LOGINMalam harinya terlihat Ali dan Sasa begitu canggung saat di dalam kamar mereka. Iya, bisa dibilang ini adalah malam pengantin yang tertunda. Tak ada aktivitas mesra di antara mereka selama kasus papa mereka terjadi. Dan sekarang semua sudah tampak tenang dan kembali seperti semula. Ini adalah malam pertama lagi Ali dan Sasa berada dalam satu kamar. Bisa dibilang begitu karena Ali setelah sah menjadi suami Sasa, dia justru lebih sering berada di Surabaya membantu mengurus urusan papanya, sementara Sasa tetap di Jakarta menemani mama mertuanya yang terus gelisah memikirkan situasi di Surabaya. Itulah mengapa malam ini adalah malam yang dinantikan oleh Sasa setelah menikah.Sementara Ali malah terlihat biasa saja. Dia berbaring sembari membaca buku dengan santainya, tidak menyadari kalau malam ini adalah malam pertama mereka bersama setelah menikah. Sasa keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit pada badannya. Melihat Ali yang berbaring dengan buku di tangannya, mengir
Sera juga datang mengunjungi kakeknya di penjara, dia tidak bisa menahan tangisnya saat mengetahui perbuatan-perbuatan jahat yang pernah dilakukan kakeknya."Maafkan kakek ya, kakek telah membuatmu kecewa. Kakek sungguh sangat menyesal atas semua yang pernah kakek lakukan. Kakek berharap sekali kamu bisa hidup tenang dan bahagia, jangan ikuti semua apa yang kakek pernah lakukan," ujar Tuan Kim sambil memeluk erat tubuh cucunya menangis."Sejahat apapun yang pernah kakek lakukan, kakek tetaplah kakek Sera. Sera gak benci kok sama kakek. Sera tahu bahwa kakek sebenarnya orang baik," balas Sera sembari membalas juga pelukan kakeknya.Untuk pernikahan Sera dengan Bara tetap dilangsungkan karena memang itulah permintaan terakhir Tuan Kim, dan pernikahan itu pun saat itu juga dilangsungkan dengan sangat sederhana. Tuan Kim juga diizinkan menghadirinya, bukan kebahagiaan yang terlihat di sana tapi rasa haru dan kesedihan di mana itu benar-benar permintaan terakhir Tuan Kim. Di mana dia benar
Saat itu juga, Rocky yang diberitahu oleh Bara bahwa mamanya sekarang sudah berada di Surabaya mengunjungi papanya di penjara langsung menuju penjara.Dia melihat Mbak Maya dan yang lainnya sedang berbincang di sana dengan Roni."Hai, kau juga datang, Rocky. Wah makin ramai nih penjara gara-gara aku. Siapa lagi yang bakal datang nih," ujar Roni dengan santainya. Lama-lama Mbak Maya jadi kesal dibuatnya, dia pun melangkah mendekati Roni, mencubit pinggangnya sambil melotot."Cukup bercandanya! Kami sedang serius ini! Kamu kira kami tidak sedih kamu seperti ini? Bukan saatnya buat bercanda, Roni," kata Mbak Maya."Aw... sayang, oke-oke aku minta maaf. Aku hanya tidak mau suasana jadi kaku itu saja, sayang," ucap Roni sambil menahan tangan istrinya yang mencubitnya."Roni, aku datang kemari buat menebusmu. Aku tadi sempat membicarakan soal kasusmu. Kamu bisa bebas dengan uang tebusan," ujar Rocky langsung."Nah, ide bagus itu. Aku juga sanggup membantu menebus seberapa banyak pun uang ya
Di keesokan harinya, pernikahan Ali dengan Sasa tetap dilangsungkan walaupun tanpa kehadiran Roni. Di sini, Ali begitu sedih sekali, padahal dia berharap sekali papanya bisa hadir. Sayangnya harapannya itu harus tertahan, seperti layaknya apa yang sedang dihadapi oleh papanya yang ditahan di penjara.Banyak sekali tamu undangan yang datang menghadiri pesta pernikahan itu. Mereka semua tak lain dan tak bukan adalah orang-orang yang mengenal Roni. Bukan hanya itu saja, teman dekat Bobi dan juga keluarga Maria di Amerika juga turut hadir di sana.Hanya Roni lah yang tidak berada di sana. Banyak di antara tamu undangan menanyakan keberadaan Roni sebab mereka dari tadi tak melihatnya. Bahkan yang mewakili untuk memulai acara itu Bara sendiri, membuat mereka bertanya-tanya ke mana Roni, kenapa dia tak ada di sana di dalam pernikahan putranya. Sampai akhirnya Bara pun berpidato menjawab pertanyaan demi pertanyaan soal ayahnya yang dilontarkan oleh para tamu undangan."Maaf semuanya, jika kal
Sementara itu, Bara tak langsung pulang ke Jakarta untuk memberitahu mamanya apa yang sedang terjadi. Iya, Bara memutuskan menemui Rocky untuk meminta bantuannya.Setibanya Bara di kediaman Ricky dengan wajah berlinang air mata, dia langsung masuk ke rumah itu mencari Rocky.Rocky tentu saja kaget dengan kedatangan Bara dalam keadaan kacau. Apalagi saat ini dia melihat Bara juga sedang terluka, seketika membuatnya khawatir dan panik.“Bara, ada apa denganmu? Lenganmu... kamu habis dilukai siapa? Cepat beritahu paman siapa yang berani melakukan ini padamu?” tanya Rocky langsung, wajahnya begitu serius.Begitulah Rocky, dia begitu sayang kepada Bara. Dia menganggap Bara sebagai anaknya juga, sebab Bara dari masih di dalam kandungan Mbak Maya, Rocky-lah yang mengasuhnya hingga tumbuh menjadi anak-anak sebelum Roni datang menjemput Mbak Maya waktu itu.“Paman... sesuatu terjadi, paman... tolong aku... aku... hikhik...” Bara tidak dapat melanjutkan omongannya, dia terus menangis karena ras
Singkat cerita Roni pun akhirnya pergi ke Surabaya setelah mendapatkan informasi jelas bahwa memang Tuan Kusuma lah otak dari semua ini. Salah Roni di sini, dia malah memberitahu Bara soal ini. Harusnya dia tak memberitahunya agar Bara tak ikut. Iya, setelah mendengar soal itu, Bara yang awalnya dilarang ikut pergi bersamanya malah pergi juga tanpa sepengetahuan Roni, di mana Bara juga ingin memberi pelajaran kepada Tuan Kusuma yang telah melukai istrinya.Setibanya di Surabaya, Roni tidak membuang waktu. Langsung menuju lokasi di mana kediaman Tuan Kusuma berada. Di sana tanpa banyak bicara dia menyerang tempat itu sendirian, dari satpam hingga anak buah Tuan Kusuma yang berjaga di depan gedung miliknya.Mereka benar-benar tak menyangka akan ada orang yang berani menyerang sendirian, dan itu benar-benar mendadak membuat mereka tidak siap. Satu per satu ditumbangkan oleh Roni. Aura Roni begitu dingin di sini, persis seperti dirinya waktu masih muda di mana dia mengikuti pertarungan ja
Di dalam kamar, Bara terlihat begitu cemas. Fia tidak menyangka bahwa papanya pergi hari ini. Bara tahu betul bahaya yang akan dihadapi oleh papanya."Pa... kenapa papa pergi sekarang sih? Memangnya papa udah ada persiapan? Tahu gini, Bara ngotot aja ikut. Astaga, Pa, Bara jadi nggak tenang papa bu
"Kok kamu datang sendiri? Di mana Miya?" tanya Mbak Maya yang melihat Roni datang sendirian menghampiri dirinya dan Ayu."Ah… itu, Miya lagi nggak enak badan, katanya makanya dia istirahat dan nggak ikut keluar," jawab Roni sambil matanya tertuju ke arah Bara dan Xyro yang sedang bermain bola."Lah
Saat hari sudah mau malam, barulah Roni dan yang lainnya tiba di rumah mereka. Mobil yang membawa mereka memasuki gerbang rumah itu dan berparkir di sana."Kita sudah sampai," ujar Bara."Serius ini rumah kamu?" tanya Lola."Iya, ini rumah aku dan akan menjadi rumah kamu juga," jawab Bara.Lola tid
Tidak lama setelah Xyro keluar, papa mereka masuk ke dalam kamar itu."Ali, bagaimana kondisimu? Udah baikan, kan?" tanya Roni kepada putranya."Iya, Pah, sudah mendingan," jawab Ali."Baguslah kalau begitu. Oh ya, tadi Xyro bilang kamu mau bicara sama Papa, mau ngomongin apa ya, makanya Papa masuk







