Share

Bab 164.

last update publish date: 2026-03-18 16:19:25

"Ali... ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," terlihat Xyro datang menemui Ali yang sedang berada di depan kolam renang yang ada di belakang apartemen mereka.

Ali menutup buku yang dia pegang lalu menatap ke arah adiknya itu, "Iya, katakan ada apa Xyro?" tanya Ali.

"Ali, ee... aku ingin memberitahumu kalau aku akan menikah, tapi pernikahan ini hanya pura-pura," ucap Xyro. Seketika Ali langsung terkejut tentunya mendengar apa yang dikatakan Xyro.

"Menikah? Maksudmu apa Xyro? Aku tidak mengerti?
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 238

    Malam harinya, terlihat Ali, Liona, dan papanya bersiap untuk menikmati makan malam bertiga di rumah yang ditempati Liona.“Sebentar, kok bisa makanan seenak ini? Siapa yang buat? Pasti kamu kan, Ali?” tanya papanya Liona, kaget melihat makanan yang dihidangkan terlihat enak-enak sekali, bisa tercium dari wanginya.“Eee… iya, Om. Liona juga yang membantu,” jawab Ali.“Serius? Liona, kamu emang sudah bisa masak nih?” tanya papanya langsung ke Liona, sebab setahunya Liona tak bisa masak. Jangankan memasak, ke dapur saja membantu mamanya waktu di Rusia Liona gak pernah.“Ehehe… iya, Pa. Aku… aku belajar memasak, dan Ali yang mengajariku,” jelas Liona jujur. Ia terlihat sangat senang sekali karena sekarang sudah bisa memasak.“Sebentar, Papa cicipin dulu. Yang mana buatan kamu?” kata papanya, dan Liona pun menunjuk ke arah sup dan pangsit yang ada di atas meja.Papanya langsung mencicipi. “Hmm… serius ini kamu yang buat? Enak sekali loh,” kata papanya memuji hasil masakan putrinya karena

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 237

    Siang harinya, Tuan Folio akhirnya tiba di kampung itu setelah melewati perjalanan panjang dari Rusia.Melihat papanya tiba, Liona menyambutnya dengan pelukan. Di sana juga ada Roni dan kedua putranya yang menyambut kedatangan Tuan Folio."Hai sayang, bagaimana kabarmu?" tanya papanya sambil memeluk Liona."Baik, seperti yang papa lihat," jawab Liona sambil memeluk erat sang papa."Wah Roni, kau di sini juga? Astaga, aku kira tadi pekerja di ladangmu. Tak kusangka ternyata kamu," kata Tuan Folio saat menoleh ke samping di mana Roni dan kedua putranya berdiri."Dasar, bisanya kau melupakan wajah tampan ini. Bagaimana perjalananmu? Lancarkan?" balas Roni sambil membalas candaan Tuan Folio."Ya, lancar-lancar saja. Kamu sendiri gimana, sehat? Astaga, sudah lama sekali kita tidak bertemu, tak kusangka wajahmu terlihat selalu muda.""Haha... terima kasih. Oya, kenalin ini kedua putraku. Yang ini namanya Ali, dia yang membantuku mengurus bisnis di sini, dan ini adiknya, Xyro.""Halo om, sen

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 236

    Setelah berbicara sebentar berdua, Ali dan Xyro kembali menemui papa mereka dan Liona."Pa, maaf aku sebelumnya gak memberitahu papa kalau aku tinggal sendirian di sini dan keluar dari rumah kakek sama nenek," ucap Ali."Ah iya gak apa-apa, papa mengerti kok. Pokoknya kamu jangan ambil hati sikap kakek dan nenek kamu, sebab walau bagaimanapun dia kakek dan nenek kamu. Sifat mereka memang begitu, jadi jangan membenci mereka ya," pesan Roni.Iya, Roni mengetahui semuanya sebab tadi dia mampir di rumah mertuanya itu untuk membawakan oleh-oleh buat mereka. Walaupun Roni tidak menyukai sikap mereka, Roni tetap melakukan tugasnya sebagai seorang menantu. Setiap dia datang, dia selalu membawakan sesuatu untuk mereka dan menyapa mereka dengan baik. Mereka juga tadi bercerita alasan Ali keluar dari rumah mereka, di mana mereka secara terus terang berkata kalau Ali terlalu manja, membuat mereka menegurnya. Dan kata mereka karena teguran itu Ali memutuskan buat ninggalin rumah dan memilih tingga

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 235

    Kembali ke AliAli melihat Liona tiba-tiba senyum sendirian setelah menerima panggilan dari papanya."Bahagia banget, ada apa?" tanya Ali langsung."Ah, itu papa tadi beritahu aku kalau dia besok datang menyusul ke sini dan kembali ke Rusia bersamanya nanti," jawab Liona."Wah, jadi papa kamu serius nih bakal beli lahan ini sebagian?""Iya, begitu sih katanya tadi, biar kalau datang ke sini ada tujuan gitu katanya," jelas Liona."Oh begitu ya, bagus dong. Ee, aku titip Elina ya sebentar, aku mau pergi beli susu buatnya. Tadi waktu ke warung sudah habis, jadi perlu pergi ke supermarket," kata Ali."Jauh ya supermarket di sini?""Gak sih, cuma tiga puluh menitan kalau pakai kendaraan. Memangnya kenapa?""Ee, aku mau nitip pembalut kalau boleh. Tapi kamu gak malu kan belinya? Persediaanku habis," ucap Liona, dia mau pesan pembalut."Oh ya, baiklah. Gak kok, aku gak malu. Udah biasa dulu aku juga sering beliin mendiang istriku," ujar Ali sama sekali tidak keberatan atau malu disuruh beli

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 234

    Setelah menenangkan diri sebentar, Liona melangkah menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah itu, setelah berpakaian rapi, dia sudah siap berangkat melihat-lihat ladang. Liona terlebih dahulu menuju rumah Ali, dia tidak tahu bahwa Ali sudah berangkat duluan tadi.“Ali, aku dah siap nih, kamu udah siap belum?” panggilnya dari luar, mengira Ali masih di dalam rumah. Setelah memanggil beberapa kali tapi tak ada jawaban, Liona akhirnya masuk, tapi tak menemukan Ali di dalam.“Apa dia berangkat duluan ya? Padahal aku dah berpesan berangkat bareng tadi, hemm gak apa-apa deh,” Liona mau gak mau pergi sendirian.Karena jarak rumah tak jauh dari gudang, Liona pun tiba dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Saat tiba di sana, dia melihat Elina sedang digendong oleh satpam di sana. Dari sana dia tahu bahwa Ali memang sudah di sini.“Halo,” sapa Liona ramah ke satpam itu.“Halo juga, Nona. Oya, tumben gak berangkat bareng Tuan Ali, biasanya bareng loh?” tanya satpam itu.“Gak tahu tuh, Ali malah ni

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 233

    Tiba-tiba Ali meneteskan air mata di saat Liona sedang menatap wajahnya, sepertinya Ali sedang memimpikan sesuatu yang begitu menyedihkannya hingga membuatnya sampai meneteskan air mata. Liona yang sedari tadi menatapnya pun terkejut, ia menjulurkan tangannya hendak mengusap air mata itu. Dan, “Sasa... Sasa...” panggil lagi di dalam tidurnya. Ternyata Ali sedang merindukan sosok istrinya yang sangat ia cintai. Setiap malam Ali memang seperti ini, hanya saja baru kelihatan di saat Liona memperhatikan tidurnya. “Sasa? Apakah itu nama mendiang istrinya?” gumam Liona berpikir. “Sasa, kenapa kamu ninggalin aku, aku mencintaimu sayang, kembalilah,” kata demi kata terus terucap di bibir Ali. Liona bingung harus berbuat apa, ingin dia membangunkan Ali agar keluar dari mimpi buruknya itu. Ali benar-benar tak sadar bahwa dia menangis hingga ke dunia nyata. Hingga akhirnya Liona mau tak mau berbaring di samping Ali dan memeluknya. Dengan kehangatan yang disalurkan oleh Liona, Ali jadi sedik

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 223

    Sementara itu, Bara tak langsung pulang ke Jakarta untuk memberitahu mamanya apa yang sedang terjadi. Iya, Bara memutuskan menemui Rocky untuk meminta bantuannya.Setibanya Bara di kediaman Ricky dengan wajah berlinang air mata, dia langsung masuk ke rumah itu mencari Rocky.Rocky tentu saja kaget

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 231

    Siang itu terlihat Liona sedang menikmati tehnya di depan rumah yang disiapkan oleh Ali untuknya beristirahat. Dia menyeruput tehnya sembari menatap pemandangan di depannya. Iya, kebetulan rumah itu berhadapan langsung dengan sawah yang luas, bahkan di ujung sawahnya Liona dapat melihat bukit yang

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 227

    Malam harinya terlihat Ali dan Sasa begitu canggung saat di dalam kamar mereka. Iya, bisa dibilang ini adalah malam pengantin yang tertunda. Tak ada aktivitas mesra di antara mereka selama kasus papa mereka terjadi. Dan sekarang semua sudah tampak tenang dan kembali seperti semula. Ini adalah malam

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 224

    Di keesokan harinya, pernikahan Ali dengan Sasa tetap dilangsungkan walaupun tanpa kehadiran Roni. Di sini, Ali begitu sedih sekali, padahal dia berharap sekali papanya bisa hadir. Sayangnya harapannya itu harus tertahan, seperti layaknya apa yang sedang dihadapi oleh papanya yang ditahan di penjar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status