Home / Romansa / Aku (Bukan) Gadis Pemuas / BAB 31 || ILUSI JEFF (Revisi)

Share

BAB 31 || ILUSI JEFF (Revisi)

Author: s_uci17
last update publish date: 2026-01-27 12:03:05
Sinar matahari pagi merangsek masuk melalui celah tirai ruang kerja Jeff. Pria itu mengerang pelan sambil memijat pangkal hidungnya. Kepalanya berdenyut hebat, pening luar biasa akibat alkohol semalam.

Dengan perlahan, ia membuka matanya yang masih terasa berat. Rasa pusing yang dirasakannya tadi seketika menguap, berganti dengan keterkejutan luar biasa saat ia menyadari posisi dan kondisi sekitarnya.

​Ruangan kerjanya tampak berantakan, dan pakaian berserakan di lantai. Seketika kepingan memo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 33 || "BERIKAN SAYA SATU CIUMAN." (Revisi)

    "Ngambek, hm?" Arsenio meraih tangan Kirania, dan mengecupnya lembut. "Saya udah coba negosiasi dengan pihak kampus kamu. Tapi kelas online itu tersedia nanti, saat kamu semester tiga." Kirania diam, dengan bibir mengerucut. Pipi chubby nya tampak menggembung lucu. Ia bukannya tidak ingin kuliah offline, tapi ia terlalu takut kalau nanti Jeff akan datang lagi menemuinya di kampus. "Jadi untuk dua semester ini, kuliahnya offline dulu nggak papa ya?" bujuk Arsenio dengan lembut, selembut usapan ibu jarinya di punggung tangan Kirania. “Lagipula kamu nggak usah takut lagi. Sekarang, kan, ada Siska yang nemenin kamu kemana-mana,” sambungnya, sambil melirik ke luar jendela mobil, menunjuk sosok Siska—maid setia yang waktu itu pernah berjasa menolong Kirania kabur dari mansion. Kirania menghela napas pelan, lantas mengangguk dengan wajah lesunya. "Ya udah, Kira masuk dulu, Om." "Senyum dong," pinta Arsenio, menahan tangan Kirania yang masih berada dalam genggamannya. Kirania tersenyu

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 32 || PENGAKUAN JEFF & ANCAMAN HELENA (Revisi)

    “Kamu bohong, kan?!” desis Helena tajam, menuntut jawab. “BILANG KALAU KAMU BOHONG!” “Nggak, aku nggak bohong,” jawab Jeff, dengan suara yang terdengar teramat santai, tanpa sedikitpun keraguan. Matanya menatap lurus ke mata Helena yang menyala tajam. “Aku suka sama Kirania,” akunya dengan gamblang. “Bahkan bukan cuma sekedar suka, tapi juga cinta dan keinginan besar untuk memilikinya.” PLAK! Kepala Jeff terlempar ke samping, sesaat setelah Helena melayangkan tamparan keras di pipinya. “Kamu sadar nggak dengan apa yang kamu katakan?! SADAR NGGAK?!” teriak Helena histeris, suaranya melengking tinggi, dan nyaris merenggut seluruh sisa napas di tenggorokannya. “DIA ADIK TIRI AKU, JEFF! ADIK IPAR KAMU! BISA-BISANYA KAMU DENGAN TIDAK TAHU MALUNYA MENGAKU MENYUKAINYA DI DEPAN ISTRI KAMU SENDIRI! DI MANA OTAKMU, HAH?!” Jeff perlahan menegakkan kembali kepalanya, menatap Helena. Pria itu sama sekali tidak meringis, tidak pula menunjukkan raut rasa bersalah atau penyesalan atas ucap

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 31 || ILUSI JEFF (Revisi)

    Sinar matahari pagi merangsek masuk melalui celah tirai ruang kerja Jeff. Pria itu mengerang pelan sambil memijat pangkal hidungnya. Kepalanya berdenyut hebat, pening luar biasa akibat alkohol semalam. Dengan perlahan, ia membuka matanya yang masih terasa berat. Rasa pusing yang dirasakannya tadi seketika menguap, berganti dengan keterkejutan luar biasa saat ia menyadari posisi dan kondisi sekitarnya. ​Ruangan kerjanya tampak berantakan, dan pakaian berserakan di lantai. Seketika kepingan memori semalam berputar liar di kepala Jeff. Dengan kaku, ia menundukkan kepala. Sosok wanita yang kini tengah tertidur pulas dengan kepala bersandar di dada bidangnya, yang semalam ia rengkuh dengan penuh gairah, wanita yang ia panggil Baby Girl, dan ia puja setengah mati—bukan lah Kirania, melainkan istrinya sendiri—Helena. Terlalu mabuk membuatnya sampai berhalusinasi. “Sialan!” maki Jeff dalam hati ​Tepat saat Jeff hendak menyingkirkan tubuh istrinya itu dengan kasar, Helena bergerak pelan.

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 30 || PERTEMUAN PERTAMA JEFF & KIRANIA (Revisi)

    Jeff duduk mematung di dalam mobil. Pandangannya menembus kaca jendela mobil yang sedikit diturunkan, menatap lurus ke arah area taman kota yang berada tak jauh dari posisinya sekarang. Dari tempatnya ini, matanya menangkap pemandangan yang membuat rahangnya mengeras hingga bergemeletuk. Kirania—gadis yang selama ini selalu terlihat takut padanya, kini justru tengah tersenyum dan tertawa lepas bersama Arsenio. Melihat betapa mudahnya Kirania tersenyum dan tertawa lepas bersama pria lain—terlebih lagi itu adalah Arsenio, lelaki yang paling ia benci—membuat darah Jeff mendidi. Selama ini, Kirania tidak pernah menunjukkan ekspresi sehangat itu padanya. Jemarinya mencengkram tepian pintu mobil, hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapannya menajam, penuh kebencian. Di tengah rasa panas yang menghimpit dadanya itu, kilasan memori itu berputar pelan di kepala Jeff, membawa ingatannya mundur jauh ke belasan tahun silam. Saat itu, dalam sebuah pesta mewah yang dihadiri para kaum elit so

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   29 || KENAPA HARUS KIRA?! (Revisi)

    Suasana di dalam mobil terbungkus oleh keheningan. Sepanjang perjalanan pulang, Kirania terus diam membisu. Gadis itu memilih menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, menatap kosong pada bayang-bayang lampu kota yang berkelebat cepat di luar sana. Arsenio yang duduk di balik kemudi, beberapa kali melirik ke arah samping, mengamati garis wajah Kirania yang tampak begitu pucat dan lesu. Menyadari bahwa gadis itu belum mengisi perut sejak sore tadi, ia memutuskan untuk mengubah arah kemudi, memasuki area parkir sebuah restoran yang tidak jauh dari kawasan tersebut. Setelah mematikan mesin mobil, ia membuka pintu kemudi dan turun lebih dulu. Langkah kakinya membawanya memutar ke sisi seberang, lalu sengan perlahan membuka pintu mobil di sisi Kirania. “Turun dulu sebentar, kamu belum makan apapun sejak tadi,” ucap Arsenio lembut, mengulurkan tangannya. Kirania mengerjap perlahan, seolah baru tersadar dari lamunannya yang panjang. Ia menoleh, dan mendapati mobil sudah terparkir rapi d

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 28 || UNGKAPAN PERASAAN KIRANIA (Revisi)

    “Katanya mafia kelas kakap, disetrum dikit langsung tepar. Dasar cupu!” cibir Arsenio, memandang wajah Jeff yang masih belum sadar. “Om, nggak boleh kayak gitu,” tegur Kirania. “Coba kalau Om yang kena setrum, pasti juga pingsan.” Arsenio mendengus malas. “Masalahnya nggak ada orang yang mau nyetrum saya.” Kirania menghela napas, lantas menunduk menatap wajah pucat Jeff. “Kak Jeff siuman nya lama juga ya.” “Makanya, ayo pulang.” “Terus Kak Jeff gimana, Om? Masa iya ditinggal sendiri.” “Nanti saya telepon Max suruh kesini,” tukas Arsenio tidak sabaran, kemudian meraih tangan Kirania. “Udah, ayo. Perut kamu kosong dari tadi siang.” "Tapi, Om ..." Kirania masih enggan bergeser, sebelah tangannya mencengkeram ujung lengan kemeja Arsenio. "Kan nggak enak kalau kita langsung pergi gitu aja, seenggaknya tunggu sampai anak buahnya datang atau ...." "Tidak ada nanti-nanti lagi, Princess," potong Arsenio, tidak menerima bantahan. “Tanggung jawab moralmu sudah selesai sampai disini. Dok

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 7 || TERTANGKAP BASAH

    "Dressnya kependekan," komentar Arsenio yang sedang menggulung lengan jaket miliknya yang kebesaran di tubuh mungil Kirania. "Kan Kira gak tahu kalau bakalan pergi naik motor," sahut Kirania dengan wajah cemberutnya. Siapa yang menyangka jika empat ban mobilnya kempes semua. Sekarang ia berakh

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 6 || SAYA SAYANG, BUKAN KARENA NAFSU

    Setelah tujuh hari mengurung diri di penthouse, pasca meninggalnya Pradipta. Hari ini Kirania menyetujui ajakan teman-temannya untuk jalan-jalan ke luar. "Selamat siang!" sapa Devanka dengan senyum cerahnya seperti biasa. "Wah ... lihatlah betapa cantiknya Kirania kita siang ini." Kirania yang

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 2 || PERTOLONGAN ARSENIO

    "Brengsek! Berani-beraninya kau menyentuh Nona Kira! Biadab!" maki Arsenio yang tengah memukuli Jeff dengan membabi buta. Serangan telak yang tidak terelakkan oleh Jeff yang berada di bawah kukungan tubuh besar Arsenio. “Aku sudah curiga sedari tadi ketika melihatmu masuk ke dalam kamar Nona Kir

  • Aku (Bukan) Gadis Pemuas   BAB 1 || KEGILAAN KAKAK IPAR

    "Inikah kemandirian yang Papa maksud? Meninggalkan Kira sendirian, sebatang kara di dunia yang menakutkan ini?" Air mata Kirania kembali menggenang di pelupuk mata, kala mengingat sekarang ia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Sore ini, Pradipta—papanya, baru saja dikebumikan. "Siapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status