Beranda / Romansa / Ah! Enak Mas Dokter / Bab 488: Awalnya Kecewa

Share

Bab 488: Awalnya Kecewa

Penulis: Dita SY
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 08:40:57

Perjalanan menuju rumah terasa mendebarkan.

Dylan yang sejak tadi duduk di jok belakang mobil, tampak harap-harap cemas menunggu ingin secepatnya sampai ke rumah.

"Kamu kenapa Nak?" Febby mengusap puncak kepala Dylan yang sejak tadi memperhatikan jalanan dari kaca jendela.

"Aku nggak sabar pengen secepatnya sampai ke rumah Mom," jawab Dylan. "Kapan kita sampai? Kenapa perjalanan ini lama sekali?"

Mendengar pertanyaan itu, Dirga yang duduk di samping supir, langsung menoleh ke belakang sambil tersenyum.

"Sebentar lagi kita sampai Nak. Paling lima menit lagi," jawabnya.

"Kamu dengar Sayang? Nggak lama lagi kita sampai. Tunggu dan sabar ya." Febby mengangkat tubuh mungil itu, mendudukkan di atas pangkuan.

Dylan mengangguk dengan helaan napas berkali-kali. "Apa ini sudah malam Mom?"

Sejak tadi ia melihat langit malam semakin menghitam, seperti sudah tengah malam.

"Iya, ini sudah hampir jam delapan malam," jawab Febby.

Mendengar jawaban itu, Dylan menunduk lesu. Tangan mungilnya saling
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (9)
goodnovel comment avatar
Ramatia
Mau tungu brapa lama sambungannya ni
goodnovel comment avatar
Ramatia
Baru topup mau tungu epi ke
goodnovel comment avatar
Bella charisa
segini doang?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 492: Tolong Saya!

    "Aku pasti akan membawanya ke rumah."Setelah berbicara dengan kedua orang tuanya, Adrian berdiri dari sofa dan melangkah menuju kamar.Pintu ditutup, Adrian naik ke atas ranjang dan duduk. Tatapan matanya beralih pada meja, menatap ponsel yang baru saja ia letakan di sana.Di jam sepuluh malam rasanya tidak etis menghubungi seorang wanita. Apalagi sepertinya Intan sudah tidur nyenyak.Adrian menghela napas panjang, mengurungkan niat menghubungi Intan meski semula ia ingin membicarakan tentang keinginan membawa wanita itu ke rumah.Mereka berdua sudah membicarakan semuanya tadi pagi, dan sepakat akan menjalani hubungan serius setelah bayi itu lahir. Namun, desakan dari kedua orang tua Adrian membuatnya ingin cepat-cepat membawa Intan ke rumah.Adrian menghela napas panjang, berbaring telentang, menatap langit-langit kamar tidur bernuansa biru itu."Aku harus secepatnya membawa Intan ke rumah sebelum Mama dan Papa menjodohkan aku dengan wanita itu. Aku tidak ingin menikah dengan wanita

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 491: Durasinya?

    Malam pengantin. Di dalam kamar bercahaya temaram, terlihat dua insan yang baru saja meresmikan pernikahan mereka sedang bersiap-siap melakukan pertempuran ranjang.Meski bukan hal yang baru, tetapi setelah lama Pusaka-nya tertidur karena harus menunggu masa pemulihan, kini Andi siap bertempur. Adu mekanik di atas ranjang empuk bersama Nila."Sayang masih lama nggak?" tanya Andi pada istrinya yang tengah mandi kembang tujuh rupa, sesuai arahan sang kakek. "Jangan lama-lama Sayang, nanti keriput lagi kulit kamu. Malam ini dingin banget. Mas mau cepet-cepet diangetin.""Iya Mas, sabar," sahut Nila, yang tengah berendam di dalam air kembang.Untuk menyempurnakan kenikmatan bercinta dengan pasangan, Nila diwajibkan mandi bunga tujuh rupa. Sementara Andi diminta mengusap pusaka-nya menggunakan minyak jampi-jampi dari Kik Dukun sebelum bertempur."Bentar lagi Mas," sahut Nila dari dalam kamar mandi.Suara kucuran air shower tak lagi terdengar. Suasana kamar itu kembali hening. Hembusan angi

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 490: Mau?

    Dari kejauhan, Febby melihat Adrian yang tengah menunggu jawaban dari Intan.Pemandangan itu mengingatkan kembali pada perjuangan Dirga saat meminta restu pada sang Ayah.Tanpa sadar bulir bening menetes, membasahi wajah cantik Febby. Ia menyunggingkan senyum haru sambil memegang dada yang ikut berdebar, menunggu jawaban Intan."Ayo Intan jawab aja iya," ucap Febby tak sabaran. Namun, yang terlihat di sana ... Intan masih malu-malu menjawab pertanyaan Adrian.Tak ingin mengganggu momen indah itu, Febby memutuskan kembali ke dapur, menunda keinginan mengantar minuman ke ruang tamu.Sementara Intan masih diam, menggantung pertanyaan Adrian."Apa kamu bersedia menjadi Istriku?" tanya Adrian menatap lekat.Yang ditatap masih diam membisu. Air matanya terus mengalir membasahi pipi. Ada perasaan tak percaya, apa benar Adrian melamarnya?"Aku ... aku butuh waktu untuk menjawab Mas. Maaf," ucap Intan lirih.Adrian tersenyum. Meski belum mendapatkan jawaban pasti, tetapi ia tetap merasa lega I

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 489: Jadilah Istriku

    Satu minggu berlalu dengan cepat. Pada hari ini Andi dan Nila akan melangsungkan pernikahan.Mengingat ini bukan pernikahan pertama Andi. Keduanya sepakat tidak mengadakan resepsi.Pernikahan yang akan disahkan pada pukul sepuluh pagi ini, akan dihadiri keluarga inti Andi dan keluarga besar Nila.Mereka sepakat mengesahkan pernikahan di Bogor_kampung halaman Nila.Karena jarak yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan di tengah kondisi berbadan dua, Intan memilih tinggal di rumah Febby.Sementara Dirga, Fandi dan Dewanto, sudah berangkat ke Bogor sejak pagi buta.Di dalam ruang bermain anak, Intan tampak bahagia melihat keceriaan Dylan, yang mengingatkannya pada sang Ibu."Hati-hati nanti kamu jatuh Regan, eh, Dylan," ucap Intan buru-buru menutup mulutnya. Masih belum terbiasa dengan nama asli bocah laki-laki itu.Meski begitu, ia sudah jauh lebih ikhlas ditinggalkan sang Ibu pergi untuk selama-lamanya."Dylan, Farah, Aurora, sudah berhenti main lari-lariannya. Nanti kalian j

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 488: Awalnya Kecewa

    Perjalanan menuju rumah terasa mendebarkan.Dylan yang sejak tadi duduk di jok belakang mobil, tampak harap-harap cemas menunggu ingin secepatnya sampai ke rumah."Kamu kenapa Nak?" Febby mengusap puncak kepala Dylan yang sejak tadi memperhatikan jalanan dari kaca jendela."Aku nggak sabar pengen secepatnya sampai ke rumah Mom," jawab Dylan. "Kapan kita sampai? Kenapa perjalanan ini lama sekali?"Mendengar pertanyaan itu, Dirga yang duduk di samping supir, langsung menoleh ke belakang sambil tersenyum. "Sebentar lagi kita sampai Nak. Paling lima menit lagi," jawabnya. "Kamu dengar Sayang? Nggak lama lagi kita sampai. Tunggu dan sabar ya." Febby mengangkat tubuh mungil itu, mendudukkan di atas pangkuan. Dylan mengangguk dengan helaan napas berkali-kali. "Apa ini sudah malam Mom?"Sejak tadi ia melihat langit malam semakin menghitam, seperti sudah tengah malam."Iya, ini sudah hampir jam delapan malam," jawab Febby. Mendengar jawaban itu, Dylan menunduk lesu. Tangan mungilnya saling

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 487: Tiba di Indonesia

    Senyum di bibir Dirga merekah saat melihat pesawat akan segera mendarat di Bandara Indonesia.Sebentar lagi mereka tiba. Semua masalah selesai, hidup mereka akan tenang dan bahagia. Membayangkan itu senyum Dirga semakin lebar."Sayang, sebentar lagi kita sampai," ucapnya pada Febby dan Dylan yang duduk di samping."Hore! Kita sampai!" seru Dylan sambil melompat-lompat kegirangan.Febby sampai kewalahan menenangkan anak laki-laki aktif itu. Sejak tadi Dylan menolak memakai sabuk pengaman."Mas, tolong pegang Dylan!"Dirga langsung menangkap anaknya, memeluk erat dan mendudukkan bocah laki-laki itu di atas pangkuan. "Kalau mau cepat turun, kita harus duduk yang rapih. Paham?" Dylan mengangguk. "Oke Daddy." Kedua kakinya lurus ke depan sambil menatap sang ayah. "Apa Farah menjemput kita di Bandara nanti?""Sepertinya tidak. Kita sudah dijemput supir pribadi. Nanti kita beri mereka kejutan. Okey.""Horeee. Okay Daddy!" seru Dylan, tak sabar menunggu momen pertemuan itu tiba. Saat di Am

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status