Home / Romansa / Ah! Enak Mas Dokter / Bab 583: Tertangkap?

Share

Bab 583: Tertangkap?

Author: Dita SY
last update publish date: 2026-03-30 17:05:22

Adrian mengiyakan rencana Dirga yang ingin melibatkan Laila dalam missi kali ini, namun, tanpa sang Detektif ketahui, Dirga memiliki rencana lain.

"Aku butuh seorang polisi wanita berpengalaman, dan tolong usahakan fisiknya mirip dengan Laila."

"Baik, kami akan menyiapkannya sesuai dengan rencana Anda."

"Pastikan Laila yang asli aman dan terlindungi. Jangan sampai kita kecolongan!" tambah Dirga dengan nada tegas.

*

*

*

Tiga hari kemudian.

​Kabut tipis menyelimuti permukaan danau di pinggiran Bo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Mira
rencananya masak begitu2 terus, ga mempan sama Kevin. Ga akan semudah itu dia percaya
goodnovel comment avatar
Wiwin Yudha
janjinya akhir bln ini mau tamat... gmna sih mba Dita
goodnovel comment avatar
Utien Lin
ih males dah bacanya cm 1 bab doang
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 639: Ngambek

    Sore itu, suasana di dalam rumah mewah Dirga terasa sangat tegang.Begitu mobil jemputan sampai di rumah, Farah langsung berlari masuk ke dalam pelukan Febby yang sedang menunggu di ruang tengah.Tangisnya yang sempat mereda selama perjalanan pulang kini pecah kembali.​"Mommy! Kak Dylan jahat! Tadi Farah dimarahin di sekolah sampai nangis!" adu Farah sambil sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di balik daster yang dikenakan Febby.​Febby yang terkejut langsung mengusap punggung putrinya dengan lembut. Tak lama kemudian, Dylan melangkah masuk dengan wajah ditekuk dan tas ransel yang masih tersampir di pundak.​"Dylan, coba sini. Mommy mau bicara," panggil Febby dengan nada suara yang serius."Ya Mom .... ""Kenapa kamu membentak adikmu di sekolah sampai dia menangis begitu? Kakak kelas tiga harusnya mengayomi adiknya, bukan malah bi

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 638: Kemarahan Dylan

    "Makasih, kamu baik sekali," ucap Biru. "Kamu juga cantik," pujinya kemudian.Farah hanya tersenyum lembut. Sementara Biru terus menatap anak perempuan itu."Aku sering bertemu dengan anak orang kaya yang sombong dan jahat, ternyata kamu nggak," tambah Biru."Apa kamu mau berteman sama aku, Biru?" tanya Farah.Biru langsung mengangguk. "Tentu, Farah."Makasih ya, Bi .... ""Farah!"​Sebuah teriakan lantang yang sangat familier tiba-tiba memecah keheningan di sudut halaman belakang itu.Dylan berjalan cepat dengan langkah lebar, wajahnya tampak sangat tegang dan keningnya berkerut dalam.Ia baru saja ke luar dari gedung kelas tiga dan sengaja mencari adiknya ke area taman bermain kelas satu.​Mendengar suara langkah kaki yang mendekat dengan cepat, Biru yang berada di bal

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 637: Biru

    Senin pagi yang cerah di sekolah internasional itu terasa begitu menyenangkan.Di jam istirahat Farah terlihat sedang asyik bermain sendirian di halaman belakang sekolah setelah jam istirahat pertama.Ia membawa sebuah boneka kelinci kecil dan sekotak bekal makanan yang disiapkan oleh Mommy Febby.​Halaman belakang taman sekolah itu memang berbatasan langsung dengan pagar kawat besi yang menjulang tinggi, pembatas antara area sekolah yang megah dan perkampungan di baliknya.Saat sedang asyik mendudukkan bonekanya di atas rumput, Farah merasa seperti ada yang memperhatikan sejak tadi. Ia mendongak, lalu menoleh ke arah pagar kawat."Hay!"​Di balik sela-sela besi yang rapat, berdiri seorang anak laki-laki. Anak itu tampak sebaya dengan kakaknya, Dylan.Tubuhnya kurus, rambutnya agak berantakan, dan kaos yang berwarna abu-abu terlihat kusam

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 636: Sentuhan +

    "Kalau memang tidak ada apa-apa, setelah makan malam, kamu istirahat ya," ucap Dirga sambil mengusap kepala anak laki-lakinya."Iya Daddy.""Jangan macam-macam lagi ya Dylan. Ingat pesan Daddy dan Mommy! Yang kami lakukan hanya untuk kebaikan kamu!" pesan Febby dengan suara lembut, tetapi tegas."Iya Mommy," sahut Dylan sambil tersenyum, menenangkan.Makan malam itu berakhir dengan tenang. Dylan yang sudah menyelesaikan makannya segera pamit untuk masuk ke dalam kamar, sementara Farah sudah lebih dulu tertidur lelap di kamarnya setelah kelelahan bermain seharian.Setelah memastikan kedua anak mereka aman di tempat tidur masing-masing, Dirga dan Febby merapikan sisa meja makan bersama sebelum melangkah menuju kamar tidur utama."Kamu mencurigai sesuatu nggak Mas?" tanya Febby pada Dirga.Sang Dokter menggeleng, "Kita harus percaya sama Dyl

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 635: Melamun

    Ting! Ting! Ting!Suara lonceng sekolah terdengar. Seluruh anak-anak berhamburan keluar dari kelas.Suara tawa, tangis, teriakan khas anak-anak sekolah dasar terdengar memenuhi seluruh bangunan sekolah.Orang tua, baby sitter dan supir dari anak-anak kaya raya tersebut tampak sudah menunggu di Koridor sekolah.Sementara Dylan dan Farah sudah masuk ke mobil mewah mereka. Dan seperti biasa, mereka hanya dijemput supir pribadi keluarganya.Sore itu, langit Jakarta mulai berubah jingga saat mobil mewah yang menjemput Dylan dan Farah bergerak membelah kemacetan jalanan pulang.Farah, yang duduk di kursi belakang sebelah Dylan, sudah menyandarkan kepalanya ke bantal kecil.Ia tampak sangat lelah setelah seharian belajar dan bermain di sekolah.​Berbeda dengan adiknya yang hampir terlelap, Dylan justru duduk tegak dengan mat

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 634: Jangan Dylan!

    "Bagaimana Dylan?" tanya Zidan saat kakinya sudah mulai terasa letih."Sstttt!"Dylan menatap jalan setapak kecil yang memanjang di balik pintu belakang sekolah.Rasa penasarannya memuncak. Di ujung jalan itu terdapat sebuah perkampungan padat dengan rumah-rumah semipermanen yang berimpitan ... sebuah kawasan kumuh yang sangat kontras dengan gedung sekolah internasional mereka yang megah.Jiwa petualang Dylan mendesaknya untuk terus melangkah ke luar pagar demi mengejar si pencuri."Aku tahu dia lari ke mana?" gumam Dylan.​Namun, tepat ketika Dylan hendak melangkahkan kaki melewati pintu besi tua itu, Zidan tiba-tiba menarik ujung seragam Dylan dengan kuat.Wajah Zidan tampak sangat pucat, ketakutan setengah mati.​"Jangan, Dylan! Jangan keluar dari sekolah!" bisik Zidan dengan suara bergetar."W

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status