登入Gengs, Kael resmi bangkit jadi Raja Malam sejati setelah genggam tangan leluhur kuno di dimensi batin, gengs! Kemanusiaannya hilang, tapi kekuatan purbanya meledak dahsyat sampai matanya berubah hitam legam keemasan. Adrian Voss beneran bakal ketar-ketir nih, gengs! Yuk, like, komen, follow, dan support biar makin semangat update, gengs!
Gengs, babak akhir dari extra chapter lima ini beneran bikin merinding disko sekaligus terharu bombay sampai mewek seember, gengs! Kael akhirnya resmi mendapatkan kembali emosi manusianya yang sempat membeku berkat kekuatan cinta tulus nan beringas dari Elena Voss.Melihat sang pangeran kecil pewaris takhta malam berada di dekapan permaisurinya, insting protektif Kael langsung melejit ke parameter tertinggi. Dengan mata hitam-emasnya yang kini memancarkan kehangatan rasa, sang Raja Malam langsung bersumpah di depan faksi haremnya—Elena, dr. Selena, Claire, dan Aria—bakal menghancurkan siapa pun makhluk fana atau supernatural yang berani mengusik dinasti baru mereka, terutama ancaman misterius dari Proyek Generasi Kedua yang baru didepak Aria!Perasaan mimin beneran lega, puas, campur aduk, sekaligus bangga banget, gengs! Akhirnya Kael gak jadi monster dingin yang hampa rasa, melainkan bertransformasi menjadi sesosok hot papa sekaligus penguasa kegelapan Arvendale yang super protektif
Hawa dingin yang teramat sangat mencekam seketika langsung merayap luas memenuhi s s sirkuit s s sirkuit ruang singgasana utama Istana Arvendale setelah maklumat darurat Aria terlepas. Kael Donovan perlahan bergerak bangkit berdiri tegak dari atas kursi kebesarannya, membiarkan jubah hitam panjang miliknya berkibar beringas menyapu lantai marmer. Sepasang kelopak manik mata merah murni dengan lingkaran emas berkilau miliknya langsung terpaku lurus mengunci raga Aria yang bersimbah noda darah kotor.dr. Selena Morvain dan Claire Arden dengan s wajah menegang taktis segera bergerak merapat berdiri tegak di samping posisi paha kekar berotot milik Kael."Bicaralah dengan ketegasan s s sirkuit parameter klinis yang jelas nyata, Aria," perintah Kael Donovan dengan untaian getaran vokal bariton yang teramat berat nan berwibawa tinggi.Aria langsung bergerak berlutut tegak bertumpu pada satu kaki rampingnya sembari menyerahkan sebaris dokumen siber hasil salinan dari jaringan bawah tanah luar
Pintu besi ruang singgasananya kembali tertutup rapat setelah badai gairah panas yang sempat memuaskan birahi dua wanita cantik faksi harem itu mereda. Namun, atmosfer di dalam ruangan megah tersebut melulu tidak benar-benar mendingin. Claire Arden tampak merapikan kembali helai-helai gaun sutra tipisnya sembari melirik cemburu ke arah pintu koridor timur—arah di mana kamar utama milik Elena Voss berada.Ada sebaris penerimaan batin yang teramat rumit di dalam lubuk sanubari Claire dan dr. Selena Morvain mengenai posisi Elena yang kini resmi menjadi permaisuri utama Arvendale.Mereka tahu, Elena memiliki jangkar emosi terbesar Kael Donovan, tetapi ambisi untuk tetap memiliki porsi kuasa dan perhatian dari sang alpha murni tetap membara pekat."Kael, kau murni tidak bisa melulu terus-menerus memikirkan kondisi pemulihan Elena pasca-persalinan itu," rajuk Claire Arden dengan manja sembari melangkah taktis mendekati sisi kanan kursi singgasana.Sepasang kelopak manik mata indah milik Cla
Tok! Tok! Tok!Suara ketukan keras di pintu kayu jati berlapis emas kamar utama seketika memecah kehangatan yang baru saja terjalin di antara Kael dan Elena. Kael Donovan perlahan bergerak bangkit, merapikan jubah hitamnya dengan keanggunan seorang predator kasta tertinggi yang tak tergoyahkan. Di balik pintu, dr. Selena Morvain dan Claire Arden tampak berdiri tegak, membawa berkas laporan taktis yang sengaja dijadikan alasan untuk menemui sang Raja Malam.Namun, indra penciuman super Kael langsung menangkap perubahan samar pada aroma tubuh kedua wanita faksi harem tersebut.Ada sebaris kegembiraan batin yang teramat masif terpancar dari raut wajah Claire yang manja serta Selena yang biasanya bersikap klinis obsesif. Mereka berdua melulu dapat merasakan bahwa aura es kaku yang menyelimuti raga tegap Kael sejak berakhirnya perang kini mulai sedikit melunak."Masuklah ke ruang singgasana utama," perintah Kael Donovan dengan untaian nada vokal bariton yang berat nan berwibawa tinggi.Cla
Keheningan malam kembali mengunci kamar tidur utama Istana Arvendale setelah proses persalinan magis yang melelahkan beberapa minggu lalu berakhir sempurna. Sang pangeran kecil pewaris takhta malam telah resmi terlelap damai di dalam ranjang bayinya, menyisakan Elena Voss yang kini berdiri termangu menatap pekatnya malam. Kamar luas itu sengaja dibuat gelap gulita, murni menyisakan seberkas cahaya rembulan yang menembus celah jendela kaca besar.Elena Voss menarik napas panjang, merasakan sirkuit batinnya bergejolak hebat saat sepasang mata indahnya menangkap raga tegap Kael Donovan yang sedang duduk membisu.Sang Raja Malam sedang bersandar kaku di atas kursi kebesarannya di sudut kamar, terperangkap di dalam gua keheningan mutlak tanpa riak emosi sedikit pun.Elena tahu dengan teramat sangat jelas bahwa s s sirkuit ingatan Kael murni mengenali dirinya, namun belenggu dingin Raja Malam telah merenggut kehangatan jiwanya. Tekad emosional yang telah lama dipendam di dalam dada Elena ma
Dug!Sebuah tendangan yang teramat sangat kuat seketika langsung menghantam sirkuit dinding rahim bagian dalam milik Elena Voss. Rasa ngilu yang berbaur dengan seberkas sensasi hangat menjalar cepat, memicu denyut nadi di leher lentik Elena berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya. Dari balik permukaan perutnya yang telah membuncit besar karena hamil tua, samar-samar terpancar sebaris pendaran cahaya keemasan supernatural yang teramat magis.Elena Voss perlahan bergerak mengusap permukaan perut buncitnya dengan sepasang telapak tangan yang gemetar halus."Anakku... kau murni melulu sudah tidak sabar untuk melihat megahnya dunia malam Arvendale, hm?" bisik Elena dengan suara yang teramat ranum nan lembut.Meskipun usia kandungannya telah resmi memasuki sirkuit bulan terakhir, Elena tetap terpantau selalu berpakaian tertutup nan elegan menggunakan gaun sutra panjang bernuansa putih salju. Luka batin di masa lalunya bersama Adrian Voss kini telah sepenuhnya sirna, digantikan oleh ra
"Ingat posisimu, Kael. Kau hanya anjing penjaga di mansion ini, bukan pemiliknya," desis Adrian Voss, matanya menyipit dingin menatap Kael yang baru saja melangkah keluar dari koridor lantai dua."Aku tahu persis apa tugasku, Adrian. Menjaga istrimu agar benih yang tertanam di rahimnya tetap aman, b
"Lepaskan aku, Claire! Kau sudah gila menembak kamera itu dengan sandiwara murahanmu!" bentak Kael Donovan, menyentak kasar tangan Claire Arden hingga gadis sosialita itu terhuyung mundur ke atas matras kebugaran yang berantakan."Kenapa kau takut, Kael? Kakakku Adrian tidak akan peduli meskipun aku
"Project Blood Crown? Jadi kau dan Adrian sudah merencanakan mutasi iblis ini sejak awal pada tubuhku?!" geram Kael Donovan, tangannya mencengkeram tepi meja kaca laboratorium hingga retakan halus menjalar cepat."Jangan marah begitu, Raja tampanku. Tanpa kecerdasan gila milikku, kau hanyalah mayat
"Siapa kau sebenarnya, Kael Donovan?!" tuntut Elena Voss, suaranya bergetar hebat di bawah guyuran hujan badai, sepasang matanya yang bulat menatap nanar penuh kecurigaan yang menusuk."Saya sudah mengatakannya, Nyonya. Saya hanya pengawal baru yang ditugaskan untuk menjaga Anda," sahut Kael dengan







