共有

Bab 11

作者: Ke Ke
last update 公開日: 2026-03-31 21:25:08

Dalam kurung waktu 3 hari, Gennie mengalami hari-harinya menjadi lebih sulit. Dimulai tekanan keluarga, hasil kerja yang kurang memuaskan, lalu beberapa mitra yang tiba-tiba saja membatalkan kerjasama.

Perusahaan tentu mengalami kerugian, apalagi mereka tidak mendapatkan kompensasi dari para mitra tersebut.

Mereka dibodohi dengan dalih bahwa kerjasama belum sampai hingga kedua belah pihak tidak menjalin kontrak.

Kegagalan yang terus-menerus ini disadari oleh ayahnya, Hassan mengira keluarga Wang mulai membalaskan dendam, dalam kecemasan ia memojokkan putrinya sendiri.

Menuduhnya anak tak berbakti, tak tahu balas budi, dan menyebutnya tak berguna.

Saat Hassan rasa sudah puas barulah ia berhenti, sebaliknya ia malah mulai menjilati keluarga Wang.

Melihat keadaan yang kacau membuat Gennie tidak bisa berpikir jernih, saat waktu yang ditentukan akan datang ia dengan tergesa-gesa menghubungi Darrel Wang melalui sekertaris Jav.

Begitu berhasil membuat janji temu, ia termenung.

Hal yang dikatakan Darrel Wang itu benar adanya, ia tak bisa lepas begitu saja dari pertunangan, dan jika ingin melepaskan diri setidaknya keluarganya harus membayar kembali hal-hal yang diberikan keluarga Wang.

Namun, Gennie sudah secara kasar menghitungnya dan menyadari bahwa keluarganya tak bisa membayar kembali.

Keluarga Wang itu bukan sebuah keluarga kaya biasa, mereka ialah puncak sosialita. Menguasai berbagai bidang bisnis, karena pengaruh bisnis mereka di negara V inilah mereka disebut 'Raja Bisnis.' Ini sesuai dengan nama keluarga mereka, Wang yang berarti Raja.

Dan dengan kejadian belakang ini, Gennie langsung menyadari bahwa ini adalah campur tangan keluarga Wang, atau mungkin lebih tepatnya Darrel Wang.

Ketidakberdayaan ini sungguh membuat Gennie tidak nyaman.

Kini Gennie berniat untuk membicarakan lebih dalam dengan Darrel Wang. Namun, ia cukup khawatir bagaimana jika Darrel Wang tidak bisa diajak negosiasi?

Sebelum bertemu langsung dengan Darrel Wang, Gennie mencari beberapa berita tentangnya. Namun, selain berita betapa mengesankan perusahaan GW Holding company, ia tidak menemukan satupun berita tentang Darrel Wang, jangankan pemiliknya ia bahkan tak bisa mengakses cabang keluarga Wang.

Jalan satu-satunya ialah gosip dari para sosialita lainnya, tapi masalahnya di mana ia dapat menemukan orang yang tahu segala gosip keluarga kaya.

Memikirkan dengan keras, Gennie memang punya banyak teman tapi hanya sedikit teman dekat. Jika bukan karena tuntutan keluarga ia bahkan mungkin tidak akan bersosialisasi.

Gennie mencoba mengabsen teman-temannya, ada yang namanya Tamma, Han, Jily, lalu... Richy!

Benar! Ia kan punya Richy si 'Ratu Gosip' kenapa pula ia sempat lupa. Dengan berseri-seri ia menghubungi Richy.

Anda : [Richy, ada waktu gak?]

Menunggu dan menunggu Gennie merasa waktu berjalan terlalu lama, tapi begitu ia melihat waktu ia sadar bahkan 10 menit pun belum ada.

Bosan menunggu, ia memesan makanan untuk makan malamnya. Namun, tak disangka bahkan setelah makanan datang pun temannya belum membalas, ia jadi tak minat untuk makan.

Akhirnya pada saat ia memegang sumpit barulah ada respon, sebuah panggilan!

Buru-buru mengambil ponselnya, dan segera mengangkat panggilan tersebut setelah mengetahui bahwa itu Richy.

"Richy!" Katanya dengan antusias.

"Yo! Kenapa? Kangen kah?" Candanya dari sebrang sana.

"Aku perlu bantuan," ucap Gennie terus terang.

"Bantuan? Keluargamu bangkrut? Eh, gapapa-gapapa aku bisa ngangkut kamu jangan sedih ya, sini ke rumahku." Ujar Richy tanpa memberikan Gennie untuk menjelaskan.

"Bukan itu!" Bantahnya.

"Bukan ya? Terus apa dong?" Bingung seorang gadis di sebrang sana.

"Kamu... tahu tentang Darrel Wang gak?"

"Darrel Wang? Pemimpin keluarga Wang saat ini?"

"Iya betul, yang itu."

"Kenapa tanyain ini? Kamu ditekan sama dia? Jangan-jangan keluargamu memang udah bangkrut karena putus hubungan."

"Ah? Kok kamu tahu aku udah putus?"

"Gennie Gennie, akukan Ratu Gosip jelas tahu." Ucapnya dengan menyebalkan.

"Tapi... akukan gak kasih tahu siapa-siapa." Ucap Gennie dengan ragu.

"Gennie kamu pikun ya? Aku tahu ini dari Tamma, diakan mulutnya bocor."

"Oh...dia ya?" Setiap kata yang keluar bagaikan mengeluarkan energi yang berlebih.

Richy yang di sebrang sana merasa ngilu mendengar gigi Gennie yang bergemeletuk.

"Gennie tenang tenang kembali ke topik awal oke?"

"Jadi, kamu tahu tidak tentangnya?" Ucapnya dengan tidak sabar.

"Tentu aku tahu, tapi hanya sedikit."

"Gapapa, ceritakan saja."

"Aku hanya tahu keluarga Wang ini berasal dari negara M, di sana mereka sama mengesankannya tapi mungkin lebih dari negara V ini. Negara M bisa diibaratkan mereka Rajanya, pendahulu mereka memiliki darah keturunan keluarga kerajaan, bahkan pemimpin di sana hormat pada mereka. Namun, aku gak tahu kenapa mereka memperluas bisnis mereka di sini dan bahkan mengubah nama Wang Holding Company menjadi GW Holding Company. Aku hanya tahu itu arahan dari pemimpin baru mereka, Darrel Wang. Dan Pemimpin baru ini konon katanya anak haram, drama keluarga kaya benar-benar menyenangkan." Meminum secangkir teh terlebih dahulu untuk mengisi tenaga lalu Richy melanjutkan. "Tapi, Pemimpin baru itu agak aneh."

"Aneh? Aneh dari mana?" Mengingat pertemuan itu Gennie rasa normal-normal saja.

"Darrel Wang itu jarang menghadiri kegiatan sosialisasi, jelas-jelas banyak orang yang ingin menjilatinya tapi kecuali dia yang ingin pergi mereka yang ingin melihatnya tak akan bisa menemuinya. Tapi... baru-baru ini dia menghadiri acara amal, ini cukup menggemparkan. Gennie... coba tebak yang lebih wah nya itu apa?"

Perkataannya sungguh membuat orang penasaran setengah hidup, dengan tidak sabar ia menjawab. "Apa?!"

"Dia gay!"

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 50

    "Aku sudah menjelaskan semuanya, seharusnya kamu mengerti." Darrel Wang mencondongkan tubuhnya ke depan, tangannya memainkan gelas anggur dengan santai, "jadi... aku ingin mengejar mu."Ia menatapnya lekat, "aku menyukaimu, aku ingin memulai hubungan yang jelas, bukan hanya sekedar pasangan kontrak."Gennie diam, benar-benar tak tahu harus menjawab apa.Jadi sebenarnya perasaan sukanya bukan sebelah pihak saja? Seharusnya itu hal bagus, tapi Gennie malah takut dan bingung.Ia tak percaya akan disukai oleh pria seperti Darrel Wang, pria itu jelas terlihat memiliki semuanya. Dan apa yang disukai dia darinya?Gennie benar-benar tak paham."Karena kamu sudah tahu aku menyukaimu, kalau gitu aku gak perlu basa-basi lagi." Ia memotong steak nya dan menukar dengan gadisnya, menopang dagunya dan menatap minat, "ini bisa dibilang kencan pertama kita, aku mau kita mulai dari awal. Jadi... kamu tanya saja.""Tanya apa?" Tanya Gennie refleks."Misalnya... minat dan hobi?" Ucapnya riang."Hah?"

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 49

    "Jav yang kasih tahu," ia melempar masalah pada sekretarisnya.Jav? Dia memang bisa melakukan itu, tapi... tanpa perintah Tuannya ia pasti tidak akan melakukannya kan?Gennie menyipitkan matanya, semakin curiga.Tepat pada saat waktu itu, pelayan menyajikan makanan.Darrel Wang langsung memutus pembicaraan, ia menyesap anggurnya, "anggur ini tidak buruk."Ia mengangkat gelasnya, "kamu coba."Gennie menatap gelas anggur itu, ia tidak langsung menerimanya.Memalingkan mukanya dengan perasaan bersalah, "maaf, aku tidak bisa minum."Darrel Wang mengangkat alisnya, "oh? Tapi seingat saya kamu pernah minum sampai mabuk sama rekan kerja sebelumnya."Sial, ketahuan. Gennie semakin merasa bersalah, ia berusaha berdalih, "ini... berbeda.""Apa bedanya? Kamu minum sama teman lain tapi... aku gimana? Aku kan suamimu." Keluh Darrel Wang.Gennie langsung tersedak."Su-suami?" ulangnya refleks, wajahnya memerah seketika.Ia menatap Darrel Wang dengan mata membesar, jelas tidak siap dengan cara pria

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 48

    Begitu masuk, suasana langsung berubah. Hangat dan tenang, terlihat berbeda dari dunia luar yang baru saja mereka tinggalkan.Lampu gantung berwarna kuning lembut menerangi ruangan, memantulkan bayangan samar di lantai marmer. Musik pelan mengalun, cukup untuk terdengar, tapi tidak mengganggu percakapan.Gennie melangkah pelan di samping Darrel Wang.Tangannya masih digenggam, jemarinya sedikit menegang tapi tetap tidak ia lepas.Pelayan menyambut mereka dengan senyum profesional, lalu mengantar ke meja dekat jendela.Pemandangan kota malam terlihat jelas dari sana. Lampu-lampu berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi.Sangat cantik, Gennie sempat terpaku sedikit sebelum ia menatap tangan mereka yang terjalin, ia menatap lama hingga akhirnya mendongak dan mendapati Darrel Wang sedang menatapnya.Gennie langsung mengalihkan pandangannya.Gerakannya cepat dan terburu-buru seolah tertangkap melakukan sesuatu yang tidak seharusnya.Pipinya perlahan memanas, ia menarik napas kecil

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 47

    Sore itu, tepat pada jam pulang kerja.Ketika para karyawan sudah mulai berkemas, Gennie masih duduk diam di mejanya.Suara kursi bergeser, tas ditutup, obrolan ringan mulai terdengar. Suasana kantor perlahan berubah dari formal menjadi santai.Gennie tahu jika ia berdiri sekarang sama saja dengan kabur, ia akan tak tahan untuk lari.Karena tak ingin terlihat sedang menunggu, ia menyibukkan dirinya dengan laptopnya.Namun sepuluh menit berlalu dan pria itu belum muncul, Gennie sudah jelas-jelas menajamkan telinganya tapi langkah kaki itu tetap tak terdengar.Gennie mulai berpikir, apakah pria itu lupa? Namun... bukankah itu hal bagus, dengan begitu ia bisa menghindar.Ia sempat terpikir untuk kabur, melirik jam, Gennie diam-diam meraih tasnya.Baru saja akan berdiri, suara pria di belakang mengejutkannya."Belum pulang?"Gennie terlonjak kecil, ia menoleh cepat dan mendapati Darrel Wang sudah berdiri di sana.Namun, sejak kapan? Ia bahkan tidak mendengar langkahnya!Kemejanya sedikit

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 46

    Gennie berdiri kaku di depan mejanya.Tangannya gemetar saat memegang ponsel, matanya membesar menatap angka yang tertera di layar.Nominal itu... terlalu tak masuk akal. Bahkan gajinya saat menjabat manajer pemasaran pun tak sampai, ini lima kali lipat dari gaji sebelumnya!"Ini... gak salah transfer kan?" Gumamnya pelan, hampir tak percaya.Ia mengusap matanya sekali, dua kali, lalu melihat lagi. Angkanya masih sama, tidak berubah sama sekali.Sangat besar untuk seseorang yang baru bekerja satu bulan seperti dirinya.Jantungnya yang tadi sudah tidak karuan kini semakin kacau.Kalimat dari Darrel Wang tadi langsung terngiang, "gajinya sudah ditransfer."Gennie menelan ludah, ia berbisik, "ini bukan gaji..."Lebih seperti... uang tutup mulut?Atau uang untuk… sesuatu yang lain?Pipinya kembali memanas mengingat apa yang baru saja terjadi di ruangan itu. Pengakuannya, tatapan matanya, dan cara pria itu berlutut.Gennie langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Apa-apaan ini?"Ia

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 45

    Gennie menyandarkan tubuhnya ke pintu, jantungnya berdetak kencang, napasnya terasa tidak teratur.Apa yang dilihatnya tadi benar-benar mengejutkan, Darrel Wang dan Jav sedang berpelukan, jadi... orang yang disukainya ternyata sekretarisnya sendiri?!"Beneran gay ya..." Gumamnya pelan, suaranya hampir tak terdengar. Ia tertawa kecil, tapi terdengar pahit.Ia bahkan belum sempat melangkah maju, belum sempat mencoba apa pun, tapi sudah kalah telak.Perasaannya terasa konyol, benar-benar konyol.Perlahan, pandangannya turun. Ia menatap dadanya sendiri, diam cukup lama.Pikiran aneh mulai muncul tanpa bisa ia tahan, "yang disukainya itu... yang kayak dia?"Datar dan tidak lembut seperti dirinya.Gennie mengerucutkan bibir, lalu menyentuh ringan dadanya sendiri, "padahal yang kaya gini lebih oke."Kemudian ia tiba-tiba mematung, pipinya sedikit memanas. Kenapa pula ia jadi memikirkan seperti itu?!Ia menggelengkan kepalanya kuat, berusaha mengusir pikiran tak jelas. Gennie menatap kosong

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status