共有

Bab 26

作者: Ke Ke
last update 公開日: 2026-04-08 13:29:27

Darrel Wang mengabaikannya, ia masih sibuk pada satu lembaran terakhir, lalu menutup dokumen itu pelan.

"Silakan."

Gennie melangkah mendekat, tak ingin berbasa-basi dan langsung bertanya inti. “Kenapa saya dipindahkan ke divisi sekretaris?”

Darrel Wang mendongak, pandangannya lurus ke depan.

"Tidak puas?" Tanyanya meremehkan.

Gennie menahan napas, "saya melamar sebagai manajer pemasaran."

Kemudian ia melanjutkan dengan penuh tekanan. "Bukan sekretaris."

"Lalu?" Tanya Darrel Wang menantang, "in
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 31

    Saat mobil benar-benar berhenti di depan hotel, hari sudah benar-benar terang.Gennie keluar dari mobil dan meregangkan tubuhnya sedikit.Keduanya bersamaan memasuki hotel, lantai marmer memantulkan langkah mereka. Suasananya tenang, hanya beberapa tamu yang terlihat.Darrel Wang berjalan menuju meja resepsionis, "reservasi atas nama Darrel Wang.”Petugas front office mengecek, lalu mengangguk, “baik, Pak. Satu kamar deluxe.”Kalimat itu jatuh begitu saja. Bagi Gennie, waktu seolah terhenti.Satu kamar? Ia menoleh perlahan, menatap Darrel Wang.Wajah pria itu ajaibnya tetap tenang, bahkan terlihat terlalu tenang.Seolah-olah semuanya sudah terencana.Ketika kunci diberikan, mereka berjalan menuju lift.Di dalam, Gennie menatap angka yang bergerak naik.Namun pikirannya tidak di sana."Kenapa hanya satu kamar?" Tanyanya pelan, tapi diam-diam tersirat nada kesal."Mn.""Kenapa?" Gennie tak dapat menahan hingga ia berbalik menatap kesal pria itu.Darrel Wang terdiam sesaat sebelum menjaw

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 31

    "Tentang Jaya, kamu... yang mengaturnya?" Tanya Gennie hati-hati.Darrel Wang menjawab tanpa ragu, "itu saya, kenapa ada masalah?"Gennie cepat-cepat menjawab, "tidak, hanya saja...""Gennie, ini perusahaan saya, otoritas terbesar ada ditangan saya." Ucap Darrel Wang tegas, "bagaimana dengan pekerjaan?""Jauh lebih baik.""Karena tidak ada pengganggu?" Darrel Wang masih saja membahas pria genit itu.Sepertinya iya, sejak Jaya tidak ada setidaknya tidak ada yang mengganggu pekerjaannya."Terimakasih." Ucap Gennie tiba-tiba."Untuk apa?" Darrel Wang mengangkat alisnya."Keduanya, coklatnya dan... Jaya.""Sudah sepantasnya, orang seperti ini akan menganggu ritme kerja, tapi kinerjanya juga bagus lebih baik dilemparkan saja.""Aku tahu, terimakasih." Daripada si Jaya itu, Gennie lebih berterima kasih atas coklatnya."Baik, keluarlah, kembali bekerja." Namun, saat Gennie hendak menutup pintu ia mendengar suara Darrel Wang lagi. "Panggil Sekretaris Jav ke sini.""Baik."•••Ketukan pintu te

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 30

    Sore itu, suasana kantor sedikit mencekam.Jaya tiba-tiba saja di panggil ke ruang HR.Kala itu Jaya sedang berada di mejanya, fokus pada pekerjaan. Ketika tiba-tiba saja staff HR menghampiri."Jaya," panggil HR, di tangannya ia membawa map, ekspresinya serius.Jaya menoleh, "iya?""Bisa ikut saya sebentar?" Jaya mengernyit, ia bertanya ragu, "sekarang?""Sekarang." Ucap HR tak memberikan pilihan lain.Jaya melirik ruang sebelah, tampaknya ia mengerti sesuatu, hingga akhirnya ia mengangguk. "Oke."Beberapa menit kemudian, di ruang HR.Jaya duduk di depan meja, terlihat santai dan masih tidak menyangka apa yang akan terjadi.“Ini terkait penempatan Anda.” Ucap staf HR sambil membuka map."Penempatan?" Tanya Jaya heran.“Kami memutuskan untuk memindahkan Anda ke kantor cabang di kota X."Jaya diam, ia tidak langsung bereaksi, seolah mempromosikan perkataan staff HR.“…Pindah?”"Mulai minggu depan," nada suara HR tetap profesional dan datar.Jaya menyandarkan punggungnya, matanya sedik

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 29

    Beberapa menit kemudian, Gennie dipanggil masuk Darrel Wang ke ruangannya.Ia berdiri tegang di hadapan Darrel Wang. Tangannya diletakkan di belakang, seolah membunyikan sesuatu.Sedangkan Darrel Wang duduk di kursinya, menata dokumen membiarkan gadis itu menunggu sebentar."Duduk." Titahnya pada Gennie.Gennie duduk di depan meja, dengan tegak dan menunggu.Beberapa detik berlalu tidak ada yang berbicara hanya suara halus AC."Jam istirahat hanya satu jam." Akhirnya Darrel Wang mengeluarkan suaranya.Gennie mengangguk."Gunakan dengan baik." Nada suaranya datar tapi ada tekanan yang tak terlihat.Gennie mengernyit, "maksudnya?"Darrel Wang akhirnya mengangkat pandangannya, menatapnya langsung. "Tadi." Hanya satu kata tapi cukup jelas.Gennie langsung mengerti, "oh... maksudnya Jaya?" Nama itu keluar spontan.Kesalahan terbesar, Gennie kembali membangkitkan iblis yang tertidur.Tatapan Darrel Wang berubah, menatap tajam dan dalam. "Begitu cepat kenalnya." Sinisnya.Gennie menelan lud

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 28

    Keesokan harinya, jam menunjukkan pukul dua belas siang.Suasana kantor sedikit lebih lambat, lebih santai.Beberapa karyawan mulai berdiri, merenggangkan tubuh, berjalan ke pantry atau keluar gedung untuk makan siang.Di meja sekretaris, Gennie akhirnya berhenti sejenak. Bersandar lelah di kursinya.Hari kedua, dan Gennie masih merasa berat. Namun tidak se-chaos kemarin.Sekertaris Jav berdiri dan menghampiri, "ayo makan siang.""Ke mana?" "Ambil jatah makan siangnya."Benar juga, perusahaan memberikan makan siang untuk karyawannya.Kemarin Gennie juga sudah merasakannya, dan ia rasa itu sesuai dengan seleranya, sangat cocok."Mau makan di meja atau di kantin?" Perusahaan memberikan pilihan, antara makanan katering atau makanan yang di masak dapur.Namun jika memilih masakan dapur perusahaan maka pasti akan makan di kantin."Makan di kantin saja, saya mau refreshing."Sekretaris Jav mengangguk, "baik, kalau gitu kantinnya ada di lantai dua, jika masih bingung tanyakan orang yang lewa

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 27.

    Sore harinya, suasana mulai sedikit tenang.Gennie bersandar sebentar di kursinya, bergumam pelan, "ini gila..."Sekertaris Jav yang duduk di samping melirik, "Nona Gennie masih hidup, itu sudah hebat."Gennie tertawa kecil, benar juga, ia masih waras saja sudah hebat."Oh iya, jangan memanggilku Nona di tempat kerja, panggil Gennie saja.""Baik, arahan di terima." Mendengarnya Gennie tertawa lagi."Tadi aku hampir salah kirim dokumen," adunya pada Jav.Sekretaris Jav mengangguk, "wajar."Benar, ini masih tahap wajar. Dari manajer pemasaran menjadi sekretaris tentu tidak mudah."Kamu sudah bekerja dengannya berapa lama?" Tanya Gennie penasaran.Sekretaris Jav diam sejenak, "sudah lama. Sejak Tuan masih remaja.""Kamu masih bertahan?" Kaget Gennie."Iya," mau gimana lagi? Dari awal Jav memang milik keluarga Wang. Keluarganya terikat dengan keluarga Wang, setiap generasi mereka akan mengirim anak muda untuk melayani calon ahli waris."Kamu gak lelah?"Jav menatap datar, "fase ini sudah

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 16

    Chun Wang menatap punggung kedua generasi muda itu, mengetahui cucunya sudah menikah akhirnya ia tenang. Akhirnya anak itu punya rumahnya sendiri.Menyandarkan punggungnya ke kursi, membiarkan sisa teh di cangkirnya mendingin secara perlahan. "Terkadang," bisiknya pada diri sendiri, "jawaban dari

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 15

    Gennie dengan teliti memakai cheongsam merah, Darrel Wang memberinya untuk dipakai bertemu kakeknya.Cheongsam itu, memiliki kerah mandarin yang tinggi dan potongan yang melekuk pada tubuh rampingnya, terbuat dari sutra halus yang berkilauan di bawah cahaya lampu.Motif burung phoenix emas yang dis

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 13

    Keluar dari kantor sipil, Gennie dengan linglung mengikuti Darrel Wang. Bahkan saat dalam perjalanan pulang pun ia masih kehilangan jiwanya."Silakan, buku nikahmu." Darrel Wang menyerahkan buku itu pada Gennie."Ah, oke, terimakasih." Gennie dengan linglung mengambil.Menatap buku nikah ditangann

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 14

    Pagi hari, sebelum sarapan.Darrel Wang bangun dengan perasaan segar, berjalan ke kamar mandi.Ia berdiam diri di depan cermin sebelum dengan lihai merapihkan helaian rambutnya, di hari pertama menikah ia harus memberikan kesan yang baik pada istrinya.Biar Gennie tahu dengan jelas bagaimana tampan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status