LOGINHari-hari pun berlalu, keadaan Roni mulai terlihat membaik membuat dokter yang menanganinya tidak percaya. Roni tiba-tiba memperlihatkan ada gerakan di otaknya, dugaannya adalah di mana dia menduga Roni akan mengalami koma selama lebih dari dua bulan, tapi tanpa dia duga-duga dalam waktu begitu singkat Roni memperlihatkan tanda-tanda otaknya kembali bekerja."Ini sulit dipercaya, Tuan Roni memperlihatkan tanda-tanda bahwa beliau akan segera sadar, saya merasakan otaknya kembali bekerja," kata dokter itu saat selesai memeriksa Roni.Mendengar itu Mbak Maya langsung memeriksa, dia ingin tahu juga perkembangan suaminya, dan benar apa yang dikatakan dokter itu bahwa otak Roni mulai bekerja menandakan dia tidak akan lama lagi segera sadar."Apa ini pertanda baik?" tanya Miya kepada Mbak Maya."Iya, Roni akan segera siuman, tinggal kita menunggu kapan dia akan bergerak dan membuka mata," jelas Mbak Maya. Mereka semua yang di sana langsung bahagia mendengar kabar itu, mereka tidak sabar menu
"Mama menghargai kamu membawa pulang papamu dan sangat senang kamu bisa membawa kembali pulang papa kamu, tapi mama juga gak suka kamu menyepelekan sesuatu. Contohnya ini, harusnya kamu berpikir saja sedikit, apakah papamu baik-baik saja, apakah dia akan baik-baik saja dengan kondisinya seperti ini, itu yang harus kamu pikirkan. Dan sekarang lihat papamu pingsan, coba kamu bayangin papamu habis mengalami kecelakaan parah, Bara. Astaga, mama gak habis pikir kamu gak sampai kepikiran soal ini," kata Mbak Maya terus mengomeli Bara, dan hanya Bara yang dia omeli karena Bara putra kandungnya walaupun Bara gak sendirian ada Xyro juga.Tapi Xyro walaupun gak dimarahi juga dia ikut merasa bersalah, karena terlalu bahagia sampai mereka melupakan sesuatu yang amat penting begini.Dan benar perkiraan Mbak Maya, Roni pun mengalami koma. Dia tidak terlihat akan segera siuman, dokter yang memeriksanya pun menjelaskan kalau Roni mengalami masalah serius di dalam otaknya. Dokter juga tidak bisa mempe
Sebelum melakukan penerbangan pulang, Roni dan Meli terlebih dahulu diberikan pakaian yang cocok dan melepas pakaian suku yang mereka kenakan."Eee bibi, maksud saya tante hehe, ini anda perlu mengganti pakaian dulu," ujar Xyro merasa gugup saat berbicara dengan ibu barunya, apalagi ibu barunya hampir seumuran dengannya, lebih persis seumuran istrinya Maria begitu."Terima kasih, tapi bagaimana cara mengenakan ini?" tanya Meli sambil mengangkat bra yang juga disiapkan untuknya.Xyro seketika bingung harus menjelaskan bagaimana. "Sebentar tante," Xyro pergi menemui Bara untuk bertanya. Tepat saat dia masuk ke ruang ganti tempat dimana Bara dan Roni berada, baru saja membuka tabir Xyro seketika kaget sekaligus tercegang melihat apa yang dia lihat, begitu pun dengan Bara yang di situ. Ya, saat Bara memberi pakaian ganti untuk papanya, papanya tanpa merasa malu langsung melepas pakaian adat suku yang dia kenakan, membuat Bara dan Xyro melihat anggota tubuh papa mereka. Yang lebih mencenga
Di saat kabar bahagia akan segera tiba ke rumah, malah di situ datanglah sebuah bencana yang datang menimpa salah satu istri Roni, iya dia adalah Ayu, istri keduanya, dimana laki-laki yang waktu itu membantu Ayu dan Miya, iya dia adalah Marjuki, dimana Marjuki terlihat baru saja tiba di rumah mewah itu dengan niatan datang melamar Ayu untuk dia jadikan istrinya.Di saat Marjuki datang kondisi rumah sedang sepi, dimana Mbak Maya saat ini sedang berada di perusahaan membantu Maria, sementara Miya dia pergi ke butiknya untuk melihat-lihat setelah cukup lama tak datang.Saat Marjuki tiba, salah satu pembantu di rumah itu memberitahu Ayu kalau ada tamu, dan Marjuki dipersilahkan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.Karena cuma Ayu yang ada di rumah maka hanya dialah yang menemani Marjuki duduk tanpa tahu maksud kedatangan Marjuki kali ini."Terima kasih sudah membiarkan saya masuk," kata Marjuki, dan dibalas hanya dengan senyuman oleh Ayu."Ini tehnya, Tuan," kata pembantu membawakan teh un
Dengan mengendap-endap, Bara dan Xyro terus lanjut berjalan hingga akhirnya mereka tiba di sebuah tempat di mana ada dinding kayu, di dalamnya banyak sekali gubuk dan anak-anak berlarian. Melihat itu, Bara merasa kalau mereka sudah tiba di kediaman penghuni hutan itu."Sepertinya kita sudah tiba di tempat tinggal mereka," kata Bara."Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, Kak?" tanya Xyro, sebab hanya Bara yang bisa memutuskan mereka harus ngapain."Sekarang kita harus bisa masuk ke dalam untuk menemui pemimpin mereka, untuk membicarakan maksud kita sekaligus bertanya mengenai Papa. Tapi kita harus tetap berhati-hati, jangan sampai mereka mengira kita adalah musuh," ucap Bara.Akan tetapi, baru saja mereka melangkah mendekati dinding pagar kayu yang membentang sebagai perbatasan tempat tinggal suku itu, Bara dan Xyro tak sengaja menginjak ranjau yang terpasang di sana. Ranjau itu berbentuk tali yang mengikat. Dalam sedetik, Xyro dan Bara langsung tertarik ke atas dengan kaki terika
"lama-lama aku lihat kasihan juga orang tua ini, walau dia pernah jadi jahat sebelumnya sampai-sampai ingin membunuh cucunya sendiri, semoga saja dia lekas bertaubat, tapi bagaimana ini apakah bara akan setuju kenikahi gadis yang dianggapnya anaknya, sepertinya ini sangat rumit," gumam Mbak Maya.mungkin sebutan jahat masih kurang untuk di berikan kepada tuan kim saking kejam dan liciknya dia dulu."Bolehkah saya bertemu dengan Sera sebentar, saya ingin memastikan apakah anda memperlakukannya dengan baik," kata Mbak Maya."Iya tentu saja, Sualo tolong antarkan ke kamar Sera," perintah Tuan Kim. Mbak Maya pun diantar ke kamar di mana Sera berada.Waktu membuka pintu kamar itu, Mbak Maya mendapati Sera sedang sibuk menggambar di atas kertas yang berada di depannya. Mbak Maya menyapanya."Hai manis, sedang apa?"Mendengar suara yang tak asing di telinganya, Sera langsung menoleh dan melihat wanita yang selama ini merawatnya dengan penuh kasih sayang."Nenek, kok nenek bisa di sini?" tany







