Share

Bab 11

Author: Ke Ke
last update publish date: 2026-03-31 21:25:08

Dalam kurung waktu 3 hari, Gennie mengalami hari-harinya menjadi lebih sulit. Dimulai tekanan keluarga, hasil kerja yang kurang memuaskan, lalu beberapa mitra yang tiba-tiba saja membatalkan kerjasama.

Perusahaan tentu mengalami kerugian, apalagi mereka tidak mendapatkan kompensasi dari para mitra tersebut.

Mereka dibodohi dengan dalih bahwa kerjasama belum sampai hingga kedua belah pihak tidak menjalin kontrak.

Kegagalan yang terus-menerus ini disadari oleh ayahnya, Hassan mengira keluarga Wa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 11

    Dalam kurung waktu 3 hari, Gennie mengalami hari-harinya menjadi lebih sulit. Dimulai tekanan keluarga, hasil kerja yang kurang memuaskan, lalu beberapa mitra yang tiba-tiba saja membatalkan kerjasama.Perusahaan tentu mengalami kerugian, apalagi mereka tidak mendapatkan kompensasi dari para mitra tersebut. Mereka dibodohi dengan dalih bahwa kerjasama belum sampai hingga kedua belah pihak tidak menjalin kontrak.Kegagalan yang terus-menerus ini disadari oleh ayahnya, Hassan mengira keluarga Wang mulai membalaskan dendam, dalam kecemasan ia memojokkan putrinya sendiri.Menuduhnya anak tak berbakti, tak tahu balas budi, dan menyebutnya tak berguna. Saat Hassan rasa sudah puas barulah ia berhenti, sebaliknya ia malah mulai menjilati keluarga Wang.Melihat keadaan yang kacau membuat Gennie tidak bisa berpikir jernih, saat waktu yang ditentukan akan datang ia dengan tergesa-gesa menghubungi Darrel Wang melalui sekertaris Jav.Begitu berhasil membuat janji temu, ia termenung. Hal yang di

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 10

    "Enak, betul kan?" Suara itu berasal dari belakangnya membuat Gennie berpaling.Seorang pria berkemeja satin hitam polos, matanya tajam berbentuk seperti mata rubah, rambut yang bergaya undercut comb over, bibir berwarna pink pucat, ditambah kulit putih yang hampir mengarah kuning Langsat. Untuk tingginya Gennie menebak pria ini pasti disekitaran 190 cm.Penampilan ini membuatnya terpana, sesaat melupakan untuk menyapa. "Tuan Darrel.""Duduklah, tak perlu se- formal itu."Kembali duduk tatapannya tertuju pada Darrel Wang, "Tuan Darrel, kamu membawaku ke sini. Mohon, untuk apa?""Tak perlu terburu-buru, kuenya sesuai selera mu kan?" Darrel Wang bertanya, senyum tipis tersungging dibibirnya, terlihat menggoda."Koki dari keluarga Wang tentu hebat. Ini enak, saya suka terimakasih."Kata-katanya membuat Darrel Wang agak terdiam, tapi senyum tipis itu tak luntur. "Jika kamu suka itu bagus, bagaimanapun kamu tamuku di sini." Lalu melanjutkan, "mau dibawa pulang?""Tak perlu repot-repot, Tua

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 9

    Dorn Wang mematuhi perintah adiknya, ia tak lagi merecoki Gennie hingga Gennie merasa salah satu masalah hidupnya hilang. Kecuali spam pesan dari ayahnya, untuk saat ini Gennie rasa kehidupannya menjadi lebih tenang. Malam hari selepas pulang kerja ia bertemu dengan seorang teman. Dari obrolan singkat, kedua teman lama itu sepakat untuk berbincang ria di Fun Bar. Meskipun masih satu kontak mereka sudah tak bertemu selama hampir setengah tahun. Mereka tidak memesan ruangan pribadi, melainkan duduk di tempat yang umum, ikut arus dalam kebisingan bar. "Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" Tanya agak keras Tamma seraya meminum anggurnya. "Lumayan." "Apanya yang lumayan? Jangan-jangan kamu sudah putus dengannya?" Mengingat saat menyelidiki poto, Tamma bertanya dengan satu alis yang ia naikkan. "Kami sudah putus." Jawabannya seraya menyesap jus melon. Terkekeh, selera temannya benar-benar tidak berubah. "Jika hanya untuk minum jus melon, kenapa perlu ke Bar segala? Gak bisa ke coffee

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 8

    Di akhir pekan Gennie memanfaatkan waktunya dengan bermalas-malasan, ia diam tidak bergerak di tempat tidur.Tidak ada rasa jenuh dari dirinya saat ia melakukan hal ini.Sore harinya, Gennie bergerak mempersiapkan diri untuk makan malam bersama ibunya.Mengenakan pakaian kasual yang nyaman, ia mengendarai mobilnya, Gennie berangkat menuju restoran yang telah disepakati ibunya.Setibanya di sana Gennie langsung disambut oleh seorang pelayan, mengantarkannya pada ruang VIP. Mengamati sekitar, Gennie menahan perasaan aneh, dan benar saja saat pintu ruang VIP terbuka yang terlihat ialah Dorn Wang bukan ibunya.Menahan rasa kesal yang akan memuncak Gennie ingin berbalik tapi segera ditahan oleh Dorn Wang."Gennie... Mamamu gak kasih tahu?" Tanyanya dengan ragu."Mamaku?" Kata Gennie dengan heran, lalu mengecek ponsel yang ternyata ada pesan baru dari ibunya.Mama : [Gennie maaf bukannya mama mau berbohong tapi setiap hubungan pasti ada saja masalah, jadi kamu selesaikan baik-baik dengan Do

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 7

    Seusai dengan derajat keluarganya, Gennie ditempatkan di lantai 1 yang di mana tidak memiliki ruang khusus hanya berupa sofa-sofa dengan setiap mejanya memiliki sebuah brosur tentang barang yang akan dilelang.Mencari tempat yang tidak mencolok, ia duduk di sofa pojok meminimalisir kehadirannya.Suasana yang tadinya ramai oleh percakapan para tamu, mendadak hening saat juru lelang naik ke podium. Dengan suara yang menyenangkannya memulai awal acara.Objek pertama yang dilelang ialah sebuah lukisan dari seniman terkenal, ia meniru lukisan jaman prasejarah.Juru lelang memperkenalkan lukisan itu, tapi para tamu yang terdiri dari kalangan atas segera mengetahui begitu tirai dibuka. Daripada seniman terkenal itu, mereka lebih tertarik pada isi lukisan.Maka setelah harga awal ditetapkan, mereka berbondong-bondong menawar."Seratus juta rupiah!" Seru seorang sosialita sambil mengangkat papan lelangnya dengan gerakan anggun, senyumnya terpatri kala lukisan itu menjadi miliknya.Tamu lain ya

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 6

    Sudah sejak kemarin sore Lily uring-uringan memikirkan cara untuk membuat pertemuan, dan pada malam ini barulah ia memberanikan diri untuk merayu tapi belum sempat merayunya putrinya dengan mudah setuju.Lily buru-buru menyampaikan hasilnya pada sang suami.Anda : [Suami, dia setuju.]Hanya butuh kurang dari 5 menit untuk Hassan membalas.Suami : [Bagus, aku akan memberitahunya.]Lily menatap lekat ponselnya, menahan rasa bersalah pada putrinya. 'Semoga putrinya bisa memaklumi' monolog Lily dalam hati. •••Di lantai 8 apartemen tepatnya di kamar mandi terdapat seorang pria, dilihat dari tampangnya usianya berkisar di awal 20-an.Pria itu berdiri di bawah pancuran, membiarkan air dingin membasahi tubuhnya. Air yang mengenai tubuh serasa memijat menghilangkan kelelahan aktivitas kesehariannya. Wewangian dari sabun cair sandalwood atau Cendana menguar memenuhi kamar mandi.Matanya terpejam membayangkan sosok gadis yang tinggal di lantai 7, mengambil napas dalam-dalam. Suasana di kamar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status