Against The Storm

Against The Storm

last updateLast Updated : 2021-06-30
By:  Racheal JoelOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
2.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Cassandra has no other option but to be the surrogate for the prince and princess of Andalusia. Little does she know the prince is no knight in shining armour. He is rude, arrogant, and egotistical. She hates him, he is a monster. But what happens when she falls in love with this cold-hearted monster?

View More

Chapter 1

Against The Storm

Sudut pandang Valerie:

Jadwal menstruasiku tidak pernah akurat. Namun, tetap saja ... seharusnya aku tahu.

Mual, lemas, dan perubahan selera makan. Kamu pikir gejala-gejala itu sudah sangat jelas, tetapi hingga bukti terpampang nyata di depanmu, kamu baru akan sadar berapa banyak petunjuk yang kamu lewatkan.

Sama seperti aku yang melewatkan tanda-tanda tegas bahwa pria yang menikahiku tidak akan pernah membalas cintaku, tidak peduli seberapa keras usahaku.

Aku datang memeriksakan diri sambil berpikir, hal terburuk apa yang bisa terjadi? Jika aku mengidap kanker, aku bisa mengatasinya. Namun, untuk satu hal ini ... aku tidak berdaya.

Seorang bayi. Hal terbaik yang datang di saat terburuk.

Aku tidak tahu kapan aku akan merasakan kasih sayang keibuan yang pernah kudengar. Namun, aku bisa menebak reaksinya. Marcel Tanzil pasti akan membenci bayi ini.

Mungkin akan lebih baik kalau aku mengidap kanker. Setidaknya hal itu bisa membuat salah satu dari kami senang.

Aku duduk sendirian di lobi lantai obstetri yang sibuk, mencoba menyerap informasi ini. Usahaku sia-sia. Mataku tiba-tiba berkaca-kaca, iri melihat para pasangan penuh cinta dan bahagia yang duduk di dekatku.

Aku tinggal di rumah mewah, memiliki seorang suami triliuner dan bayinya di rahimku. Namun, justru merekalah yang bahagia. Aku bersedia menukar semuanya dengan apa yang mereka miliki, yakni seorang pria yang peduli padaku.

'Kamu datang di saat yang sangat nggak tepat, Sayang,' batinku dengan getir sambil menyentuh perutku yang masih rata. 'Kenapa kamu datang saat Ibu mencintai pria yang salah? Apa yang harus Ibu lakukan denganmu?'

Ponselku berdering, memperingatkanku bahwa aku tidak bisa sembunyi selamanya dari realita. Aku menatap nama penelepon di layar, merasa suaraku tersangkut di tenggorokan.

Aku menempelkan ponselku ke telinga, tidak bicara. Butuh semenit baginya untuk sadar bahwa panggilan sudah tersambung. Suara teriakannya langsung menghantam gendang telingaku.

"Val, di mana kamu? Kamu bilang jam 9!" seru Marcel, terdengar lebih jengkel dari biasanya.

Aku melirik layar ponsel. Sekarang baru pukul 9.07 pagi. Hanya sejauh itu kesabaran yang bisa diberikan suamiku tercinta. Hanya 7 menit.

"Bisa kita tunda ke lain waktu?" tanyaku sembari memejamkan mata. Aku bahkan terlalu lelah untuk memikirkan jadwal kami. "A ... aku nggak enak badan hari ini."

Aku meremas erat tasku. Terdapat dua dokumen di dalamnya. Hasil tes kehamilan dan ... surat cerai kami. Yang satu adalah buah dari kecelakaan hari itu dan satunya lagi ... sudah lama dinanti.

Aku merasa tidak nyaman, tetapi faktanya aku memang sudah lama tidak pernah merasa baik. Aku hanya belum tahu arti kehadiran bayiku dalam semua ini.

Marcel tertawa dingin. Aku menggigit lidah, menelan kembali kata-kataku.

"Kamulah yang minta cerai, Valerie Salim. Kamu bilang akan menyerahkan surat cerai sialan itu pagi ini," cibir Marcel dengan suara dingin.

Aku bisa membayangkan ekspresi jijiknya di benakku. Aku sudah terlalu sering melihat raut wajahnya yang seperti itu selama lima tahun terakhir.

"Apa yang kukatakan padamu waktu itu?" tanyanya.

Aku memejamkan mata, tetapi air mataku terus berlinang.

"Jangan buang waktuku dengan omong kosong ini. Kamu mau uang saku yang lebih besar? Nggak masalah, tapi aku paling nggak suka diancam!" ucap Marcel saat itu.

Marcel pikir aku hanya merajuk dengan mengajukan cerai, seolah-olah hal itu bisa mengancamnya. Sejak kami menikah, harapan terbesarnya adalah agar aku pergi. Sudah lima tahun berlalu. Harapannya yang tidak pernah putus itu pantas untuk kukabulkan.

Sambil mengernyit, aku mengepalkan tangan erat-erat hingga kukuku menusuk telapak tanganku. Aku berkata dengan suara yang kupaksakan tenang, "Kamu benar. Maaf, aku terlambat, aku akan sampai di sana dalam 30 menit."

"Nggak usah repot-repot. Hari ini adalah hari pemeriksaan terakhir Alisa. Aku harus pergi, nggak bisa menunggumu," balas Marcel sambil mendengus. Aku mendengar suara mobil dihidupkan dari seberang telepon.

Ternyata itu alasannya begitu terburu-buru. Lagi-lagi aku menjadi penghalang kebersamaan Marcel dan pujaan hatinya.

Apa katanya tadi? Mungkin ini adalah pemeriksaan kesejuta kalinya Alisa Salim setelah operasi. Selama tiga bulan terakhir, suamiku sibuk bolak-balik dari rumah kami ke rumah sakit.

Aku mengerti mengapa Marcel begitu gelisah. Jika kondisi Alisa sudah membaik, mereka akhirnya bisa bersama.

"Kalau begitu, aku akan mengantarkannya ke rumah sakit," ucapku sambil memejamkan mata. Setelah itu, aku langsung menutup telepon. Marcel mungkin berkata tidak perlu di detik terakhir, tetapi aku sudah tidak peduli.

Aku tidak bisa mengontrol hatiku untuk jatuh cinta padanya, tetapi aku bisa memaksa kakiku untuk meninggalkannya. Segala sesuatu akan membaik seiring berjalannya waktu. Aku yakin itu.

Aku bilang apa tadi? Aku punya rumah mewah dan suami seorang triliuner? Menggelikan. Aku mencuri semua itu. Meskipun aku merendahkan diri untuk bertindak kotor, semuanya tidak pernah benar-benar menjadi milikku.

Selama lima tahun ini, aku dipandang sebagai naga jahat yang penindas, serakah, dan haus harta. Jadi, selama itu pula mereka menghakimi, menghukum, dan menundukkanku.

Namun, aku bukan naga. Aku hanya seekor tupai yang gagal mempertahankan satu-satunya kacang yang kuinginkan.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Against The Storm by Rachael Joel is a romantic novel about a commoner and royalty. Cassandra, while traveling in Andalusia, meets Princess Emelia. The royal managed to convince her to be a surrogate. Cassandra can deal with Princess Emelia, but Prince Rodriguez is a different story. He is arrogant, rude, and treats everyone like trash. However, she needs to endure and accomplish the task of being a surrogate. But as time progresses, her heart opens up for Prince Rodriguez. How does Cassandra fight this feeling and keep things professional? It is not what she signed up for.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status