ホーム / Romansa / Ah! Mantap Sekali Mbak / Bab 55. Kecurigaan Roni

共有

Bab 55. Kecurigaan Roni

last update 公開日: 2026-02-23 18:19:31

Roni kembali ke rumah Rocky. Begitu melihat Roni datang, Rocky langsung bertanya,

"Bagaimana? Apa kamu mendapat jawabannya?"

"Jawabannya tetap samar, Rocky, seperti yang dia katakan padamu," jawab Roni.

"Hemm... Sebenarnya kenapa ya dia begitu menyembunyikan pria itu? Sebenarnya siapa dia?" kata Rocky, semakin dibuat penasaran.

"Entahlah," balas Roni sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Ia segera menyiapkan apa yang diperlukan untuk tes darah. Untuk saat ini, rencananya ini tidak akan diberita
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 187

    Pagi harinya, Roni kembali melanjutkan pekerjaannya membangun kembali suku Cian. Saat ini, gubuk yang akan dia bangun tersisa hanya tiga lagi. Roni mengerjakan semuanya dengan bahan seadanya seperti kulit batang pohon, daun kelapa, dan apa saja yang bisa dijadikan tempat tinggal. Pakaian yang dikenakannya sekarang pun terbuat dari kulit hewan, kulit pohon, dan dedaunan yang dirangkai hingga berbentuk pakaian sederhana.Ketika Roni sedang sibuk bekerja, seorang anak datang menghampirinya. Anak itu menawarkan bantuan sekadar yang dia bisa. Namanya Ferri, anak tertua di antara anak-anak di sana, umurnya sekitar sepuluh tahun.“Paman, aku boleh bantu nggak?” tanyanya.“Boleh saja,” jawab Roni setuju.“Terima kasih, Paman. Kalau begitu aku panggil anak-anak lain juga ya, biar bisa bantu.”“Eh, jangan. Biarkan mereka bermain saja, cukup kamu yang bantu.”“Baiklah, Paman. Oya, sore nanti kita latihan berburu nggak?” tanya Ferri. Rupanya Roni sudah mulai mengajarkan mereka berburu, khususnya

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 186

    "Maaf, sayang. Kan kamu juga tahu kalau dari tadi aku kepengen. Jadi begini, ada kesempatan, masa dibuang begitu saja, kan sayang?" ujar Xyro setengah merayu."Kamu kira ini lowongan pekerjaan? Enak saja main terobos," protes Maria kesal."Iya, iya… nggak lagi kok. Tapi sekarang boleh, kan? Aku izin nih. Ayolah, sayang, lihat tuh, aku nggak bisa tahan lagi," pinta Xyro sambil menatapnya penuh harap.Maria mendengus pelan, lalu menatap mata Xyro. "Baiklah. Tapi kamu harus janji dulu. Habis ini kamu nggak akan menghilang lagi, dan jangan mengingkari janjimu. Aku percaya sama kamu kali ini.""Iya, sayang. Aku janji kok. Kamu nggak percaya banget sih sama aku?" jawab Xyro dengan nada sedikit merajuk.Saat Xyro hendak menciumnya, Maria kembali menghalangi. "Eh, jangan langsung. Harus ada manja-manja dulu. Kamu manjain aku, nggak boleh langsung begitu.""Siap..." jawab Xyro. Ia pun mencium Maria, dan mereka berciuman mesra. Setelah cukup lama membujuk, akhirnya Xyro berhasil juga mendapatka

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 185

    "Baik, aku pasti datang kok, tenang saja. Aku akan menjelaskan semuanya dengan jujur siapa aku sebenarnya. Aku akan menunggu di sini sampai kamu selesai bekerja, lalu kita pulang bersama," ucap Xyro sambil melangkah ke arah sofa dan duduk menunggu.Saat duduk di sofa, Xyro tak melepaskan pandangannya dari Maria yang sedang serius bekerja. "Semoga kali ini aku tidak salah memilih wanita. Maria begitu cantik dan dewasa. Tak kusangka hubunganku dengannya akan sejauh ini. Semoga aku bisa menjadi suami yang baik untuknya," gumam Xyro sambil menundukkan dagunya di atas kedua tangannya, terus memandangi Maria di meja kerjanya."Ah, kenapa aku jadi ingin terus menatapnya ya? Mungkin karena sudah hampir lebih dari satu bulan aku dan dia tidak bersentuhan. Tidak, tidak, aku harus menyelesaikan ini dulu. Lagi pula dia sedang sibuk, aku tidak mau mengganggunya. Aku harus bisa menjadi suami yang pengertian," ucap Xyro dalam hati. Lama-lama ia merasa keinginannya muncul, tapi ia tetap mencoba menah

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 184.

    "Saya dengar mbak akan meninggalkan rumah sakit sore ini, benar bukan?" Siang harinya saat Miya diperiksa oleh dokter tampan bernama dokter Andi, dia bertanya mengenai Miya yang akan kembali ke Indonesia."Iya benar dok, lagipula saya sudah merasa baikan, kasihan bayi saya kalau lebih lama ditinggal," ujar Miya membenarkan."Begitu ya mbak, baguslah kalau begitu, saya senang akhirnya anda bisa sembuh total.""Iya semua itu berkat bantuan anda, saya benar-benar berterima kasih," ucap Miya sambil tersenyum manis."Ah sial, aku malah justru berharap dia lebih lama di sini, baru saja dekat dia sudah mau pergi. Padahal aku juga berharap bisa lebih dekat dengannya, gak peduli dia bilang sudah berumur empat puluhan tapi dia tetap terlihat muda dan cantik, siapa yang gak tertarik," gumam dokter Andi dalam hati."Eeh, boleh gak ya bila saya kapan-kapan bisa mampir gitu semisal saya berada di negara anda?" tanya dokter Andi."Iya tentu saja, anda sudah banyak membantu saya, anda bisa mampir kap

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 183

    Sekepergian Ali dan Sasa, Xyro merenung di samping ranjang tempat mamanya berbaring koma. Ia melamun sambil terus memegangi tangan sang mama, berharap sekali mamanya cepat siuman dan bisa melihat kembali senyum cantiknya. Tubuh mamanya kini tampak semakin kurus, membuat Xyro sering kali meneteskan air mata.Walaupun dirinya sering bandel dan kerap berdebat, namun wanita yang paling Xyro cintai dan sayangi di dunia ini tetaplah mamanya—tak ada yang bisa menggantikan posisinya."Ma... cepatlah sembuh. Xyro rindu senyum dan tawa mama. Xyro benar-benar tak sanggup melihat mama menderita seperti ini. Kalau bisa, biar Xyro saja yang menggantikan posisi mama," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.Ia lalu meletakkan pipinya di atas tangan mamanya sambil memejamkan mata. Perjalanan bolak-balik dari Indonesia ke Amerika membuat tubuhnya benar-benar letih, sampai akhirnya ia pun tertidur sambil tetap menggenggam tangan sang mama.Sementara itu, di tempat lain—tepatnya di kamar mandi hotel yang dipe

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 182

    Di saat Xyro dan Ali sedang beristirahat sambil mengobrol di depan rumah sederhana itu, tiba-tiba seseorang datang dengan membawa perlengkapan bayi. Iya, orang itu adalah Rocky. Karena Xyro dan Ali tak pernah bertemu dengannya, mereka pun bertanya-tanya."Hai Li, lihat siapa orang itu, apakah dia saudara atau kerabat Tante Maya?""Setahuku sih Tante Maya gak memiliki saudara," kata Ali."Lalu siapa dia, bentar... jangan-jangan pacarnya tante lagi," pikir Xyro."Mana mungkin, sepertinya hanya teman deh. Wajar Tante Maya kan begitu cantik, pastilah banyak pria tampan yang datang mengunjungi, apalagi tahu papa sudah tiada," ujar Ali.Tanpa menyapa Ali dan Xyro, Rocky langsung masuk ke dalam. Hal itu membuat Xyro semakin penasaran. Saat dia hendak masuk, Lia keluar."Hai Lia, siapa orang itu? Apa dia pacar mama kamu?" tanya Xyro langsung."Mana ada, dia itu Paman Rocky, teman mama sama papa. Dia memang sering berkunjung," jelas Lia."Oh begitu ya, kukira mama kamu sudah membuka hati lagi

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status