Share

Ah! Presdir Wang Mengejarku!
Ah! Presdir Wang Mengejarku!
Author: Ke Ke

Bab 1

Author: Ke Ke
last update publish date: 2025-11-29 15:30:03

Gennie mengikuti petunjuk dari pesan yang memberitahunya bahwa tunangannya telah selingkuh.

Sebenarnya Gennie tak akan percaya bahwa tunangannya telah selingkuh, mereka telah menjalin hubungan selama 3 tahun jadi ia tak akan percaya semudah itu.

Namun, si pengirim pesan sepertinya mengetahui ia tak bisa dikelabui, jadi selain omong kosong yang tak berdasar itu, si pengirim pesan juga mengirimkan berupa foto-foto tunangannya yang telah selingkuh.

Fotonya terlihat jelas dan sejujurnya tak bisa disangkal, tetapi Gennie tetap meminta bantuan pada seorang teman untuk menyelidiki keaslian foto.

Setelah memastikan bahwa fotonya asli, Gennie yang baru saja menyelesaikan rapat bulanan langsung saja menuju tempat tunangannya berada.

Si pengirim pesan ini entah kenapa terasa baik dan aneh secara bersamaan. selain membantunya untuk mengetahui kelakuan tunangannya, ia juga di beritahu bahwa tunangannya saat ini sedang bersama selingkuhannya di apartemen yang biasanya mereka tinggali saat ia libur atau senggang.

Sepanjang perjalanan menuju tempat kejadian, tangannya yang berada di atas paha tak bisa berhenti bergetar.

Kejadian yang tiba-tiba dan tak terduga ini jelas membuat Gennie terguncang. Mereka telah menjalin hubungan selama 3 tahun, dan dalam waktu kurung tersebut mereka jarang mendapat masalah dan bahkan terlihat mulus dalam menjalin hubungan.

Dorn Wang selingkuh dan bahkan mungkin menyimpan wanita lainnya ialah hal yang tak pernah Gennie pikirkan.

Sekretarisnya, Mey yang sedang mengemudi terus menerus melirik ke arah Gennie.

Sebenarnya untuk aktivitas pribadinya sendiri ia biasanya selalu mandiri, tapi kali ini ia mengajak si Mey, dengan tujuan memanfaatkan keahliannya.

Dengan keahlian Mey, perjalanan yang seharusnya memakan waktu setengah jam menjadi hanya 15 menit.

Sebelum sekretarisnya memarkirkan mobil dengan benar, Gennie membuka pintu dan melompat turun mengagetkan sekretarisnya.

'Wow, ternyata saat terdesak Nona Gennie bisa melakukan hal itu.' Batin sekretaris Mey.

Dan di depan mereka sekarang ialah sebuah pintu apartmen, dengan jari-jarinya yang gemetar Gennie menekan sandi pintu apartmen.

'Klik' bunyi yang biasanya halus entah kenapa menjadi seperti barang pecah ditelinganya.

Hal yang dilihatnya lah yang membuat Gennie terpana.

Di hadapan mereka ialah Dorn Wang tunangannya dengan seorang wanita asing dipangkuannya, jelas sofa yang mereka duduki memiliki tempat yang luas tapi mereka malah memilih untuk duduk berpangku, sungguh sangat intim.

"Ini benar..." Gumam Gennie tak percaya.

Dorn Wang awalnya ingin mengumpati orang yang telah mengganggu kesenangannya tapi melihat itu ternyata ialah Gennie, ia terkejut hingga berdiri dan menjatuhkan wanita dipelukannya.

"Gennie..." Matanya menunjukkan kepanikan yang sangat jelas.

Kedua pasang mata saling melihat, yang satunya terkhianati dan yang satunya lagi tak berdaya dikarenakan kepergok.

"Dorn, mari kita putus dan batalkan pertunangan." Putusnya lalu tanpa mendengar jawaban Gennie pergi dengan sekretaris yang membuntutinya.

Wajah Dorn Wang langsung berubah menjadi pucat pasi, "Gennie dengarkan aku dulu..." Ucapnya dengan nada gemetar.

Melihat tunangannya pergi, Dorn Wang mengejar Gennie melupakan wanita yang masih terduduk di lantai.

Wanita yang ditinggalkan masih terduduk di lantai memproses apa yang sedang terjadi.

Baru hari pertama ia menjadi pelacur, dan belum sempat ia mendapatkan bayaran, ia sudah mendapat masalah. Sungguh sial!

Di depan Gennie berjalan dengan tergesa-gesa seakan tak ingin terkejar.

Barulah saat hendak memasuki mobil Dorn Wang berhasil mengejar.

"Gennie dengarkan dulu," ucapnya memohon seraya menghalangi Gennie untuk memasuki mobil.

Tangan Gennie terkepal keras, menahan emosi. "Mey, urusi dia."

"Baik, serahkan padaku!" Mey menjawab dengan antusias.

Dengan bantuan sekretarisnya, Gennie berhasil masuk ke mobilnya, menunggu Mey menyelesaikan Dorn Wang dan mengemudi untuk membawanya pulang.

Kini, Mey tahu mengapa manajer mengajak ia untuk ikut.

Mey, seorang sekretaris yang memiliki latar belakang seni bela diri menghadapi Tuan Muda Kedua keluarga Wang.

Sejak Mey melihat perselingkuhannya ia sudah tak sabar ingin menghajar si brengsek ini.

"Bu, sudah beres." Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk Mey menghajar habis si brengsek Wang itu, dan sekarang Mey mengemudi mobil untuk mengantarkan Gennie pulang.

Mereka pergi meninggalkan Dorn Wang yang tergeletak di tanah, dengan wajah yang memar tertidur tak berdaya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 50

    "Aku sudah menjelaskan semuanya, seharusnya kamu mengerti." Darrel Wang mencondongkan tubuhnya ke depan, tangannya memainkan gelas anggur dengan santai, "jadi... aku ingin mengejar mu."Ia menatapnya lekat, "aku menyukaimu, aku ingin memulai hubungan yang jelas, bukan hanya sekedar pasangan kontrak."Gennie diam, benar-benar tak tahu harus menjawab apa.Jadi sebenarnya perasaan sukanya bukan sebelah pihak saja? Seharusnya itu hal bagus, tapi Gennie malah takut dan bingung.Ia tak percaya akan disukai oleh pria seperti Darrel Wang, pria itu jelas terlihat memiliki semuanya. Dan apa yang disukai dia darinya?Gennie benar-benar tak paham."Karena kamu sudah tahu aku menyukaimu, kalau gitu aku gak perlu basa-basi lagi." Ia memotong steak nya dan menukar dengan gadisnya, menopang dagunya dan menatap minat, "ini bisa dibilang kencan pertama kita, aku mau kita mulai dari awal. Jadi... kamu tanya saja.""Tanya apa?" Tanya Gennie refleks."Misalnya... minat dan hobi?" Ucapnya riang."Hah?"

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 49

    "Jav yang kasih tahu," ia melempar masalah pada sekretarisnya.Jav? Dia memang bisa melakukan itu, tapi... tanpa perintah Tuannya ia pasti tidak akan melakukannya kan?Gennie menyipitkan matanya, semakin curiga.Tepat pada saat waktu itu, pelayan menyajikan makanan.Darrel Wang langsung memutus pembicaraan, ia menyesap anggurnya, "anggur ini tidak buruk."Ia mengangkat gelasnya, "kamu coba."Gennie menatap gelas anggur itu, ia tidak langsung menerimanya.Memalingkan mukanya dengan perasaan bersalah, "maaf, aku tidak bisa minum."Darrel Wang mengangkat alisnya, "oh? Tapi seingat saya kamu pernah minum sampai mabuk sama rekan kerja sebelumnya."Sial, ketahuan. Gennie semakin merasa bersalah, ia berusaha berdalih, "ini... berbeda.""Apa bedanya? Kamu minum sama teman lain tapi... aku gimana? Aku kan suamimu." Keluh Darrel Wang.Gennie langsung tersedak."Su-suami?" ulangnya refleks, wajahnya memerah seketika.Ia menatap Darrel Wang dengan mata membesar, jelas tidak siap dengan cara pria

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 48

    Begitu masuk, suasana langsung berubah. Hangat dan tenang, terlihat berbeda dari dunia luar yang baru saja mereka tinggalkan.Lampu gantung berwarna kuning lembut menerangi ruangan, memantulkan bayangan samar di lantai marmer. Musik pelan mengalun, cukup untuk terdengar, tapi tidak mengganggu percakapan.Gennie melangkah pelan di samping Darrel Wang.Tangannya masih digenggam, jemarinya sedikit menegang tapi tetap tidak ia lepas.Pelayan menyambut mereka dengan senyum profesional, lalu mengantar ke meja dekat jendela.Pemandangan kota malam terlihat jelas dari sana. Lampu-lampu berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi.Sangat cantik, Gennie sempat terpaku sedikit sebelum ia menatap tangan mereka yang terjalin, ia menatap lama hingga akhirnya mendongak dan mendapati Darrel Wang sedang menatapnya.Gennie langsung mengalihkan pandangannya.Gerakannya cepat dan terburu-buru seolah tertangkap melakukan sesuatu yang tidak seharusnya.Pipinya perlahan memanas, ia menarik napas kecil

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 47

    Sore itu, tepat pada jam pulang kerja.Ketika para karyawan sudah mulai berkemas, Gennie masih duduk diam di mejanya.Suara kursi bergeser, tas ditutup, obrolan ringan mulai terdengar. Suasana kantor perlahan berubah dari formal menjadi santai.Gennie tahu jika ia berdiri sekarang sama saja dengan kabur, ia akan tak tahan untuk lari.Karena tak ingin terlihat sedang menunggu, ia menyibukkan dirinya dengan laptopnya.Namun sepuluh menit berlalu dan pria itu belum muncul, Gennie sudah jelas-jelas menajamkan telinganya tapi langkah kaki itu tetap tak terdengar.Gennie mulai berpikir, apakah pria itu lupa? Namun... bukankah itu hal bagus, dengan begitu ia bisa menghindar.Ia sempat terpikir untuk kabur, melirik jam, Gennie diam-diam meraih tasnya.Baru saja akan berdiri, suara pria di belakang mengejutkannya."Belum pulang?"Gennie terlonjak kecil, ia menoleh cepat dan mendapati Darrel Wang sudah berdiri di sana.Namun, sejak kapan? Ia bahkan tidak mendengar langkahnya!Kemejanya sedikit

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 46

    Gennie berdiri kaku di depan mejanya.Tangannya gemetar saat memegang ponsel, matanya membesar menatap angka yang tertera di layar.Nominal itu... terlalu tak masuk akal. Bahkan gajinya saat menjabat manajer pemasaran pun tak sampai, ini lima kali lipat dari gaji sebelumnya!"Ini... gak salah transfer kan?" Gumamnya pelan, hampir tak percaya.Ia mengusap matanya sekali, dua kali, lalu melihat lagi. Angkanya masih sama, tidak berubah sama sekali.Sangat besar untuk seseorang yang baru bekerja satu bulan seperti dirinya.Jantungnya yang tadi sudah tidak karuan kini semakin kacau.Kalimat dari Darrel Wang tadi langsung terngiang, "gajinya sudah ditransfer."Gennie menelan ludah, ia berbisik, "ini bukan gaji..."Lebih seperti... uang tutup mulut?Atau uang untuk… sesuatu yang lain?Pipinya kembali memanas mengingat apa yang baru saja terjadi di ruangan itu. Pengakuannya, tatapan matanya, dan cara pria itu berlutut.Gennie langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Apa-apaan ini?"Ia

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 45

    Gennie menyandarkan tubuhnya ke pintu, jantungnya berdetak kencang, napasnya terasa tidak teratur.Apa yang dilihatnya tadi benar-benar mengejutkan, Darrel Wang dan Jav sedang berpelukan, jadi... orang yang disukainya ternyata sekretarisnya sendiri?!"Beneran gay ya..." Gumamnya pelan, suaranya hampir tak terdengar. Ia tertawa kecil, tapi terdengar pahit.Ia bahkan belum sempat melangkah maju, belum sempat mencoba apa pun, tapi sudah kalah telak.Perasaannya terasa konyol, benar-benar konyol.Perlahan, pandangannya turun. Ia menatap dadanya sendiri, diam cukup lama.Pikiran aneh mulai muncul tanpa bisa ia tahan, "yang disukainya itu... yang kayak dia?"Datar dan tidak lembut seperti dirinya.Gennie mengerucutkan bibir, lalu menyentuh ringan dadanya sendiri, "padahal yang kaya gini lebih oke."Kemudian ia tiba-tiba mematung, pipinya sedikit memanas. Kenapa pula ia jadi memikirkan seperti itu?!Ia menggelengkan kepalanya kuat, berusaha mengusir pikiran tak jelas. Gennie menatap kosong

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status