Share

Bab 220

Author: Renita April
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-24 23:04:43

Kelima pria yang bertarung tadi, berhenti bertengkar ketika mendengar suara wanita cantik itu. Kepala mereka tertunduk karena merasa bersalah. Wanita di atas singgasana itu pun sepertinya sudah muak dengan kejadian barusan.

“Kamu milikku, Dewi.”

Perkataan itu membuat Karin kaget. Karena bukan hanya satu pria yang mengucapkan hal tersebut, tetapi semuanya. Mereka menginginkan wanita yang sama. Lima pria itu ingin menikahi wanita cantik itu.

“Aku akan menikahi kalian berlima.”

Semua orang setuju
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Asy Nahak
astaga ini seruu.. lanjut donkkkkkk banyakin episodenya..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 222

    Untuk hari ini, Karin sangat berterima kasih kepada Eden karena diizinkan pulang lebih awal. Pukul tujuh malam, Karin sudah keluar dari kediaman mewah itu. Dengan mengendarai sepeda motornya, ia menyusuri jalan raya besar menuju restoran steak. Karin perlu mengisi perutnya lebih dulu sebelum Leonard menjemputnya di rumah sewa. Malam ini, memang jatah pria itu. Karin juga perlu mendengar penjelasan dari bibir kekasih ketiganya itu mengenai hubungan dengan teman masa kecilnya. Apakah dia masih dekat dengan Agnes atau hubungan mereka berakhir? Semua harus jelas. Melihat Karin datang, pelayan segera melayani dengan sangat ramah. Ini karena Karin mendatangi restoran biasa, di mana ia bisa makan gratis. Semua tagihan Dewa yang bayar. Karin bahkan memesan dua steak sekaligus, dan salah satunya dibungkus. Karin mengirim lokasinya di grup obrolan chat agar kekasihnya tidak khawatir mengenai keberadaannya sekarang. Setelahnya ia mengalihkan pandangan ke sekitar. Memandang setiap pengunjung ya

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 221

    Semua yang Karin lakukan selalu salah di mata Eden Voss. Makanan serta minuman yang ia berikan dibilang tidak enak dan membuat tenggorokkan pria itu terbakar. Mana ada alasan seperti itu. Jika tahu Eden suka bertingkah seperti ini, sebaiknya ia meracuninya saja.“Kamu ini marah karena apa? Katakan saja, aku siap mendengarkan,” ucap Karin.“Tadi malam aku mengkhawatirkanmu, tetapi kamu malah tidak membalas pesan dariku.”“Bukankah sudah kukatakan kalau aku baik-baik saja?”“Setidaknya katakan dengan jelas. Sebagai atasanmu, aku harus memastikan kamu baik-baik saja.”“Ya, ya, aku sangat berterima kasih karena kamu mengkhawatirkanku. Sekarang makanlah dulu. Aku membuat makanan ini secara khusus hanya untuk Tuan Eden Voss yang tampan.” Karin tersenyum.“Huh!”“Kalau tidak mau, aku bisa memberikannya kepada asisten Natan.”“Jangan sekali kamu berani mengambilnya.” Eden Voss merebut piring dari tangan Karin, lalu memakan makanan yang wanita itu buat.“Apa rasanya?” tanya Karin penuh harap.

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 220

    Kelima pria yang bertarung tadi, berhenti bertengkar ketika mendengar suara wanita cantik itu. Kepala mereka tertunduk karena merasa bersalah. Wanita di atas singgasana itu pun sepertinya sudah muak dengan kejadian barusan.“Kamu milikku, Dewi.”Perkataan itu membuat Karin kaget. Karena bukan hanya satu pria yang mengucapkan hal tersebut, tetapi semuanya. Mereka menginginkan wanita yang sama. Lima pria itu ingin menikahi wanita cantik itu.“Aku akan menikahi kalian berlima.”Semua orang setuju dengan keputusan dari wanita tersebut, lalu kejadian beralih. Karin tiba-tiba telah berada di pesta pernikahan. Di mana satu wanita menikahi lima pria sekaligus. Lalu berlanjut ke malam pengantin. Yang membuat Karin kaget adalah kelima laki-laki itu sama-sama menikmati peran sebagai suami, dan wanita itu memiliki air susu yang banyak.“Apa yang terjadi?” gumam Karin, lalu ia ditarik ke setiap kejadian demi kejadian. Wanita cantik itu diburu. Kelima suaminya telah mati. Lalu Karin berada di tahun

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 219

    Damian menggeleng keras. “Aku tidak mau. Sudah cukup berbagi dengan dua pria lainnya.”“Lalu anakmu akan minum susu apa? Kamu akan jadi ayah yang sangat tega bila menyuruh anak sendiri minum susu formula.” Karin terkikik.“Kita pikirkan nanti saja. Yang penting persetujuanmu.”“Seperti yang kamu katakan. Jika ada ibu pengganti, aku bersedia.”“Terima kasih, Sayang.” Damian memeluk Karin, kemudian mengajaknya pergi dari club tersebut. Berlama-lama di sana hanya membuat pikiran kalut lantaran mengingat aksi Shanaya yang kejam.Malam ini, Karin bersedia menginap di kediaman Damian. Hubungan yang sempat tegang, kini mulai terajut kembali. Siapa pun boleh mencoba untuk menghancurkan ikatan Karin dan tiga kekasihnya. Namun, cinta di antara mereka terjalin begitu kuat. Tidak semudah itu diruntuhkan.Begitu tiba di kediaman, Damian mengajak Karin langsung ke kamar. Sedetik pun ia tidak mau melepas. Sejak pulang dari tugas, hubungan keduanya renggang. Mengingat kejadian itu, Damian ingin mengu

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 218

    Mendengar Shanaya mendorong pengasuhnya ke jurang saja sudah membuat Karin kaget, dan tidak habis pikir apa yang ada di otak Shanaya. Sekarang, melihat wanita itu menyiksa beberapa pria di depan mata, membuatnya yakin jika wanita itu memang sudah gila. Shanaya menikmati jeritan para pria di depannya, dan tertawa keras. Sementara temannya yang lain juga ikut mendukung dengan menyerukan nama Shanaya sebagai pemain utama. “Tidakkah kita menghentikan mereka?” Karin berlari menuju depan, lalu memukul kaca dengan keras. Ia bisa melihat, bahkan mendengar suara Shanaya serta teman-temannya. Namun, mereka tidak melihat adanya Karin maupun Damian. “Lepaskan mereka!” teriak Karin. “Sayang, apa yang kamu lakukan?” Damian lekas menjauhkan Karin dari kaca. “Percuma saja. Mereka tidak bisa mendengar suara kita.” “Pemuda itu akan mati. Kita harus menolongnya.” “Mereka dibayar untuk itu. Mati atau hidup, itu sudah pilihan.” Karin terdiam mendengar ucapan Damian, dan merasa apa yang dilakukan oleh

  • Aduh, Pelan-Pelan, Bos   Bab 217

    Mobil melaju menuju jalan yang cukup familiar bagi Karin. Ia tahu ke mana pria ini akan membawanya pergi. Ya, segala sesuatunya harus dibicarakan, dan Karin pun ingin mendengar dengan jelas kenapa Damian tiba-tiba memutuskan untuk menikah. Ia masih tidak percaya bila mengingat betapa kekasihnya sangat mengharapkannya.Namun, Karin pun merasa bersalah karena ia sendiri tidak bisa memberikan apa yang Damian inginkan. Ia tidak bisa karena dua pria lain akan tersakiti. Karin pun masih terjebak dalam kegagalan pernikahan di masa lalu.“Damian … .” Karin mencoba mengajaknya bicara.“Sebentar lagi kita tiba di rumah.”Karin mengangguk. Apa pun yang akan dibahas memang sebaiknya setelah tiba di kediaman. Melihat Damian yang tidak ceria seperti biasanya, membuat Karin khawatir kepadanya. Ia tahu segala sesuatu yang dipaksakan itu memang tidak baik. Namun, Damian juga dihadapkan dengan sebuah dilema.Kendaraan sport ini tiba di kediaman pribadi Damian. Rumah yang membuat Karin betah tinggal di

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status