แชร์

5 Misi Selesai

ผู้เขียน: Less22
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-29 11:04:12

Suara mekanis terdengar.

[Selamat, Host berhasil menyelesaikan misi!]

Ting!

Panel muncul di antar muka. Adnan menatap panel dengan seksama.

[REWARD SISTEM OBAT:

- Poin bertambah: 1000 Poin.

- Obat penyembuh kanker otak 30%.

- Obat penyembuh diabetes 30%

- Hadiah Utama: Uang Rp 1.000.000.]

Adnan, menelan ludah kosong, dengan mata terbelalak. Sekaligus dapat uang sekaligus obat baru.

[Host, telah naik ke level 2.]

[Saldo 1.000.000]

[Keahlian akupuntur: 2%]

[Keahlian Pijatan: 2%]

[Insting penyembuhan: 2%]

[Pendeteksi penyakit: 2%]

[Kecerdasan: 2%]

[Keberanian: 2%]

[Keterampilan Tindakan: 2%]

[Pengendali Energi: 2%]

[Pengetahuan ramuan/obat-obatan: 2%]

[Ketahan Mental: 2%]

[Energi tubuh: 0%]

[Poin: 2000]

Mata Adnan membulat tak percaya dengan hadiah sistem yang ia dapatkan dan sangat banyak. "Wah, aku mendapatkan obat penyembuhan lagi, untung saja misi berhasil," kata Adnan melihat sistem dengan bahagia.

"Cepat! Cepat! Bawa pasien segera," kata Dokter Rahman.

Baru saja petugas medis akan mengantarkan Pak Budi keluar dari ruang gawat darurat, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Masuklah Dokter Adi karena ia penasaran dengan pasien yang ia dengar dari salah satu perawat tadi.

"Saya baru saja mendengar kabar di sini ada kasus suspended animation? Kondisi yang sangat jarang ini benar-benar terjadi di rumah sakit kita?" ujar Dokter Adi sambil menatap arah ranjang pasien dengan rasa kagum.

"Oh, Dokter Adi, betul sekali. Ini adalah Pak Budi, pasien yang kami bantu. Kami akan memindahkannya ke ruangan khusus untuk pemantauan lebih lanjut, semoga saja beliau tidak kenapa-napa," jawab Dokter Rahman sambil tersenyum karena timnya berhasil mengatasi tantangan besar.

"Syukurlah hasilnya baik. Kondisi seperti ini memang membutuhkan kecepatan dan ketelitian yang luar biasa," ucap Dokter Adi sambil mengangguk-angguk menyetujui, lalu mengalihkan pandangannya ke sekeliling ruangan untuk melihat siapa saja yang terlibat dalam penanganan kasus ini.

Tapi, ketika matanya melihat pada sosok seorang pria muda yang berdiri di sudut ruangan dengan senyum tenang, wajah dokter Adi tiba-tiba berubah drastis.

Kedua matanya membulat lebar seperti orang ketakutan dan tangannya perlahan terangkat ke arah pria muda itu, jari-jari tangannya gemetar kencang karena ketakutan yang luar biasa.

"Dokter Adi, ada apa denganmu? Kamu melihat sesuatu yang aneh?" tanya Dokter Rahman menekuk alisnya saat melihat wajah Dokter Adi berubah.

"Dia... dia sana... kenapa dia ada di sini?" bisik Dokter Adi dengan nada gemetar, jari telunjuknya masih terarah pada pria muda bernama Adnan yang tersenyum kepada dokter Adi.

Dokter Rahman menoleh ke arah yang ditunjuk, lalu kembali menghadap Dokter Adi dengan wajah bingung.

"Oh, Dokter Adi, ini Adnan. Justru dia yang pertama kali menyadari bahwa Pak Budi mengalami suspended animation, dan untung saja dia yang menyadarinya, dan akhirnya pasien dapat di selamatkan ," jelas Dokter Rahman sambil mengajak Adnan untuk mendekat dan memperkenalkannya secara resmi.

 "B-bukan itu yang saya maksud... Adnan itu... dia adalah pasien yang baru saja saya dan Dokter Rani operasikan selama tujuh jam penuh di ruang operasi tiga! Kita telah melakukan segala cara yang mungkin, tapi akhirnya... dia dinyatakan meninggal dunia sekitar satu jam yang lalu! Lalu bagaimana mungkin dia berdiri di sini dengan keadaan sehat? Jangan-jangan... dia bukanlah manusia, tapi hantu?" ujar Dokter Adi dengan suara menggema ketakutan membuat seluruh orang di ruangan itu terkejut kaget.

Mata semua orang pun secara bersamaan berbalik ke arah Adnan, ekspresi kaget dan ketakutan terlihat jelas di wajah mereka.

Suasana yang tadi penuh kegembiraan seketika menjadi tegang.

 Beberapa petugas medis bahkan mundur sedikit, mata mereka tetap terpaku pada Adnan yang masih berdiri dengan wajah tenang. Sementara itu, Adnan hanya mengangguk perlahan dan tersenyum.

"Dokter Adi, ini tidak mungkin! Kami baru saja berbicara dengan Adnan selama lebih dari setengah jam sebelum Pak Budi stabil," kata Dokter Rahman dengan suara sedikit gemetar, meskipun ia mencoba tetap tenang.

"Tapi itu benar-benar dia! Saya mengenal wajahnya dengan jelas, dia datang ke rumah sakit karena harus operasi penyakit stadium 4 dan diabetes kronis, dia bahkan sudah menandatangani surat yang apa bila operasi gagal, maka rumah sakit tidak mempertanggung jawabkannya. Dokter Rani bahkan sudah mulai mengurus prosedur untuk keluarga pasien!" seru Dokter Adi, menginjakkan kaki maju satu langkah.

Pada saat itu, pintu ruangan kembali terbuka. Masuklah Dokter Rani dengan kertas dokumen di tangannya, karena ia juga penasaran dengan desas sesuatu yang ia dengar tentang suspended animation.

Tapi saat ia masuk, susana ruangan itu menjadi tegang "Ada apa sini? Mengapa semua orang seperti ini?" tanya Dokter Rani.

Seketika matanya segera tertuju pada Adnan. Wajahnya kemudian menunjukkan ekspresi yang sama dengan Dokter Adi, kejutan yang berubah menjadi ketakutan.

"Pak Adnan?! Tapi kamu... kamu sudah..." ucap Dokter Rani tidak menyelesaikan kalimatnya, tangannya terangkat menutupi bibirnya.

Adnan akhirnya mengangguk dan melangkah maju perlahan, membuat beberapa orang mundur lagi. Suaranya tenang tapi jelas terdengar di setiap sudut ruangan.

"Maafkan saya tidak memberitahu Anda semua lebih awal. Yang benar, saya memang dioperasi oleh Anda berdua, Dokter Adi dan Dokter Rani. Dan memang benar, saya dinyatakan meninggal dunia selama beberapa saat," ucap Adnan dengan nada yang penuh rasa hormat

Semua orang menyimak dengan napas terhenti.

Adnan melanjutkan, "Tapi... ketika saya tutup mata, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Saya bisa melihat dan mendengar apa yang terjadi di sekitar saya. Saya tidak tahu mengapa, tapi tubuh saya tiba-tiba bisa bergerak lagi, dan saya langsung datang ke sini karena merasa harus melakukan sesuatu," kata Adnan yang terpaksa berbohong.

Dokter Rahman segera mengambil alat pemantau denyut jantung dan menempelkannya pada tubuh Adnan. Layar alat menunjukkan denyut jantung yang stabil dan normal, sama seperti orang sehat lainnya.

"Ini mustahil... Kami sudah memeriksa dengan cermat, jantungnya benar-benar berhenti, tidak ada sinyal aktivitas otak sama sekali!" bisik Dokter Rani, melihat hasil pemantauan dengan mata tidak percaya.

"Pak, kapan suami saya di bawa ke ruang khusus?" tanya sang istri menyadarkan dokter yang lain yang terhenti karena keajaiban pada Adnan.

"Cepat bawa pasien ke ruangannya!" titah dokter Rahman kepada suster yang lain.

Pak Budi pun di bawa ke ruangan khusus untuk mendapatkan perawat insentif. Sementara saat itu, Dokter Adi dan Dokter Rani masih berdiri kaki di hadapan Adnan dengan rasa tak percaya.

Tiba-tiba saja salah satu perawat berlari masuk dengan wajah panik. "Dokter Adi! Dokter Rani! Ada masalah dengan tubuh jenazah yang bernama Adnan di ruang pemakaman sementara, dia tidak ada di sana lagi!" teriaknya panik.

Saat mendekat, perawat itu terkaget-kaget melihat Adnan.

"Ha-hantu, dia... dia hantu!" kata perawat itu menunjuk ke arah Adnan dengan tangan yang gemetar.

"Aku bukan hantu," kata Adnan membuat perawat itu terkejut dan terdiam. Adnan mendekat ke arah Dokter Adi dan Dokter Rani.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi pada diri saya. Tapi saya merasa bahwa kehidupan saya yang baru ini memiliki tujuan," kata Adnan serius.

"Kita tidak bisa mengabaikan hal ini. Kita akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Anda, Pak Adnan. Baik dari sisi medis maupun mencatat setiap detail yang Anda alami." kata dokter Rani.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   130 TAMAT

    Adnan terkejut. "Eh, apa maksudnya?" tanya Adnan tak mengerti.[Masa uji coba sistem pada Anda telah selesai, sekarang Anda telah mendapatkan apa yang Anda butuhkan. Rumah sakit, uang dan tempat usaha lainnya, jadi misi sistem telah selesai, selamat Tuan Adnan, Anda telah menjadi orang berhasil sekarang. Jadi sistem akan pamit dan selamat menjalani hidup Anda]Adnan terpaku melihat sistem yang berangsur-angsur menghilang. Rasanya sangat sedih, karena sistem menghilang begitu saja"Tunggu! Jangan pergi!" teriak Adnan membuat orang-orang yang ada di sana melihat ke arahnya."Ah maaf menganggu kalian," kata Adnan, Ia pun melangkahkan kakinya ke tempat yang sepi dan berdiri di sana.Ia benar tidak pernah menduga jika sistem menghilang, tapi apa boleh buat. "Terima kasih sistem karena telah mengubah hidupku, mulai hari ini aku akan menjalani hidupku menjadi lebih baik, " kata Adnan bertekadBaru mengucapkan kata tersebut, diam diam mendapatkan sebuah kabar bahwa ayahnya yang sedang terkena

  • ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   129

    Berita tentang Rido pun tersebar, dan ternyata ada beberapa wanita yang ternyata menjadi korban dari Rido.Ada sekitar 5 wanita yang hamil, tapi masih banyak wanita yang jadi simpanannya dan itu memancing kemarahan Gina yang di mana mereka baru menikah beberapa hari."Rido! Apa-apaan ini! Kamu bahkan sudah menghamili 5 orang perempuan dan masih banyak wanita yang kau simpan. Itu artinya anakmu sudah ada 5 orang. Lalu untuk apa kau menikahi ku?!" teriak Gina dengan bersimbah air mata.Dadanya terasa sesak setelah tau suaminya yang baru beberapa hari telah punya 5 calon bayi yang membuat Gina stres."Terus kau mau apa? Mau kita cerai?" tanya Rido dengan entengnya."Dasar pria gila! Kau suah punya banyak wanita kenapa kah malah menikah ku! Apa masalah mu!" teriak Gina dengan penuh air mata"Gina, aku menikahi mu karena aku memang cinta sama kamu, dan saat kau pacaran degan Adnan, aku sudah suka pada mu. Kau yang telah membuat aku seperti ini! Aku depresi dan akhirnya gonta ganti wanita,

  • ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   128

    Hari persidangan tiba dengan suasana yang sangat ketat. Ruang pengadilan penuh sesak dengan wartawan, masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus, dan keluarga korban yang menantikan keadilan.Pengacara tim hukum Norman yang terkenal dengan kemampuannya untuk membela kasus sulit mencoba berbagai strategi, mulai dari mengklaim bahwa bukti telah dimanipulasi, menyatakan bahwa Grisna memiliki motif balas dendam pribadi. Tapi setiap argumen mereka langsung terbalik oleh bukti-bukti yang diajukan Grisna dan tim kejaksaan. Setiap dokumen yang dipaparkan, setiap saksi yang bersuara, semakin memperkuat kasus terhadap Norman.Bukti tersebut telah tersebar luas di berbagai platform media sosial.Mulai dari rekaman transaksi keuangan ilegal, surat-surat perjanjian kolusi dengan pejabat daerah, hingga bukti pencucian uang melalui yayasan yang diklaim sebagai lembaga amal, semuanya sudah berada di tangan publik dan pihak berwenang.Grisna tahu bahwa langkah ini sangat berisiko. Norman bukan han

  • ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   127 Poin untun Mencari Bukti Kejahatan Nyoman

    🍂 🍂 🍂 🍂 🍂 🍂 🍂 🍂 🍂 🍂🍂 🍁"Iya, ada restoran di samping klinik ku," kata Adnan sambil mengangguk perlahan, matanya sesekali melirik ke arah jendela kafe yang mereka datangi. Restoran miliknya sendiri memang terletak tidak jauh dari praktik klinik yang ia kelola. "Oh benarkah? Kalau kamu ada restoran kenapa nggak bilang, kita kan bisa ke restoran mu aja!" kata Grisna dengan wajah yang bersinar antusias. Wanita muda itu baru saja mengenal Adnan beberapa hari yang lalu. Sejak itu, mereka sering membahas kasus yang belum terpecahkan itu."Sudahlah, sudah terlanjur juga ke sini," jawab Adnan dengan senyuman lembut. Ting!Sebuah notifikasi mendadak muncul di layar ponsel yang terletak di atas meja. Cahaya biru tipis menyala sekejap, menarik perhatian Adnan. Ia membuka pesan masuk di akun media sosialnya, dan wajahnya langsung berubah warna saat melihat pengirimnya, Arka, ayahnya yang sudah lama tidak berselisih suara dengannya."Adnan, kamu lihat berita pernikahan Gina dan Rid

  • ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   126

    Zeta memasuki mobil dengan gerakan yang halus dan presisi, sesuai dengan desainnya sebagai android canggih. Di belakangnya, Grisna melangkah dengan langkah masuk bersama Adnan. "Mau ke mana kita?" tanya Adnan sambil menyesuaikan layar kontrol di dasbor. Grisna menghela napas perlahan, mata memandang ke luar jendela mobil yang belum bergerak. "Hm... kemana ya? Sudah lama aku tidak keluar jalan-jalan. Bagaimana kalau ke restoran seafood? Aku tahu satu tempat yang berada di tepi pantai, katanya makanan mereka segar langsung dari nelayan pagi ini."Adnan mengangguk dengan senyum tipis. "Boleh juga tuh. Pasalnya, aku juga merasa perlu sedikit jeda dari rutinitas klinik."Dia menyentuhkan jemari pada layar sentuh, dan mobil langsung melaju dengan lancar, tanpa ada kemudi yang dipegang. Mobil Adnan adalah salah satu inovasi terbaru dari sistem teknologi, dilengkapi dengan fitur pengemudi otomatis tingkat 5 yang mampu menavigasi jalan raya maupun jalanan kecil dengan aman.Saat mobil mel

  • ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat   125

    Perlahan-lahan mobil sedan warna gelap milik Adnan melaju di atas aspal jalanan. Ia mengemudi dengan hati-hati, menuju rumah sakit Umum Daerah yang terletak tak lebih dari lima kilometer dari hotel. Tujuan satu-satunya, menjemput robot medisnya. Saat mobilnya berhenti di depan halaman rumah sakit, pandangannya langsung tertuju pada satu titik di halaman terbuka. Robotnya, Zeta, sedang dikelilingi oleh sekelompok orang, di antaranya dokter berpakaian jas putih, perawat dengan baju seragam biru muda, dan beberapa pengunjung yang tampak terpesona dengan bentuk serta gerakan robot yang tampak sangat canggih.Tanpa berlama-lama, Adnan turun dari mobil dan menapaki lorong menuju lokasi kerumunan. Saat ia mendekat, lampu indikator di dahi Zeta berkedip berwarna biru muda, tanda robot tersebut telah menyadari keberadaannya."Maafkan saya, semuanya," ujar Adnan dengan suara yang jelas dan sopan, menyela diskusi yang tengah berlangsung. "Robot medis ini adalah milik saya. Saya datang untuk m

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status