Share

52

last update publish date: 2025-12-20 22:55:43

"Papaa!"

Aleya dan Harun terbangun karena pekikan Keyla. Keduanya segera beranjak, mendekati Keyla yang terduduk diatas ranjang.

"Papa." Anak berusia 9 tahun itu beringsut, memeluk erat Harun yang duduk di tepi ranjang.

"Kamu mimpi buruk?" tanya Aleya yang juga duduk ditepi ranjang.

Keyla menggeleng.

"Lalu?" tanyanya lagi karena penasaran. "Kenapa kamu teriak manggil papa."

"Aku hanya takut saat terbangun, gak melihat Papa ada di sebelahku. Aku fikir, papa udah pergi, ninggali aku dan mama lagi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa. Menyandarkan punggung sambil memejamkan mata. Lelah, seharian ini dia dan tim bekerja ekstra keras. Meski tidak lembur sampai malam, tapi proyek yang sedang dia tangani memang sangat menguras fikiran.Ini pertama kalinya dia kerjasama dengan Rangga. Dia harus sempurna, jangan sampai lengah dan Rangga bisa melihat kekurangannya. Karena itu juga, rasanya bebannya makin berat.Dia hampir tertidur saat mendengar bunyi bel. Itu jelas bukan Bian, karena kalau dia pasti bisa langsung masuk. Dengan langkah malas, dia kedepan, membuka pintu. Kantuknya langsung hilang begitu melihat siapa yang datang."Ibu."Betapa terkejutnya Aqilah melihat kedatangan Bu Diah dan Ayu. Dia langsung mencium punggung tangan mertuanya tersebut."Masuk, masuk, ayo masuk." Dia membuka pintu lebar-lebar, mempersilakan mereka masuk.Bu Diah memperhatikan setiap sudut apartemen Aqilah. Ayu pernah cerita kalau apartemen yang dihuni abangnya sangat bagus, ternyata Ayu tidak

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Saat berada di eskalator, tawa yang ditahan sejak tadi akhirnya meledak. Bian tak sanggup lagi menahannya. Sumpah, dia tak pernah mengira jika Aqilah bisa berbuat seperti tadi saat sedang cemburu. Apa tadi, pura-pura hamil? Astaga, sampai sebegitunya. Cinta kadang memang gila, membuat seseorang tiba-tiba out of the box."Apa yang lucu?" Aqilah bersedekap sambil cemberut menatap Bian."Kamu." Bian menarik gemas hidung mancung Aqilah, yang langsung ditepis oleh cewek itu. Kebetulan, eskalator sedang sepi, jadi tak terlalu risih takut dilihat orang.Padahal lagi kesel, malah dibilang lucu, makin ngeselin kan?"Kamu kalau cemburu lucu, Qill. Hamil? Astaga!" Bian masih tertawa sambil mengusap perut rata Aqilah, dan lagi-lagi langsung disingkirkan tangannya oleh wanita yang sedang marah karena cemburu itu."Ketawa aja terus. Iyalah, situ kan happy, ketemu mantan." Aqilah melengos, lalu berjalan lebih dulu saat sudah menuruni eskalator."Yang, tungguin dong." Bian berjalan cepat, menyusul Aq

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian masuk ke dalam kamar. Masih sempat dia lihat, Aqilah yang buru-buru berbalik memunggungi pintu begitu dia masuk. Istrinya itu hanya sedang kesal, tidak marah, dia meyakinkan diri sendiri. Berjalan ke arah ranjang, lalu naik dan memeluk Aqilah dari belakang."Hadap sini dong," bujuknya. "Mas kan pengen lihat wajah cantik istri Mas." Gak papalah, dibilang bermulut manis, modus, gombal atau apalah, namanya lagi membujuk si dia yang merajuk.Bukannya berbalik, Aqilah malah berusaha melepaskan belitan tangan Bian di pinggangnya. Menepis kasar, khas orang yang sedang marah."Maaf. Jangan ngambek dong." Bian tak lagi memaksa memeluk. Hanya mengusap pelan bahu hingga lengan bagian atas Aqilah. Sentuhan lembut dengan harapan, hati Aqilah juga ikut melembut. "Bukannya gak mau pakai ART seperti saran kamu, tapi emang belum butuh, itu aja. Nanti kalau butuh, Mas juga pasti bakal nyari ART.""Belum butuh gimana?" sahut Aqilah agak nyolot, tanpa membalikkan badan. "Mas kerepotan, terus nyuruh

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    "Siapa dia tadi, Qill?" tanya Bian saat keduanya sudah ada di dalam mobil."Bukan siapa-siapa, gak penting." Aqilah menghela nafas berat, menyandarkan punggungnya di sandaran jok. Moodnya mendadak buruk gara-gara Jimmy."Mantan kamu?" Sepertinya Bian masih penasaran."Aku gak pernah pacaran, mana mungkin tiba-tiba punya mantan.""Lalu, siapa?""Mas! Bukan siapa-siapa, gak penting." Aqilah tampak kesal dengan pertanyaan Bian yang masih seputar tadi."Ya sudah kalau gak mau cerita." Bian menghidupkan mesin mobil, setelah itu meninggalkan bandara.Sepanjang perjalanan, tak ada obrolan apapun diantara mereka. Bahkan Bian yang hendak mengajak Aqilah mampir makan, urung karena melihat mood wanita itu yang berantakan.Sesampainya di rumah, Bian langsung menuju dapur. Rasa laparnya tak lagi bisa ditahan."Mas mau ngapain?" Aqilah heran melihat Bian yang pulang-pulang bukannya istirahat atau nyantai, tapi langsung ke dapur."Masak. Kita belum makan apa-apa sejak pagi, kamu pasti lapar juga kan

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah menggeliat kegelian saat tengkuk dan belakang telinganya diciumi oleh Bian. Tak hanya bagian itu saja, dadanya tak luput dari serangan tangan mesum sang suami."Mas, udah ah. Aku masih ngantuk." Aqilah bicara dengan mata tertutup saking ngantuknya. Bergerak menyingkirkan tangan Bian yang hinggap di dada karena dia masih ingin lanjut tidur mumpung hari minggu."Sekali lagi yuk," bujuk Bian. Tangannya kembali lagi hinggap pada bulatan kenyal favoritnya. Sedang bibirnya, terus saja aktif memberikan kecupan basah di sekitar leher untuk membangkitkan kembali gairah sang istri."Barusan kan udah, Mas. Aku masih capek.""Baru satu kali masa udah capek."Aqilah yang ngantuk sampai terkekeh mendengar sahutan suaminya. "Satu kali habis subuh tadi. Yang semalam gak kamu hitung." Dasar laki, batinnya, gak ada bosen-bosennya. Mau tidur nyenyak aja masih digangguin."Emang semalam berapa kali?""Ya mana aku tahu," sahut Aqilah setelah menguap. "Aku gak ngitung. Yang pasti lebih dari dua kali

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Hari ini hari pertama Aqilah kembali bekerja setelah 5 hari cuti. Pagi-pagi, Sita sudah menyodorkan setumpuk berkas yang harus dicek dan ditandatangani. Membuat Aqilah yang belum apa-apa sudah membuang nafas lelah. Inilah alasan dia malas cuti, kerjaan jadi numpuk.Biar segera rampung, segera dia meraih berkas pada tumpukan paling atas lalu mengeceknya."Meeting dengan Mr. Kim kamu reschedule jadi kapan, Sit?" tanya Aqilah tanpa melihat Sita."Em....itu. Saya lupa belum ngasih tahu Bu Aqilah. Meetingnya tidak di reschedule.""Maksud kamu?" Aqilah mengalihkan pandangan dari berkas menuju Sita."Kemarin Pak Rangga yang gantiin Bu Aqilah.""Apa! Rangga!" pekik Aqilah sambil berdiri."Gimana bisa tiba-tiba digantiin Rangga. Dan kamu, kenapa kamu gak ngasih tahu saya?""Sa-saya," Sita gugup kalau Aqilah sudah mode suara nada tinggi seperti ini. "Saya lupa, Bu. Dan kenapa diganti Pak Rangga, itu perintah langsung dari Pak Harun." Wanita itu meremat blusnya."Papa udah keterlaluan kali ini."

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   Season 2

    "Astaghfirullah! Kontrakan saya kamu buat mesum, hah?" H. Imam geleng-geleng sambil mengelus dada. Dia sudah sangat lama mengenal Bian, bahkan sejak masa Ayah Bian yang mengontrak tempat ini untuk bengkel. Tidak menyangkah kelakukan pemuda itu seperti ini. "Eng-enggak, Pak. Sumpah. Demi Allah, kam

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   Season 2

    Aqilah menatap kepergian Keyla dengan tatapan sulit diartikan. Kadang dia juga merasa kasihan pada adiknya itu. "Sudahlah. Biarkan dia pergi. Ayo ngobrol di ruangan papa," ajak Harun sambil menggandeng lengan Aqilah. Aqilah menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruangan papanya.

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   Season 2

    Aqilah langsung mendelik kesal. Saat ini, dia sedang tidak ingin becanda. Sedang di kejar waktu. Dia mulai mengotak-atik ponsel yang sejak tadi dia pegang. Menelepon Sita. "Telepon siapa, Mbak? Jangan telepon polisi, saya bukan maling." "Berisik," bentak Aqilah yang sedang kesal karena pangggilann

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   Season 2

    Aqilah panik saat mobilnya tiba-tiba ngadat. Masih bisa jalan, tapi hanya beberapa saat kemudian. "Sial," gadis itu mengumpat saat mobilnya mogok. Padahal mobil itu masih tergolong baru, bisa-bisanya sudah mogok. Sepertinya dia harus melayangkan komplain pada dealer yang telah menjualnya. Dua ja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status