LOGIN
Gennie mengikuti petunjuk dari pesan yang memberitahunya bahwa tunangannya telah selingkuh.
Sebenarnya Gennie tak akan percaya bahwa tunangannya telah selingkuh, mereka telah menjalin hubungan selama 3 tahun jadi ia tak akan percaya semudah itu. Namun, si pengirim pesan sepertinya mengetahui ia tak bisa dikelabui, jadi selain omong kosong yang tak berdasar itu, si pengirim pesan juga mengirimkan berupa foto-foto tunangannya yang telah selingkuh. Fotonya terlihat jelas dan sejujurnya tak bisa disangkal, tetapi Gennie tetap meminta bantuan pada seorang teman untuk menyelidiki keaslian foto. Setelah memastikan bahwa fotonya asli, Gennie yang baru saja menyelesaikan rapat bulanan langsung saja menuju tempat tunangannya berada. Si pengirim pesan ini entah kenapa terasa baik dan aneh secara bersamaan. selain membantunya untuk mengetahui kelakuan tunangannya, ia juga di beritahu bahwa tunangannya saat ini sedang bersama selingkuhannya di apartemen yang biasanya mereka tinggali saat ia libur atau senggang. Sepanjang perjalanan menuju tempat kejadian, tangannya yang berada di atas paha tak bisa berhenti bergetar. Kejadian yang tiba-tiba dan tak terduga ini jelas membuat Gennie terguncang. Mereka telah menjalin hubungan selama 3 tahun, dan dalam waktu kurung tersebut mereka jarang mendapat masalah dan bahkan terlihat mulus dalam menjalin hubungan. Dorn Wang selingkuh dan bahkan mungkin menyimpan wanita lainnya ialah hal yang tak pernah Gennie pikirkan. Sekretarisnya, Mey yang sedang mengemudi terus menerus melirik ke arah Gennie. Sebenarnya untuk aktivitas pribadinya sendiri ia biasanya selalu mandiri, tapi kali ini ia mengajak si Mey, dengan tujuan memanfaatkan keahliannya. Dengan keahlian Mey, perjalanan yang seharusnya memakan waktu setengah jam menjadi hanya 15 menit. Sebelum sekretarisnya memarkirkan mobil dengan benar, Gennie membuka pintu dan melompat turun mengagetkan sekretarisnya. 'Wow, ternyata saat terdesak Nona Gennie bisa melakukan hal itu.' Batin sekretaris Mey. Dan di depan mereka sekarang ialah sebuah pintu apartmen, dengan jari-jarinya yang gemetar Gennie menekan sandi pintu apartmen. 'Klik' bunyi yang biasanya halus entah kenapa menjadi seperti barang pecah ditelinganya. Hal yang dilihatnya lah yang membuat Gennie terpana. Di hadapan mereka ialah Dorn Wang tunangannya dengan seorang wanita asing dipangkuannya, jelas sofa yang mereka duduki memiliki tempat yang luas tapi mereka malah memilih untuk duduk berpangku, sungguh sangat intim. "Ini benar..." Gumam Gennie tak percaya. Dorn Wang awalnya ingin mengumpati orang yang telah mengganggu kesenangannya tapi melihat itu ternyata ialah Gennie, ia terkejut hingga berdiri dan menjatuhkan wanita dipelukannya. "Gennie..." Matanya menunjukkan kepanikan yang sangat jelas. Kedua pasang mata saling melihat, yang satunya terkhianati dan yang satunya lagi tak berdaya dikarenakan kepergok. "Dorn, mari kita putus dan batalkan pertunangan." Putusnya lalu tanpa mendengar jawaban Gennie pergi dengan sekretaris yang membuntutinya. Wajah Dorn Wang langsung berubah menjadi pucat pasi, "Gennie dengarkan aku dulu..." Ucapnya dengan nada gemetar. Melihat tunangannya pergi, Dorn Wang mengejar Gennie melupakan wanita yang masih terduduk di lantai. Wanita yang ditinggalkan masih terduduk di lantai memproses apa yang sedang terjadi. Baru hari pertama ia menjadi pelacur, dan belum sempat ia mendapatkan bayaran, ia sudah mendapat masalah. Sungguh sial! Di depan Gennie berjalan dengan tergesa-gesa seakan tak ingin terkejar. Barulah saat hendak memasuki mobil Dorn Wang berhasil mengejar. "Gennie dengarkan dulu," ucapnya memohon seraya menghalangi Gennie untuk memasuki mobil. Tangan Gennie terkepal keras, menahan emosi. "Mey, urusi dia." "Baik, serahkan padaku!" Mey menjawab dengan antusias. Dengan bantuan sekretarisnya, Gennie berhasil masuk ke mobilnya, menunggu Mey menyelesaikan Dorn Wang dan mengemudi untuk membawanya pulang. Kini, Mey tahu mengapa manajer mengajak ia untuk ikut. Mey, seorang sekretaris yang memiliki latar belakang seni bela diri menghadapi Tuan Muda Kedua keluarga Wang. Sejak Mey melihat perselingkuhannya ia sudah tak sabar ingin menghajar si brengsek ini. "Bu, sudah beres." Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk Mey menghajar habis si brengsek Wang itu, dan sekarang Mey mengemudi mobil untuk mengantarkan Gennie pulang. Mereka pergi meninggalkan Dorn Wang yang tergeletak di tanah, dengan wajah yang memar tertidur tak berdaya.Keluar dari kantor sipil, Gennie dengan linglung mengikuti Darrel Wang. Bahkan saat dalam perjalanan pulang pun ia masih kehilangan jiwanya."Silakan, buku nikahmu." Darrel Wang menyerahkan buku itu pada Gennie."Ah, oke, terimakasih." Gennie dengan linglung mengambil.Menatap buku nikah ditangannya ia sungguh tak percaya di umurnya yang baru menginjak 23 tahun ia sudah menikah, dengan orang yang tak terduga pula.Menatap gadis di sampingnya, walaupun wajahnya datar matanya tak bisa menyembunyikan kasih sayang yang meluap."Mulai hari ini, kamu tinggal di kediamanku saja.""Ah? Kenapa?" Tanyanya heran."Kita sudah menikah, jadi wajar tinggal bersama. Jika, tinggal berpisah apa yang akan dipikirkan oleh orang tua itu, dia pasti mengira kita tak akur." Ucapnya dengan sempurna."Betul juga, tapi-""Tenang, kita pisah kamar. Saya tidak akan mengganggu kehidupan pribadimu." "Oke, lalu saya akan kasih tahu keluargaku dulu.""Tidak perlu, saya sudah memberi tahu mereka."Astaga, Darrel Wan
"Dia gay!" Serunya dengan antusias. "Menurutmu, dia sudah berusia 25 tahun tapi tidak pernah terlibat romantis. Dan juga ada beberapa keluarga yang menawarkan putrinya tapi dia menolak! Kalau bukan gay apalagi coba!""Richy kamu terlalu mengada-ada ya? Dia cuman nolak cewek tapi kamu mencapnya begitu?" Hati-hati loh terkena karma lanjutnya dalam hati."Gennie! Kamu tahu gak siapa salah satu cewek itu? Dia Diana, Nona Muda dari keluarga Mandey!" Katanya dengan menggebu-gebu."Ah... jadi gitu ya." Ucap Gennie helaan napas panjang. Sayangnya, wajah se-tampan itu sungguh sayang desahnya dalam hati.Meminum secangkir teh lagi, "kalo ceweknya bukan Diana, akupun gak bakal nyangka gini tapi ini Diana! Si cantik kalangan atas."Bergosip adalah kesenangan Richy, "mau gosip yang lainnya?" "Gak perlu," jawab Gennie canggung."Bener gak mau dengar yang lain?" Bujuknya."Benar-benar gak perlu, terimakasih ya." Buru-buru ia mematikan ponsel, barulah Gennie tenang, aura gosip Richy benar-benar besa
Dalam kurung waktu 3 hari, Gennie mengalami hari-harinya menjadi lebih sulit. Dimulai tekanan keluarga, hasil kerja yang kurang memuaskan, lalu beberapa mitra yang tiba-tiba saja membatalkan kerjasama.Perusahaan tentu mengalami kerugian, apalagi mereka tidak mendapatkan kompensasi dari para mitra tersebut. Mereka dibodohi dengan dalih bahwa kerjasama belum sampai hingga kedua belah pihak tidak menjalin kontrak.Kegagalan yang terus-menerus ini disadari oleh ayahnya, Hassan mengira keluarga Wang mulai membalaskan dendam, dalam kecemasan ia memojokkan putrinya sendiri.Menuduhnya anak tak berbakti, tak tahu balas budi, dan menyebutnya tak berguna. Saat Hassan rasa sudah puas barulah ia berhenti, sebaliknya ia malah mulai menjilati keluarga Wang.Melihat keadaan yang kacau membuat Gennie tidak bisa berpikir jernih, saat waktu yang ditentukan akan datang ia dengan tergesa-gesa menghubungi Darrel Wang melalui sekertaris Jav.Begitu berhasil membuat janji temu, ia termenung. Hal yang di
"Enak, betul kan?" Suara itu berasal dari belakangnya membuat Gennie berpaling.Seorang pria berkemeja satin hitam polos, matanya tajam berbentuk seperti mata rubah, rambut yang bergaya undercut comb over, bibir berwarna pink pucat, ditambah kulit putih yang hampir mengarah kuning Langsat. Untuk tingginya Gennie menebak pria ini pasti disekitaran 190 cm.Penampilan ini membuatnya terpana, sesaat melupakan untuk menyapa. "Tuan Darrel.""Duduklah, tak perlu se- formal itu."Kembali duduk tatapannya tertuju pada Darrel Wang, "Tuan Darrel, kamu membawaku ke sini. Mohon, untuk apa?""Tak perlu terburu-buru, kuenya sesuai selera mu kan?" Darrel Wang bertanya, senyum tipis tersungging dibibirnya, terlihat menggoda."Koki dari keluarga Wang tentu hebat. Ini enak, saya suka terimakasih."Kata-katanya membuat Darrel Wang agak terdiam, tapi senyum tipis itu tak luntur. "Jika kamu suka itu bagus, bagaimanapun kamu tamuku di sini." Lalu melanjutkan, "mau dibawa pulang?""Tak perlu repot-repot, Tua
Dorn Wang mematuhi perintah adiknya, ia tak lagi merecoki Gennie hingga Gennie merasa salah satu masalah hidupnya hilang. Kecuali spam pesan dari ayahnya, untuk saat ini Gennie rasa kehidupannya menjadi lebih tenang. Malam hari selepas pulang kerja ia bertemu dengan seorang teman. Dari obrolan singkat, kedua teman lama itu sepakat untuk berbincang ria di Fun Bar. Meskipun masih satu kontak mereka sudah tak bertemu selama hampir setengah tahun. Mereka tidak memesan ruangan pribadi, melainkan duduk di tempat yang umum, ikut arus dalam kebisingan bar. "Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" Tanya agak keras Tamma seraya meminum anggurnya. "Lumayan." "Apanya yang lumayan? Jangan-jangan kamu sudah putus dengannya?" Mengingat saat menyelidiki poto, Tamma bertanya dengan satu alis yang ia naikkan. "Kami sudah putus." Jawabannya seraya menyesap jus melon. Terkekeh, selera temannya benar-benar tidak berubah. "Jika hanya untuk minum jus melon, kenapa perlu ke Bar segala? Gak bisa ke coffee
Di akhir pekan Gennie memanfaatkan waktunya dengan bermalas-malasan, ia diam tidak bergerak di tempat tidur.Tidak ada rasa jenuh dari dirinya saat ia melakukan hal ini.Sore harinya, Gennie bergerak mempersiapkan diri untuk makan malam bersama ibunya.Mengenakan pakaian kasual yang nyaman, ia mengendarai mobilnya, Gennie berangkat menuju restoran yang telah disepakati ibunya.Setibanya di sana Gennie langsung disambut oleh seorang pelayan, mengantarkannya pada ruang VIP. Mengamati sekitar, Gennie menahan perasaan aneh, dan benar saja saat pintu ruang VIP terbuka yang terlihat ialah Dorn Wang bukan ibunya.Menahan rasa kesal yang akan memuncak Gennie ingin berbalik tapi segera ditahan oleh Dorn Wang."Gennie... Mamamu gak kasih tahu?" Tanyanya dengan ragu."Mamaku?" Kata Gennie dengan heran, lalu mengecek ponsel yang ternyata ada pesan baru dari ibunya.Mama : [Gennie maaf bukannya mama mau berbohong tapi setiap hubungan pasti ada saja masalah, jadi kamu selesaikan baik-baik dengan Do







