Share

4 Misi

Penulis: Less22
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-29 11:02:56

"Siapa kamu? Darimana kamu datang? Jangan kamu berani mengganggu keluarga dalam kesusahan!” teriak Kepala Perawat Yanti dengan wajah memerah kesal, saat dua perawat muda mendekat untuk menarik Adnan keluar dari ruangan.

Sang istri, yang mendengar peryataan tersebut, langsung berhenti menangis, ia mendekat ke arah Adnan. "Apa kmu bilang? Su-suamiku masih hidup?"

Ting! Ting! Ting!

Cahaya hologram berwarna biru menyala terang di depan matanya, membuatnya terpaksa menutup mata sebentar.

[MISI TAMBAHAN]

[Buktikan bahwa Budi Santoso masih hidup dan rawat kondisinya hingga stabil]

[Status: Misi Aktif Segera]

[Hadiah: Poin pengalaman x2, akses ke Kemampuan Penyembuhan Darurat]

[Konsekuensi Gagal: Semua poin hilang, sistem tidur 7 hari, dan Anda akan mengalami kelelahan ekstrem selama 3 hari]

[PETUNJUK SEGERA: Sentuh bagian dada pasien dan aktifkan Diagnosis Mendalam untuk menampilkan bukti kepada semua orang]

Tanpa berpikir panjang, Adnan menarik tangan dari genggaman perawat dan melangkah cepat ke arah ranjang Budi Santoso.

"Tunggu! Saya bisa membuktikannya!" seru Adnan dengan suara yang lebih keras.

Kepala Perawat Yanti mencoba menghalanginya. "Berhenti sekarang juga, jangan campuri urusan medis yang bukan bidangmu!”

Namun Adnan sudah menyentuh bagian dada pasien. Saat ujung jarinya menyentuh kain baju pasien, sebuah tampilan layar alat medis terlihat oleh semua orang di sana. Tampilan itu menampilkan grafik detak jantung yang sangat lemah tapi tetap ada, data oksigen darah, dan rincian kondisi tubuh Budi Santoso secara real-time.

"Pasien masih hidup, Penyebabnya adalah Reaksi alergi parah terhadap obat sefalosporin. Kondisi ini disebut suspended animation, tubuh memasuki mode perlindungan yang membuat tanda vital tampak hilang," kata Adnan serius.

Semua orang terdiam seketika. Tangisan sang istri terhenti, matanya menatap tampilan layar peralatan medis dengan ekspresi tidak percaya, grafik mesin itu terlihat bergelombang sedikit menandakan adanya tanda-tanda kehidupan.

Kepala Perawat Yanti mengerutkan kening, tangan terangkat ke bibirnya. “Ini… ini tidak mungkin. Bagaimana kamu bisa membuat jantungnya berdetak lagi?”

[Tuan Adnan, aktifkan Kemampuan Penyembuhan Darurat sekarang untuk memulai proses stabilisasi. Waktu yang kamu miliki hanya 15 menit sebelum kondisi pasien mulai memburuk]

Adnan mengangguk dan menutup kedua tangannya di atas dada Budi Santoso. Sebuah cahaya putih lembut muncul dari telapak tangannya, meresap ke dalam tubuh pasien.

 Saat itu juga, monitor vital mulai bergerak perlahan naik, menunjukkan detak jantung yang lemah tapi jelas ada.

"Dia benar! Pak Budi masih punya detak jantung! Oksigen darahnya juga mulai naik!" teriak salah satu perawat muda yang sedang memantau monitor yang bergerak secara perlahan tersebut.

Kepala Perawat Yanti segera mengambil langkah cepat. " Cepat! Kamu segera hubungi dr. Rahman! Katakan ada kasus suspended animation yang membutuhkan penanganan darurat! Dan siapkan ruangan perawatan intensif sekarang juga!”

Sang istri meraih tangan Adnan dengan erat, matanya penuh air mata, air mata itu bukan air mata kesedihan, tapi air mata kebahagiaan.“Tuhan… Terima kasih banyak kau telah mengirim orang ini. Tolong… tolong bantu suamiku ya!”

Adnan merasa tidak enak hati, karena yang melakukan semuanya bukan semata dirinya, tapi sistem.

"Saya akan melakukan yang terbaik, Buk. Tapi saya membutuhkan bantuan dari tim medis juga," kata Adnan.

Tak lama kemudian, langkah kaki Dr. Rahman terdengar dari koridor saat ia berlari cepat ke arah ruangan, diikuti oleh dua perawat yang membawa troli alat bantu medis.

 Pria berusia 52 tahun itu mengenakan jas operasi putih yang masih sedikit berkerut, menunjukkan ia baru saja keluar dari ruang operasi kecil pada salah satu pasien.

"Saya sudah diberitahu ada kasus suspended animation, dimana pasiennya?” tanya Dokter Rahman dengan napas sedikit tersengal-sengal saat memasuki ruangan.

Kepala Perawat Yanti segera mengarahkan tangannya ke arah ranjang Budi Santoso. "Ini, Dokter. Pak Budi Santoso, kami awalnya mendiagnosis kematian klinis, tapi saat orang ini datang, semuanya berubah, detak jantungnya kembali berdetak meskipun lemah," kata kepala Perawat Yanti menunjuk ke arah monitor yang kini menunjukkan detak jantung yang jelas.

Dr. Rahman mendekat ke ranjang, segera mengambil stetoskop untuk memeriksa denyut jantung dan napas Pak Budi.

Ia juga memeriksa mata dan tekanan darah pasien dengan cepat dan terampil. Wajahnya yang awalnya penuh keraguan perlahan berubah menjadi ekspresi terkejut.

"Detak jantung lemah tapi stabil. Tekanan darah mulai meningkat sedikit demi sedikit. Ini benar-benar suspended animation, saya hanya pernah membacanya di literatur medis!” ujar dr. Rahman sambil mencatat data di buku catatannya.

Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke Adnan, yang masih berdiri di samping ranjang

"Kamu yang menemukan ini? Dan bagaimana kamu bisa mengenali kondisi yang sangat langka ini? Bukankah kamu juga pasien di rumah sakit ini?”tanya dr. Rahman melihat baju operasi yang di kenakan oleh Adnan dengan nada penuh rasa ingin tahu.

Adnan merasa sedikit gugup tapi tetap menjawab dengan jelas. “Saya… saya pernah membaca tentang kasus serupa dalam buku-buku medis yang saya pelajari secara mandiri, Dokter. Saat saya melihat kondisi Pak Budi, ada sesuatu yang terasa aneh, jadi saya mencoba memeriksa dengan cara sendiri," kata Adnan berbohong, ia tidak mungkin memberi tahu jika sistem yang memberi tahunya.

[Tuan Adnan, berikan informasi tambahan tentang obat penetralkan alergi yang dibutuhkan. Sistem telah mengidentifikasi bahwa hanya obat spesifik yang bisa membantu pasien keluar dari kondisi suspended animation]

Adnan mengangguk perlahan, ia membaca tulisan yang ada di layar sistem yang hanya ia sendiri melihatnya.

" Dokter, menurut apa yang saya pelajari, pasien dengan reaksi alergi parah yang menyebabkan kondisi seperti ini membutuhkan obat epinefrin dalam dosis khusus, ditambah dengan infus cairan elektrolit dan obat antihistamin yang tepat. Juga, perlu diperhatikan suhu tubuh pasien harus dijaga tetap stabil agar tidak terjadi kerusakan organ," kata Adnan dengan tatapan serius.

 "Informasi yang sangat tepat. Apa kamu pernah belajar kedokteran sebelumnya?" tanya Dokter Rahman tersenyum dengan kagum.

"Belum, Dokter. Hanya minat pribadi saja," jawab Adnan sambil menggelengkan kepala.

"Baiklah. Sekarang kita mulai bekerja. Tim, siapkan obat epinefrin dosis 0,5 mg, infus NaCl 0,9%, dan obat antihistamin sesuai dengan berat badan pasien! Kita juga perlu melakukan tes darah cepat untuk memastikan kadar zat alergi di dalam tubuh pasien sudah berkurang!”perintah Dokter Rahman dengan suara tegas.

Saat tim medis sibuk menyiapkan semua yang dibutuhkan, dr. Rahman terus memantau kondisi Pak Budi dengan cermat. Ia memberikan ventilasi buatan sementara untuk membantu pernapasan pasien, dan dalam beberapa menit, semua obat mulai diberikan sesuai dengan dosis yang tepat.

"Lihat itu!Kesadaran Pak Budi mulai meningkat! Nilainya sudah naik menjadi 55%!”teriak salah satu perawat dengan suara penuh kegembiraan.

Sang istri, yang selama ini duduk diam di sisi ranjang dengan tangan masih memegang tangan suaminya, menangis lagi tapi kali ini karena kegembiraan.

"Mas… sayangku… tolong bangun ya…” ucapnya dengan suara lembut.

"Kondisinya semakin baik, Bu. Dengan perawatan yang tepat, Insya Allah Pak Budi akan segera sadar kembali. Kita perlu memindahkannya ke ruangan perawatan intensif untuk pemantauan lebih lanjut," kata Dokter Rahman tersenyum.

 "Terima kasih banyak. Tanpa kamu, kita pasti akan kehilangan Pak Budi. Sekali lagi terimakasih kasih," kata Dokter Rahman.

Adnan hanya bisa tersenyum. "Sama-sama dokter." angguk Adnan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   7

    "Tidak, aku tidak mengkonsumsi obat apa pun," kata Adnan dengan nada yang coba terdengar tenang. Ia terpaksa berbohong, bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada tubuhnya berasal dari sebuah potion yang dihasilkan oleh sistem misterius yang muncul di benaknya. Dokter Adi menatap wajahnya dengan seksama. Matanya yang tajam bergerak dari wajah Adnan ke tangannya yang terentang di atas tempat tidur. "Eh, apa aku tidak salah lihat? Bukannya tadi saat kamu masuk ruang operasi, kulit kamu agak menghitam dan kusam akibat komplikasi diabetes yang parah? Tapi sekarang ini... kulit kamu terlihat cerah dan segar seperti orang yang tidak pernah sakit," ujar Dokter Adi sambil meraih tangan Adnan dengan hati-hati, memutarnya ke sana kemari untuk memeriksa setiap detail.Adnan merasa wajahnya mulai memanas. Ia menggaruk pipinya yang sebenarnya tidak gatal, lalu memalingkan wajah ke arah jendela kamar ruangan tersebut yang menghadap taman rumah sakit. "Eh, Anda salah lihat

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   6 Pemeriksaan Ulang

    "Kalau begitu, mari Tuan Adnan, kami akan mengecek tubuh Anda secara menyeluruh dan memastikan kondisi Anda dalam keadaan yang stabil," ujar Dokter Rani dengan tatapan penuh perhatian. Suaranya lembut namun tegas, mencerminkan profesionalisme yang telah dia bangun selama puluhan tahun berpraktik di Rumah Sakit Umum Harapan Kota Pekanbaru. Adnan mengangguk perlahan, matanya sedikit berbinar dengan rasa penasaran yang tak bisa disembunyikan. Ia mengikuti langkah Dokter Rani dan rekan sejawatnya, Dokter Adi yang telah menangani kasus kanker otaknya. Di benaknya ada pertanyaan. "Hm... Bagaimana dengan tumor yang telah menyebar di otakku? Dan apakah diabetes tipe 2 yang telah menggangguku selama tiga tahun bisa benar-benar hilang setelah meminum potion misterius yang diberikan sistem itu?" tanyanya dalam hati dan ia penasaran apa sudah mulai sembuh. Sesampainya di ruangan pemeriksaan lantai tiga, yang dilengkapi dengan mesin MRI terbaru dan alat pemantau fungsi tubuh canggih,

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   5 Misi Selesai

    Suara mekanis terdengar. [Selamat, Host berhasil menyelesaikan misi!] Ting! Panel muncul di antar muka. Adnan menatap panel dengan seksama. [REWARD SISTEM OBAT: - Poin bertambah: 1000 Poin. - Obat penyembuh kanker otak 30%. - Obat penyembuh diabetes 30% - Hadiah Utama: Uang Rp 1.000.000.] Adnan, menelan ludah kosong, dengan mata terbelalak. Sekaligus dapat uang sekaligus obat baru. [Host, telah naik ke level 2.] [Saldo 1.000.000] [Keahlian akupuntur: 2%] [Keahlian Pijatan: 2%] [Insting penyembuhan: 2%] [Pendeteksi penyakit: 2%] [Kecerdasan: 2%] [Keberanian: 2%] [Keterampilan Tindakan: 2%] [Pengendali Energi: 2%] [Pengetahuan ramuan/obat-obatan: 2%] [Ketahan Mental: 2%] [Energi tubuh: 0%] [Poin: 2000] Mata Adnan membulat tak percaya dengan hadiah sistem yang ia dapatkan dan sangat banyak. "Wah, aku mendapatkan obat penyembuhan lagi, untung saja misi berhasil," kata Adnan melihat sistem dengan bahagia. "Cepat! Cepat! Bawa pasien segera," kata Do

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   4 Misi

    "Siapa kamu? Darimana kamu datang? Jangan kamu berani mengganggu keluarga dalam kesusahan!” teriak Kepala Perawat Yanti dengan wajah memerah kesal, saat dua perawat muda mendekat untuk menarik Adnan keluar dari ruangan. Sang istri, yang mendengar peryataan tersebut, langsung berhenti menangis, ia mendekat ke arah Adnan. "Apa kmu bilang? Su-suamiku masih hidup?" Ting! Ting! Ting! Cahaya hologram berwarna biru menyala terang di depan matanya, membuatnya terpaksa menutup mata sebentar. [MISI TAMBAHAN] [Buktikan bahwa Budi Santoso masih hidup dan rawat kondisinya hingga stabil] [Status: Misi Aktif Segera] [Hadiah: Poin pengalaman x2, akses ke Kemampuan Penyembuhan Darurat] [Konsekuensi Gagal: Semua poin hilang, sistem tidur 7 hari, dan Anda akan mengalami kelelahan ekstrem selama 3 hari] [PETUNJUK SEGERA: Sentuh bagian dada pasien dan aktifkan Diagnosis Mendalam untuk menampilkan bukti kepada semua orang] Tanpa berpikir panjang, Adnan menarik tangan dari genggaman pe

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   3. Misi Perdana

    Ting!Suara nada dering khas yang hanya bisa didengar oleh Adnan. Cahaya hologram tipis berwarna biru muda muncul di depan matanya, menampilkan baris teks yang membuat matanya melejit lebar.[MISI UTAMA][Sembuhkan 1 orang pasien][Status: Misi Sedang Berlangsung][Catatan Sistem: Waktu pengerjaan tidak terbatas, namun tidak ada tambahan poin jika melebihi 72 jam sejak penerimaan misi]"Apakah aku sudah memulai misi baru?" tanya Adnan dengan nada terkejut Ia baru saja menyelesaikan proses orientasi sistem yang muncul secara misterius di benaknya saat ia baru sadar.[Benar, Tuan Adnan. Selesaikan misi ini, dan Anda akan mendapatkan hadiah menarik lainnya berupa poin pengalaman serta akses ke kemampuan dasar diagnosis]Adnan mengangguk perlahan, mencoba menyerap setiap informasi yang diberikan sistem. Ia mengeluarkan napas panjang, menepuk-nepuk dadanya pelan agar tidak terlalu kaku, lalu beranjak dari kursi di sudut kamar mayat.Pintu besi berat kamar tersebut berderak saat dibukanya,

  • Adnan, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   2. Mendapatkan Sistem

    [Ting tong]Loading...Menemukan Tuan...Memindai...Pengenalan Tuan...Memproses....Selesai...Mengscan tubuh Tuan...Selesai.Nama: Adnan Dewastara.Umur: 28 tahun.Pekerjaan: -Jenis kelamin: Pria.Status: DudaMenyadarkan Tuan dari kematian...Memproses...Selesai.Ting!Tiba-tiba saja kepala Adnan berdenyut kuat, ia merasakan sakit kepala yang tidak pernah ia rasakan sebelum."Akhhhhhhh! Sakit sekali!" teriak Adnan memegang kepalanya hingga tubuhnya meringkuk.Ting!Suara itu muncul lagi, tapi kali ini membuat sakit kepalanya perlahan menghilang."Eh, suara apa itu?" tanya Adnan melihat kedua tangannya, lalu ia melihat sekeliling tempat ia berada sekarang."Tempat apa ini?" tanyanya kebingungan, ia. melihat para orang-orang di dekatnya di tutup dengan kasih putih, sama dengannya saat ini."Ini jangan-jangan... "WELLCOME[Selamat datang di system teknologi canggih, System Medis super. Anda akan menjadi Tuan dari system ini, Anda mendapatkan keahlian pengobatan. System akan memba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status