adnan keluar dari ruangan. Sang istri, yang mendengar peryataan tersebut, langsung berhenti menangis, ia mendekat ke arah Adnan. "Apa kmu bilang? Su-suamiku masih hidup?" Ting! Ting! Ting! Cahaya hologram berwarna biru menyala terang di depan matanya, membuatnya terpaksa menutup mata sebentar. [MISI TAMBAHAN] [Buktikan bahwa Budi Santoso masih hidup dan rawat kondisinya hingga stabil] [Status: Misi Aktif Segera] [Hadiah: Poin pengalaman x2, akses ke Kemampuan Penyembuhan Darurat] [Konsekuensi Gagal: Semua poin hilang, sistem tidur 7 hari, dan Anda akan mengalami kelelahan ekstrem selama 3 hari] [PETUNJUK SEGERA: Sentuh bagian dada pasien dan aktifkan Diagnosis Mendalam untuk menampilkan bukti kepada semua orang] Tanpa berpikir panjang, Adnan menarik tangan dari genggaman pe

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   3. Misi Perdana

    Ting!Suara nada dering khas yang hanya bisa didengar oleh Adnan. Cahaya hologram tipis berwarna biru muda muncul di depan matanya, menampilkan baris teks yang membuat matanya melejit lebar.[MISI UTAMA][Sembuhkan 1 orang pasien][Status: Misi Sedang Berlangsung][Catatan Sistem: Waktu pengerjaan tidak terbatas, namun tidak ada tambahan poin jika melebihi 72 jam sejak penerimaan misi]"Apakah aku sudah memulai misi baru?" tanya Adnan dengan nada terkejut Ia baru saja menyelesaikan proses orientasi sistem yang muncul secara misterius di benaknya saat ia baru sadar.[Benar, Tuan Adnan. Selesaikan misi ini, dan Anda akan mendapatkan hadiah menarik lainnya berupa poin pengalaman serta akses ke kemampuan dasar diagnosis]Adnan mengangguk perlahan, mencoba menyerap setiap informasi yang diberikan sistem. Ia mengeluarkan napas panjang, menepuk-nepuk dadanya pelan agar tidak terlalu kaku, lalu beranjak dari kursi di sudut kamar mayat.Pintu besi berat kamar tersebut berderak saat dibukanya,

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   2. Mendapatkan Sistem

    [Ting tong]Loading...Menemukan Tuan...Memindai...Pengenalan Tuan...Memproses....Selesai...Mengscan tubuh Tuan...Selesai.Nama: Adnan Dewastara.Umur: 28 tahun.Pekerjaan: -Jenis kelamin: Pria.Status: DudaMenyadarkan Tuan dari kematian...Memproses...Selesai.Ting!Tiba-tiba saja kepala Adnan berdenyut kuat, ia merasakan sakit kepala yang tidak pernah ia rasakan sebelum."Akhhhhhhh! Sakit sekali!" teriak Adnan memegang kepalanya hingga tubuhnya meringkuk.Ting!Suara itu muncul lagi, tapi kali ini membuat sakit kepalanya perlahan menghilang."Eh, suara apa itu?" tanya Adnan melihat kedua tangannya, lalu ia melihat sekeliling tempat ia berada sekarang."Tempat apa ini?" tanyanya kebingungan, ia. melihat para orang-orang di dekatnya di tutup dengan kasih putih, sama dengannya saat ini."Ini jangan-jangan... "WELLCOME[Selamat datang di system teknologi canggih, System Medis super. Anda akan menjadi Tuan dari system ini, Anda mendapatkan keahlian pengobatan. System akan memba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status